
Polisi menangkap dan menahan para tersangka pelaku penculikan dan pemukulan terhadap Ara dan Axell. Termasuk Pak Suryo dan Pak Tono.
Walaupun Pak Tono tidak melukai dan bisa dikatakan ikut membantu mereka, tetapi Pak Tono tetap ditahan karena pengakuan yang dia berikan bahwa ia ikut terlibat dalam kasus penculikan Shiena 15 tahun lalu dan yang baru terjadi.
Untuk tindakan dan sanksi yang akan diberikan selanjutnya, tunggu tuntutan dari korban dan keluarga korban.
Axell dan Ara dirawat di rumah sakit yang sama. Luka yang dialami Axell cukup parah tetapi luka itu hanya luka luar dan memar saja. Axell pun telah sadar dari pingsannya. Setelah rawat inap selama satu malam, ia sudah diperbolehkan pulang dan hanya perlu istirahat beberapa hari di rumah.
Sedangkan Ara, kondisinya cukup serius. Tubuhnya memang sedang lemah saat dikurung di dalam gudang, juga luka yang didapat di kepalanya cukup parah dan mengeluarkan banyak darah.
Dokter harus melakukan operasi pada kepalanya yang luka itu sekaligus mengangkat gumpalan darah yang masih ada di kepalanya akibat luka yang dialaminya belasan tahun lalu.
Sudah 3 hari lebih ia dirawat di rumah sakit tetapi dia masih belum sadar juga.
Axell selalu menemani Ara walaupun tubuhnya masih penuh luka dan perlu banyak beristirahat.
Setiap hari Axell selalu mengajak Ara berbicara saat menemaninya.
"Ara maafkan aku yang tidak mempercayaimu dan tak dapat mengenalimu sebagai Shiena." Axell sudah mendengar kebenaran yang diceritakan oleh Pak Tono. Bahwa Ara bukan putri kandungnya.
Pak Tono mengatakan bahwa 15 tahun yang lalu, Nyonya Myra mengutus dirinya dan beberapa orang lagi yang adalah pekerja di perkebunan teh untuk menangkap seorang anak kecil yang bernama Arshiena di saat mereka berlibur di sana.
__ADS_1
Secara garis besar, bisa dikatakan dirinya yang telah menyebabkan Ara mengalami kecelakaan dan amnesia saat masih kecil. Karena itu ia membawa Ara pergi untuk merawat dan membesarkannya. Ia sangat menyayangi Ara bagaikan anak kandungnya. Karena dia dan istrinya tidak mempunyai anak dan sangat mengharapkan kehadiran seorang anak.
Sebenarnya di dalam hati Axell, dia selalu percaya dan yakin bahwa Ara adalah Shiena. Tetapi, pikiran dan emosinya lebih percaya dengan dokumen tentang surat perjanjian dan hasil tes dna yang dia lihat waktu itu tanpa menyelidiki kebenarannya terlebih dahulu.
"Aku memang bodoh. Karena aku percaya begitu saja dengan bukti-bukti palsu yang sengaja dibuat oleh Tante Myra. Seharusnya aku mendengarkan kata hatiku dan menyelidiki dulu kebenarannya. Sungguh, maafkan aku Shiena.."
Kini, Axell diliputi rasa bersalah dan penyesalan. Walaupun dia juga mengalami kebimbangan dan kesulitan tentang masalah ini. Kalau dia tetap bersama Ara, ia akan merasa bersalah pada Shiena karena itu seperti mengkhianati Shiena. Tetapi ternyata kebenaran juga menyakitinya dan makin membuat dirinya merasa bersalah dan mengalami penyesalan. Karena itu, ia hanya berharap Ara bisa segera sadar sehingga ia bisa menebus kesalahannya dan mau memaafkan dirinya.
"Ara dan Shiena.. Saat kamu adalah Shiena, aku menyayangimu dan saat kamu hidup sebagai Ara, aku juga menyayangimu. Dua nama itu tersimpan dalam hatiku karena kalian adalah satu." Hari ini Axell masih setia menemani Ara dan juga mengajaknya berbicara seperti biasanya.
"Kumohon, sadarlah. Aku merindukanmu. Aku sangat takut akan kehilanganmu. Ara.. Shiena.. sadarlah.." Axell terus mengajak Ara berbicara walaupun tidak mendapat respon darinya. Ia juga berusaha memanggilnya dengan kedua nama itu.
Tiba-tiba monitor detak jantung yang memantau kondisi Ara memberikan sinyal bahwa detak jantung Ara bergerak semakin melemah dan tidak normal. Axell langsung memencet bel bantuan.
Ara melihat ada sesosok anak kecil dihadapannya. Anak itu adalah anak kecil yang selalu hadir dalam mimpinya. Anak itu terlihat sedang tidur dengan posisi meringkuk seperti memeluk erat dirinya dan menutup dirinya dengan rapat.
Ia juga ingin seperti anak itu. Ia ingin terus tertidur dan tidak pernah bangun lagi untuk menghadapi kehidupan ini.
Hatinya begitu perih karena telah kehilangan kekasih yang dicintainya. Juga rasa bersalahnya karena telah membohongi kekasihnya sehingga membuatnya terluka.
Selain itu, ia juga mengalami kepedihan atas kepercayaannya yang telah terkhianati oleh ayahnya sendiri. Ternyata ayah yang selama ini membesarkannya bukan ayah kandungnya melainkan seseorang yang menyebabkan dirinya berpisah dari keluarganya.
__ADS_1
Ia takut ketika terbangun harus menghadapi penderitaan karena sakit hatinya ini dan hidup dalam kesendirian tanpa ada orang yang dicintainya lagi menemani disisinya.
Ia lalu berjalan mendekat ke anak kecil itu. Anak itu terbangun karena menyadari keberadaannya dan mendongakkan kepala menatapnya. Tatapan anak itu sangat dalam hingga membawa diri Ara masuk ke dalamnya. Lalu, tubuh Ara merasakan apa yang anak itu rasakan. Dan matanya melihat apa yang anak itu lihat.
Saat ini, Ara mengalami kejadian seperti sedang dihukum oleh ibu tirinya, Nyonya Myra. Padahal bukan dia yang berbuat salah. Dan ia melihat adiknya yang masih kecil, Retha tertawa menyaksikannya dimarahi oleh ibunya.
Setelah itu, dirinya terbawa berpindah ke tempat yang berbeda lagi.
Sekarang, ia berada di gudang bawah tanah yang gelap. Ia sedang dikurung sendirian di gudang itu. Tubuhnya mulai gemetaran dan sangat ketakutan.
Kemudian dirinya tertarik lagi ke tempat yang lebih menyenangkan. Ia sedang berada di tempat yang sangat indah dan sejuk dengan banyak pepohonan dan tubuhnya berdiri di atas tanah yang beralaskan rerumputan hijau. Ketakutannya sudah menghilang sekarang.
Didekatnya ada Retha yang masih berumur 5 tahun. Mereka sedang melihat seekor kelinci. Kelinci itu kabur karena ingin ditangkap olehnya. Lalu tubuhnya berlari mengejar kelinci itu. Dia melihat Retha masih diam di tempatnya, tidak mengikutinya berlari.
Saat ia sedang asik berlari, tiba-tiba di depannya datang segerombolan orang dewasa mengelilinginya. Salah satu dari mereka adalah Nyonya Myra.
Nyonya Myra memberikan mereka perintah untuk menangkapnya. Nyonya Myra mau membawanya pergi ke suatu tempat yang jauh dan ditinggalkan sendirian di sana sehingga tidak pernah ditemukan lagi oleh ayahnya.
Ara sangat terkejut melihat apa yang akan Nyonya Myra lakukan kepadanya.
Ara lalu segera berlari kencang dan bersembunyi di belakang pohon besar. Orang-orang dewasa itu berpencar untuk mencarinya. Salah satu dari mereka berhasil menemukan persembunyiannya di balik pohon, ternyata orang itu adalah Pak Tono, orang yang selama ini ia kira adalah ayah kandungnya..
__ADS_1
Ayahnya itu diam-diam ingin menangkapnya. Tetapi ia menyadarinya dan ia kembali berlari kencang berusaha melarikan diri lagi. Dirinya lalu terjatuh karena tersandung sesuatu dan tubuhnya bergulingan hingga kepalanya menghantam keras sebuah batu yang berukuran besar dan tubuhnya tersentak lalu terdiam tak sadarkan diri.