Yang Tak Terlupakan

Yang Tak Terlupakan
Kisah Vivian


__ADS_3

'' Ehmm '' suara orang yang berdehem di belakang dua wanita yang sedang asyik bercerita, membuat keduanya menoleh serempak.


'' Eh mas,udah pulang ?. Kok gak denger masuknya .'' ucap Alira saat mendapati sang suami yang berdiri di belakang mereka. Alira segera menyambut suaminya dengan mencium punggung tangan lelaki itu. Seperti biasa Febrian mengecup kening sang istri dan memeluknya sesaat.


''Ehmm, masih ada orang kali.'' kesal Vivian yang melihat kemesraan sang sahabat dengan suaminya. Alira melepas pelukan sang suami dengan tawa lepasnya melihat wajah kesal Vivian.


'' Sorry beb, kebiasaan.'' ujar Alira sambil menatap Vivian yang mengerucutkan bibir.


'' Beb , Yang ?, panggil aku aja gak pernah sayang.'' protes Febrian pada istrinya. Alira berbalik menatap sang suami dan mengusap lembut pipi lelaki itu.


'' Uluh-uluh, suamiku cemburu .'' ucap Alira seraya berjinjit dan memberikan satu kecupan di pipi sang suami.


" Udah mandi dulu sana,love you honey.'' tutur manis Alira sambil mendorong tubuh Febrian dengan pelan agar segera masuk kamar mereka dan membersihkan diri. Setelah berhasil membawa sang suami masuk ke dalam kamar. Alira kembali menghampiri Vivian yang masih duduk di sofa ruang tamu.


Setelah Alira duduk kembali, Vivian mengambil tangan sang sahabat. Menatap wajah Alira dengan mata berkaca-kaca.


'' Aku seneng banget hubungan kamu sama Febrian sebaik ini. Aku bahagia banget lihat kamu bahagia. Maaf dulu aku sempat memisahkan kalian berdua.'' ucap Vivian dengan tangis bahagia melihat kebahagiaan sang sahabat. Alira memeluk tubuh Vivian.


'' Kamu gak ada salah apa-apa Vi,aku yang dulu ingin pergi dari kehidupan Brian.'' ucap Alira. Keduanya saling melepas pelukan,dan beradu tatap satu sama lain.


'' Aku seneng lihat kalian sudah berdamai dengan masa lalu kalian. Doain aku Ra,bisa melewati drama kehidupan ku dengan baik.'' ujar Vivian. Melihat keharmonisan Alira dan Febrian membuat Vivian memiliki hubungan yang harmonis juga dengan pasangannya. Tapi masalahnya ia masih terlalu asing dengan lelaki 18 tahun lebih tua darinya itu.


Suara bel pintu rumah pasangan muda Febrian dan Alira terdengar berbunyi saat penghuni rumah itu masih asyik bercerita dengan sahabatnya. Sedang sang suami yang merasa terabaikan duduk menonton televisi, namun dengan channel yang terus berganti. Sesekali matanya melirik dua wanita yang seakan tak menganggap dirinya ada.


''Mbak Tia !!" seru Febrian memanggil sang asisten rumah tangga dengan suara menggelegar hingga membuat sang istri menatap tajam padanya. Mendapat tatapan tajam dari Alira, Febrian tampak tersenyum manis pada sang istri.


'' Ya pak .'' sahut Mbak Tia yang datang tergopoh-gopoh dari arah ruang makan. Karena wanita itu sedang menyiapkan makan malam untuk majikannya.


'' Tolong bukakan pintu Mbak,ada tamu sepertinya.'' titah Febrian.

__ADS_1


'' Baik Pak.'' jawab Mbak Tia sembari bergegas ke arah pintu dan membukanya.


Sesosok lelaki gagah yang tersenyum ramah membuat mbak Tia sejenak tertegun.


'' Malam mbak !.''sapa lelaki yang tampak berkarisma dengan senyum yang begitu menawan.


'' Eh iya Pak.'' Mbak Tia tampak tergagap menyahut sapaan lelaki yang memiliki garis wajah tegas namun memiliki sorot mata yang mendamaikan.


'' Maaf, benar ini kediaman Bu Alira ?,saya hendak menjemput istri saya .'' tutur lelaki itu dengan ramah.


'' Oh, mari pak silahkan masuk !.'' Mbak Tia mempersilahkan sang tamu untuk masuk.


'' Sebentar pak saya panggilkan ibu dan bapak .'' ucap Mbak Tia setelah mempersilahkan lelaki dengan senyum ramah itu duduk di ruang tamu.


'' Pak, Bu. Diluar ada tamu. Katanya mau jemput istrinya.'' sang asisten rumah tangga itu memberikan laporan pada majikannya. Febrian tampak mengernyit, sedang Alira langsung menatap sang sahabat.


'' Padahal aku gak bilang lho mau kesini. Aku aja perjuangan banget nyari rumah kamu.'' ujar wanita itu sembari bangkit dari duduknya.


'' Makanya ponsel gak usah sok-sokan kamu lempar ke dijalan, ancur beneran kan ?. Ilang semua kontak.'' sahut Alira yang telah mendapat cerita tentang hilangnya kontak diantara mereka. Vivian hanya nyengir memperlihatkan deretan gigi putihnya.


Vivian berjalan meninggalkan ruang keluarga diikuti oleh Alira di sampingnya. Febrian tak mau ketinggalan, lelaki itu mengekor di belakang dua wanita cantik di depannya.


'' Om, ngapain di sini ?.'' tanya Vivian saat tiba di ruang tamu,dan benar yang datang menjemputnya adalah sang suami. Alira membelalakkan mata mendengar sahabatnya memanggil sang suami dengan sebutan om. Dan lelaki berkarisma yang sedang duduk di sofa itu justru berdiri dan tersenyum lembut.


'' Selamat malam, maaf saya datang mengganggu malam-malam. Saya hanya bermaksud menjemput istri saya.'' tutur lelaki itu sopan.


''Selamat malam,maaf apakah Anda Nicholas Hadi Wijaya ?.'' tanya Febrian seraya melangkah mendekati lelaki yang tak asing baginya.


'' Benar perkenalkan saya, Nicholas Hadi Wijaya saya suami dari Vivian .'' terang lelaki itu sembari menjabat tangan Febrian.

__ADS_1


'' Senang berkenalan dengan anda pak Nicho,saya Febrian. Mari silahkan duduk Pak.'' ucap Febrian, sementara dua wanita di sana hanya saling pandang.


'' Sayang,tolong bilang Mbak Tia buat minum.'' titah Febrian pada sang istri.


'' Ya mas, sebentar.''sahut Alira yang masih berdiri di samping Vivian.


'' Terima kasih, jadi merepotkan .'' ujar Nicho.


'' Tidak merepotkan pak Nicho.'' jawab Febrian yang kini duduk berhadapan dengan sang tamu.


Vivian duduk di sebelah sang suami yang menyambutnya dengan senyum lembut.


'' Kok om tau aku di sini ?.'' tanya Vivian dengan tatapan tajamnya.


'' Tau dong, kenapa sampai malam mainnya ?.'' tanya lelaki itu lembut dengan tatapan mata tak lepas dari sang istri.


'' Masih kangen Alira.'' sahut Vivian sembari mengerucutkan bibir. Nicho mengusap lembut kepala istrinya dengan seulas senyum tergambar di bibir lelaki tampan itu.


Tak berselang lama Alira datang dengan nampan berisi minuman dan kue kering. Setelah Alira memperkenalkan diri dengan suami sang sahabat. Malam mereka saling mengenal danngobrol bersama. Ternyata Nicho adalah pengusaha yang terbilang sukses di usia yang tergolong muda. Membuat obrolan itu lebih di dominasi oleh Febrian dan Nicho.


Malam itu akhirnya, sepasang suami istri itu makan malam bersama di rumah Febrian.


'' Aku lihat dia orang baik kok Vi, cobalah belajar menerimanya. Aku lihat dia juga sayang sama kamu. Jangan sampai kamu menyesal karena menyiakan orang yang tulus dama kamu.'' ucap Alira sebelum mereka berpisah.


Vivian tersenyum dan memeluk sahabatnya.


'' Akan aku coba Ra, doakan aku ya.'' ujar Vivian yang diangguki oleh Alira.


Dan malam itu mereka saling melepas untuk berpisah lagi. Namun dengan janji akan sering saling mengunjungi. Dua bersahabat itu saling berpelukan lagi. Tak perduli Vivian yang sudah di tunggu sang suami di dalam mobil yang tadi dikemudikan Vivian. Ternyata lelaki itu diantar sopir dan menyuruh sopirnya untuk kembali terlebih dahulu.

__ADS_1


__ADS_2