“Aku Bukan Takdirmu”

“Aku Bukan Takdirmu”
Bab 49 - Kingdom Hwang


__ADS_3

Bab 49 - kingdom Hwang


Kembali kita pada dunia kehidupan sesungguhnya dimana Valery masih berbaring diranjang dengan semua alat penunjang kehidupannya.


Satu minggu berlalu begitu cepat, tak terasa perjalanan bisnis Woojin sudah selesai dan hari ini pria sedang perjalanan untuk kembali pulang, dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Valery walau setiap pelayan melaporkan pada dirinya jika wanita itu belum ada pertanda akan segera bangun namun bagi Woojin melihat wajah wanita itu sudah mampu mengembalikan energi selama perjalanan bisnis yang cukup panjang.


Kerajaan yang diberi nama kerajaan Hwang itu memang bergerak dalam industri Wine atau anggur beras, karena selain banyak sekali perkebunan yang mereka miliki dan juga sudah menjadi sebuah tradisi yang tidak ditinggalkan, dengan menjual Wine kerajaan Hwang mampu bekerja sama dengan banyak negara diluar salah satunya negara inggris, setiap bulannya kerajaan itu bisa mengekspor botol Wine hingga lebih dari 10 ton. 


Satu alasan kenapa kerajaan Hwang banyak mengirimkan produknya pada inggris karena dari sebelum kerajaan Hwang menjadi pusat pemerintahan di Busan, kerajaan inggris sudah lebih dahulu membangun kerjasama hingga akhirnya semua bisa menjadi lebih tidak bisa dilepaskan dari ciri khas kerajaan Hwang dan kerajaan inggris.


Sebenarnya bergerak dalam bidang ini tidak sepenuhnya bisa membuat Woojin senang karena pada akhirnya dua kerajaan ini akan memaksa dirinya untuk menikah, mempertahankan hubungan ini dengan jalur perjodohan sangat tidak bisa Woojin bantah, dia.bukankah seorang yang gila akan tradisi atau harga, ataupun sebuah tahta yang direbutkan banyak saudaranya.


Woojin lebih memiliki ingin dilahirkan sebagai anak petani daripada menjadi anak bangsawan yang kehidupannya tidak seindah bangunan rumahnya dan tak semua yang diceritakan, dia memang hidup mewah disana namun imbalan dirinya terkurung dipenjara dengan seribu peraturan.


Kerajaan, hanya sebuah pondasi bangunan mewah yang setiap kepilihan penerusnya selalu ada saja pertumparan darah untuk menunjukan siapa yang paling kuat, kini dikerajaan ini hanya ada dirinya dan sang kakek yang seharusnya sudah melepaskan masa jabatannya menjadi raja dikerjaan Hwang ini. 


Sebenarnya saat Woojin kembali Tuan Hwang ini sekali mengangkat pria itu menjadi raja namun persyaratan yang Woojin ajukan membuat dirinya harus menunda kembali, padahal semua orang sangat menunggu moment ini dan kekhawatiran Tuan Hwang bisa berkurang sedikit, namun Woojin malah mempersulit semua dengan mengatakan jika dia kembali kerumah Woojin tidak mau langsung menjadi seorang raja tapi jika Valery segera sadar dia akan mengambil posisi itu dan memilih wanita itu menjadi pendamping hidupnya dengan posisi permaisuri.


“kamu sudah sedang memikirkan wanita itu?”


“namanya Valery”


“Ya, Valery. Aku tidak pernah menyangka dirimu akan jatuh cinta pada wanita, aku pikir kamu akan terus bermain dengan banyak wanita”


“aku tidak pernah mengatakan jika aku mencintainya”


Mendengar itu Tuan Hwang dengan kesal memukul kepala Woojin dengan koran “kau pikir pria tua ini tidak tahu! Aku yang lebih mengerti dirimu bodoh! Aku tahu jika kamu sedang jatuh cinta, jika kau tidak sedang jatuh cinta kau tidak akan membawanya kesini dan bahkan saat dia sadar kau bahkan ingin langsung menikahi”


tidak, kakek kau salah, maksudku aku sangat mencintainya namun aku tidak pernah ingin membicarakannya denganmu”

__ADS_1


“kau harus menyakininya jika layak untuk mendapatkan dirinya, jangan menjadi pria tua dengan penuh kesepian, aku tidak pernah ingin melihat cucuku menyesali hidupnya” 


Tak lama kemudian, jet pribadi itu sudah lepas landas dihalaman besar di belakang kerajaan, Woojin langsung keluar dari jet itu tanpa menunggu sang kakek, dia segera berlari kedalam kerajaan.


Entahlah Woojin ingin segera melihat wajah wanita yang setiap kali berdekatan dengannya membuat dirinya selalu berdebar dan bahkan jika Valery waktu itu menyadarinya telinga pria itu akan memerah setiap kali dirinya bisa menghirup aroma tubuhnya.


Namun senyuman itu kembali harus luncur ketika dia menemukan tubuh Valery yang masib berbaring disana, sedetik kemudian ekpersi itu kembali berubah Woojin kembali menjaga ekpresi tetap ceria walau rasanya dia ingin menangis dan menyakini semua penantian ini akan segera berakhir dalam waktu yang tidak pasti.


“aku kira, aku bakal dapat sambutan pelukan hangat darimu” ucapnya, dia melepaskan jas kerajaan yang begitu berat dan penuh dengan banyak tentena di pakaian itu, dia sedikit memaksa dirinya untuk tersenyum kala dirinya sudah duduk disisi ranjang, dengan kebiasaan barunya yang mengenggam tangan Valery yang masih dingin namun dari pengecek setiap harinya suhu itu selalu normal.


“bagimana harimu? Apakah kamu tidak bosan terus disini? Aku saja bahkan sudah mulai jenuh menunggu dirimu”


“ kamu tahu? Aku baru saja melakukan perjalanan bisnis ke inggris, dan disana sangat indah jika kita bisa melakukan bersama seperti waktu kita berada di amerika” ucapnya, Woojin sedikit melonggarkan dasinya dan melipat kemejanya hingga ke siku.


“ Valery, jika suatu hari ini kamu akan pergi, bisakah kita pertemu walau hanya beberapa menit, aku--aku” Woojin mennghapus air mata yang tiba-tiba saja mengalir hingga melewati pipinya, kata-kata Tuan Hwang terus berputar dalam pikiran seperti sebuah film.


Dia mencium punggung tangan Valery cukup lama hingga 10 detik berlalu, dia menatap wajah dan kemudian melangkah meninggalkan ruangan itu tanpa berkata apapun.


Tak ada tempat bagi Woojin untuk bertanya apa yang sebenarnya terjadi? 


Belum lagi keanehan yang terus membuat proa itu berputar otak mencari penjelasan dalam setiap teori yang dia buat sendiri, saat Woojin menemukan segala keanehan yang terjadi secara nyata dan mampu membuat Woojin kembali memikirkan jika semua ini apakah masih ada kaitannya dengan tanda bunga Aster ditubuh Valery yang sudah menghilang lalu apa hubungan hilangnya tanda itu dengan kejadian dibulan purnama.


Diperjalanan kembali kekamarnya, Woojin terpaksa menghubungi Han yang sebenarnya sudah tidak lagi melakukan tugasnya menjadi penjaga Woojin, namun kini keduanya memutuskan untuk menjadi teman dan rekan bisnis “Han? Aku butuh bantuanmu”  


“Oh, baiklah jika kamu tidak bisa membantu, bagaimana hubunganmu dengan Bella?”


Sesampainnya didalam kamar, Woojin segera membuka pakaian karena waktu sudah menjelang malam, dia harus membersihkan diri sebelum memutuskan untuk tidur dikamar Valery, selama wanita itu koma Woojin tidak pernah ingin tidur diranjang yang sama dengannya, entahlah Woojin tidak mengerti seperti tubuhnya benar-benar menolak untuk sekedar berbaring disamping Valery, namun kali ini dia ingin mencobanya.


“aku senang mendengarnya, Valery dia belum sadar, tapi aku akan tetap menunggungnya, aku akan menghubungimu lagi”

__ADS_1


“Ya, sampai jumpa”


******


Malam harinya ….


Woojin, pria itu harus menunggu dirinya mengunjungi kamar Valery, pasalnya saat matahari terbenam dan waktu Woojin ingin melihat laporan dimeja kantornya tiba-tiba dia menemukan buku tua dengan judul ‘Aster’ itu terlihat buku bisa dari buku-buku lainnya, bahkan saat Woojin membuka halaman demi halaman hanya ada lembaran kertas yang kosong tanpa ada tulisan disana.


Terlalu membingungkan dan terlalu aneh, karena kemunculannya yang bisa menjadi sebuah pentunjuk atau mungkin ada seorang yang mencoba menghancurkan hidupnya, bisa jadi buku ini sebuah jebakkan yang dikirim oleh Levin atau sebaliknya petunjuk dari pada AfroChild yang ingin membantu Woojin.


“buku ini sangat tebal tapi aku tidak bisa menemukan tulisan apapun disini” 


Sudah hampir satu jam pria itu mengutak-atik buku itu namun hasilnya tetap nihil, dengan kesal Woojin meletakkan buku itu di laci meja kantornya, dengan pakaian tidur kimono Woojin melewati lorong-lorong rumahnya menuju kamar Valery yang cukup jauh dari ruang tamu dan kamarnya.


“aku kembali”  ucapnya, dia melangkah kakinya masuk kedalan ruangan Valery, hanya ada wanita itu sendirian disana. Woojin kembali berpikir kenapa dirinya tidak sadar jika tiga bulan berlalu dirinya tidak pernah melangkah mendekati ranjang Valery saat malam.


Woojin mematikan lampu utama dan menyalakan lampu tidur, sebelum melangkah naik keranjang Valery dia menyempatkan dirinya untuk mencium kening Valery dan mengatakan “good night baby”


Dan benar saja, baru saja dirinya ingin mendudukan dirinya di sisi ranjang yang kosong tubuhnya kembalu menolak hingga dia jatuh kelantai seperti dirinya didorong. 


“kau tidak punya hak untuk melarangku mendekati kekasihku!” ucap Woojin, entah ucapan pada siapa yang dia maksud tapi Woojin benar-benar tidak ingin lagi mengikuti kemauan entah itu dari siapa.


Dia kembali bangkit dan melangkah untuk menaiki ranjang namun tubuhnya kembali jatuh hingga terhitung sudah lima kali dia jatuh, dan akhirnya diri bisa duduk disamping Woojin walau rasanya mungkin pinggangnya sakit.


“malam ini aku akan menemanimu, sampai kamu membuka kedua matamu dan tidak akan membiarkan dirimu kesepian disini”


“Valery aku selalu menunggumu dan aku selalu mencintaimu”


Woojin menarik.selimut untuk dirinya dan juga untuk Valery, dia memposisikam tubuhnya untuk berhadapan dengan Valery sehingga dia bisa merasakan suara detak jantung wanita itu dan bisa mengenggam tangannya lebih lama hingga sampai pagi nanti.

__ADS_1


__ADS_2