What is My Destiny

What is My Destiny
13 Pulang ke Rumah


__ADS_3

Sabtu pagi Axell sudah terlihat rapih karena ia sedang bersiap-siap untuk pergi meninggalkan apartemennya. Kamar apartemennya sudah terlihat kosong. Sudah sejak beberapa hari yang lalu Axell telah membereskan barangnya dan memindahkan sebagian barang-barang miliknya ke rumahnya.


Hari ini dia akan pulang dan kembali tinggal bersama keluarganya di rumah orangtuanya dan tidak lagi tinggal di apartemen. Sejak kepulangannya ke Indonesia, Axell memilih untuk sementara menetap di apartemen karena ingin menghindari Retha. Selain itu dia juga membutuhkan privasi selama beberapa waktu. Axell sering duduk di balkon jendela sambil memandangi taman Arshiena yang terlihat dari kamar apartemennya untuk mengenang kembali masa-masa kecilnya bersama Shiena yang sering mereka lalui di taman itu.


Bahkan sebelum pulang ke rumahnya, Axell menyempatkan diri untuk mengunjungi taman Arshiena dulu dengan membawa sekotak roti goreng isi coklat dan sebungkus lolipop rasa stroberi kesukaannya. Ia membersihkan dedaunan yang jatuh di atas batu marmer yang bertuliskan "Taman Arshiena". Lalu ia duduk dan mulai berbicara sendiri di depan batu marmer itu seolah-olah batu marmer itu bisa mendengar ucapannya.


"Shiena, maafkan aku. Malam ini dengan terpaksa aku harus melangsungkan acara pertunangan dengan adikmu. Akhirnya adikmu itu menang, dia berhasil mendapatkan diriku. Tetapi walaupun begitu, dia tetap tidak bisa merebut hatiku darimu. Hatiku ini selamanya hanya akan menjadi milikmu."


Ya. Selama ini Retha selalu menginginkan dan merebut barang milik Shiena. Bahkan ia juga menginginkan dan terobsesi dengan Axell. Sejak kecil, Retha selalu berusaha menguasai Axell supaya Axell hanya bermain berdua dengannya saja dan menjauhi kakaknya. Namun ia tidak pernah berhasil, karena Axell sangat membencinya. Axell tidak akan pernah mau bermain dengan Retha bahkan dia sering mengusir Retha pergi dari rumahnya atau menolaknya ketika Retha ingin ikut bermain bersama mereka.

__ADS_1


Selesai mengunjungi taman Arshiena, Axell segera beranjak pergi menuju ke rumahnya. Karena hari sudah menjelang siang dan nanti sore di rumahnya akan diadakan sebuah pesta penyambutan dirinya yang telah pulang kembali ke Indonesia dan menetap di sini.


Setibanya di rumah, hari sudah siang. Di rumahnya semua orang terlihat sibuk mempersiapkan pesta malam ini. Nyonya Tamara Ernando, ibu Axell sedang berada di dapur untuk memeriksa bahan-bahan yang akan digunakan dalam membuat hidangan nanti malam dan mengatur beberapa hal lainnya. Sedangkan Tuan Arman Ernando, sibuk berbicara ditelepon dengan seseorang.


Beberapa pelayan sibuk menerima hadiah-hadiah yang dikirimkan ke rumah mereka. Ada bingkisan berisi Wine, ada juga karangan bunga dan berbagai macam hadiah lainnya.


Axell langsung menuju ke dapur rumahnya untuk mencari ibunya dan juga untuk makan siang. Melihat anaknya telah kembali ke rumahnya dan sekarang ada didekatnya, Nyonya Tamara merasa sangat senang sekali. Nyonya Tamara segera menyuruh beberapa pelayan untuk menyiapkan makan siang untuk anak kesayangannya itu.


"Iya, Ma. Aku tadi ada urusan sebentar."

__ADS_1


Axell duduk di meja makan untuk menunggu makanan yang sedang disiapkan. Nyonya Tamara juga ikut duduk di sana untuk menemaninya. Setelah makanan tersaji di meja makan, Axell langsung melahap makan siangnya.


Nyonya Tamara memandangi anaknya yang sedang makan dengan tatapan yang lembut dan penuh cinta. Tak terasa anaknya sudah tumbuh besar dan menjadi seorang pria dewasa yang terlihat sangat tampan sekali. Bahkan anaknya sudah akan bertunangan di malam ini. Segera setelah itu, anaknya akan menikah dan menjadi seorang ayah.


Teringat dulu waktu masih kecil, Axell adalah seorang anak yang selalu bersemangat dan ceria. Selain itu dia juga sangat nakal dan suka menjahili orang. Tetapi walaupun dijahili, mereka tidak pernah marah padanya. Karena Axell juga adalah seorang anak yang perhatian dan selalu peduli dengan orang-orang di sekitarnya.


Sayangnya ketika usianya sedikit besar, Axell berubah. Sejak tragedi yang menimpa teman kecilnya, Shiena yang menghilang tanpa diketahui dimana keberadaannya selama bertahun-tahun. Axell tumbuh menjadi anak yang pemurung dan suka menyendiri. Dia tidak lagi menjadi seorang anak yang ceria. Axell tidak mau bermain lagi dengan teman-temannya yang lain dan menjadi jarang tersenyum. Ia merasa marah dan juga menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa menjaga dan melindungi temannya itu.


Axell menyadari akan tatapan ibunya kepadanya yang pada awalnya penuh rasa haru dan bahagia karena bisa bertemu lagi dengannya setelah lama berpisah, dan sekarang menjadi tatapan penuh kesedihan. Axell tahu bahwa kesedihan ibunya itu dikarenakan perubahan sikap pada dirinya yang terjadi ketika beranjak dewasa. Namun begitu, dia tidak dapat melakukan banyak hal untuk membuat dirinya kembali ceria dan merasakan kebahagiaan seperti dulu lagi. Tidakk, sampai dia berhasil menemukan kembali Shiena.

__ADS_1


Axell mempercepat mengunyah makanannya agar makanannya dapat cepat habis. Setelah makanannya habis, dia pamit pada ibunya untuk menuju ke kamarnya. Ketika di rumah, Axell memang lebih senang mengurung diri di kamarnya. "Ma, aku sudah selesai makan. Aku ke kamar dulu ya."


"Iya nak, istirahatlah. Persiapkan dirimu untuk acara pesta nanti sore."


__ADS_2