What is My Destiny

What is My Destiny
36 Cinta dan Takut


__ADS_3

Axell menemani Ara berjalan pulang ke rumahnya. Axell menanyakan tentang ayahnya, Pak Tono. Ia ingin bertemu dengan ayahnya dan meminta maaf padanya karena waktu itu telah bersikap kasar.


Namun Ara berbohong padanya dengan mengatakan bahwa ayahnya sedang berada di kota untuk beberapa hari ini karena ada urusan. Ia tidak mau mereka bertemu. Karena Axell pernah bertemu dengan ayah palsunya yang Nyonya Myra sewa.


Setelah sampai di depan rumah Ara, mereka pun berpisah dan janjian bertemu lagi besok di kebun teh untuk memetik daun-daun teh bersama lagi. Ara tidak mengajak Axell ke rumahnya karena belum siap untuk memperkenalkan dia pada ibu dan keluarganya.


Pagi harinya, Axell bangun dengan badan yang terasa segar dan bersemangat. Udara yang sejuk serta bersih bebas dari polusi membuat dirinya merasa senang dan damai.


Selain itu juga, karena sekarang di dalam hatinya benih cinta sedang bersemi. Ia pun tak sabar ingin segera bertemu dengan wanita yang telah menyirami benih cintanya itu.


Axell keluar kamar untuk sarapan dulu. Selesai sarapan, ia segera bergegas ke kebun teh. Dari kejauhan Ara melihatnya melambai-lambaikan tangan padanya. Ara langsung merasa waajahnya memerah karena malu dan jantungnya berdebar sangat kencang karena teringat ciuman kemarin.


Sedangkan Axell sudah tidak sabar untuk segera berada didekatnya. Axell lalu tersenyum padanya dan mengucapkan salam ketika sampai.


"Hai, selamat pagi."


Ara berkata dalam hatinya, "Ohh tidak..senyumnya sungguh manis sekali. Selama ini ia jarang tersenyum, melihat senyumnya ini hatiku serasa akan meleleh walaupun pagi ini udara sungguh dingin."


"Ppagi.." Ara terlihat sangat canggung. Ia berusaha menutupi rasa malu dan debaran jantungnya yang tidak karuan.


Axell memandangi wajahnya lama, masih dengan senyumnya. Wajahnya lalu semakin dekat dan semakin dekat dengan wajah Ara. Ara merasa mukanya panas dan ia langsung menundukkan mukanya sedikit. Ia berpikir Axell mau menciumnya lagi. Ternyata Axell hanya mengusap-usap kepalanya lembut dan merangkul bahunya. Ara pun tersipu malu. 


Dari kejauhan, seseorang memandangi mereka dengan perasaan hati yang sedih dan sedikit hancur. Tetapi, ia dapat merasakan betapa bahagianya kedua pasangan yang sedang di mabuk cinta itu.


Kali ini Axell sudah makin pintar dalam memetik daun-daun teh tersebut. Dan mereka dapat menyelesaikannya lebih cepat dari kemarin serta mendapat hasil yang lebih banyak.

__ADS_1


Sebenarnya Ara memetik daun-daun teh ini untuk membantu para pekerja kebun. Ara akan membagi-bagikan hasil petikannya pada mereka dan tidak mengambil sepeser pun uang dari hasil kerjanya ini. Sehingga mereka bisa mendapat penghasilan yang lebih banyak.


Usai membagikan hasilnya, mereka pun duduk beristirahat.


"Ayo kita pulang ke Jakarta besok."


"Tidak, aku tidak bisa kembali ke Jakarta. Aku mau tinggal dan menetap disini saja." Jawab Ara


"Mengapa? Apakah tante Myra dan Retha yang telah mengusirmu pergi dan melarangmu kembali ke sana? Jangan takut, aku akan melindungimu dari mereka."


"Bukan begitu, mereka tidak mengusirku hanya saja.."


Ara tidak mampu untuk mengatakan yang sebenarnya pada Axell.


"Aku hanya..belum siap untuk menghadapi mereka lagi" jawab Ara berbohong. Alasan yang terlalu sederhana.


"Tenang saja, aku sudah meminta mereka untuk tidak mengganggu dan menyakitimu lagi. Aku bahkan mengancam mereka akan melaporkan ke pihak yang berwenang serta ayahmu jika mereka masih melakukannya."


"Mengapa kamu lakukan itu? Bahkan sampai mengancam mereka."


"Seperti yang kukatakan kemarin,  sekarang aku percaya kamu adalah Arshiena Ferician. Sehingga aku akan selalu menjaga dan melindungimu."


Ara sangat bingung, ia tidak tahu harus berkata apa. Axell benar-benar mempercayai dirinya adalah Shiena.


Pantas saja belakangan ini Axell berubah. Dia menjadi lebih peduli dan perhatian padanya. Selalu ada saat dia membutuhkannya. Menyelamatkannya dari gudang yang gelap, melindunginya saat dipukuli. Hingga Ara telah menjadikan Axell sebagai malaikat pelindungnya.

__ADS_1


Ternyata semua yang Axell lakukan adalah untuk Shiena, bukan untuk dirinya yang bernama Ara. Sesungguhnya, ia merasa betapa hatinya sedih dan hancur dengan kenyataan ini.


Sayangnya, perasaan cintanya sudah sangat dalam pada pria itu. Ia memutuskan untuk tidak peduli walau kenyataannya seperti itu. Yang penting ia bisa dekat dan bersama dengan pria itu.


Tetapi hatinya juga diliputi rasa takut dan gelisah. Ia takut kalau rahasianya terbongkar. Takut Axell tidak percaya lagi padanya. Takut Axell akan membenci dan meninggalkannya. Juga takut akan kehilangannya. Belum lagi kekhawatirannya kalau Shiena yang asli telah kembali.


"Dengarkan aku, kamu harus percaya padaku. Kamu harus ikut aku kembali ke Jakarta besok. Aku pasti akan selalu menjaga dan melindungimu."


"Tiiinnn.."


Terdengar suara kalkson yang sangat kencang. Suara itu berasal dari moge yang Rey bawa. Rey datang untuk menjemput Ara pergi off-road dengannya.


Ara sering melakukan offroad bersama Rey. Sebenarnya, Ara ingin belajar membawa jeep sehingga bisa melakukan off-road sendirian. Tetapi ayah dan ibu melarangnya. Karena ia seorang gadis kecil, tidak pantas dan pasti tidak kuat. Jadi dia hanya bisa off-road jika bersama Rey.


Tetapi Axell langsung melarang Ara pergi. Dia lalu menantang Rey untuk melakukan balapan lagi dengannya. Tetapi kali ini menggunakan moge.


Kalau ia kalah, Rey boleh membawa Ara pergi off-road dengannya. Tetapi kalau ia menang, maka Ara harus ikut pulang dengannya ke Jakarta.


Peraturan balapan ini masih sama. Hanya saja kali ini mereka akan melintasi kebon teh dengan moge.


Axell optimis bahwa dia akan menang di balapan ini. Ketika persiapan telah selesai dilakukan, mereka pun mulai balapan. Dan benar, Axell berhasil memenangkan balapan ini.


Walaupun Rey kalah, tetapi ia tetap bersikap sportif. Rey mengajak Axell untuk bersalaman dengannya sebagai tanda bahwa mereka sekarang sudah berdamai dan saling berteman.


Sebenarnya kemenangan ini adalah hadiah yang Rey berikan untuk Ara. Dia tahu apa yang Ara rasakan terhadap pria itu. Dia juga menyadari kalau selama ini Ara hanya mengganggapnya sebagai adik. Jadi Rey memutuskan untuk mendukung dan merestui hubungan mereka. Karena ia senang melihat Ara yang berbahagia.

__ADS_1


__ADS_2