
Ara masuk ke dalam ruangan untuk mengambil beberapa makanan ringan. Axell pun ikut masuk ke dalam ruangan. Di sana mereka bertemu. Tetapi Ara diam saja, tidak menyapanya.
Ara melihat Axell mengenakan setelan jas berwarna hitam dan kemeja yang berwarna senada dengan gaun biru muda yang dipakainya. Ia berpikir, mungkin itu kebetulan saja.
Lalu Axell berkata padanya, "Kamu cocok mengenakan gaun seperti itu, terlihat berbeda dari biasanya."
Ara tidak tahu omongan Axell ini sebuah pujian atau sindiran. Terlihat berbeda dari biasanya. Apa maksudnya berbeda karena biasanya dia terlihat jelek dan tomboy.
Ara pun hanya menjawab, "Kamu juga berbeda."
Tidak lama kemudian mereka mendengar suara Ryon yang berkata, "Retha, kamu bagaimana bisa memakai gaun yang aku berikan pada Ara? Apakah kamu merebut paksa gaun itu darinya? Pantas saja ia mengenakan gaun yang lain. Kupikir karena ia tidak suka dengan gaun itu sehingga tidak memakainya."
Tadinya Retha sedang berjalan ke arah Axell dan Ara untuk mengusik mereka karena ia merasa cemburu melihat mereka berduaan di sana. Lalu Ryon melihat Retha yang sedang berjalan, merasa heran dan terkejut karena melihat gaun yang dipakainya itu sehingga ia pun menyusulnya.
Saat itu di sana hanya ada mereka berempat, tidak ada tamu lain di sekitar mereka.
Retha pun merasa kesal dan marah pada Ara. Ia merasa dipermalukan. Dia berpikir Ara sengaja tidak mengatakan bahwa Ryon yang memberinya gaun itu saat ia menanyakannya waktu itu. Sehingga Ryon bisa menegur dan memepermalukan dirinya di acara ini karena ketahuan merebut dan memakai barang milik Ara.
__ADS_1
"Tidak, kak Shiena yang memaksaku untuk mengambil gaun ini dan memakainya ke acara ini. Dia bilang dia tidak suka dengan gaun ini dan dia sudah ada gaun yang lebih bagus yang sedang dipakainya itu."
Tentu saja Ryon tidak percaya pada omongannya. Karena Ryon juga tahu bahwa dari kecil sifat Retha sangat buruk, ia suka iri dan suka merebut barang milik kakaknya itu.
Ara merasa tidak enak dengan Ryon dengan apa yang Retha bilang. Ia buru-buru menjelaskan.
"Tidak. Bukan begitu Ryon. Aku menyukai gaun hitam itu. Lagipula gaun yang kupakai ini juga pemberian darimu kan. Tapi aku memakai gaun biru muda ini karena gaun ini lebih tertutup dan lebih sesuai dengan gayaku."
"Aku tidak pernah memberikanmu gaunĀ itu."
Ryon menjadi bingung. Ia merasa tidak pernah memberi Ara gaun biru muda ini. Lalu dia melihat mereka berdua. Axell dan Ara. Terlihat serasi dengan warna pakaian yang senada, biru muda. Ia juga baru ingat, biru muda adalah warna kesukaan Axell. Ia akhirnya tahu siapa yang memberi gaun biru muda ini pada Ara.
Axell yang ditatap seperti itu tentu saja merasa bingung. Tidak mungkin ia berkata "Iya, aku yang memberikan gaun itu pada Ara." Bisa-bisa pertemanannya dengan Ryon akan rusak. Lalu Retha akan semakin membenci kakaknya itu dan semakin menjahatinya. Dan dan Ara, wanita itu akan tersinggung dan semakin marah padanya.
Dia akhirnya hanya dengan polos berkata, "Mengapa kalian semua menatapku seperti itu? Ada yang salah jika warna gaun dia sama dengan warna kemeja biru mudaku?"
Lalu ia melanjutkan, "Aku tidak mungkin memberi gaun atau hadiah apapun pada wanita ini. Memang siapa dia, bagiku dia hanyalah Shiena palsu." Kali ini ucapannya sungguh keterlaluan dan pastinya telah menyakiti hati Ara.
__ADS_1
"Benar yang kamu katakan, dasar wanita licik dan penipu. Membuat kami semua salah paham seperti ini. Dan membuatku malu. Lihat saja nanti." Retha semakin memperkeruh keadaan dengan ucapannya yang kasar dan menghina Ara itu.
"Sudah..sudah..aku tidak mempermasalahkan gaun ini lagi. Aku percaya padamu Ara. Ayo kita pergi saja menjauh dari mereka dan lanjut menikmati acara ultah ini."
Ara pun pergi dengan Ryon yang menuntun langkahnya.
Setelah mereka pergi, Axell mengumpat dirinya sendiri dalam hatinya. "Bodoh. Sungguh bodoh. Apa yang kulakukan. Mengapa aku selalu mengatakan kata-kata kasar padanya. Aku telah menyakitinya lagi. Seharusnya aku membuang gengsiku seperti Ryon yang bisa dengan berani berkata mempercayainya dan melindunginya seperti itu."
Mood Ara jadi berubah. Ia merasa tidak nyaman untuk berada di acara ini lebih lama lagi. Kepalanya juga terasa sedikit pusing. Ia lalu pergi ke kamar kecil.
Lama ia tidak kembali. Ryon pun curiga jangan-jangan ada sesuatu yang terjadi. Ia pun segera menyusulnya.
Di sana terlihat Retha berjalan keluar dari kamar kecil. Lalu di belakangnya terlihat Ara. Wajah Ara yang sebelah kiri merah dan bibirnya pucat. Ia berjalan linglung.
Axell yang ada di dekatnya buru-buru menangkap tubuh Ara. Namun ia menghempaskannya dan meminta Ryon itu membantu memapahnya.
Mereka berpamitan untuk pulang kepada ayah dan ibu Axell.
__ADS_1
Di perjalanan, Ryon menanyakan apa yang terjadi. Tetapi Ara tidak mau menjawabnya. Ia mengatakan kalau tidak terjadi apa-apa. Ia hanya merasa sedikit pusing saja karena berada di keramaian. Dan ia pun mengucapkan terima kasih pada Ryon karena telah mengantarkannya pulang. Ia pun masuk rumah dan langsung menuju ke kamarnya.