
Hal yang dilakukan Woojin sama sekali tidak berpengaruh pada tubuh Valery, itu malah membuatnya semakin memucat dan tubuh Valery yang terasa lebih dingin.
“Sial! Kenapa harus jadi seperti ini! Valery ayolah bertahan sedikit saja” ucap Woojin, dia sampai mengkompes tubuh Valery dengan air panas, dia juga menarik selimut untuk menutupi tubuh Valery.
“Tuan, dokter sudah datang” ucap Han, dia datang dengan dokter perempuan yang Woojin perintahkan.
“kenapa lama sekali! Tidak kau tahu? Keterlambatanmu bisa membuat nyawanya menghilang” ucap Woojin yang langsung memarahi sekretarisnya yang baru saja tiba di amerika saat malam hari.
“sila dokter anda bisa langsung memeriksa kondisinya”
Dokter itu tak berkata satu kata pun, dia hanya memandang Woojin dengan perasaan takut, walaupun dia memarahi pria yang ada disampingnya, tapi hawa kemarahannya cukup ketakutan, dengan langkah yang cepat dia mendekati seorang wanita tergeletak di ranjang, dengan kondisi yang cukup menyedihkan.
Dokter itu mengeluarkan alat-alat yang dia bawa disini, hal yang pertama kali dilakukan adalah mengecek suhu tubuhnya yang sangat jauh dari suhu normal manusia, lalu mengecek degup jantungnya yang terdengar sangat lama, semua gejala ini menunjukan jika Valery mengidap 'hipotermia'
( Hipotermia merupakan kondisi saat temperatur tubuh menurun drastis di bawah suhu normal yang dibutuhkan oleh metabolisme dan fungsi tubuh, yaitu di bawah 35 derajat Celcius. Kondisi ini harus mendapatkan penanganan segera, karena dapat menyebabkan gangguan pada sistem saraf dan fungsi organ lain dalam tubuh. Selain itu, kondisi ini juga dapat berujung pada kegagalan sistem pernapasan, sistem sirkulasi (jantung), dan kematian. )
“dokter bagaimana keadaannya?” tanya Woojin yang sudah mulai berkeringat dingin, di dalam hati dia merasa sangat mencemaskan kondisi Valery.
“ini sangat berbahaya untuknya, dia menderita hipotermia, kita harus mengembalikan kondisi suhu tubuhnya, jika tidak pasien akan kehilangan nyawanya tak kurang dari setengah jam” jelas dokter itu, dia terlihat bingung untuk menurunkan suhu tubuh wanita itu yang semakin menurun.
“lalu apa yang harus kita lakukan dokter?” tanya Woojin yang mulai gugup karena bibir Valery yang sudah berwarna kebiruan.
Dokter : “membawanya kerumah sakit terdekat disini, dia perlu penanganan medis”
Woojin “Han siapkan mobil”
Dokter : “anda harus memberikan pakaian lebih tebal padanya, dan tetap kompres tubuh pasien”
__ADS_1
Dengan gerakan cepat Woojin membuka lemari menjadi pakaiannya yang cukup tebal yang bisa dipakai oleh Valery. Setelah memakaikan jaket dan kaos kaki Valery, Woojin segera menggendong Valery menuju mobil yang sudah disiapkan Han.
Beberapa menit kemudian ....
Setibanya di rumah sakit terdekat, Woojin langsung disambut oleh petugas rumah sakit yang langsung membawa Valery kedalam ruangan UGD, mereka dengan sigap memberikan Valery infusan dan alat penghangat lainnya.
Woojin hanya bisa menghela nafas panjang saat dirinya berdiri di depan ruangan UGD, dia jangan takut dan juga bingung.
“Valery kumohon bertahan”
Rasanya ingin sekali Woojin memarahi dirinya sendiri akibat kelakukan yang telah dia lakukan pada Valery, dia begitu kejam pada wanita itu, bagaimana bisa Woojin lepas kendali pada sebelumnya dia selalu bisa menahan dirinya apakah penyakitnya kembali kambuh lagi? Tapi kenapa harus pada Valery.
Dengan kesal Woojin menjambak rambutnya, hal yang telah dilakukan akan terus menggores luka yang dalam pada hati Valery.
'akankah Valery mau memaafkan semua perbuatannya?'
Sudah Dua jam, Woojin menunggu diluar sana dengan semua harapan yang terus dia doakan, menunggu anugerah dari Tuhan yang mau berbaik hati untuk memberikannya kesempatan. Woojin menatap pintu yang masih tertutup rapat itu dan mencoba mencari cela untuk melihat kondisi di dalam, tapi dia tidak bisa melihat apapun, karena tubuh Valery tertutupi oleh para dokter yang menanganinya.
“Tuan anda belum sarapan dan juga belum minum obat anda” ucap Han, setelah mengurus semua kebutuhan Valery, sekretaris itu segera menemui tuannya yang masih menunggu di ruangan UGD dengan raut wajah yang khawatir dan kebingungan.
“Han, setelah sekian lama, aku tidak menyangka jika penyakitku akan kembali lagi” ucap Woojin, dengan lemas dia mendudukan tubuhnya di kursi yang disediakan disana.
“Tuan, itu karna anda terlalu banyak menekan emosi anda, sehingga penyakit itu kembali lagi tanpa di sadari Tuan,”
“Tuan tubuh anda bergetar, anda harus segera memakan sarapan anda dan obat anda Tuan” ucap Han yang memberikan sandwich yang dia beli tadi di kantin rumah sakit dan memberikan obat yang selalu dibawa kemanapun.
“bagaimana aku bisa memakan saat kondisi seperti ini!”
__ADS_1
“Tuan jangan membuat saya khawatir yang membuat saya terpaksa menghubungi Kakek, jika anda lemah siapa yang akan menjaga Valery”
Woojin berfikir sejenak, perkataan yang diucapkan Han ada benarnya juga, jika dia lengah siapa yang akan mengajar Valery. mau tak mau Woojin menerima makanan sandwich dan setelah itu minum obatnya.
Setelah selesai makan, tak lama kemudian lampu itu berubah menjadi warna hijau, lalu dokter keluar dari ruangan sambil membawa Valery ke ruangan rawat.
Hati Woojin terasa begitu tenang saat melihat wajah Valery yang sudah tidak pucat seperti sebelumnya, walaupun Valery membuka kedua matanya tapi. Woojin segera mengikuti para perawat yang membawa Valery keruangan rawat yang sudah Woojin persiapan.
******
Di dalam ruangan rawat
Woojin terduduk di samping Valery yang masih belum membuka kedua matanya, dokter kata jika beberapa jam lagi Valery akan segera sadar.
Woojin hanya menatap wajah Valery, dia sangat merasa bersalah saat melihat tanda kepemilikan yang ada di leher Valery yang sudah membiru.
'aku terlalu kasar terhadap Valery, tubuh yang cantik telah aku rusak dengan kegilaan yang terjadi padaku, aku tak mengerti? Kenapa ini semua terjadi diluar kendali Woojin, apa karena Valery sering menolaknya membuatnya menjadi seperti itu?'
“ini salahku, aku tak pernah berfikir akan menjadi milikku dengan cara seperti ini Valery, aku bahkan tak mau menyakitimu tapi karena kebodohanku kamu menjadi seperti ini”
“kamu boleh membenciku tapi tolong jangan mencoba pergi dariku, aku ingin menebus semua kesalahanku kepadamu walaupun kamu tak ingin menerimanya,” ucap Woojin, dengan lembut dia mengingkirkan rambut Valery yang menutupi wajahnya. dan terus menatap Valery dengan tatapan yang sedih.
“aku benci diriku sendiri!”
“Tuan, Kakek menghubungiku, dia bilang ini berbicara dengan anda, apakah anda ingin menerima panggilan ini atau tidak?”
“abaikan saja, aku tak ingin berbicara pada kakek dulu, Han tolong kau yang mengurusi urusanku di kantor, hari ini aku tidak bisa hadir”
__ADS_1
“baiklah Tuan” ucap Han, dia melangkah meninggalkan ruangan itu dan pergi.