
Ia tersentak kaget dan sekarang ia telah keluar dari tubuh anak kecil itu. Sekarang ia mengerti dengan mimpi yang sering dia alami. Ternyata anak kecil dalam mimpinya itu adalah dirinya sendiri saat masih kecil.
Semua kejadian yang dia lihat dan alami barusan dalam tubuh anak itu adalah kenangan yang sangat buruk dan menakutkan yang pernah terjadi padanya saat kecil. Ternyata hal itulah yang membuat sosok dirinya saat kecil seperti tertidur dan terkunci di dalam lubuk hatinya yang terdalam. Sehingga hingga kini dia tidak bisa ingat apapun tentang masa kecilnya dan hanya sering muncul dalam mimpinya.
Dia ingin menyentuh dan menggandeng tangan Shiena kecilnya untuk bersama-sama bersembunyi dalam keheningan dan tertidur di dalam hatinya sehingga tidak perlu bangun untuk merasakan penderitaan dan kesedihan lagi.
Tetapi tiba-tiba ada sesuatu di luar tubuhnya yang mengejutkannya. Ia seperti merasa ada sengatan listrik mengalir di jantungnya. Ia lalu mendengar suara seseorang memanggil-manggil nama Ara dan Shiena bergantian.
"Ara..Shiena..bangunn..kumohon Shiena sadarlah. Aku sangat mencintaimu dan merindukanmu..." Axell terus memanggil namanya saat dokter memberikan kejutan listrik di atas dadanya dengan alat pacu jantung.
Shiena kecil itu tersenyum padanya lalu menghilang dan berubah menjadi sebuah cahaya terang. Tangan Ara yang tadi ingin menyentuhnya, hanya dapat menyentuh cahaya terang itu dan ia pun ikut terbawa bersamanya.
Pada tubuh Shiena yang sedang terbaring lemah, akhirnya terlihat ada sedikit reaksi. Matanya membuka selama beberapa detik, lalu menutup kembali.
Dokter pun menghentikan tindakannya dan mengembalikan alat pacu jantung yang dipegangnya ke tempatnya. Kini, detak jantung Shiena sudah kembali normal.
Axell yang tadinya sangat ketakutan saat melihat Shiena seperti itu akhirnya bisa merasa lega sekarang.
Keesokan paginya, Axell masih menemani Shiena di kamar pasien tempatnya dirawat. Ia terus memegangi jemari tangan Shiena dan sesekali ia menciumi jemarinya. Terlihat, ada air mata menetes jatuh dari mata Axell ke jemarinya.
Shiena akhirnya terbangun dari tidurnya yang panjang. Ia menggerakkan jemari yang ada dalam genggaman Axell. Lalu perlahan matanya membuka.
__ADS_1
"Shiena..Shiena.. akhirnya kamu telah sadar."
Shiena melihat sekelilingnya. Saat melihat Axell di sampingnya dan sedang menggenggam erat jemari tangannya, ia langsung melepaskan tangannya itu dan bergerak menjauhinya. Kemudian ia meringkuk ketakutan.
Axell pun berusaha menenangkan Shiena.
"Shiena..tenang, tidak apa-apa. Semuanya sudah berakhir. Kamu sudah aman sekarang. Ini aku, Axell. Jangan takut." Axell memeluk dan membelai rambutnya.
Saat mendengar nama Axell, Shiena mendongak untuk melihat wajah pria yang sedang memeluknya. Tetapi kemudian dia meronta melepaskan pelukan itu lalu menangis ketakutan seperti anak kecil. Ia seperti tidak mengenali Axell.
Axell tidak mampu untuk menenangkan dan mendiamkannya. Shiena terus berteriak dan menangis ketakutan. Badannya pun mulai bergemetaran.
Dokter datang dan memberikannya suntikan penenang. Akhirnya Shiena kembali tertidur. Dokter memeriksanya dan mengatakan bahwa kondisi fisiknya sudah dalam keadaan normal dan tidak ada yang mengkhawatirkan lagi sekarang.
Setelah Shiena sadar kembali, dirinya menjadi sangat berbeda. Ia terlihat sangat tenang, hingga saat diajak berbicara dia tidak memberikan respon apapun. Ia hanya diam dengan tatapan mata yang kosong dan hampa. Axell berpikir mungkin ini efek dari obat penenang yang dokter berikan.
Dokter datang dan melakukan beberapa wawancara dengannya. Shiena masih tetap sama seperti itu, hanya diam. Dan ini bukan karena pengaruh dari obat penenang.
Saat ia terbangun di pagi harinya, pribadinya yang hanya terdiam berubah kembali menjadi orang yang ketakutan dan kekanak-kanakan. Tetapi saat ini, ia lebih bisa diajak berbicara dan memberi respon dengan lebih baik.
Setelah menjalankan beragam tes psikologi dan wawancara, dokter mendiagnosa bahwa Shiena mengalami gangguan identitas disosiatif yang menyebabkan dirinya berkepribadian ganda.
__ADS_1
Dokter menjelaskan pasien mengalami gangguan ini karena beberapa peristiwa buruk yang terjadi hingga menyebabkan trauma bagi pasien. Lalu pasien melakukan pertahanan diri dan lari dari kenyataan dengan memunculkan pribadi yang lain.
Shiena sudah diperbolehkan pulang ke rumah tetapi harus dalam pengawasan yang baik. Sehingga Axell memutuskan untuk membawa Shiena dan seorang suster perawat tinggal di apartemennya.
Selama beberapa hari menjaga dan memperhatikan Shiena yang tinggal bersamanya, Axell menyadari salah satu pribadi Shiena adalah pribadinya saat dulu kecil.
Saat itu Shiena menangis ketakutan karena merasa asing. Sekarang banyak hal yang sudah berubah dan terlihat berbeda dari apa yang diingatnya. Axell yang diingatnya dulu masih kecil, dan sekarang ia telah dewasa dan mengalami perubahan fisik sehingga Shiena sudah tidak dapat mengenalinya lagi.
Sekarang setelah diberi penjelasan, Shiena sudah tidak takut lagi padanya bahkan sangat menempel dan senang menggelayut padanya. Tetapi pikiran dan tingkahnya masih seperti anak-anak. Selain itu dia suka berhalusinasi.
Shiena suka mengajak Axell bermain dengannya dan berlomba untuk memperebutkan siapa pemenang yang akan mendapat hadiah lolipop. Terkadang ia tiba-tiba menjadi ketakutan dengan sesuatu hal buruk yang tidak benar-benar terjadi.
"Axell kamu ada di mana..Bonekaku hilang diambil Rere lagi. Aku tidak berani pulang, aku takut dia melaporkanku ke ibu. Hari ini aku mau tinggal dirumahmu saja. Kamu cepetan ke sini." Shiena menelepon Axell ketakutan dan memintanya segera datang.
"Iya aku akan segera datang. Nanti aku akan menemanimu ke mall untuk membeli boneka yang baru ya.." Axell dengan sabar menjawab teleponnya.
Di lain waktu, saat mereka sedang bermain di taman private milik mereka, tiba-tiba Shiena merasa ketakutan. Dia bilang ibunya akan menghukumnya. Dia harus segera bersembunyi. Dia lalu berlari ke belakang batu marmer dan duduk meringkuk bersembunyi di situ.
Saat Axell mendekatinya, dirinya sudah berubah menjadi pribadi yang lain. Ia hanya diam dengan tatapan kosong duduk merenung. Axell lalu mengajaknya pulang ke rumah.
Pribadi Shiena yang satu lagi adalah dirinya saat dewasa yaitu Ara.
__ADS_1
Pribadi Ara ini lebih jarang muncul, hanya ketika hal yang tidak mengenakkan terjadi maka ia akan muncul, seperti terpaksa menggantikan pribadi kekanakannya yang menghilang.
Hanya saja Axell tidak mengerti. Mengapa sosok Ara menjadi seperti ini. Ia hanya diam saja. Seperti tidak mengingat dan tidak tahu apapun. Tatapan matanya terasa hampa dan tidak memiliki semangat hidup. Apakah dia yang menyebabkannya jadi seperti ini?