“Aku Bukan Takdirmu”

“Aku Bukan Takdirmu”
Bab 31 - Welcome back to Seoul


__ADS_3

Beberapa hari berlalu begitu saja …


Hari ini keduanya pulang setelah hampir 2 bulan berada di amerika, projek yang Woojin lakukan disana sudah sepenuhnya terselesaikan dan hanya tinggal menunggu penyempurnaan untuk segala pembangunan hotel, karena perjalanan yang ditempuh untuk kembali ke korea hampir setengah hari atau 12 jam lamanya perjalanan di atas udara membuat keduanya memilih untuk melakukan penerbangan pada malam hari agar sampai disana pada pagi hari atau mungkin siang hari, setidak sebelum kembali lagi pada aktivitas sebelum butuh persiapan yang harus Woojin lakukan, dan juga Valery tentu saja.


Jam sudah menunjukan pukul 8 malam, dan sebentar lagi mereka akan meninggalkan amerika yang sepanjang harinya selalu disoroti oleh sinar matahari yang sedikit berbeda dengan Korea. Jika dipikir-pikir saat nanti kembali Valery akan sedikit merindukan kebiasaannya di amerika, mungkin dia akan kembali menjadi Valery yang terus waspada akan lingkungan sekitar, tidak bisa bebas seperti di amerika dimana dia bisa pergi sesuka hatinya tanpa takut pada ancaman sekitar.


Bukan hanya Woojin dan Valery yang akan kembali ke korea tapi Han dan Dokter Bella juga ikut bersama mereka dalam penerbangan yang sama juga, kini keempatnya sedang menjalani serangkaian jenis tes sebelum masuk kedalam kabin pesawat.


Setelah kejadian itu Valery dan Woojin kembali membangun benteng yang dibuat keduanya, padahal sebelumnya mereka begitu dekat tapi entah kenapa saling menjauh untuk menyembunyikan segala rahasia yang mereka simpan, Valery sudah punya perjanjian dengan ibu yang tidak bisa dibantah, ini akan sangat berbahaya untuk dikatakan pada sembarang orang walau Woojin adalah orang yang dia cintai tapi janji adalah janji, tidak bisa dilanggar tapi lagi di publikasikan.


Saat masuk kedalam kabin pesawat Valery tidak dapat duduk bersama Woojin karena perubahan tempat duduk yang dilakukan pria itu, Woojin duduk dengan Han dan Valery duduk dengan Bella yang memilih duduk didekat jendela pesawat, sebelum pulang kembali ke korea Valery membeli beberapa barang yang bisa dia bagikan pada tetangganya dirumah nanti, seperti aneka kreasi yang dibuat dari kerang atau tumbuhan laut lainnya dan juga barang-barang lainnya, atau beberapa makanan yang belum tentu didapatkan di Korea. 


Dia memakai bonus yang diberikan pada Woojin bulan lalu yang belum disentuh sama sekali, Valery melihat pada punggung Woojin yang tempatnya ada didepan dirinya, yang lain sudah mulai menutup matanya untuk beristirahat tapi Valery belum bisa memejamkan matanya, walau sudah berkali-kali Valery menguap, ada satu beban yang Valery pikirkan saat ini adalah bulan purnama yang akan terjadi beberapa hari berikutnya, dia juga belum sempat membuka buku pemberian sang ibu tentang tanda Aster yang ada di belakang punggungnya, jika dilihat dari jarang jauh mungkin tidak akan terlihat apa-apa tapi jika dilihat dari dekat akan terlihat jelas kelopak bunga Aster yang seperti baru saja bermekaran di pagi hari.


Usianya sudah mencapai 21 tahun tapi Valerg merasa jika waktu hidupnya tidak akan lama lagi, sudah berapa banyak korban dan perpotongan usianya secara perlahan membuat segalanya menjadi lebih rumit untuk dicerna, sampai saat ini juga Valery belum menemukan solusi untuk Aster ini, seharusnya saat usia 18 tahun dia segera membuka buku itu dan mempelajari isi didalamnya tapi dia menunda itu karena dia butuh uang untuk membiayai kuliahnya kala itu baru saja memasuki semester awal, belum lagi tidak ada tunjangan yang diberikan pada keluarga atau wasiat yang ayahnya tinggal, seakan semua menghilang begitu saja saat Valery mulai menjalani hidup mandiri.


Saat sedang melamun memikirkan kapankah dirinya siap untuk memperdalam pengertian dari Aster ini, tiba-tiba Woojin sudah berdiri di hadapannya dengan wajah datarnya, dia begitu tinggi hingga membuat Valery harus mengangkat kepalanya untuk menatap wajahnya.


“Valery?” 


Panggil Woojin tapi seperti bukan sebuah panggilan tapi sebuah kalimat yang sulit untuk dilanjutkan hingga hanya tertelan di rongga mulutnya. Woojin akhir-akhir ini dibuat gelisah karena kematian Justin dan ditambah dengan sisi gelapnya yang tiba-tiba tidak mungkin setelah hal aneh yang dilakukan Valery akhir-akhir ini, bukan Woojin tidak senang tapi ini sangat aneh dan mungkin akan menjadi sebuah bencana kedepannya yang tidak bisa diprediksi olehnya ataupun orang lain.


“kamu tidak tidur?”


Tunggu! Siapa yang berbicara seperti itu? Valery,kah? Atau Woojin? Suara itu begitu samar untuk dikatakan sebuah pertanyaan karena sama hilangan dibawa angin yang berasal dari ac ruangan itu. Mungkin juga karena suasana yang begitu hening sehingga mereka harus berbicara seperti berbisik-bisik?


“kamu bertanya pada siapa?” tanya Valery, dia meletakkan buku yang baru saja dibeli di bandara tadi, buku yang menceritakan sebuah kisah cinta antara seorang manusia dan seorang peri, buku yang aneh tapi berhasil menarik perhatian Valery akan kisah apa yang akan terjadi pada keduanya dan bagaimana dengan ending dari cerita yang mungkin akan berbeda bukan?


“pada siapa aku sedang menghadap? Valery sebaiknya kau beristirahat karena kemungkinan setelah kembali kau akan lelah”


Woojin pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun lagi, apa yang dimaksud dengan 'kemungkinan setelah kembali kau akan lelah?' apa yang sebenarnya ingin disampaikan pria itu? Valery hanya bisa diam ketika pria itu kembali pada tempat duduknya dan kembali memasang earphone di telinganya dan segera menutup matanya.


“dia sangat aneh!”

__ADS_1


“kau harus tidur Valery”


Valery yang baru saja meneguk sedikit air mineral di tangannya dibuat tersedak oleh ucapan Woojin yang seperti dirinya tahu apa yang baru saja diluncurkan oleh wanita itu, untung saja air yang keluar dari mulut Valery tidak membuat semua orang yang tertidur tidak merasa terganggu dengan dirinya, Valery hanya bisa bosan ketika dirinya harus memejamkan matanya dengan paksaan tapi tetep saja matanya tidak mau mengalah membuat Valery hanya bisa mengotak-atik ipad yang ada di depannya, sudah lama dia tidak mendengar kabar dari negara kelahirannya, bukan negara yang menampungnya dari buangan negeri lain.


“Nona, apa kamu membutuhkan sesuatu?” tanya pada seorang pramugari yang kala itu sedang melintas di hadapannya.


“seperti aku butuh sesuatu untuk menenangkan pikiranku”


“baiklah, mungkin dengan memakan sesuatu yang manis bisa mengalihkan pikiran anda, tunggulah aku akan membawakan untukmu”


Valery hanya bisa mengangguk pada pramugari itu sebagai jawaban atas pertanyaan, mungkin ada benarnya jika dirinya harus mengalihkan pikirannya dengan suatu yang manis.


Hingga lima belas menit kemudian, pramugari itu kembali dengan makanan yang didorong, kemudian dia menyiapkan pada Valery yang sudah tidak sabar untuk menikmati makanan itu.


“semoga nona suka”


“terimakasih”


Valery mengambil sendok untuk memotong kue yang mungkin jika dipotong akan mengeluarkan larva di dalamnya, suatu makanan yang benar-benar mengalihkan kekhawatirannya dengan kemanisan yang tidak pernah Valery rasakan akhir-akhir ini, belum lagi ditambah dengan jus jeruk yang disajikan dengan baik.


*******


Keesokan harinya pada pukul 8 pagi waktu Seoul …


Sambil menyeret kopernya keluar dari bandara Valery langsung disambut oleh musim dingin yang baru saja menimpa tubuhnya, betapa rindunya dirinya pada udara di sini, betapa rindunya Valery dengan makanan yang selalu menggoda selera makannya.


“Nona Valery, aku akan menghantar anda kembali” ucap Han, saat mobil yang mereka pesan sudah dihadapannya Woojin memerintahkan Han untuk menghantar Valery, karena tiba-tiba adalah hal yang begitu mendadak yang baru ditemui dengan Bella.


Entah kenapa rasa sedih menyelimuti hari Valery kala melihat Woojin yang sudah pergi dahulu tanpa mengatakan apapun padanya, tak punya pilihan lain Valery memilih untuk mengikuti Han yang sudah membawa kopernya ke dalam.


<*Woojin>


Kau tidak perlu ke kantor hari ini, tapi aku sudah berpesan pada Han untuk membantumu membereskan semua barang di apartemen.

__ADS_1


Valery yang baru saja mendudukan dirinya di kursi penumpang dibuat kaget dengan pesan yang dikirim oleh Woojin.



Apa ini maksud dari aku akan lelah setelah kembali? 


Apa kau gila Woojin? Tinggal bersamamu? 


Aku bukan kekasihmu! Aku tidak mau tinggal bersamamu!


“nona Valery, Tuan berpesan padaku untuk--”


“Ya, aku sudah tahu!”


<*Woojin>


Aku butuh dirimu Valery* …


Dengan kesal Valery membalas pesan ini.


<*Valery>


Ya, kau butuh aku untuk hanya menghangatkan ranjangmu! 



*Apa yang kamu pikirkan? 


Apa kau sudah merindukanku?


Baiklah, nanti malam aku akan memenuhi keinginanmu dengan senang hati 


__ADS_1


Itu tidak akan pernah terjadi*!


Valery mematikan kembali ponsel tipisnya dan memasukkannya kedalam tas kecilnya, setelah pulang dari amerika haruskan dia terseret lagi untuk tinggal di rumah pria itu? Valery pikir dia akan bisa sedikit bernafas untuk kehidupannya yang tidak begitu bebas dari gangguan orang lain.


__ADS_2