What is My Destiny

What is My Destiny
51 Ending


__ADS_3

3 bulan berlalu.


Anggota keluarga Ernando dan keluarga Ferician duduk di kursi deretan depan yang tersusun di sebuah ruangan altar. Di sana juga terlihat Nyonya Myra duduk bersebelahan dengan Retha. Shiena berhasil membuat ayahnya memaafkan dan menerima mereka kembali. Sehingga mereka dapat berkumpul bersama lagi.


Selain itu juga, hadir Pak Tono dan istrinya serta Reynaldi Anthoro. Juga ada beberapa tamu lainnya yang duduk memenuhi kursi-kursi tersebut. Mereka seperti sedang menghadiri suatu acara yang sedang berlangsung di altar tersebut.


Suasana di altar tersebut hening dan terasa sakral. Dengan seorang pembicara yang berpakaian seperti seorang pendeta yang berdiri di tengah-tengah altar dengan sebuah meja kecil di depannya.


Lalu, saat terdengar pintu terbuka semua tamu yang hadir menoleh ke belakang ke arah suara. Seorang pria muncul dengan tangannya memegang sebuah buket bunga.


Dia mengenakan setelan jas berwarna light grey dipadukan dengan dasi berwarna senada dan kemeja berwarna putih. Jas yang dikenakannya semakin memperlihatkan tubuhnya yang tinggi dan tegap dengan dada yang bidang dan terkesan atletis.


Rambutnya dibuat bervolume dengan aksen tinggi dan disisir rapih ke belakang. Wajahnya yang tampan sudah tidak mengeluarkan ekspresi dingin seperti dulu lagi melainkan dihiasi dengan senyuman manis yang mengembang dibibirnya.


Dia berjalan menuju ke depan altar. Tatapan matanya terlihat ada rasa haru, sedih dan bahagia. Akhirnya hari ini telah tiba. Penantiannya untuk segera bersatu dengan wanita yang dicintainya sejak lama hari ini akan berakhir. Sebentar lagi, wanita yang dicintainya akan resmi menjadi istrinya dan menjadi miliknya seutuhnya.


Tak lama setelah itu, akhirnya tiba seorang wanita dengan berbalut gaun pengantin berwarna putih berbahan satin yang dipadukan dengan lace pada lengan panjangnya dan cadar yang menutupi wajahnya. Membuatnya terlihat anggun dan misterius.


Ia berjalan beriringan dengan ayahnya yang menggandeng tangannya menuju ke altar dengan perlahan. Semua mata memandangnya kagum. Walaupun semua tamu yang hadir tersenyum bahagia, tetapi ada perasaan haru juga dirasakan. Pengantin pria tidak dapat mengalihkan pandangannya walau hanya sedetik.


Setelah mereka tiba di depan altar, sang ayah memberikan tangan putri kesayangannya itu kepada pria yang ada di hadapannya. Pengantin pria dengan tersenyum bahagia dan penuh haru menyambut tangan itu.

__ADS_1


Dengan bimbingan dari Pak Pendeta, mereka berdiri berhadapan, mengucap janji suci di hadapan Tuhan, keluarga dan orang terdekat yang mereka sayangi.


Sepasang pengantin yang baru saja resmi menjadi suami istri yang sah itu adalah Axell Ernando dan Arshiena Ferician.


Semua keluarga dan para tamu bertepuk tangan dengan penuh kebahagiaan dan sangat meriah.


Axell dan Shiena juga merasa sangat senang. Setelah melewati berbagai lika-liku kehidupan dan banyak penderitaan, akhirnya mereka bisa bersatu dan bisa mendapatkan kebahagiaan dengan hidup bersama dan saling mencintai.


Retha dan ibunya mendatangi Shiena untuk memberinya ucapan selamat dan memeluknya dengan penuh cinta dan rasa kebahagiaan.


Axell dan Shiena lalu melemparkan buket bunga pernikahan mereka setelah berada di luar ruangan. Di sana sudah ada Rey, Retha, dan beberapa teman mereka lainnya yang masih single dengan posisi bersiap untuk menangkap buket bunga itu.


Sebulan setelah mereka melangsungkan pernikahan, Axell dan Arshiena membuka gerai perhiasan mereka. Harapan Shiena saat menjadi Ara untuk memiliki toko perhiasan dengan hasil karyanya sendiri akhirnya terwujud. Gerai itu memilik nama Destiny. Banyak wartawan dan beberapa investor menghadiri acara pembukaan gerai tersebut.


Seorang wartawan bertanya,


"Pak Axell, apakah ada suatu alasan  yang membuat kalian memberi nama "Destiny" pada gerai perhiasan kalian ini?" tanya salah seorang wartawan.


Axell menjawab, "Istriku yang memberi ide nama itu pada gerai kami. Mari kita tanyakan padanya. Bagaimana sayang, apa alasanmu?"


Arshiena yang telah menjadi istri Axell menjawab, "Selama ini aku memiliki pertanyaan dalam diriku, 'What is my destiny?' Dan sekarang, aku telah menemukan jawaban akan destiny-ku." jawab Shiena sambil menatap Axell dalam-dalam dan dengan penuh cinta mengecup keningnya.

__ADS_1


Axell pun membalas kecupan itu dengan mencium bibir istrinya. Tanpa mempedulikan betapa banyaknya orang yang ada di sekeliling mereka dan sedang memperhatikan mereka. Arshiena pun membalas ciuman itu. Sungguh terlihat mesra dan romantis.


Para wartawan dan tamu yang hadir pun menatap mereka dengan iri dan terpukau. Lalu mereka bersorak ikut meeasakan kebahagiaan itu dan memberikan tepukan yang meriah.


Di rumah, saat sedang santai, Shiena menulis sebuah surat di atas sebuah kartu.


"Selama ini kita sering bertanya-tanya.


Mengapa hidupku seperti ini. Bagaimana dengan nasibku. Apalagi yang akan terjadi dengan diriku setelah ini.


Dalam kehidupan ini, setiap orang pasti pernah dan akan mengalami masa-masa kehidupan penuh suka, duka, kesedihan dan kebahagiaaan.


Ada baiknya bagi kita untuk menjalani segala hal dan kenyataan yang terjadi di kehidupan kita ini dengan hati yang  menerima dan menjalani dengan penuh kesabaran, ketabahan serta semangat.


Dan setelah semua kesulitan dapat kita lewati maka itu akan membuat kita menjadi lebih kuat. Juga akan menjadi sebuah kenangan indah yang selalu tersimpan dalam memori kehidupan kita."


           


~By Arshiena Ferician~


Selesai.

__ADS_1


__ADS_2