What is My Destiny

What is My Destiny
26 Terpesona


__ADS_3

Sejak Ara dinyatakan gagal dari evaluasi di kantornya, ia hanya berdiam di rumah dan sering mengurung dirinya di dalam kamar. Juga jarang makan.


Ia hanya makan sesekali karena Bi Tina memohon padanya. Atau saat Ryon datang membawakannya makanan.


Pagi ini, ada sebuah kotak roti yang diantar ke rumah. Kotak roti itu berasal dari kedai roti Sweet Hut. Dan semua roti didalamnya adalah roti goreng isi coklat.


Ara yang sedang mengambil minuman di dapur, melihat roti kesukaannya itu langsung merasa senang dan ingin memakannya. Lalu ia bertanya siapa yang memesan roti itu.


Bi Tina menjawab tidak tahu. Ara merasa aneh. Lalu tersadar itu pasti dari dia. Karena kalau dari Ryon pasti ia akan bilang padanya.


Ara pun tidak jadi memakan roti itu dan masuk ke dalam kamarnya.


Siangnya Bi Tina mengantarkan sebuah bingkisan ke kamar Ara. Ara membuka bingkisan itu, ternyata itu sebuah gaun berwarna biru muda.


Gaun itu berasal dari butik yang sama dengan butik yang menjual gaun hitam yang diambil oleh Retha.


Ara bertanya dari siapa gaun itu. Tapi Bi Tina menjawab tidak tahu.


"Bi, dari siapa gaun ini?"

__ADS_1


"Bibi tidak tahu, Non. Tadi yang mengantarkan adalah orang suruhan dari butik."


Ara berpikir mungkin Ryon mengiriminya gaun lagi.


Selain gaun, juga ada sepatu dengan warna yang senada dengan gaun tersebut.


Ara berpikir, ternyata Ryon seleranya bagus juga. Gaun dan sepatu itu terlihat sangat indah. Dan sesuai dengan karakternya. Sederhana dan elegan, tidak terbuka juga tidak terlalu ketatĀ  sehingga tidak memperlihatkan lekuk tubuhnya.


Berbeda dengan gaun hitam yang sekarang telah menjadi milik Retha. Gaun itu memang sederhana juga, namun gaun itu terlihat mewah dan agak seksi karena memperlihatkan lekuk tubuhnya. Tidak begitu cocok dengan karakter dirinya yang tertutup.


Ia pun senang karena ia bisa memakai gaun biru muda itu ke acara ultah paman Revan besok sore. Tadinya ia memusingkan gaun apa yang harus dipakainya ke acara tersebut.


Ia akan mengambil kado yang telah dipersiapkan untuk Paman Revan. Namun, kado itu tidak ada di tempat ia meletakkannya. Ia pun mencari-cari kado itu. Ia mulai panik saat tidak bisa menemukan kado tersebut.


Di tempat acara pesta berlangsung yaitu di rumah Axell, sudah terlihat beberapa tamu berdatangan. Tamu yang datang tidak terlalu banyak. Kebanyakan dari tamu juga hanya kerabat dan teman dekat saja.


Retha sudah terlihat di sana. Ia memakai gaun hitam yang waktu itu direbutnya dari Ara.


Seperti biasa, ia terlihat cantik dan menarik perhatian banyak orang yang melihatnya. Ditambah dengan gayanya yang penuh percaya diri dan bentuk lekuk tubuhnya yang indah, membuatnya terlihat seksi dan menggoda.

__ADS_1


Ia memberi salam pada bibi Tamara yang menyambut kedatangannya dan memberi ucapan selamat pada paman Revan serta memberi kado yang dibawanya.


Ia masuk ke dalam dan mencari keberadaan Axell. Ia menemukan Axell sedang duduk berbincang-bincang dengan beberapa tamu di taman belakang. Ia pun menghampirinya dan menyapa para tamu yang juga dikenalnya itu.


Axell mengenakan setelan jas berwarna hitam dengan kemeja biru muda yang adalah warna kesukaannya. Ia terlihat rapih dan gagah.


Sepertinya semua tamu sudah pada hadir selain Ara. Akhirnya setelah acara dimulai, Ara baru datang bersama Ryon, teman Axell. Axell memang mengundang temannya itu karena Ryon dan keluarga Axell sudah saling kenal dekat.


Saat mereka masuk, acara sudah dimulai dan para tamu sedang sibuk menikmati hidangan pesta.


Ryon dan Ara masuk ke ruangan utama untuk mengucapkan selamat ulang tahun pada paman Revan dan memeberikan kado yang mereka bawa pada paman. Lalu mereka meminta maaf pada paman dan tante karena telat datang.


Paman mengambil kado yang mereka berikan dan mengucapkan terima kasih. Paman dan tante tidak mempermasalahkan mereka datang telat, yang penting mereka mau datang ke acara ini saja sudah membuat mereka senang. Lalu paman mempersilakan mereka untuk menikmati hidangan.


Dari kejauhan Axell melihat mereka berdua berjalan menuju ke taman belakang rumahnya dan duduk di salah satu meja yang ada di sana. Ia tertegun melihat Ara. Seperti yang dibayangkannya, wanita itu terlihat anggun dan elegan mengenakan gaun tersebut. Ia pun merasa terpesona dan tanpa sadar terus memandanginya.


Ryon melihat Axell dan memanggilnya sambil melambaikan tangan. Wajanya tersenyum senang karena sedang bersama dengan Ara.


Axell merasa wajahnya sedikit panas melihatnya apalagi setelah itu mereka hanya duduk berdua di meja itu dan mengobrol dengan asiknya.

__ADS_1


Retha juga melihat mereka. Ia lalu merasa tidak senang. Dalam hatinya ia berkata, "Ternyata wanita penipu itu mempunyai gaun yang bagus lainnya. Bahkan datang bersama teman Axell dan terlihat begitu akrab. Kupikir ia tidak datang ke pesta ini karena tidak mempunyai gaun dan kadonya hilang karena telah kusembunyikan."


__ADS_2