“Aku Bukan Takdirmu”

“Aku Bukan Takdirmu”
Bab 38 - My Book ( Teori ‘Choresi’ )


__ADS_3

Keesokan paginya ….


Valery bangun dengan keadaan bingung, pasalnya dia bangun dengan keadaan dimana dirinya sudah berada di dalam kamarnya dengan pakaian tidurnya, seingat Valery dia tertidur di ruang kantornya dan masih lengkap dengan seragam kerjanya, dia menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya lalu berjalan mendekati jendela kamar.


'mungkin Woojin yang melakukan semua ini'


Kegiatan yang sudah menjadi kebiasaan Valery ketika bangun tidur entah itu membuka gorden jendela atau membuka gorden sekaligus dengan jendelanya, hal itu sangat bagus untuk tubuh saat melihat pemandangan indah di pagi hari untuk memberikan respon terhadap tubuh ataupun mood yang terkadang akan terasa buruk jika diawali dengan suasana yang tidak baik juga.


Dari dalam kamar, Valery bisa melihat jika diluar sana semua para tetangganya begitu menikmati indahnya hari libur dengan berbagai jenis kegiatan yang dilakukan oleh mereka di luar ruang ataupun di halaman masing-masing, suatu hal yang jarang Valery liat selama dirinya disibukkan dengan pekerjaan. Tak lama perhatian Valery teralihkan pada jam yang sudah menunjukan pukul 7 pagi.


Biasanya jika jam sudah menunjukan pukul 7, maka yang terlintas didalam pikiran Valery dirinya akan terjebak macet dan akan datang telat, tapikan hari ini hari libur? 


Setelah puasa menatap apa yang Valery butuhkan, dia memutuskan untuk membersihkan dirinya saat rasanya keringat mulai memenuhi kening dan tubuhnya, jika ingat-ingat Valery tertidur sampai pagi itu berarti dirinya tidak mandi saat kembali bukan? 


45 menit berlalu, Valery keluar dari bathroom dengan pakaian biasa yang dia kenakan saat libur, yang tidak jauh dari kaos dan celana pendek atau training, Valery berjalan mendekati ranjangnya sambil mengusap rambutnya agar segera kering, rasanya saat menyenangkan jika hari libur dihabiskan untuk pergi ke berbagai tempat hiburan tapi bagi Valery hari libur yang berarti waktunya istirahat, biasanya setelah mandi Valery akan sarapan lalu setelah itu dia akan membersihkan seluruh apartemenya tapi karena kamar ini selalu dibersihkan maka Valery mungkin akan membaca buku di balkon kamarnya dengan cemilan yang selalu menjadi teman nomor satunya.


“bagaimana tidurmu?” tanya Woojin


Baru saja Valery meletakkan kakinya di ruangan dapur yang langsung diberikan pandangan dimana Woojin sedang mengoles selai pada roti bakar yang ada di tangannya, Valery lupa jika pria itu juga pasti akan ada dirumah jika hari libur bukan?


“sangat baik, aku tidur seperti bayi” ucap Valery


Dia berjalan mendekati kulkas dengan dua pintu, mencari menu sarapan yang sudah menjadi kebiasaannya, seperti biasa sekotak sereal dan sekotak susu coklat dingin, dia berdiri di hadapan Woojin yang terus menatap setiap gerak geriknya seperti maling, bagi Valery itu hal yang biasa diterima jadi wanita itu hanya biasa saja dan terus fokus menikmati sereal sebagai sarapan paginya.


“kamu tidak bertanya siapa yang membawamu pulang dan mengganti pakaianmu?” tanya Woojin setelah dia menumpuk roti bakarnya dan menggigitnya sedikit.


“aku rasa itu tidak perlu dijawab, karena sudah pasti itu adalah dirimu!”


“kau marah?”

__ADS_1


“tidak, hanya saja selebih sopan-lah, bagaimana-pun juga aku ini adalah wanita!”


“bagian mana di tubuhmu yang belum aku lihat? Aku sudah melihatnya beberapa kali bukan? Jadi untuk apa malu!”


“aku tidak malu, hanya saja kau tidak sopan menyentuhku saat diriku sedang tidak sadar!”


“kau seharusnya mer--”


“baiklah terimakasih, karena sudah membawaku pulang, hari ini aku ingin menikmati hari liburku jadi Tuan Woojin tolong jangan mengganggu diriku!” ucap Valery, dia membawa sereal dan juga kotak susu pergi bersama dan meninggalkan Woojin begitu saja.


“Valery!”


Seperti memakai earphone Valery seakan tidak mendengar apa yang dikatakan Woojin, dia berjalan terus menelusuri anak tangga untuk segera menuju kamar tidur. Sesampainya di kamar Valery meletakkan semua barang bawaannya lalu berjalan ke arah cermin untuk memadukan beberapa skincare pada wajahnya dan juga mengeringkan rambutnya.


Setelah selesai Valery yang baru saja ingin kembali menikmati sarapannya yang tertunda, niatnya tertunda saat dia melihat buku Aster yang belum diselesaikan membacanya, padahal buku itu seharusnya sudah diselesaikan membacanya beberapa tahun yang lalu tapi sekarang pun dia belum sampai membaca setengah dari buku itu, bukan tanpa alasan Valery malas membaca, hanya saja banyak pertimbangan dan juga keraguan setiap kali menatap buku itu walau hanya sekedar membuka sedikit halaman.


“baiklah, ayo kita selesaikan hari ini juga” ucap Valery, dia mengikat rambutnya dan membawa buku itu ke sofa, Valery ingin membacanya sambil menikmati sarapan paginya.


'Aster bukanlah ancaman' 


Mungkin Aster sangat berbahaya bagi orang yang terkena pengaruhnya tapi bagi pemikir tubuh Aster itu malah menjadi salah satu keuntungan untuk dirinya di kalangan Afro Child tapi jika benar Aster jatuh pada tubuh manusia itu akan menjadi satu keuntungan dan seribu ke burukkan seperti perbandingan antara 1:1000 itu sangatlah butuh pertimbangan dalam setiap langkah yang diambil oleh Aster bertubuh manusia.


Dalam Teori 'choresi' yang menjelaskan jika Aster tidak akan bisa hilang dengan berbagai saja yang dilakukan kecuali kematian dalam kata lain dari teori ini mengatakan jika Aster sangat tidak baik untuk tubuh manusia yang tidak sekuat Afro Child, jika para afro bisa memanfaatkan ini tapi untuk manusia itu tidak akan bisa bermanfaat apapun. Dalam Teori ini juga berkata jika Aster memiliki waktu usia yang dimaksudnya jika Aster ini akan mati pada waktu yang tepat ketika tidak sanggup seseorang untuk menerimanya.


Dengan sedikit takut Valery kembali membuka halaman 37 yang masih melanjutkan dari cerita sebelumnya.


Jika dikatakan Aster memang akan mati dalam Teori 'choresi' tapi di teori lainya tidak ada yang mengatakan hal itu tapi memang tidak akan jauh berbeda dengan Teori 'choresi', jika di beberapa Teori mengatakan jika Aster jatuh pada tubuh manusia maka memang Aster memiliki waktu usia yang memakan usia memiliki tapi bukan berarti itu akhir dari segalanya ini salah satu keuntungan dari seribu kebaikan, dimana seorang Aster manusia akan diberikan satu kesempatan reinkarnasi dengan kehidupan yang begitu layak dan indah yang sangat jauh berbeda dengan kehidupannya saat ini yang dipenuhi penderitaan dan juga ketakutan, belum lagi ditambah dengan ancaman dari para Afro jahat yang ingin memanfaatkan Aster manusia.


Namun tidak semua Teori bisa dikatakan itu benar, karena sampai saat ini belum ada bukti dan juga kenyataannya tentang Aster manusia.

__ADS_1


Valery terdiam, jika memang ada kebenaran yang mengatakan jika usia Valery akan dipersingkat karena usia Aster lalu akankah dia terlahir menjadi manusia murni atau sebaliknya dia malah akan menjadi Afro Child? 


Valery kembali ke halaman kedua, dia ingin melihat lagi daftar isi dari buku ini, dia hanya ingin mencari kejelasan dari semua masalah ini yang semakin Valery mengerti semakin banyak permasalahan muncul. Saat membaca satu persatu daftar isinya Valery berhenti pada halaman 53 yang menjelaskan 'bulan purnama' , tak menunggu lama Valery segera menuju halaman tersebut untuk menyelesaikan masalahnya untuk bulan purnama yang akan terjadi minggu depan, tetap di hari rabu.


Halaman 53 


'purnama (Aster)'


Seperti yang diketahui oleh para Afro Child, jika Aster selalu identik dengan bulan purnama. 


Karena keduanya memiliki ikatan dalam setiap pergantian bulan setiap pertengahan tahun, Aster di dunia para Afro hanya akan bermekaran bulan tertentu sesuatu keinginan mereka sendiri untuk menentukan siapa pemiliknya.


Saat bulan purnama terjadi, Aster akan mengeluarkan cahaya sebagai tanda jika Aster itu tumbuh atau sebaliknya mereka akan segera mati, jika tanda Aster pada tubuh semakin berwarna merah itu berarti Afro akan berumur panjang dan semakin unggul dari Afro lain namun sebalik jika gambar Aster semakin mengecil dan memudar warna itu berarti dalam beberapa tahun kedepan kematian akan menunggunya.


Halaman 54, di halaman tersebut menjelaskan cara menghadapi bulan purnama saat terjadi.


Biasanya para Afro akan sangat memperhitungkan segala sesuatu yang berhubungan dengan bulan purnama, jika sebentar lagi akan terjadi bulan purnama maka para Afro akan lebih fokus untuk beristirahat sebelum kejadian itu terjadi, jika pada saat bulan purnama itu terjadi para Aster yang lelah itu malah akan menimbulkan masalah buruk karena Aster butuh energi untuk mekar saat itu, jika tubuh Afro lemah yang akan terjadi malah usia yang terpotong menjadi dua kali lebih cepat.


Jika dihitung dari hidup Afro yang melebihi ratusan tahun itu berarti dalam sekali terjadi bulan purnama dan Aster tidak mekar dengan baik itu setimpal dengan usia 50 tahun yang dipotong, namun jika Aster di tubuh manusia tidak akan bisa berkembang sama sekali itu malah kerugian yang terus menghantui Aster manusia karena sekali terjadi bulan purnama maka usia yang dipotong 2 tahun lebih cepat.


Dengan sedih Valery menutup buku, “sudah berapa usia yang terpotong?” tanya Valery.


Dia segera mencari pulpen untuk menghitung sudah berapa kali terjadi bulan purnama dari usianya 14 - 21 tahun, jika dihitung-hitung dengan ingatan Valery sudah 5 kali dirinya merasa sakit saat Aster itu bercahaya, itu berarti sudah sudah 10 tahun usia yang sudah diambil oleh Aster itu dan ini akan bertambah menjadi 12 tahun saat bulan purnama terjadi minggu depan.


“jika aku hidup hingga usia 60 tahun itu berarti aku akan mati beberapa tahun kedepan? Kenapa harus begini? Padahal aku ingin sekali melewati masa tuaku, setidaknya aku ingin merasakan menikah dan mempunyai seorang bayi”


Satu tetesan air mata mengalir dari kelopak mata Valery, semua terjadi bukan karena keinginannya lalu seakan-akan dia lahir untuk menanggung dosa dari orang tuanya, belum lagi hidupnya yang tidak pernah bisa bernafas lega walau hanya satu hari, seiring berjalannya bergantinya hari itu sama dengan bertambahnya masalah dan teori yang tidak ada habisnya.


note : maaf telat update karena aku lagi bikin rencana project novel,

__ADS_1


#spoiler


__ADS_2