“Aku Bukan Takdirmu”

“Aku Bukan Takdirmu”
Bab 29 - Valery's Secret


__ADS_3

Keesokan harinya ….


Woojin mendapatkan kabar jika Justin meninggalkan dunia, suatu hal yang sangat aneh bagi Woojin karena pria itu tidak melakukan apapun, kematian yang begitu misterius mengundang begitu banyak pertanyaan hati Woojin, padahal Woojin tahu jika sisi gelapnya tidak bisa jauh dari dirinya karena Woojin adalah inang-nya, jika dia pergi maka sisi gelap itu akan mati dan tidak bisa menempel di tubuh orang lain.


Woojin mendapat pesan kematian Justin dari salah satu televisi yang mengabarkan jika seseorang pemuda telah meninggal dunia akibat kecelakaan dengan pengemudi lainnya, kejadian itu terjadi sekitar jam 11 malam saat sedang hujan dan jalanan menjadi lebih licin, penerangan dan juga curah hujan yang begitu besar mungkin pemicu terjadi kecelakan yang merenggut nyawa pria blasteran itu.


Valery juga mendapatkan kabar itu dari teman kampusnya, wanita itu begitu syok dan juga terkejut dengan kabar kematian Justin yang begitu tiba-tiba padahal baru beberapa hari ini saja mereka tidak bertemu, dan kini Valery dihadapkan dengan kematian yang begitu tragis untuk Justin.


Kini Valery dan Woojin dalam perjalanan menuju rumah duka yang memang sangat jauh butuh waktu tiga jam untuk sampai disana, tangan Woojin tidak pernah melepaskan tangan mungil itu yang sangat nyaman untuk digenggaman, kejadian tadi malam mengubah pandangan Woojin tentang Valery, hati nuraninya kini mulai kembali setelah sekian lama meninggalkan dirinya setelah beberapa tahun ini.


“Woojin haruskah kita seperti ini? Maksudku kita sedang tidak ingin menyebrang bukan?” 


Sebenarnya tidak ada permasalahan yang perlu di pertanyaan hanya dengan bergandengan tangan bukan? Pasangan normal diluar sana juga melakukan itu ketika mereka berada di dalam mobil, tapikan mereka berdua bukan sepasang kekasih? Bahkan tidak ada satu hubungan yang jelas dari mereka, hanya istilah atasan dan bawahan yang saling menghangatkan ranjang, istilah yang pahit tapi itu memang kenyataan dari segala sejenis hubungan yang ada di dunia ini bukan? 


Bukankah sama saja dengan seorang dominan yang membutuhkan submissive, itu mungkin istilah yang bagus untuk Valery dengan Woojin seorang dominan dan submisif yang penurut, dunia begitu kejam untuk membiarkan para dominan memegang kuasa dalam hal apapun, itu sangat beruntung karena Valery tidak tahu apapun tentang dominan dan submisif jika wanita itu tahu maka hancurlah hidupnya, Woojin terlalu pintar menyembunyikan sikap dominan-nya sehingga dengan mudahnya Valery percaya, wanita yang malang? Jangan menyalahkan Valery untuk percaya tapi salah pertemuan mereka yang terjadi di sebuah gang kecil dengan para mafia yang mencari pria itu.


Sebutan dominan dan submisif juga sangat kasar di beberapa negara yang mengizinkan para pria dengan penghasilan milyaran dalam sehari, contoh salah satu buku terkenal hingga sampai di jadikan sebuah film dan menghasilkan begitu banyak uang dengan hanya menceritakan sebuah kisah dominan dan submisif, siapa yang tidak tahu tentang cerita 'fifty shades of grey' cerita sebuah pertemuan seorang Ceo dengan seorang yang ingin mewawancarai dia, dan akhirnya ending yang memang bagus.


Kita kembali lagi pada pasangan yang sedang memasuki sebuah gereja yang dipenuhi dengan orang-orang memakai pakaian berwarna hitam sama seperti Woojin dan Valery kenakan sekarang, kedatangan kedua pasangan itu mengundang pembicaraan kala mereka melihat Woojin yang membimbing Valery untuk berjalan mendekati peti yang terdapat foto pria memakai jas dengan karangan bunga yang menghiasi setiap bentuk bingkai.


Reaksi tubuh Valery saat melihat peti mati Justin memang sangat berat untuknya hingga tubuh itu bergetar hebat di samping Woojin, dia sampai menggenggam tangan pria itu dengan sangat erat hingga membuat Woojin menarik wanita itu ke dalam pelukannya, pria berjas hitam dengan dasi silver itu tidak memperdulikan orang sekitar apa yang mereka katakan tentang dirinya dan Valery, lagi pula mereka tidak saling mengenal untuk apa Woojin memperdulikan semua ini? Lagian kematian Justin tidak ada kaitannya dengan dirinya atau orang terdekatnya, ini murni karena kecelakan yang terjadi.


“aku masih tidak mengerti, kakak Justin tidak pernah berkata apapun hingga pertemuan terakhir yang terjadi beberapa waktu yang lalu, kini aku harus berhadapan dengan tubuh yang sudah tidak bisa melihatku?”


“Valery ini juga diuar dugaan semua orang, jika Tuhan berkata dia harus pergi tidak ada yang bisa mencegah dirinya pergi bukan? Semua manusia akan menghadapi kematiannya satu hari nanti bukan?” tanya Woojin, dia menghapus air mata yang membasahi pipi wanitanya.


Lalu setelah meletakkan bunga di foto Justin, pria itu langsung membawa Valery pergi dari rumah duka itu, setidaknya mereka sudah menunjukan jika mereka turut bersedih dengan kepergian Justin tapi bukan berarti mereka harus mengikuti semua hal yang akan dilakukan disana untuk mengubur pria itu, kesehatan Valery lebih penting dari semua itu.


“kenapa kita pulang?”


“aku tidak suka melihatmu menangis untuk pria itu, kamu seperti baru saja kehilangan kekasihmu hingga tidak berdaya untuk melakukan apapun”


“aku hanya sedih, bagaimanapun juga aku punya kenangan bersama di bangku kuliah”

__ADS_1


“Oh, apakah dia cinta pertamamu? Atau pria yang ingin kamu ajak hidup bersama?”


“kenapa kamu jadi marah? Aku tidak mengatakan apapun kecuali jika memang aku punya kenangan dengan nya, itu bukan berarti aku masih menyimpan perasaan itu Woojin, kamu salah mengartikan ucapanku”


“tetap saja aku tidak suka kamu mengatakan seorang pria itu lebih unggul dariku!”


“apa yang kamu bicara? Aku tidak mengerti jalan pikiranmu itu! Kau begitu rumit untuk diriku yang bodoh! Lagi pula semua ini tidak ada hubungannya denganmu”


“kau milikku Valery dan selama akan begitu”


“....”


Valery terdiam, entah kenapa rasanya mobil ini terasa begitu dingin dari biasanya belum lagi tiba-tiba Valery melihat kabut hitam yang menyelimuti diri Woojin sama seperti saat mereka berada di dalam bak mandi, dimana Woojin akan lebih dominan dari yang dia kita, maksudnya akan lebih suka berubah-ubah dan kejam dari biasanya.


“Valery tolong aku”


Valery melihat jika Woojin merintih kesakitan hingga dia begitu kuat memegang kemudi mobil, jika dilihat dari otot-otot tangannya yang bermunculan dari balik kemeja hitamnya yang dia gulung hingga ke siku.


“Woojin apa yang terjadi?” 


Seperti dikatakan pada sebuah artikel kuno yang mengatakan jika cinta sejati memang bisa mematahkan sebuah kejahatan dan kutukan dari berbagai jenis dunia ini, memang tidak ada salahnya jika kita percaya dengan sesuatu yang berhubungan dengan hal spiritual atau magic di dunia dengan kemajuan yang berbeda-beda ini, di dunia yang orang lain lebih percaya pada fakta dari pada mitos yang sudah lebih dahulu ada sebelum adanya benda tipis yang hampir setiap manusia memiliki.


Valery segera menarik Woojin untuk menatap matanya, karena kata ibu dan ayah-nya Valery memiliki kekuatan untuk memikat seorang hingga tidak bisa berpaling darinya, mungkin itu juga alasan kenapa pamannya membutuh dirinya untuk menghancurkan para rekan kerjanya dalam urusan bisnis gelap-nya di sebuah klub malam yang dipenuhi dengan para penjudi dan bandar narkoba atau lainnya.


“Woojin dengarkan aku! Lihat aku dan abaikan segalanya”


Tangan cantik itu menyentuh Woojin yang sudah memerah akibat tekanan yang terus dia berikan untuk melawan sesuatu dalam dirinya yang terus meronta minta di ladeni, Valery sampai harus naik kedalam pangkuan pria itu untuk membuat Woojin menatapnya lebih inter lagi.


“Woojin? Kamu mendengar suaraku? Aku disini sayang” 


Suara yang begitu lembut seperti surga duniawi yang sangat indah untuk didengarkan melebihi suara kicau-kicau burung dipagi hari, Valery terus memaksa Woojin untuk menatap dirinya lebih dari apapun.


‘Tidak!!!!’ teriakan dari jiwa yang merasa dikalahkan oleh sebuah kenyataan, suara ketakutan yang hanya bisa didengar oleh Woojin yang tentu saja sisi gelapnya yang berhasil dikalahkan lagi oleh sisi putih Valery, begitu kuat keyakinan wanita itu hingga mengalahkan sisi gelap Woojin yang hidup hampir bertahun-tahun?

__ADS_1


Hingga akhirnya mata itu tidak jadi berubah warna, saat itu juga wajah memerah itu mulai berubah dengan wajah pucat yang terus berangsur-angsur membaik, nafas memburu yang Woojin tadi lakukan kini kembali normal seperti biasanya.


Detik berikutnya Valery jatuh diatas tubuh Woojin dengan meletakan kepalanya di bahu pria itu, dia sudah sangat lama tidak menggunakan 'aster' miliknya selama bertahun-tahun, membuat Valery menjadi lemah dalam setiap kali dia menggunakan, padahal ini hanya bagian kecil dari kekuatan 'aster' yang sesungguhnya.


“Valery apa yang terjadi?” tanya Woojin 


Setelah sepenuhnya sadar Woojin segera mengguncang tubuh Valery yang begitu lemas dan dingin, wanita ingin selalu saja dingin ketika dirinya habis seperti menghipnotis Woojin, lagi-lagi hal seperti ini kembali menegur keras tentang kehidupan-nya yang memang aneh namun nyata dan itu terjadi pada dirinya yang sekarang.


“Woojin, beri aku satu ciuman” ucap Valery dengan lemasnya dia mencoba mengangkat wajahnya untuk bertemu dengan wajah Woojin


“tunggu Valery”


“aku mohon lakukan!”


Woojin langsung menyatukan kedua benda kental itu, hanya sebuah kecupan ringan yang membuat perubahan yang begitu hebat untuk Valery, dalam sekejap mata tubuh dingin itu kembali seperti normal? Bahkan wajah sayup itu sudah tidak ada lagi?


“kamu berhutang sebuah penjelasan padaku Valery”


“bukankah aku yang seharusnya berkata seperti itu? Siapa sebenarnya sosok yang ada dihadapanku? Kau ketika emosi sudah tidak terkendali, apa kau tahu jika mataku berubah?” 


Valery memilih untuk kembali lagi ke kursinya, sebenarnya siapa yang harus berkata jujur dan siapa yang harus menjelaskan keadaan masing-masing? 


Tak mau berlama-lama disana, Woojin kembali menyalakan mesin mobilnya dan meninggalkan halaman parkiran dengan kecepatan tinggi, hingga Valery cukup terkejut dengan guncangan yang begitu cepat.


Di sisi lain jika saja Valery bisa berkata jika dirinya memiliki kelebihan atau bisa dibilang adalah kehancuran hidupnya akankah ada kata percaya pada Woojin? Jika Valery memiliki sebuah 'aster' yang Valery sendiri belum sempat dia cara pengertiannya, bagaimana bisa Valery menjelaskan jika dirinya saja tidak tahu apapun tentang 'aster' sebuah anehan yang sudah ada dari dalam dirinya sejak lahir.


Dan Woojin? Pria itu juga tidak ingin menjelaskan apa yang terjadi pada dirinya atau bisa dibilang sisi gelapnya, yang sudah hidup didalam tubuhnya selama bertahun-tahun lamanya, haruskan Valery tahu jika itu tidak ada hubungannya dengan dunia modern ini? Bahkan sisi gelap itu tumbuh dari sebuah bunga mawar hitam dan diubah menjadi tea untuk mengelabui Woojin dan para penjaga kala itu terjadi, itu bukanlah suatu hal yang mudah untuk jelaskan tanpa adanya teori yang belum ada kejelasannya dan juga obat penawarnya. Bahkan taman itu tumbuh di istana milik kakeknya bagaimana ini bisa di sebar luaskan ceritanya.


Note : sudah ada yang punya bayangan untuk cerita ini?


Atau ada yang langsung cari novel 'fifty shades of grey' , aku saranin jangan dibaca di bulan puasa, katanya itu novel dewasa banget bahkan juga filmnya, aku pernah baca sedikit cuman biar mengerti apa itu dominan dan submisif.


Jangan lupa like dan komen ….

__ADS_1


See you ….


__ADS_2