What is My Destiny

What is My Destiny
41 Rahasia yang Terungkap


__ADS_3

Sampai saat ini, Ara tetap bekerja di Starlit. Ia juga tidak tahu bahwa Axell yang membantu dan merawatnya. Sedangkan Axell, sejak kejadian itu hatinya tak bisa berhenti memikirkan Ara. Ia terlihat bimbang. Akan rasa sakit hati dan kebenciannya yang bercampur dengan rasa rindu dan cintanya yang semakin bertambah. Hatinya semakin sulit untuk melupakannya.


Axell tidak bisa membiarkan hal ini terus berlanjut lebih lama lagi. Ia harus segera mencari dan menemukan Shiena. Untuk menghentikan perasaan cintanya yang salah ini.


Ia lalu berencana untuk melanjutkan pencarian Shiena lagi. Dia pun merealisasikan peluncuran iklan pencarian melalui liontin itu. Iklan itu disebarkan melalui media cetak dan elektronik.


Saat di bengkel, ayah Ara yang sedang menghidupkan radio mendengar tentang iklan tersebut. Sejak pertanyaan yang Ara berikan waktu itu, dirinya terus memikirkan rahasia yang dia sembunyikan bertahun-tahun ini. Dia juga merasa dirinya sudah tua dan mulai sakit-sakitan.


Sehingga saat mendengar iklan pencarian ini, ayahnya merasa ini momen yang tepat. Akhirnya dia memutuskan untuk memberitahu Ara tentang rahasia ini. 


Ia lalu menelepon Ara untuk menanyakan kabar dan memberitahu rencana kedatangannya ke Jakarta untuk menemuinya.


Ayah melakukan perjalanan ke Jakarta menggunakan kereta api dengan jadwal keberangkatan di sore hari. Ayah menolak saat Ara mau menjemputnya di stasiun kereta gambir. Karena ayah tidak mau menyusahkan Ara yang masih bekerja di jam itu. Kebetulan ayah juga ada urusan dulu di Jakarta.


Ternyata urusan ayah adalah mencari orang yang membuat iklan pencarian itu. Karena ayah hanya mendengar iklan di radio sekilas, ayah tidak tahu dengan jelas harus menghubungi siapa. Jadi ia mendatangi gedung Fernan dan bertanya dimana letak kantor Ern&Do Collection. Tetapi petugas tidak bisa memberitahu sembarang info kecuali tamu atau pengunjung sudah membuat janji dan ada keperluan yang jelas.


Akhirnya ayah Ara pergi dari gedung tersebut menuju rumah Ara. Ia menunggu Ara di depan rumahnya. Saat itu, Irwan, mata-mata Nyonya Myra melihatnya dan melaporkannya.


Nyonya Myra ingat dengan ayah Ara. Dia adalah Pak Tono, teman Pak Suryo yang ia sewa waktu itu.

__ADS_1


Ternyata dugaan dia benar. Orang itu yang selama ini membawa Shiena pergi dan membesarkannya. Ia lalu menugaskan mata-mata itu untuk memberikan secarik kertas yang berisi pesan untuknya.


Pesan itu berisi, "Temui saya besok sore di waktu sekarang. Di tempat biasa. Dari: Kejadian 15 tahun lalu di perkebunan teh."


Ayah kaget saat membaca pesan itu. Dia lalu mencari pria yang memberikan pesan itu padanya. Tetapi pria itu telah hilang tanpa jejak.


"Ayah.." teriak Ara yang sudah sampai di rumah. Ayah buru-buru *** kertas itu dan menyimpannya ke dalam saku kantong celananya.


"Ayah sudah lama menungguku di sini? Ayo kita masuk."


Mereka makan malam bersama sambil membicarakan banyak hal. Ara tidak mau terlalu banyak membicarakan tentang dirinya. Ayah juga tahu Ara menghindari pembicaraan tentang mantan bos yang telah menjadi kekasihnya waktu itu. Sehingga ayah tidak begitu banyak bertanya.


Ara membereskan pakaian kotor ayahnya. Ia akan mengumpulkan di ember laundry. Lalu, tanpa sengaja ia menjatuhkan secarik kertas yang telah di remas dari saku celana ayahnya. Ara berpikir mungkin ini tiket kereta. Jadi dia mau membuangnya. Tetapi sebelum membuangnya, ia membaca kertas itu dulu untuk meyakinkannya.


Ternyata itu adalah sebuah pesan rahasia untuk ayahnya. Setelah membaca pesan itu, ia merasa ada rahasia yang ayah sembunyikan. Dan ia yakin ini ada hubungannya dengan dirinya. Jadi ia diam saja dan menyimpan surat itu ke dalam saku celana ayahnya kembali.


Ayahnya teringat dengan surat itu. Ia pun memeriksa celananya dan mengambil kertas surat tersebut.


Ara meminta ijin untuk pulang kantor lebih awal satu jam dari biasanya. Ia penasaran dengan isi surat tersebut dan dengan sikap ayahnya yang seperti sedang menutupi sesuatu. Jadi ia diam-diam mengikuti ayahnya pergi.

__ADS_1


Ayahnya turun di sebuah rumah yang lebih terlihat seperti gudang. Rumah itu cukup luas tapi tidak ada isinya hanya kotak-kotak kemasan yang terbuat dari kayu yang memenuhi ruangan itu. Di sana ada Nyonya Myra dan Pak Suryo.


Ternyata ayahnya kenal dengan mereka. Sepertinya ayahnya adalah kenalan Pak Suryo.


Ara tidak bisa mendengar begitu jelas apa yang mereka bicarakan. Tetapi mereka seperti membicarakan suatu rahasia yang berkaitan dengan dirinya.


Lalu ia mendengar suara teriakan ayahnya, "Jangan Nyonya, kumohon. Aku selama ini tetap menjaga rahasia ini."


"Lalu mengapa saat itu kamu membawanya pergi? Bukankah tugasmu hanya menculik dan membawanya ke gubuk itu. Biar selanjutnya aku yang mengurus anak itu."


"Saat itu dia begitu ketakutan ketika melihatku ingin menculiknya. Dia berlari begitu kencang hingga menabrak batu besar itu dan terluka. Aku tidak tega meninggalkannya dengan kondisi seperti itu. Aku tahu Nyonya pasti akan membiarkan kondisi anak itu begitu saja tanpa mengobatinya. Sehingga aku membawanya pulang dan merawatnya seperti anakku sendiri.  "


"Sekarang untuk menebus kesalahanmu, berikan liontin itu. Dan kamu harus tetap menutup mulutmu. Atau aku akan melakukan suatu hal yang buruk pada anakmu itu."


"Liontin itu ada di rumah anakku. Jangan Nyonya, jangan sakiti Ara. Aku janji tidak akan pernah memberitahu dia rahasia ini."


Mereka mendengar ada suara di luar. Ternyata suara itu berasal dari Ara yang tidak sengaja menjatuhkan hpnya karena kaget dan tak percaya dengan apa yang didengarnya itu.


Pak Suryo dan ayah Ara keluar untuk mengecek apa yang terjadi. Ara langsung berlari untuk bersembunyi. Tetapi Pak Suryo berhasil mengejar dan menangkapnya.

__ADS_1


__ADS_2