“Aku Bukan Takdirmu”

“Aku Bukan Takdirmu”
Bab 5 - new project


__ADS_3

Happy reading all, don't forget like and komen


tidak terasa saat WooJin menatap keluar jendela daratan amerika sudah terlihat jelas, selama di dalam pesawat dia sama sekali tidak bisa memejamkan kedua matanya, banyak sekali pesan yang harus dia balas dan juga laporan yang membuatnya tidak bisa jauh dari laptopnya ataupun ponsel tipis itu.


Dia menengok ke samping untuk melihat gadis yang tertidur sangat pulas di balik selimut, jika di lihat dari dekat seperti wajah Valery mengingatkan WooJin pada sahabat kecilnya, dia bisa dibilang cukup mirip, matanya itu yang membuat WooJin tidak bisa melupakan cinta pertamanya pada teman masa kecil yang sekarang tidak tahu kemana kabarnya.


Tangan WooJin terulur untuk merapikan rambut Valery yang menutupi wajahnya, lagi-lagi WooJin dibuat kagum dengan wajah tenang itu yang sedang tertidur nyenyak, melihat wajahnya membuat WooJin ingin sekali menatapnya terus menerus, tiba-tiba tatapan WooJin tertuju pada bibir tipis berwarna peach itu, ingin sekali rasanya dia merasakan lagi bibir itu. Tapi WooJin takut akan mengganggu sang putri tidur ini.


Dengan cepat dia menggelengkan kepalanya, mencoba mengalihkan pikiran yang nakal itu “apa yang kau pikirkan WooJin? Kau ini pria yang tidak akan mencintai orang lain selain cinta pertama” ucap WooJin pada diri sendiri.


Hingga pengumuman yang mengatakan jika mereka akan lepas landas, menandakan pesawat yang mereka naiki akan segera mendarat,


“Valery!” ucap WooJin yang berteriak tepat di telinga gadis yang berada disampingnya.


“apa? Tidak bisakah kamu membangunkan orang lain tanpa perlu berteriak!” balas valery yang juga tidak terima diteriaki.


“Tidak! Aku sudah mencoba membangunkanmu dengan cara yang baik tapi kamu tetap saja tidak bangun, aku terpaksa melakukan itu” ucap WooJin yang merasa dirinya tidak bersalah sama sekali.


“sudahlah! Cepat keluar! Aku masih ada urusan!” Ucap WooJin lagi yang sudah mulai melangkah keluar pesawat yang meninggalkan Valery begitu saja.


“pria menyebalkan! Brengsek! *****!” Valery terus menatap pria itu di dalam hatinya, tidur indahnya harus terganggu oleh pria yang sama sekali tidak punya perasaan dan juga tidak pernah tersenyum itu! Sebelum keluar Valery membawakan barang yang WooJin yang sengaja ditinggalkan begitu saja di dalam pesawat.


“Lama sekali!!!”


“kau meninggalkan barang di pesawat, lalu tidak mengambil koper! Bukannya berterima kasih! Kau malah mengatakan aku lama! Oh Tuhan nasib buruk apa yang telah kuperbuat dimana lalu,hingga bertemu dengan kau!” Valery mencoba menyalurkan semua emosi yang selama ini dipendam.


“kaulah asistenku! Itu sudah menjadi tugas!”

__ADS_1


Baru saja Valery ingin berteriak lagi pada pria menyebalkan itu, tapi sebuah mobil berhenti didepan mereka, dengan cepat WooJin langsung membuka pintu itu dan masuk tanpa mau mendengar apa yang akan Valery bicarakan!


“nona biar aku yang mengurus ini semua, nona silakan masuk” ucap sang supir yang sudah ada di luar yang langsung merebut koper yang ada di tangannya.


“terima kasih” ucap Valery, dia berjalan ke sisi kiri mobil untuk masuk kedalam mobil.


Setelah supir itu selesai dengan urusannya dengan koper dan juga barang mereka, dia langsung kembali ke dalam mobil. Tanpa menunggu perintah dia mulai menyalakan mesin mobil dan melajukan mobil yang mulai meninggalkan bandara menuju tempat yang akan menjadi tempat tinggal sebentara untuk WooJin dan juga Valery.


Empat puluh lima menit telah berlalu.....


Perjalan menuju ke tempat sementara mereka berjalan dengan lancar, jalanan kota Amerika itu terbilang sepi, mengingat jika waktu sudah menunjukan pukul sebelas malam, di dalam mobil nanya keheningan yang menemani disetiap perjalanan mereka, bahkan sang supir pun tidak berani untuk menyalakan radio untuk sedikit menguris keheningan itu.


Kini mereka sudah henti disebuah rumah yang terdapat dua lantai, taman, dan juga kolam renang yang berada didalam ruangan.


Valery langsung membantu sang supir yang sedang mengeluarkan barang dan koper dari bagasi mobil. “terima kasih, ini untuk anda, selamat jalan, hati-hati” Valery memberikan sedikit tips pada pria paruh baya itu, di usianya yang mungkin sudah menginjak 50 tahun dia masih sibuk bekerja. Saat mobil sang supir mulai meninggalkan mereka, Valery menyempatkan diri untuk menundukan badannya sedikit dan melambaikan tangannya.


Tanpa membalas apapun, Valery menuruti perintah pria itu, dengan cepat dia membuka gerbang yang mungkin sudah dibukakan oleh security yang ada di dalam. Tinggal mengisi saja pria itu masih menyuruhnya, apa gunakan tangan kekar itu jika membuka gerbang saja harus menyuruh orang lain!


“silakan masuk Tuan Huang” dengan senyum terpaksa Valery menunjukan wajahnya pada WooJin.


********


Setelah selesai dengan semua urusannya, kini Valery sedang duduk disofa sambil menonton televisi, dia masih berpikir kenapa mereka harus tinggal dirumah yang bisa ditinggalkan banyak orang, kenapa mereka tidak tinggal saja di hotel, setidaknya Valery bisa bernafas lega jika mereka tinggal di hotel, tapi ditinggal disini! Di satu atap yang sama membuat dirinya merasa tidak nyaman. Bagaimana bisa dia tinggal bersama pria yang baru dia kenal? Walaupun hanya dua minggu.


Saat sedang asik menonton Televisi, sesosok WooJin mulai menampakan dirinya dengan pakaian kasualnya, pria itu hanya memakai kaos hitam dengan celana training. Dengan sudah payah Valery menelan ludahnya, dia tidak bisa berkata-kata, pria itu terlihat lebih tampan jika dia tidak memakai pakaian formalnya, dan jangan lupakan dada bidangnya yang telat sangat jelas karena kaus itu cukup memperlihatkan tubuh itu.


“Valery!”

__ADS_1


“Hm... Ya, ada apa Tuan Huang? Membutuhkan sesuatu?” dengan terkejut Valery mengucapkan kata-kata dengan cepat, 'apa aku ketahuan? karena sedang memperhatikan dia secara terang-terangan?' tanya Valery dalam hatinya, dia mengalihkan pandangannya arah lain.


“jika sedang berbicara cobalah untuk menatapnya” setelah mengatakan itu, pria menyebalkan itu berjalan ke arah dapur.


“apa kamu lapar?” tanya WooJin yang sedang melihat isi dalam kulkas.


Valery terdiam sejenak, dia bingung harus menjawab apa? Dia memang lapar tapi ini sudah tengah malam, dia tidak bisa memakan makanan yang berat, tapi jika dia tidak makan, sepanjang malam dia akan kelaparan.


“apa kau tuli?” tanya WooJin lagi.


“aku tidak lapar! Jika kamu lapar, aku tidak bisa memasak, pesan saja makanan” ucap Valery yang mulai melangkah kembali ke kamarnya.


“apa kamu bisa membuatkan Coffee?”


“apa kamu ingin Coffe? Aku akan membuatkannya” langkahnya terhenti dan Valery kembali melangkah mendekati WooJin yang berada di dapur.


“hm.. Buatkanlah”


Dengan keahlian Valery mulai meracik Coffee itu, tangannya mulai menekan tombol untuk mesin pembuat Coffee, hanya perlu memasukan bubur Coffe dan Creamer ke dalam mesin itu, lalu hanya tinggal menunggu beberapa menit maka Coffe itu akan jadi.


“ini, di jam segini apa kamu masih harus mengerjakan pekerjaanmu?” ucap Valery, dia meletakkan Coffe di meja ruang tamu, dimana WooJin masih sibuk dengan laptopnya.


“hm.. Semua ini akan dikirim ke Han besok pagi” mata WooJin hanya berfokus pada layar laptop itu tanpa melihat ke arah Valery.


“besok pagi kita akan pergi ke hawaii, untuk melihat project ku, dan jangan lupa untuk melihat emailmu” ucap WooJin lagi, dia itu sedang menikmati Coffe buatan Valery, seperti dia menyukainya.


“hm..” Valery melangkah kembali ke kamarnya, dia Meninggalkan WooJin begitu saja, dia ingin istirahat, tidur didalam pesawat membuat tubuhnya pegal-pegal.

__ADS_1


__ADS_2