
Axell dan ayahnya, Tuan Revan Ernando saat ini berada di rumah keluarga Ferician. Mereka sedang berbincang-bincang dengan Tuan Arman Ferician yang baru tiba di Indonesia. Selama ini Tuan Arman tinggal di luar negri untuk mengurus bisnisnya.
Axell menceritakan pada mereka bahwa ia berencana membuat sebuah iklan. Iklan itu tentang pencarian pelanggan setia Ern&Do Collection yang memiliki sebuah liontin yang diproduksi pada tahun 1994.
Di tahun itu, Ern&Do Collection memproduksi sebuah model liontin yang didesain secara eksklusif dan limited edition sebanyak 5 buah saja.
Namun setelah semua liontin itu habis terjual, Nyonya Arshiela, istri dari Tuan Arman hamil. Dia yang menyukai desain liontin tersebut karena memiliki motif bunga aster, berniat memberikan liontin itu kepada bayi yang ada dalam kandungannya. Sehingga Tuan Arman meminta Tuan Revan untuk memproduksinya lagi. Tetapi ia meminta diberikan sedikit perubahan pada liontin itu.
Axell kemudian berkata, "Ketika Shiena melihat iklan ini, ia akan menyadari bahwa kita sedang mencarinya."
Setelah itu, Axell melanjutkan omongannya yang mengutarakan keinginannya untuk menunda pertunangan dirinya dengan Retha.
"Ayah, Paman, bolehkah kalau.. pertunanganku besok dengan Retha ditunda dulu..?" Axell bertanya dengan hati-hati. Ia takut menyinggung perasaan Tuan Arman dan akan membuatnya marah.
"Ayah tidak setuju." Tuan Revan Ernando langsung menolak keinginan Axell untuk menunda pertunangan itu.
__ADS_1
"Pertunangan besok harus tetap dilaksanakan. Ayah tahu kamu ingin menundanya karena masih berharap Shiena dapat ditemukan. Tetapi Retha juga adalah anak Arman. Dia tidak mungkin bersikap pilih kasih terhadap anaknya. Selain itu kita juga harus menjaga perasaan Retha. Bisa dibayangkan betapa hancurnya perasaan dia saat mendengar keinginanmu ini. Mengapa kamu menjadi tidak berperasaan seperti ini.." Tuan Revan berbicara dengan nada yang semakin meninggi, memarahi anaknya.
Tuan Arman yang melihat kemarahan temannya itu, berusaha menenangkannya. "Sabar Revan, Axell bukannya tidak berperasaan. Aku memahami ia memiliki rasa sayang yang begitu besar pada Shiena."
Tuan Arman memang orang yang bijaksana.Dia tidak marah terhadap Axell yang ingin menunda acara pertunangan dengan anaknya yang akan diadakan besok. Tuan Arman menyadari dan juga dapat merasakan betapa besar rasa sayang Axell terhadap putri sulungnya yang telah lama menghilang.
Kemudian Tuan Arman berkata pada Axell, "Paman senang dan merasa terharu dengan sikapmu, Nak. Walaupun Shiena telah lama menghilang tapi kamu masih saja begitu memikirkannya."
Lalu Tuan Arman terdiam dengan raut wajahnya yang memperlihatkan betapa dia sangat merasa sedih karena mengingat kembali anaknya yang telah lama hilang dan masih belum berhasil ditemukan hingga sekarang.
"Paman, maafkan aku telah membuatmu sedih."
"Baik paman."
"Mengenai keinginanmu untuk menunda acara pertunanganmu dengan Retha, aku juga menolaknya dan merasa keberatan akan hal itu. Seperti yang ayahmu katakan, bahwa Retha juga adalah anakku. Aku sangat menyayanginya dan tidak akan bersikap timpang padanya. Jadi kalian harus tetap bertunangan besok."
__ADS_1
Mendengar penolakan dari kedua pihak, membuat Axell putus harapan. Dia merasa sangat kecewa namun juga tidak bisa berbuat apa-apa selain menerima pertunangan ini.
Melihat kesedihan dan kekecewaan yang terpancar pada wajah Axell, Tuan Arman memambahkan, "Axell, Paman akan memberimu kesempatan. Jika iklan pencarian Shiena yang kamu rencanakan tadi berhasil membuat Shiena ditemukan sebelum ulang tahunmu yang ke 25 tahun, maka kita akan memutuskan pertunanganmu dengan Retha. Dan kamu boleh menikah dengan Shiena. Namun dengan syarat jika Shiena juga bersedia untuk menikah denganmu. Tapi jika ia tidak bersedia, maka kamu harus tetap menikahi Retha.
Di luar ruangan, terlihat Retha sedang menguping pembicaraan mereka secara diam-diam. Setelah selesai mendengarkan, ia buru-buru pergi menemui ibunya untuk menceritakan apa yang telah ia dengar tadi. Retha merasa sangat marah dan juga hatinya terasa sangat sakit.
Wajahnya panas dan memerah karena amarah yang sedang menyelimutinya. Air mata mulai menetes dipipinya. Betapa hancur hatinya mengingat pembicaraan mereka. Apakah selama ini ia tidak berarti dimata mereka dan dia hanya dianggap sebagai pengganti Shiena saja. Padahal kakaknya itu telah lama menghilang.
Ia pikir saat Shiena menghilang, Axell akan berpaling padanya dan hanya akan menjadi miliknya. Tidak ada lagi yang berebut dengannya. Tetapi Axell malah makin membenci dan menjauh darinya. Axell bahkan menuduhnya dengan sengaja membahayakan Shiena dan menyebabkan Shiena menghilang.
Ia juga tak menyangka kalau ayahnya akan memutuskan pertunangan mereka yang akan berlangsung esok hari dan akan membatalkan rencana pernikahan mereka jika nanti Shiena berhasil ditemukan. Ternyata ayahnya juga masih sangat menyayangi kakaknya ketimbang dirinya yang selalu berada didekat ayahnya. Ia semakin membenci kakaknya itu.
Nyonya Myra mencoba menghibur dan menenangkan Retha. Nyonya Myra berkata bahwa dia adalah anak kesayangannya dan dia akan selalu menjadi nomor 1 dalam hatinya.
Dia tidak akan membiarkan orang lain merusak kebahagiaan anaknya ini. Walau apapun yang terjadi ibunya ini akan selalu berada disisinya untuk melindunginya. Ibunya akan melakukan apa saja demi memberikan kebahagiaan bagi anaknya ini.
__ADS_1
"Anakku sayang, jangan menangis lagi. Tenang saja, ibu mempunyai suatu rencana yang bisa membuatmu tetap menikah dengan Axell".
Lalu Nyonya Myra teringat dengan sosok wanita yang ada di foto bersama dengan Axell waktu itu. Kemudian ia mengirim suatu pesan ke seseorang.