What is My Destiny

What is My Destiny
14 Pesta


__ADS_3

Sore hari di rumah keluarga Ernando, terlihat banyak tamu yang berdatangan untuk menghadiri acara pesta penyambutan kepulangan Axell Ernando. Walaupun pesta ini hanya diadakan di rumah saja, namun pesta ini terasa cukup mewah dan meriah. Pada pesta ini juga banyak dihadiri oleh pebisnis besar dan orang-orang penting yang ada di Indonesia.


Tepat pukul 6 sore pesta pun dimulai yang dibuka dengan munculnya Axell sebagai bintang pada acara pesta ini. Axell turun ke ruangan pesta dengan ditemani oleh Maretha Ferician. Retha berjalan dengan lengannya merangkul lengan Axell dan senyum penuh kebanggaan menghiasi wajahnya.


Banyak tamu yang memandangi mereka dengan penuh kekaguman. Mereka sungguh terlihat sebagai pasangan yang serasi. Tampan dan cantik. Axell mengenakan tuxedo hitam dengan desain yang elegan, potongan rambut pompodaurnya di tata sedikit berjambul ke samping kiri dan diberi pomade sehingga terlihat rapih.


Sedangkan Retha mengenakan gaun mewah berwarna merah yang strapless dengan taburan batu kristal swarovski berukuran kecil dibagian atas gaunnya. Ditambah dengan riasan diwajahnya yang dibuat glamor. Membuat kecantikan diwajahnya semakin terpancar dan terlihat mempesona. Semua mata memandangnya dengan takjub. Sesuai harapannya, dia adalah wanita tercantik di pesta malam ini.


Tuan Revan naik ke atas panggung untuk membuka acara. Dia mengambil mic lalu mengucapkan beberapa kata sambutan bagi para tamu undangan yang telah hadir di pesta ini.


"Selamat malam kepada para tamu undangan yang telah hadir pada acara malam ini. Terima kasih kami ucapkan atas kehadiran kalian. Pesta malam ini kami selenggarakan untuk menyambut kembalinya anak kami, Axell Ernando ke Indonesia setelah beberapa tahun berada di New York untuk melanjutkan studinya."


"Sebagai ayahnya, saya merasa sangat senang dan bangga terhadapnya yang telah berhasil lulus dengan nilai yang baik. Saya yakin dan mempercayai akan kemampuannya serta ilmu yang telah didapatnya akan sangat bermanfaat dan berguna bagi perusahaan yang telah keluarga kami kelola selama ini. Dengan persetujuan dari para direksi, kami memutuskan memberikan kepercayaan kepadanya untuk menjadi seorang Direktur yang bertugas dan bertanggung jawab dalam memimpin perusahaan perhiasan kami, Ern&Do Collection. Semoga dengan hadirnya Axell, perusahaan kami dapat berkembang menjadi lebih baik dan lebih sukses lagi."


"Baiklah, tanpa berbicara panjang lebar lagi sekarang mari kita undang Axell Ernando untuk naik ke atas panggung dan menyampaikan beberapa kata sambutan bagi kita."


Kemudian Axell naik ke atas panggung, "Selamat malam dan terima kasih kepada para tamu undangan yang bersedia untuk bersama-sama saya merayakan pesta malam ini."


"Sebelumnya, perkenankan saya mengucapakan terima kasih yang sebesarnya kepada para direksi atas kepercayaan yang telah kalian berikan pada saya sehingga saya berkesempatan untuk menjabat sebagai direktur di perusahaan Ern&Do. Dengan usia saya yang masih terbilang muda dan pengalaman yang masih sedikit karena saya baru bergabung dalam dunia bisnis, saya mohon dukungan dan bimbingan dari para hadirin yang sudah memiliki banyak pengalaman di dunia bisnis. Semoga saya dapat melakukan tugas serta mempertanggungjawabkan jabatan yang telah dipercayakan kepada saya ini dengan baik. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih." Axell mengakhiri kata sambutannya dengan setengah membungkukkan tubuhnya kearah para tamu sebagai rasa hormatnya kepada mereka. Para tamu pun memberinya tepukan tangan yang meriah.

__ADS_1


"Baiklah, sekarang mari kita bersama-sama mengangkat gelas minuman kita dan memberikan toast kepada Axell." Ayah Axell mengajak para tamu untuk memberikan toast champagne kepada Axell. Para tamu pun mengangkat gelas minuman yang ada ditangan mereka ke arah Axell yang masih berdiri di atas panggung. Axell juga ikut mengangkat gelasnya dan bersama para tamu meneguk minuman tersebut.


"Selamat menikmati jamuan makan malam yang telah kami sajikan." Tuan Revan mempersilahkan para tamu undangan untuk menikmati jamuan makan malam yang telah disiapkan.


Selama acara pesta berlangsung, ada beberapa pertunjukkan seni musik yang digelar untuk meramaikan acara pesta tersebut. Selain itu juga terdapat pertunjukkan dansa yang dilakukan oleh beberapa pasangan yang hadir di pesta itu.


Di pertengahan acara, Tuan Revan naik lagi ke atas panggung. Namun kali ini dia naik bersama dengan istrinya, Nyonya Tamara.


"Para tamu undangan sekalian yang saya hormati, pada malam yang berbahagia ini, kami memiliki satu acara lagi yang spesial. Namun sebelumnya, saya mengundang kepada Tuan Arman dan istrinya untuk naik ke atas panggung."


Setelah mereka berdua berada di atas panggung, Tuan Revan melanjutkan, "Pada acara pesta di malam ini, dengan bangga kami keluarga Ernando dan keluarga Ferician juga akan melangsungkan acara pertunangan bagi kedua anak kami, Axell Ernando dan Maretha Ferician. Sekarang, mari kita undang Axell dan Retha untuk naik ke atas panggung."


Semua tamu menghentikan kegiatan mereka dan mengarahkan pandangan mata mereka ke atas panggung untuk menyaksikan acara pertunangan tersebut. Axell mengambil sebuah cincin tunangan dari kotak cincin yang dibawakan oleh seorang petugas ke atas panggung. Dia lalu memasangkan cincin tunangan itu di jari manis Retha sebagai simbol pertunangan mereka. Wajahnya terlihat datar dan tanpa ekspresi. Dia juga tidak menunjukkan perasaan senang atau bahagia yang biasa ditunjukkan seseorang yang sedang bertunangan.


Berkebalikan dengan wajah Retha yang memperlihatkan perasaan senang dan bangga yang sangat besar. Senyuman lebar penuh kebahagiaan menghiasi wajahnya. Selesai memasang cincin dijari Axell, tanpa malu-malu, Retha memeluk Axell dan mengecup pipinya. Orangtua mereka turut merasakan perasaan bahagia melihat mereka saling bertukar cincin. Akhirnya impian mereka terwujud, mereka lalu tertawa bersama dengan senang dan saling memberi pelukan kepada satu sama lain. Dengan pertunangan ini, hubungan kedua keluarga itu semakin erat dan telah bersatu menjadi sebuah keluarga.


Kedua anggota keluarga itu lalu berfoto bersama untuk mengabadikan momen indah dan bersejarah ini. Setelah prosesi foto selesai, Tuan Revan meminta Axell dan Retha berdansa berdua di atas panggung. Yang didukung dengan sorakan dari para tamu.


"Dansa..dansa..dansa.."

__ADS_1


Axell tidak dapat mengelaknya, ia pun dengan terpaksa mengajak Retha berdansa. Dan mereka berdansa bersama di atas panggung dengan ditonton oleh banyak orang.


Selama acara pesta berlangsung, Retha merasa kesulitan untuk menemukan Axell. Axell memang sengaja menghindarinya karena dia tidak suka dengan Retha yang selalu berusaha menempel padanya. Dia selalu menghindar dengan menyibukkan diri menyapa para tamu pentingnya dan meninggalkan Retha berbicara dengan tamunya jika Retha mendekatinya.


Akhirnya acara pesta selesai juga. Semua tamu telah pulang. Hanya keluarga Ferician yang masih terlihat di ruang pesta. Saat ini mereka sedang berpamitan dengan keluarga Ferician. Namun Retha tidak bersama dengan mereka karena dia sedang sibuk mencari Axell yang juga tak terlihat di ruangan itu.


Terakhir, Retha mendatangi ruang kamar Axell dan berdiri didepannya. Retha tidak berani membuka pintu kamar Axell untuk masuk dan mencarinya di sana. Tetapi ia yakin Axell berada di dalam kamarnya karena dia tidak berhasil menemukannya di ruang manapun di rumahnya. Akhirnya Retha menghubungi Axell dengan menelepon hpnya.


"Kak Axell, kakak dimana? Ayah dan ibu sudah pulang. Tapi aku masih ingin bertemu dan berbicara denganmu."


"Aku sudah kembali ke kamarku karena aku merasa sedikit capek dan ingin beristirahat."


"Ohh begitu..Baiklah, kakak istirahat saja ya, aku pulang dulu."


"Iya, terima kasih sudah datang ke pesta ini. Tolong sampaikan maafku pada ayah dan ibumu karena tidak mengantar kalian pulang."


"Tak apa, kakak tak perlu merasa sungkan karena tidak mengantar kami pulang. Kita kan sudah bertunangan dan itu berarti kita adalah keluarga sekarang." Axell lalu menutup panggilan telepon dari Retha.


Retha merasa kecewa karena dia menyadari kalau Axell selalu menghindar darinya. Walaupun begitu, hatinya tetap merasa senang. Karena ia dan Axell sudah bertunangan sekarang. Tinggal selangkah lagi, maka Axell akan menjadi milik dia seutuhnya. Retha memandangi cincin tunangan yang terlingkar di jarinya sambil tersenyum senang. Lalu Retha berjalan kembali ke ruang pesta untuk berpamitan pada ayah dan ibu Axell.

__ADS_1


***


__ADS_2