
Mendengar aturan balapan yang seperti itu, Ara mengajukan protes pada mereka, memangnya dia barang yang seenaknya dijadikan hadiah. Tetapi mereka tidak mempedulikan protes Ara. Mereka masih sibuk saling menatap satu sama lain dengan tatapan mata yang tajam. Seperti sedang bersiap-siap untuk berduel.
Sebenarnya, balapan yang mereka lakukan ini untuk menjaga gengsi mereka. Juga sebagai ajang pamer untuk menunjukkan siap yang lebih hebat. Karena itu Axell langsung menyetujui tantangan balapan ini.
Axell tidak memiliki mobil jeep, karena itu ia boleh memilih mobil jeep yang dia mau yang ada di sana untuk digunakan saat balapan, kecuali jeep merah yang adalah mobil kesayangan Rey. Axell kemudian memilih mobil yang berwarna biru muda, warna favoritnya.
Balapan ini akan dilakukan menggunakan rute pendek yang biasa dilalui saat off-road melintasi hutan pinus. Aturan balapan itu adalah siapa yang bisa kembali lebih dulu ke garis awal balapan, dialah pemenangnya.
Ara terlihat cemas dan khawatir dengan Axell, karena dia bukan penduduk sini. Dia pasti tidak tahu kondisi jalanan yang menanjak dan berliku-liku yang harus dilewatinya. Selain itu dia juga tidak seperti Rey yang sudah terbiasa membawa mobil jeep untuk off-road melintasi hutan pinus.
Axell pun didampingi oleh seorang pemandu jalan yang akan membantunya menunjukkan jalur mana yang harus dilewatinya.
__ADS_1
Sebelum mulai, mereka melakukan beberapa persiapan. Seperti melakukan pengecekan pada kondisi mobil apakah masih prima, lalu memastikan angin pada ban mobil apakah sudah sesuai. Ara membantu dan menemani Axell saat melakukan pengecekan ini. Karena Ara yang juga paham akan kondisi mobil yang baik ingin ikut memastikannya sendiri.
Setelah semua selesai di cek, Axell mempelajari rute yang perlu dilintasi melalui peta. Lalu Rey, Axell dan pendampingnya memakai peralatan keselamatan dengan lengkap.
Balapan pun dimulai. Rey memberikan Axell kesempatan untuk mulai jalan lebih dulu. Lalu dia akan menyusulnya dari belakang. Tetapi baru beberapa menit berjalan, Rey sudah berhasil mendahuluinya.
Ara menunggu mereka dengan cemas. Dia duduk di dalam mobil jeep yang terparkir di lokasi awal mereka mulai balapan. Mereka sudah pergi balapan hampir sejam yang lalu. Biasanya rute pendek ini dapat dilalui selama kurang lebih selama 1 jam.
Ara terlihat sedikit kecewa karena Rey yang menang, padahal ia sudah tahu bahwa hasilnya akan seperti ini.
Tetapi Ara tidak begitu mempedulikan hal ini lagi, sebab ia lebih merasa cemas dengan Axell yang belum juga kembali. Baginya yang terpenting mereka semua dapat kembali dengan selamat dan dalam kondisi yang baik.
__ADS_1
Waktu balapan sudah berlalu lebih dari satu jam, tetapi Axell masih belum juga kembali. Ara semakin cemas. Ia tahu off-road ini memiliki beberapa jalur yang agak berbahaya. Apalagi bagi mereka yang tidak paham dengan kondisi jalanan yang miring dan beberapa landasan yang menanjak tinggi. Kalau tidak handal dan tidak kuat, mobil akan licin dan tergelincir.
Beberapa menit kemudian, dari ujung jalan akhirnya terlihat mobil jeep berwarna biru muda. Itu adalah mobil yang Axell gunakan untuk balapan. Ara langsung merasa lega dan senang karena pria itu sudah kembali dengan selamat.
Axell turun dari mobilnya dan melihat mobil jeep merah milik Rey sudah ada di sana. Ia juga melihat Rey yang sedang menempel pada Ara lagi sambil merangkul wanita itu.
Ia pun merasa marah dan kesal. Selain itu, ia juga merasa malu pada Ara karena ia telah kalah dari pria itu. Sebenarnya ia tidak rela membiarkan Ara bersama pria yang selalu menempel padanya itu.
Ia sadar bahwa ia dan Ara juga tidak memiliki hubungan apa-apa. Jadi sebenarnya dia tidak perlu merasa marah dan tak rela seperti ini. Selain itu ia juga harus bersikap sportif menerima kekalahan ini. Tapi tetap saja ia tidak bisa menahan apa yang dia rasakan saat ini. Sehingga ia memilih lebih baik menghindari mereka saja. Ia lalu pergi begitu saja meninggalkan mereka tanpa berbicara apapun.
Ara kaget melihat Axell pergi meninggalkan mereka dengan muka dinginnya yang terlihat marah dan tanpa berbicara sepatah kata pun. Namun dia juga tidak berani mengejarnya. Ia juga tidak bisa berbuat apa-apa, apalagi dengan Rey yang terus menempel padanya.
__ADS_1