“Aku Bukan Takdirmu”

“Aku Bukan Takdirmu”
Bab 25 - Mission


__ADS_3

Setelah selesai dengan acara makan dan berbelanja, sesuai dengan rencana Woojin dan Justin akan bertemu pada waktu makan siang di cafe milik Justin, awalnya Woojin dan dokter Bella akan berangkat bersama namun jika mereka berangkat bersama itu akan membuat semua rencana rusak jadi Dokter Bella akan berangkat setelah Woojin sampai di Cafe Justin.


Selama perjalanan menuju Cafe Justin, pria berjas berwarna cream dengan kemeja berwarna putih tidak ada henti-henti untuk mengabari Valery untuk tidak pergi kemanapun, dia juga menitip pesan agar Han menjaga Valery agar wanita itu tidak mencoba melarikan diri, karena dalam dirinya pria itu sangat bingung dan juga khawatir jika Valery akan mengetahui semua ini akan membuat Valery membenci dirinya, dan Woojin tidak mau itu terjadi.


Hingga butuh waktu sekitar 45 menit untuk sampai di Cafe Justin, Woojin segera turun dari taksi yang tadi dia pesan, dengan sepatu kulit berwarna hitam pria itu melangkah dengan langkah yang tegas dan juga ekpresi datar, kunci utama untuk bertemu dengan musuh adalah jangan sampai terlihat lemah atau takut, jika tidak ingin musuh meremehkan dirimu, prinsip itu selalu Woojin tanam dalam hidupnya, setiap satu nasihat yang kakek-nya sampaikan selalu dia simpan dengan baik di dalam otak pintarnya.


Sebelum masuk kedalam Woojin harus memastikan jika penampilannya harus terlihat rapi dan bagus, dari luar kaca pintu dia bisa melihat jika Cafe ini cukup ramai jika berkunjungi diwaktu makan siang, tak menunggu lama tangan itu mulai membuka pintu dan melangkah masuk dengan tegas.


Bagi Woojin tidak perlu untuk memanggil Justin untuk langsung membahas topik diskusi untuk pertemuan ini, setidaknya dia punya kesempatan untuk menghubungi Dokter Bella untuk segera berangkat, hingga tepat pukul 1 siang, pria dengan pakaian ala seorang peracik Coffe mulai berjalan mendekati Woojin sambil merapikan lengan pakaiannya, dia sedikit menunjukan senyum tipisnya saat tak sengaja melihat Woojin yang duduk tenang di ujung dekat jendela besar dengan tinggi yang hampir sama dengan tinggu badannya.


“suatu kehormatan untuk diriku bisa membuat seorang CEO Grup Huang menunggu di Cafe kecil kami” ucap Justin, dia menarik kursi yang bersebrangan dengan Woojin, meletakkan kedua tangannya di meja yang menjadi pembatas untuk mereka.


Mendengar ucapan itu membuat Woojin ingin sekali berkata kasar, namun hal yang dia lakukan adalah menunjukan seringai kecil, dengan anguh dia menatap pria di hadapannya sambil meletakkan ponselnya di dalam saku jas miliknya, terlalu bodoh jika sampai dia meletakkan di meja, lalu saat tepat itu juga Bella membalas pesannya dan Justin tidak sengaja membacanya. 


Woojin tahu sikap licik yang di miliki Justin sangatlah hebat, jika pria itu menjadi seorang detektif mungkin dia akan menjadi kebangaan negara, tapi sayang bakat untuk hanya digunakan untuk menghancurkan kehidupan orang lain. Tapi jika di fikir ini juga salah dirinya yang membuat permainan gila ini hingga mengubah orang lain menjadi jahat dan membuat dirinya juga menyesali.


“seperti kamu bahagia dengan kehidupan menjadi tukang Coffe?”


“kau tidak membawa Valery? Jangan bilang kau takut jika wanita itu akan mengetahuinya? Pengecut sekali”


“didalam kamus bahasaku tidak ada kata pengecut, Valery hanya akan membuang waktunya bertemu dengan pria seperti dirimu”


Mendengar ucapan Woojin secara tidak langsung menarik emosi Justin, dia mengepal tangannya hingga menunjukan otot-otot lengannya, jika bukan berada di cafe pamannya mungkin Justin sudah memberikan beberapa pukulan untuk Woojin, tapi membuat pria itu babak belur bukanlah tujuannya.


“bukankah seharusnya dia menjauhi pria sepertimu?”


“aku rasa pertemuan jika bukan untuk membahas Valery bukan? Jangan membuang waktuku dan membuat dirimu lalai dalam bekerja”


“baiklah, haruskah aku menjelaskan semua misi-misi yang akan kamu lakukan”


“berapa banyak misi yang kau buat?”


“hanya 10 misi dan jangka waktu 2 minggu”


“dulu aku hanya memberimu 5 misi! Ini tidak adil bahkan waktunya cuman 2 minggu, aku juga banyak pekerjaan dan tugas yang harus aku lakukan”


“ 7 misi 2 minggu atau 5 misi 1 minggu”

__ADS_1


“apa kau mulai tidak waras?” dengan sangat kesal Woojin memukul meja dihadapannya yang membuat orang di Cafe langsung menatap ke arahnya dengan begitu banyak pembicaraan dan tatapan tidak suka yang mereka tunjukan saat melihat Woojin.


“bisakah anda menjaga sikap anda Tuan Woojin? Aku tidak ingin pelangganku pergi karenamu! Aku menunggu pilihanmu!”


“7 misi 2 minggu” ucap Woojin dengan kesal, dia menyilang kedua tangannya didepan dadanya, Woojin sudah sangat muak untuk semua masalah ini, belum lagi bulan depan Woojin harus kembali kekerajaan untuk membersihkan dirinya.


“baiklah, aku akan mengirim melalui email pastikan untuk menbacanya dengan baik,kau ingin minum sesuatu sebelum pergi?”


“aku menunggu”


Setelah mengatakan itu Woojin langsung bangkit dari kursi,dia berjalan sambil memasukan tangannya dalam saku celana, dia sudah sangat gerah berada disana, semakin cepat itu akan semakin bagus, saat membuka pintu dia sudah melihat dokter Bella yang sudah berdiri disana dengan pakaian yang berbeda dari biasanya.


“kamu bisa memulainya” ucap Woojin saat tubuhnya berpapasan dengan Dokter Bella, mareka sengaja melakukan itu agar tidak membuat Justin curiga bagaimanapun didepan pintu ini tapi ada sebuah CCTV yang mungkin akan menjadi boomerang untuk mereka.


Dengan langkah seperti wanita penggoda, Bella berjalan sambil mengenggam tas pink miliknya, dia juga berjalan seperti wanita yang suka akan kemewahan. Sesampai didepan Justin yang masih duduk di tempatnya, dengan manis dia membuka kacamata hitam miliknya dan duduk di tempat yang baru beberapa detik Woojin duduki.


Gaun berwarna putih dengan panjang sepahanya memancarkan sisi anggun yang membuat siapapun akan memandangnya, jangan lupa rambut hitam yang biarkan terurai yang dapat menutupi punggung belakangnya yang terekspos.


“tidak masalahkan, jika aku duduk di sini?” ucap Bella, dia tersenyum saat Justin yang baru menyadari kehadirannya disana, pria menunjukan wajah ramahnya saat mendengar ucapan wanita dihadapannya.


“tidak, semua orang bebas untuk memilih duduk dimana, kamu ingin memesan apa?” tanya Justin dengan santai, tidak ada ekpresi kesal atau marah, hanya ada kebingungan yang tersirat disana.


“baiklah, silahkan menunggu” 


“apakah aku boleh meminta jika dirimu yang menghantarkan minumanku?”


“apapun untuk dirimu Nona”


Justin meninggalkan Bella dan berjalan ke dapur miliknya, di hadapkan dengan wanita yang cantik dan juga seksi, reaksi hanya biasa saja? Dia bahkan hanya berpura-pura tersenyum padanya, apakan mungkim yang dikatakan Woojin benar jika Justin menyukai wanita sederhana.


Bella memberikan beberapa pesan pada Woojin, dia meminta bantuan untuk mengirimkan seseorang untuk membuat seakan-akan Bella adadlah wanita yang memilik banyak hutang dan akan memaksa gadis itu untuk ikut dengannya.


“ini adalah Coffe latte, semoga Nona menikmatinya” ucap Justin, dia meletakkan cangkir itu di hadapan Bella tanpa menatap sangat gadis. 


Namun sebelum Justin melangkah jauh tiga orang dengan satu orang pemimpin mulai memasuki Cafenya dengan wajah yang seperti akan membunuh, mereka bertiga berjalan mendekati Bella yang sedang menikmati Coffe-nya.


“Nona Bella, sudah cukupkah dirimu mengulur-ulur waktu” ucap pria yang langsung memukul meja.

__ADS_1


“Tuan bisakah anda memberikan aku waktu lagi?” ucap Bella, dia memasang wajah takut dan juga sedih.


“tidak! Jika kamu tidak ingin membayarnya maka kamu harus ikut denganku!”


Saat mendengarnya Tuan-nya perkata seperti itu, kedua orang dengan badan besarnya menarik tubuh Bella dengan kasar.


“Tidak! Aku tidak mau!”


Justin yang melihat itu segera mendekati keributan yang terjadi, dia tidak bisa melihat keributan apapun di Cafe pamannya, “tolong jangan membuat keributan di Cafe-ku”


Melihat Justin yang membelanya, dokter itu segera melepaskan dirinya dan berlari untuk bersembunyi di belakang tubuh Justin, dia menunjukan ekpresi seperti gadis yang ketakutan dan juga merasa butuh perlindungan. “tolong aku Tuan”


“Bella, aku pastikan jika kamu harus membayar hutangmu” 


Tiga orang itu keluar sebelum sang pemilik memanggil keamanan untuk mengusir mereka, suasana di Cafe juga menjadi tercenggang dengan apa yang terjadi, semua orang menatap ke arah Justin dan Bella.


“duduklah, semua sudah aman” 


Justin membantu Bella untuk duduk di bangku,dia membiarkan wanita itu untuk tenang dulu dan baru dia akan mencoba memahami semua situasi ini dengan wanita ini.


“sudah merasa lebih baik?”


“Ya, terimakasih”


“jika tidak keberatan apakah--”


Saat bertanya tiba-tiba wanita di sampingnya menangis dan cukup membuat Justin panik hingga membuat pria itu harus membuatnya berhenti menangis.


“aku tidak tahu harus bagaimana sekarang, uang yang selama ini aku kumpulkan habis untuk membayar hutang pada mereka yang tidak tahu kapan akan berakhir, semua masalah ini karena ayahku yang sering bermain judi hingga dia meninggal dan aku yang harus menanggungnya”


Justin yang mendengarkan itu merasa sedih dengan apa yang terjadi, dia memberikan tisu untuk wanita itu.


“mereka selalu memaksaku untuk ikut dengan mereka, aku tidak ingin menjadi wanita malam”


“kamu punya tepat tinggal?”


“aku menumpang dirumah temanku”

__ADS_1


Seiring berjalan waktunya, Bella berhasil menarik perhatian Justin secara perlahan dengan cerita kebodohan yang dia buat, setidaknya misi kali ini berjalan dengan baik tanpa harus melakukan hal lain, lain kali mungkim dokter itu akan menjadi wanita sederhana.


__ADS_2