
Nyonya Myra melakukan tes menggunakan DNA Ara yang sesungguhnya. Dia menggunakan sikat gigi yang tertinggal di kamar Ara. Dia berharap bisa menunjukkan kepalsuan Ara dengan hasil tes tersebut.
Tetapi kenyataan berkata lain. Ternyata hasil tes DNA tersebut menyatakan wanita itu dan suaminya memiliki keakuratan sebagai ayah dan anak. Berarti ada kemungkinan Ara adalah Arshiena Ferician yang sesungguhnya.
Tetapi bagaimana bisa? Ini pasti ulah montir kenalan Pak Suryo yang dia sewa waktu itu. Orang itu pasti yang membawa anak itu pergi dan telah membesarkannya dengan baik, batin Nyonya Myra.
Ara akhirnya ikut pulang bersama Axell ke Jakarta. Tetapi ia tidak mau tinggal di rumahnya sehingga ia tinggal di apartemen Axell.
Sebelum pulang, Ara berpamitan pada ayah dan ibunya. Rey ikut mengantarkan mereka ke bandara.
Tiba di Jakarta, mereka langsung menuju apartemen Axell. Unit apartemen ini berukuran sangat besar. Ara berkeliling di sekitar ruangan dan melihat pemandangan yang ada di luar jendela.
Ternyata pemandangan di luar jendela itu adalah taman Arshiena. Taman yang selalu muncul di dalam mimpinya. Ia pun tanpa sadar melompat mundur karena kaget.
Axell lalu mendekati Ara dan bertanya, "Apa yang terjadi? Mengapa kamu menjadi kaget seperti itu?"
"Tidak..Tidak ada apa-apa." Ara bingung menjelaskan apa yang dia rasakan saat melihat taman itu.
Axell menuntun Ara untuk duduk di atas kasur. Ia membelai lembut rambut Ara untuk menenangkannya. Kemudian ia memandangi Ara dengan tatapan yang sangat dalam dan jemarinya mulai membelai wajah Ara perlahan. Mulai dari dahinya turun ke pipi lalu menyentuh bibirnya dan akhirnya tangan itu berganti dengan bibirnya dan mereka pun berciuman.
Mereka lalu mebereskan barang-barang hingga malam hari dan Ara menyuruh Axell untuk segera pulang ke rumahnya setelah selesai.
Pagi harinya, Ara terbangun dengan rasa penasaran akan taman tersebut. Ada apakah dengan taman itu? Mengapa ia sering bermimpi di taman itu. Bahkan saat disana, ia mendapat penglihatan kilasan memori tentang kejadian masa lalunya dan membuat kepalanya sakit.
Ia mencoba memandangi taman itu lagi. Tapi dia tidak merasakan sesuatu dan tidak melihat suatu petunjuk apapun yang bisa membantunya mengingat kembali masa lalunya.
Axell datang dengan membawa sarapan untuknya yaitu sekotak roti goreng coklat kesukaannya. Ia langsung melahap roti goreng itu hingga hampir habis.
"Calon istriku, kalau kamu makan sebanyak itu nanti kamu bisa-bisa jadi gendut dan bulat seperti roti itu.." Axell mulai iseng dan menggodanya. Axell senang melihat Ara yang mengunyah roti dengan pipi yang penuh dan bibir yang berlumuran coklat. Ingin rasanya dia merasakan manisnya bibir Ara yang ada rasa coklatnya itu.
__ADS_1
"Apakah kamu malu kalau aku jadi gendut dan bulat... Aaagh.." Ara memegangi kepalanya yang berdenyut.
"Kamu kenapa?" Axell bertanya bingung.
"Entahlah, tiba-tiba aku seperti teringat dulu sekali aku juga pernah melakukan pembicaraan seperti ini." Ara lalu berjalan mengambil obat sakit kepalanya dan meminumnya.
"Baiklah, kamu istirahat saja. Aku akan menemanimu disini."
"Jangan, kamu ke kantor saja. Aku tidak apa-apa, istirahat sebentar saja sudah akan membaik lagi."
"Tidak mau, aku.."
"Ayolah, aku bilang aku tidak apa-apa. Sebaiknya kamu jalan sekarang agar aku bisa segera beristirahat."
"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu." Axell mengecup kening Ara dan pergi.
Axell memiliki janji untuk bertemu dengan Ryon siang ini. Dia ingin menyampaikan permintaan maafnya karena telah menjalin hubungan kekasih denga Ara. Dia tidak bermaksud untuk merebut wanita itu dari sahabatnya.
Selain itu orangtuanya juga sudah menjodohkannya dengan seorang wanita keturunan campuran seperti dirinya. Dan juga, ia harus kembali tinggal di New York dalam waktu lama.
Nyonya Myra mengetahui kalau Axell telah kembali ke Jakarta. Tetapi ia masih tidak tahu apakah wanita itu ikut pulang bersamanya. Yang ia tahu, walaupun wanita itu telah kembali ke Jakarta, wanita itu pasti tidak akan berani lagi menginjakkan kakinya di rumahnya ini.
Nyonya Myra menugaskan seorang mata-mata profesional langganannya untuk mengikuti Axell. Akhirnya Nyonya Myra tahu wanita itu telah kembail ke Jakarta dan tinggal di apartemen milik Axell. Bahkan mereka sudah menjadi sepasang kekasih sekarang.
Nyonya Myra menjadi marah dan merasa takut kalau wanita itu akan kembali ke keluarganya dan benar-benar akan menghancurkan mereka. Ia segera mendatangi wanita itu untuk memberi peringatan dan mengusirnya pergi menjauh dari mereka.
Diam-diam dia membuntuti Ara yang sedang menuju ke unit apartemennya. Dia menggunakan topi dan kacamata hitam serta mengenakan kain yang menutupi setengah wajahnya. Saat Ara akan menutup pintu, Nyonya Myra menahan pintu tersebut dan ikut masuk ke dalamnya.
"Ibu..Bagaimana anda bisa tahu aku sedang berada di sini?" Ara terkejut melihat kehadiran Nyonya Myra yang tiba-tiba sudah berada di dalam ruang apartemennya.
__ADS_1
"Ternyata kamu diam-diam sudah kembali ke Jakarta lagi dan bersembunyi di sini. Dasar wanita licik.
Aku sudah berbicara baik-baik bahkan meminta maaf padamu waktu itu agar kamu mau pulang ke kampung halamanmu dan tidak kembali lagi ke sini. Tetapi kamu tanpa merasa bersalah dan malu, malah ikut Axell kembali lagi kesini. Bahkan menjalin hubungan kekasih dengannya!! Apakah kamu sudah lupa dengan jatidirimu yang sebenarnya?!"
"Bagaimana ibu bisa tahu..?Apakah.." Ara menyipitkan matanya tidak percaya.
"Ternyata anda memata-matai saya selama ini?"
"Tentu saja, bagi seorang penipu sepertimu yang tidak dapat dipercaya. Bahkan kamu telah berani merebut tunangan anakku. Aku harus melakukan banyak cara untuk melawanmu dan memberimu pelajaran."
"Tidak, bukan begitu aku.."
"Kamu apa? Kamu tidak bersalah dan tidak merasa merebutnya? Tetapi kamu hanya tidak bisa menahan dan menolak rasa cintanya padamu, begitu? Ingat, dirimu hanyalah penipu, hanya seorang Shiena yang palsu. Yang dia cintai bukanlah dirimu melainkan Arshiena Ferician, seorang wanita yang sedang menghilang dan tak diketahui entah dimana keberadaannya yang telah kamu curi identitasnya."
"Lihat ini."
Nyonya Myra melemparkan sebuah amplop coklat padanya. Ara mengambil amplop tersebut. Di dalamnya ada laporan hasil tes DNA yang menyatakan bahwa dia tidak memiliki hubungan apapun dengan Arman Ferician. Juga salinan surat kontrak perjanjian tentang penyamaran itu.
"Aku memiliki banyak salinan surat-surat itu dan bahkan surat aslinya. Aku akan berbaik hati memberikanmu waktu satu hari untuk segera angkat kaki dari apartemen ini dan pergi sejauh mungkin dari kami. Kalau tidak, aku yang akan menyeretmu pergi dan membongkar semua kebohonganmu di depan Axell."
Selesai bicara, Nyonya Myra tidak berlama-lama lagi di sana. Ia lalu pergi meninggalkan Ara yang terdiam karena takut dan cemas.
Saat dia masuk ke dalam lift, Axell keluar dari lift yang sama dan melihatnya. Axell merasa sedikit curiga dengan penampilannya yang sangat tertutup hingga tidak bisa terlihat wajahnya. Namun Axell berlalu begitu saja menuju ruang apartemennya.
Axell masuk ke dalam. Di sana tidak terlihat Ara, mungkin Ara sedang mandi, pikirnya.
Ia tersenyum senang membayangkan Ara yang sedang mandi dan berpikir akan menciumnya setelah Ara selesai mandi. Pasti aroma tubuhnya terasa segar dan manis.
Sambil menunggu, Axell membuka laptopnya dan melanjutkan pekerjaannya. Ia lalu teringat dengan desain Ara yang dia gagalkan saat evaluasi. Dia berencana akan mengirimkan desain itu pada bagian produksi untuk membuat perhiasan berdasarkan desain itu.
__ADS_1
Dia pun mencari desain itu di rak dan laci yang ada di sana. Lalu dia menemukan sebuah amplop coklat yang bertuliskan nama "Ara" di salah satu laci dan mengira itu desainnya.
Kemudian ia membuka amplop tersebut. Setelah ia melihat dan membaca apa yang ada di amplop itu, ia menjadi sangat terkejut.