
Nyonya Myra dan Retha menjemput Ara untuk membawanya pergi ke sebuah restoran mewah. Nyonya Myra telah memesan salah satu ruang VIP di restoran tersebut.
Sebelum pergi, Retha meminta ijin dengan berbohong pada ayahnya dan mengatakan bahwa kakaknya memintanya menemani berbelanja.
"Ayah, kami pergi dulu ya. Kami juga tidak makan malam di rumah."
"Iya berhati-hatilah dan selamat berbelanja. Jangan pulang terlalu malam. Besok pagi-pagi Shiena sudah harus berangkat kerja."
"Iya ayah."
Setelah berada di dalam ruang VIP di dalam restoran tersebut, Nyonya Myra mempersilakan Ara berbicara.
"Baiklah, sekarang kamu bisa mengatakan apa yang mau kamu bicarakan."
"Aku mau membatalkan kontrak perjanjian kita. Dan aku yakin Ibu tahu apa alasannya."
"Maaf nak, ibu tidak tahu. Bisakah kamu menjelaskan apa alasannya pada kami? Kupikir kamu sangat senang dengan identitasmu yang sekarang sebagai seorang putri dari keluarga kaya raya. Suamiku juga terlihat sangat sayang padamu." Nyonya Myra terlihat berpura-pura baik dan berbicara dengan suara yang lembut, sama seperti waktu mereka berbicara di foodcourt.
Tapi Ara tahu bahwa itu hanya pura-pura saja.
"Begini, anda telah membohongi saya."
"Berbohong? Aku tidak membohongimu. Nak, mungkin kamu salah paham."
"Aku tidak mungkin salah paham. Saat itu anda mengatakan bahwa suami anda sedang sakit keras. Tapi kulihat Tuan Arman baik-baik saja, bahkan dia sangat sehat."
"Begini, suamiku memang sakit keras. Tapi karena mendengar berita bahwa kami telah menemukan anaknya yang hilang, ia pun merasa gembira dan sakitnya langsung pulih. Ini semua berkat kebaikanmu yang mau membantu kami dengan berpura-pura menjadi anak kami."
__ADS_1
Ara merasa Ibu ini sangat pintar mencari sebuah alasan dan juga pintar berakting.
"Lalu mengapa anda tidak mengatakan kalau yang hilang itu adalah anak tirimu?"
"Karena bagiku itu tidak penting. Walaupun ia anak tiriku, tetapi aku tetap menyayanginya dan sudah menganggapnya seperti anak kandungku sendiri."
"Drama Queen. Ibu ini benar-benar bermulut manis dan pintar berbicara. Pantas saja aku bisa terjebak olehnya.
Sekarang ia sudah melihat belangnya sehingga tidak akan tertipu lagi oleh ibu ini." Batin Ara.
"Sudahlah ibu, hentikan dramamu. Aku tidak tahu apa alasanmu melakukan ini padaku, tapi aku tahu bahwa ibu memang sudah lama mengincarku dan ingin menjebakku." Ara sudah tidak tahan lagi melihat kepura-puraan ibu ini. Ia tidak mau terlihat seperti orang bodoh terlalu lama di mata ibu ini.
"Tak kusangka anak kampung sepertimu ternyata memiliki kecerdasan juga. Benar aku memang ingin menjebakmu. Dan kamu tahu kenapa? Ini."
Nyonya Myra melempar sebuah amplop yang berisikan foto-foto dirinya sedang bersama Axell. Ia tidak tahu kapan dan darimana mereka mengambil foto-foto itu.
"Jangan berpura-pura bodoh. Bukankah kamu seorang yang pintar dan cerdik."
"Ibu, sebaiknya anda jelaskan padaku, apa maksud dari foto-foto ini. Aku tidak mengerti."
"Plakk.." terdengar suara tamparan yang sangat keras yang berasal dari wajah Ara. Ia memegangi wajahnya yang merah dengan tatapan kaget sekaligus marah.
"Dasar wanita pelakor." Teriak Retha.
"Plakkk.." Ara pun tidak mau kalah dan membalas kembali tamparan itu.
"Pelakor? Apa maksudmu mengatakan aku pelakor?"
__ADS_1
"Lihat cincin ini. Aku dan Axell sudah bertunangan. Dan kamu sering terlihat berduaan bahkan tinggal di apartemen yang sama dengan tunanganku, apa itu bukan pelakor namanya?" Wajah Retha memerah akibat tamparan balasan itu dan juga karena kemarahannya.
Ara melihat cincin tungangan yang ada di jari Retha. Ia merasa sedikit terkejut dan berkecamuk di dalam dirinya yang tak ia mengerti mengapa ia bisa merasa seperti itu.
"Sekarang aku mengerti. Kalian pasti berpikir kalau aku dan Axell sangat dekat. Dan kamu merasa cemburu padaku."
"Ahaha..hahaha.. sungguh lucu dan bodoh sekali. Kecemburuan yang tak masuk akal. Apakah kamu merasa kecantikanmu yang bagaikan bidadari itu kalah dariku yang hanya seorang wanita biasa ini?"
"Bukti sudah di depan mata kamu masih tidak mengakuinya. Foto-foto itu adalah bukti kedekatan kalian." Raut wajah Retha terlihat penuh kecemburuan padanya.
"Pantas kalian menjebakku. Kalian ingin Axell membenciku dan membuatku terlihat sebagai penipu dimatanya."
"Hehh..Gak masuk akal! Aku tegaskan ke kalian, aku dan dia tidak sedekat yang kalian kira dan kami juga tidak memiliki hubungan apapun. Jadi, kita batalkan saja perjanjian ini. Kalian cari orang lain saja untuk berpura-pura menjadi Shiena."
"Baik, batalkan saja kalau kamu mau masuk penjara. Aku yakin suamiku dan Axell tidak akan melepasmu begitu saja atas penipuan ini." Nyonya Myra menakuti Ara.
"Aku yakin anda akan membantuku karena anda juga terlibat dalam penipuan ini."
"Lihat dan baca dengan jelas surat kontrak ini. Kamu bahkan tidak tahu nama dan data lengkapku yang sebenarnya."
Nnyonya Myra memberikan KTP dirinya pada Ara.
Ara baru menyadari bahwa nama pihak kedua adalah "Miranda". Berbeda dengan nama Ibu Myra yang tercantum pada KTP miliknya. Begitu juga dengan data lainnya.
"Bagaimana mungkin anda sejahat dan selicik itu sampai menggunakan data orang lain sebagai pihak kedua pada surat kontrak perjanjian ini?"
"Jadi kamu paham sekarang. Berhati-hatilah padaku. Kamu tidak bisa macam-macam denganku karena bukan hanya aku orang yang licik tapi aku juga tidak memiliki keterlibatan dengan perjanjian kontrak yang telah kamu lakukan itu."
__ADS_1
Ara tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Ia hanya pasrah dengan nasibnya yang sudah terperangkap di tangan mereka. Ia harus menjalani kehidupan barunya sebagai Arshiena Ferician yang mungkin penuh suka dan duka ini.