
Keesokan paginya...
Valery sudah lebih dahulu membuka kedua matanya, dia terbangun pada pukul lima pagi.Entahlah mungkin karena Valery tidur lebih awal jadi dia bisa bangun pagi.
Kegiatan yang dia lakukan pertama adalah menyiapkan segala kebutuhan untuk pergi ke hawai, Valery harus menyiapkan kebutuhan Woojin, seperti : proposal untuk proyeknya di hawaii, laporan keuangan, dan dokumen yang mungkin akan dibutuhkan oleh Woojin nantinya.
Setelah selesai mandi dan memakai pakaian kantor seperti biasa, dia mulai membuka pintu kamarnya dan melangkah keluar untuk memastikan 'apa pria menyebalkan itu sudah bangun?'
“Akh.....”
teriak Valery yang benar-benar terkejut saat dia membuka pintu kamarnya, yang melihat sosok Woojin yang sudah berada di depan pintu kamarnya, dia hanya mengenakan handuk untuk menutupi bagian bawahnya dan bagian atas dia biarkan terekspos begitu saja. Valery yang sedang memegang dokumen yang ada di tangannya segera menutup wajahnya untuk menghindari melihat lebih jauh lagi tubuh Woojin yang terlihat baru saja selesai mandi.
“apa kau gila? Pergilah dari hadapan! Apa urat malumu sudah putus? Oh, ayolah! Tuan Woojin jangan membuatku gila! Ini masih pagi! ” ucap Valery lagi, dia masih menutup wajahnya, Valery tak habis pikir kenapa pria itu dengan santainya menunjukan tubuhnya begitu saja di depan seorang wanita dewasa.
“kau kenapa? Aku hanya ingin meminjam kamar mandimu saja, air panas di dalam kamar mandiku tidak keluar!” ucap Woojin yang tak kalah meninggikan suara, dia bahkan menarik Valery untuk menyingkir dari pintu kamarnya, agar Woojin bisa masuk.
“Apa? Tidak! Tuan Woojin aku....”
Terlambat untuk Valery melanjutkan kalimat, Woojin sudah melangkah masuk ke dalam kamar Valery yang sangat berantakan, Valery lupa untuk merapikan pakaiannya yang berserakan di atas ranjangnya, ' Oh astaga Valery lupa memindahkan pakaian dalamnya yang ada di kamar mandi!'
Dengan cepat dia berlari menuju kamar mandinya, dia harus lebih dahulu sampai sebelum Woojin masuk kedalam kamar mandi. Namun kecepatan Valery telah kalah cepat dengan Woojin, pria itu sudah berada di dalam kamar mandinya. Dia bahkan sudah mengunci kamar mandi itu.
'tamatlah riwayatmu Valery! Kau bodoh membiarkan seorang melihat pakaian dalammu!' ucap Valery yang memukul kepalanya saat dia sudah berdiri di depan kamar mandi, dia juga mendengar suara air, itu menandakan pria itu sedang mandi.
"apa yang sekarang harus aku lakukan? Rasanya aku ingin mengubur diriku di tumpukan sampah saja"
Valery berjalan lemas, dia tidak tahu harus berkata apa atau bereaksi apa? Jika nanti Woojin akan mengejeknya ataupun menertawakannya. Dari pada memikirkan nasibnya nanti lebih dia mengisi perutnya dengan sarapan.
__ADS_1
Sedangkan yang berada di dalam kamar mandi hanya bisa terdiam saat dia melihat pakaian dalam wanita yang tergantung begitu saja di hadapannya, dalam pikiran Woojin, dia memikirkan bagaimana cara untuk membuat wanita itu malu, karena telah melakukan hal yang ceroboh.
Diam-diam Woojin sudut bibir Woojin terangkat saat semua ide melintas di pikirannya, setelah itu dia mulai melanjutkan aktivitas mandinya yang tertunda tadi.
Lima belas menit kemudian, Valery kembali ke kamarnya dengan membawa setelan jas yang lengkap dengan dasinya, itu sudah tugasnya untuk menyiapkan kebutuhan pria menyebalkan itu, alasan Valery melakukan itu karena dia tidak mau berbicara terlalu lama dengan pria itu. Valery tahu mungkin pria itu sudah mempunyai rencana untuk membuatnya malu dan Valery tidak ingin itu terjadi.
Meletakan jas itu di kursi, Valery mulai mengambil barang yang akan dia bawa, Valery memilih untuk berangkat duluan dan setelah mengambil semua barangnya, dia segera bergegas pergi ke hawai yang jaraknya mungkin sangat jauh, dan memungkin menempuh jarak sekitar dua jam jika lalu lintas dia macet.
Valery tersenyum saat dia melihat jam tangannya yang masih menunjukan pukul enam pagi, di jam segitu lalu lintas tidak terlalu ramai.
“sebaiknya aku memesan taksi” ucap Valery yang mulai melangkah keluar rumah.
********
Saat membuka pintu kamar mandi, mata Woojin langsung menatap jas berada di kursi 'apakah dia yang menyiapkan ini?' tanya Woojin dalam hati, dengan santai dia berjalan melangkah mengambil jas itu, lalu keluar dari kamar Valery begitu saja.
Woojin sudah sangat rapi dengan seragam kerjanya, jika sudah memakai seragamnya dia akan menjadi pria yang profesional dalam bekerja, dengan langkah yang tegas dia berjalan ke meja makan, di sana sudah tersedia sarapan untuknya.
“makanlah sarapan ini sebelum pergi, aku sudah berangkat” - Valery
ada sepucuk surat yang terselip di meja makan,
“mencoba menghindariku? Kita lihat saja nanti, ku pastikan kau tidak bisa jauh dariku” ucap Woojin yang sedang memegang surat itu, kemudian dia mengeluarkan ponsel tipisnya dari saku celananya dan menekan beberapa angka di sana, lalu menghubungi seseorang.
Tak lama kemudian, sebuah mobil lamborghini berhenti di depan rumah.
Dengan langkahnya yang begitu berwibawa, Woojin berjalan mendekati mobil itu, tak lupa untuk memakai kacamata hitamnya.
__ADS_1
“Good Morning Mr. jin” ucap sang supir yang langsung membukakan pintu untuk tuan Woojin.
“Hm”
Tak menunggu lama, mobil itu segera meninggalkan tempat itu. Dengan kecepatan tinggi mobil itu berlari melewati jalan kota Los Angeles. karena perbuatan Valery, Woojin yang awalnya ingin bermalasan terlebih dahulu di rumah harus segera pergi ke tempat proyek terbarunya di hawaii.
Woojin : “Kau dimana?”
Valery : “dalam perjalanan”
dengan perasaan yang sangat enggan untuk menjawab panggilan dari pria menyebalkan itu, Valery hanya bisa menghela nafas panjang, dia tidak bisa seperti itu, dia harus profesional terhadap pekerjaannya.
Woojin : “meninggalkanku hanya menghindariku?”
Valery : “apa? kau berbicara apa? aku tidak mendengarnya disini sinyal sedang BURUK!”
Woojin : “dasar bodoh! kau pikir bisa membodohiku Valery? jangan lupa aku memegang rahasiamu!"
Valery : “............”
benar dugaan Valery jika pria itu akan melakukan sesuatu! sekarang Valery harus bagaimana? mau tidak mau, Valery harus berurusan dengan pria menyebalkan itu, sejak awal bertemu dengannya hidup Valery sudah Sial!
Woojin : “tunggulah aku di sana”
setelah mengatakan itu Woojin menutup panggilan itu begitu saja, dia tersenyum sekilas tanpa sadar. lalu dengan santai menatap jalan LA yang masih sepi.
sedangkan Valery hanya bisa pasrah, dia harus menerima jika nanti dia akan di ejek oleh Woojin,
__ADS_1
“semoga tuhan masih bermurah hati padaku” ucap Valery yang berdoa, dia mencoba untuk sebaik mungkin untuk tidak melakukan hal bodoh kedepannya, dia juga tidak boleh lengah, karena saat meeting di mulai di harus menyiapkan diri untuk presentasi di depan banyak orang yang tentu harus menggunakan bahasa inggris, untung Valery sangat fasih dalam berbahasa inggris usaha tidak sia-sia saat dia belajar bahasa inggris saat di bangku kuliah.