
Keesokan harinya ....
Cahaya matahari sudah menyambut indah dunia, suara kicauan burung membuatnya semakin indah.
Hari saat membuka kedua matanya Valery tak menemukan sosok Woojin dalam ruangan, pertengkaran hebat yang terjadi kemarin membuat Valery semakin tak mengerti apa yang sebenarnya dia inginkan dan juga pria itu inginkan, tak sedikit dari kedua memiliki satu pemikiran yang sama, setiap hari yang melakukan hanya berargumen dengan keegoisan masing-masing.
“kamu sudah bangun? Bagaimana kondisi sekarang?"
Suara itu berasal dari dokter yang sedang kini sedang melangkah masuk kedalam ruangan Valery dan diikuti dengan satu suster yang membawa sarapan untuk Valery.
“aku merasa jauh lebih baik dari sebelumnya dokter”
“baiklah, hari ini kamu sudah bisa pulang dan tolong jangan melakukan hal itu, aku cukup prihatin dengan suamimu yang sangat khawatir sangat kamu tak sadarkan diri” Dokter berhenti berkata sejenak.
“ini resep obat milikmu, kamu harus banyak beristirahat, dan menikmati sarapan pagimu”
“terima kasih Dokter”
“senang bertemu denganmu Valery, aku permisi dulu”
“Ya, aku juga senang bertemu denganmu dokter, sampai jumpa”
Valery jadi memikirkan apa yang diucapkan dokter itu 'aku cukup prihatin dengan suamimu yang sangat khawatir sangat kamu tak sadarkan diri' , mencoba mencerna kata-kata itu kembali, 'suami?' kenapa Valery jika menyadari jika dokter tadi berkata seperti.
Valery tersenyum dingin, 'suami' dia bahkan mendengar kata itu membuatnya merasa geli dan ingin rasanya dia memuntahkan kata itu, Valery tak menyangka jika Woojin akan berkata pada dokter itu jika dirinya adalah suaminya Valery.
“Nona Valery, apakah ingin pulang sekarang atau sampai menunggu Tuan Woojin kembali? saya sudah mengurus kepulangan anda” ucap Han,
setelah dokter itu pergi, sekertaris Han memasuki ruangan itu dengan pakaian seragam yang biasa kenakan saat di kantor.
“aku ingin pulang!”
“baiklah, saya menyiapkan kursi roda untuk anda dan menyiapkan mobil”
__ADS_1
Valery menghela nafas panjang, setelah kejadian yang telah berlalu, apa yang akan dia lakukan sekarang Tuhan bahkan tak membiarkannya untuk mati lebih awal, tapi menurut Valery apa yang harus dia lakukan sekarang? dia menatap langit-langit kamar yang hanya berwarna putih.
kenangan bersama orang tuanya langsung muncul di binak Valery, dimana saat itu Valery sedang demam tinggi yang membuat Valery harus dibawa kerumah sakit, dan membuat orang tuanya yang sedang berada di inggris langsung meninggalkan pekerjaannya untuk menemui Valery dirumah sakit.
kenangan itu membuat hati Valery sedikit menghangat, dia saat merindukan hari-hari bersama orang tuanya saat kecil.
“Nona Valery”
“Nona Valery?”
“Nona Valery?”
“Ah ... Ya, ada apa?”
“saya sudah menyiapkan kursi roda untuk anda, Tuan Woojin berpesan jika saya langsung mengantar Nona ketempat tinggal Tuan Woojin”
“Ya”
dibantu dengan Han, Valery turun dari ranjang yang cukup tinggi membuatnya sulit untuk turun, saat kaki kanan Valery ingin menyentuh lantai tiba-tiba kakinya terpeleset yang membuat Valery kehilangan keseimbangan tubuhnya hingga secara reflek dia menarik Han dan membuatnya jatuh di dalam pelukannya.
“maafkan saya Nona” ucap Han, dengan sigap Han langsung mengangkat tubuh Valery, setelah dia meminta izin.
Valery hanya terdiam, wajahnya menatap Han yang wajah selalu terlihat serius, Valery yakin jika pria ini tak pernah tersenyum. hingga Valery tidak menyadari jika dia sudah duduk dikursi roda, dia tertunduk malu saat dirinya tanpa sadar terus menatap Han tanpa berpaling.
mereka berdua berjalan menuju lift, Han hanya diam saja saat dia mendorong Valery, pria itu terlalu dingin hingga membuat Valery tak bisa berbicara banyak.
lift itu membawa mereka langsung ke tempat parkiran mobil, Han masih setia untuk mendorong kursi roda yang diduduki Valery sampai mereka berhenti di mobil.
“Nona biar saya bantu” ucap Han,
lagi-lagi pria itu menggendong Valery tanpa mau menunggu jawaban Valery, padaha hanya cuman terkilir saja, seharusnya dia tidak perlu repot-repot untuk menggendongnya terus.
'apakah pria akan menggendongnya sampai kamarnya setelah mereka sampai nanti dirumah?'
__ADS_1
********
Dua jam berlalu .......
jarak dari rumah sakit menuju rumah yang Woojin sewa memang sangat jauh, rumah sewa itu berada di dekat bandara sedangkan rumah sakit itu berada di dekat pantai Hawaii.
selama di perjalanan Valery hanya menatap keluar jendela, dari dalam mobil dia bisa melihat jalan kota Los Angeles yang tidak terlalu lama, karna mereka pergi di saat jam kerja, cuaca hari ini juga cukup panas hingga membuat orang-orang disekitar enggan untuk berada diluar.
hingga kebosanan menghampiri Valery yang membuatnya bingung untuk melakukan apa, dia hanya menghela nafas panjang, perjalan menuju rumah masih lama, jadi Valery memilih untuk tidur walaupun matanya tak merasa ngantuk, tapi tak ada salahnya jika dia mengikuti apa yang disarankan oleh dokter.
Dan akhirnya mereka sampai di sebuah perumahan yang cukup jarang di tempati karena hanya orang-orang kelas atas saja yang bisa menyewa atau memilikinya.
sesampainya di depan rumah, mobil yang membawa Valery langsung disambut oleh Tuan rumah yang sedang berdiri di depan pintu masuk dia sangat terlihat tampan dengan kaos hitam dan celana trainingnya.
setelah membuka pintu mobil Han segera menghampiri Woojin dan berkata “Tuan Woojin, Nona Valery sedang tertidur dan kakinya juga terkilir”
“kenapa itu bisa terjadi?” Woojin bertanya.
“saat ingin turun dari ranjang, kaki Nona Valery terpeleset hingga terkilir” jelas Han.
“kamu bisa kembali, untuk Valery serahkan padaku”
“baiklah Tuan”
Woojin berjalan mendekati mobil dan dia membuka pintu mobil, tanpa menunggu lama Woojin langsung mengangkat tubuh yang sangat ringan itu, membawanya masuk kedalam rumah.
Woojin tersenyum saat melihat Valery yang sangat tenang di dalam pelukannya, Woojin tak pernah melihat wajah Valery yang terlihat cantik saat tertidur, dengan langkah yang pelan Woojin membawa Valery kembali kamarnya, ingin rasanya Woojin mengulur-ulur waktu untuk bisa lebih lama menggendong Valery, tapi dia juga tak tega jika tidurnya harus terusik olehnya.
dia meletakkan Valery di ranjangnya, Woojin segera mengambil salep untuk mengobati kaki Valery yang terkilir, dia hanya berharap jika Valery bangun nanti setidaknya dia tidak merasa sakit.
sebelum pernah Woojin melakukan ini kepada orang lain, tapi untuk Valery dia rela melakukannya, bukankah itu sesuatu yang harus diperhatikan dari Woojin.
setelah selesai memberikan salep pada kaki kanan Valery, dia menarik selimut untuk menutupi tubuh Valery, mematikan lampu dan menyalakan lampu tidur, dan dengan pelan-pelan dia menutup pintu kamar Valery hingga tidak terdengar jika suara pintu itu tertutup.
__ADS_1
dan melangkah kembali ke kamarnya untuk melanjutkan pekerjaan yang sempat ditunda sejenak.