What is My Destiny

What is My Destiny
39 Pertemuan yang Tak Diduga


__ADS_3

Axell tidak memberitahu keluarga Ferician tentang penyamaran ini. Karena dia tahu kontrak perjanjian penyamaran itu ada kaitannya dengan Nyonya Myra dan Retha. Dia juga tidak mau terlalu ikut campur dengan urusan mereka.


Tuan Arman yang tidak mengetahui hal ini, masih melakukan komunikasi dengan Ara. Ara tetap berpura-pura sebagai Shiena dan tidak memberitahunya karena Nyonya Myra memerintahkannya untuk tetap merahasiakan ini pada suaminya.


Nyonya Myra mengatakan bahwa Tuan Arman telah berbuat baik dan sangat menyayanginya seperti anaknya sendiri. Jadi dia tidak boleh membuat suaminya itu kecewa dan terluka lagi hatinya karena kebohongan ini.


Belakangan Ara dan Axell sama-sama sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Ara telah diterima bekerja pada perusahaan perhiasan yang bernama Starlit. Dia bekerja sebagai desainer perhiasan di sana.


Saat ini, Ara dan rekannya di divisi desain ditugaskan untuk membuat desain satu set perhiasan. Itu adalah pesanan spesial dari pelanggan mereka yang adalah orang bule berkebangsaan Perancis. Mereka telah menetap di Indonesia dan akan menikah.


Calon pengantin wanita menginginkan satu set perhiasan yang indah namun unik dan hanya akan menjadi miliknya seorang. Karena dia mau sesuatu yang spesial di hari pernikahannya.


Hanya ada satu desain terbaik dan yang disukai oleh mereka yang akan dipilih. Alice, yang adalah calon pengantin wanita sangat menyukai desain yang Ara buat. Perhiasan itu memiliki bentuk menyerupai 3 buah anggur bersusun dengan menggunakan batu ruby merah.


Karena sangat menyukai dan senang dengan apa yang Ara buat untuknya, Alice mengajak Ara dan Pak Darren, Direktur Starlit untuk makan malam bersama sebagai ungkapan rasa terima kasihnya.


Mereka akan makan di sebuah kafe elit di kawasan Jakarta Selatan. Ara merasa kafe itu lebih bisa dikatakan seperti sebuah bar. Ia masuk ke bar itu dengan suasana hati yang tidak nyaman karena ia tidak terbiasa dengan hingar bingar yang seperti ini.


Mereka duduk di salah satu meja yang sudah dipesan sebelumnya.

__ADS_1


"Ara, sepertinya kamu tidak minum wine, ya? Tapi kamu harus mencoba minuman cocktail. Cocktail rasa buah apa yang kamu mau?" Dengan aksen Perancisnya, Alice bertanya pada Ara dengan ramah. Alice tahu dari penampilannya yang lugu dan polos, Ara tidak terbiasa dengan minuman seperti itu. Tetapi cocktail hanya mengandung sedikit alkohol dan banyak wanita menyukainya jadi ia ingin Ara mencobanya.


"Mm..maaf, aku tidak minum minuman beralkohol." Ara menolak dengan sopan.


"Ohh ayolah, aku akan meminta pelayan untuk mengurangi kadar alkohol pada minuman pesananmu."


"Baiklah.. aku pesan rasa buah stroberi.." Jawab Ara akhirnya terpaksa menuruti.


"Ara, aku merasa kamu itu berbakat dan sangat kreatif dalam membuat perhiasan. Kamu bisa terpikir menggunakan buah anggur sebagai tema perhiasan untukku dan aku sangat menyukai idemu itu. Karena membuatku ingat akan negaraku dan anggur itu seperti menyimbolkan minuman wine yang adalah minuman spesial saat acara pernikahan di negaraku."


"Aku terinspirasi karena dirimu yang sangat cantik dan elegan, Alice. Jadi aku mau membuat sesuatu yang sangat spesial untukmu. Dan aku tahu di negaramu anggur adalah buah spesial yang dijadikan minuman wine dan digunakan untuk acara pernikahan karena bisa diartikan sebagai cinta, kebahagiaan, kemewahan, dan kekeluargaan."


"Benar sekali. Aku juga baru menyadari ini. Ayo kita toast. Untuk wedding kalian dan untuk Ara.."


Mereka melakukan toast bersama. Ara pun meminum cocktailnya. Saat baru seteguk saja dia langsung merasa menyukai minuman itu. Apalagi cocktail yang ia pesan adalah rasa stroberi. Ia menghabiskan semuanya dalam sekali teguk.


"Kamu suka kan dengan minuman itu." Ara mengangguk. Alice sangat senang melihat Ara menghabiskan minumannya. Ia lalu menuangkan sedikit wine ke gelas Ara untuk dicicipinya.


Ternyata Ara memiliki toleran yang rendah terhadap minuman alkohol. Baru minum seteguk, ia langsung merasa tidak enak karena rasa mabuk yang dideranya. Ia serasa ingin muntah jadi ia beranjak dari kursinya untuk pergi mencari toilet.

__ADS_1


Di kafe itu, dari kejauhan dia melihat ada seorang pria sedang duduk di salah satu kursi yang berjajar di depan bartender. Walaupun hanya melihat sisi sampingnya, Ara merasa pria itu tidak asing. Pria itu juga terlihat sudah dalam keadaan setengah mabuk sambil terus menuangkan botol bir ke gelasnya dan meminumnya.


Ara yang sedang dalam keadaan mabuk berpikir itu adalah halusinasinya saja. Tetapi karena didorong oleh rasa rindunya yang sangat besar pada pria itu, ia pun menghampiri pria itu dengan berjalan sempoyongan.


Ia lalu mengambil gelas dari tangan pria itu yang baru diminum setengah dan langsung menghabiskan minuman itu.


"Axell.. aku sangat merindukanmu.." Setelah itu ia terjatuh tak sadarkan diri dipangkuan Axell.


Axell malam ini sedang minum-minum di bar sendirian. Ia ingin menghilangkan kepenatan dan melupakan rasa sakit dihatinya. Dia sudah setengah mabuk karena sudah meminum hampir 2 botol bir. Saat ia ingin meminum gelas terakhirnya dari botol itu, seseorang tiba-tiba datang merebut gelasnya dan langsung menghabiskannya.


Ia sudah ingin meledak karena marah atas ketidaksopanan orang itu yang dengan berani mengambil minumannya. Hampir saja dia menjambak rambut wanita itu dan melemparnya jauh-jauh. Tapi dia mendengar namanya disebut. Suara itu..Ia menjadi sangat terkejut. Walaupun dirinya sudah setengah mabuk, tetapi kesadarannya masih utuh.


Wanita yang selama ini menjadi sebuah tabu baginya. Tiba-tiba ada disini dan berada dipangkuannya dalam keadaan tidak sadar karena terlalu mabuk.


Selama ini, ia adalah seorang yang berhati dingin. Tidak peduli pada siapapun itu, apalagi pada orang yang menyakitinya. Ia tak segan-segan untuk berbuat kasar dan menghancurkan orang itu.


Dengan kebencian yang begitu besar terhadap wanita itu, setiap kali mengingat kebohongannya, ingin rasanya dia menghancurkan wanita itu seperti juga wanita itu menghancurkan hatinya. Makanya ia tidak pernah menemui wanita itu walaupun ia tahu dimana dia tinggal. Ia takut dirinya akan kehilangan akal dan melakukan hal yang buruk padanya.


Tetapi saat wanita ini sudah ada didekatnya, ia tidak bisa melakukannya. Hatinya tidak tega untuk berbuat kasar padanya. Pada wanita yang pernah mengisi hatinya dan memberikan kehangatan di hatinya yang dingin. Ia malah ingin memeluknya. Mendekapnya erat dan menciumnya bahkan kalau bisa menenggelamkannya ke dalam dirinya.

__ADS_1


Ia lalu menjulurkan tangan ingin menyentuh dan membelainya lembut seperti yang dulu sering ia lakukan. Tetapi seorang pria datang, langsung menarik tubuh Ara dan memapahnya. Pria itu adalah Darren, direktur Starlit yang adalah saingannya dalam dunia bisnis.


__ADS_2