“Aku Bukan Takdirmu”

“Aku Bukan Takdirmu”
Bab 18 - dominant


__ADS_3

Beberapa menit kemudian, akhirnya mereka sampai di depan sebuah rumah yang penghuni didalam sudah menunggu didepan pintu dengan wajah dinginnya dan tatapan tajam pria itu.


Setelah menempuh jarak yang cukup jauh Valery hanya bisa menghela nafas panjang melihat Woojin yang sudah ada didepan rumah, baru saja dia merasa senang karena bisa bertemu dengan Justin, sehingga suasana hatinya berubah setelah dia melihat pria yang sedang melipat kedua tangannya di dadanya.


Dengan cepat Valery segera membuka sabuk pengaman yang terikat di tubuhnya, lalu mulai membuka pintu mobil, namun pergelangan tangannya ditahan oleh Justin, dan dengan cepat Valery menatap kearah Justin.


Justin : “Valery, apa kita masih bisa bertemu setelah ini?”


Valery : “Ya, kenapa tidak”


Justin : “baiklah aku akan melepaskanmu, sampai jumpa Valery, Aku akan menghubungi setelah aku sampai dirumah”


Valery : “Ya, terimakasih untuk tumpangannya dan sampai jumpa kembali”


Valery melakukan kegiatannya lagi, dia mulai keluar dari mobil Justin, lalu berjalan melewati pria yang terus memberinya tatapan yang tajam, Valery tidak peduli dengan apa yang pria itu pikiran, sekarang hal yang harus dilakukan adalah pergi kekamar dan beristirahat dengan baik.


Woojin : “siapa pria itu?”


Suara itu terasa begitu dingin di telinga Valery, dia yang sedang mengganti sepatunya dengan sandal rumah hanya bisa terdiam disana, ucapan pria itu membuat Valery seperti tertangkap basah karena telah berselingkuh dibelakang pria yang kini sudah ada didalam, dia bahkan sudah berdiri disamping Valery.


Valery : “apa pentingnya?”


Valery memutar bola matanya dengan malas, hari ini dia begitu lelah untuk mempermasalahkan hal yang tidak seharusnya mereka pertanyakan, memang siapa Woojin untuk Valery, merek hanya rekan kerja yang sifatnya berbeda dari hubungan sepasang kekasih.


Woojin : “itu bukan jawaban yang ingin aku dengan, berhentilah melangkah!”


Detik berikutnya tubuh Valery sudah ditahan di dinding yang tidak jauh dari pintu, pria itu seperti diselimuti oleh kabut hitam yang cukup membuatnya terlihat seperti seorang predator yang sudah berhasil menangkap mangsanya.

__ADS_1


Valery : “lalu apa yang ingin kamu dengar? Tuan Woojin bisakah kau melepaskanku!”


Woojin : “Valery jangan membuatku marah dan pada akhirnya aku menghukummu!”


Valery : “menghukum? Kau gila? Memang hubungan apa yang sedang kita jalin? Aku hanya asistenmu bukan kekasihmu”


Woojin : “kau milikku Valery, orang lain tidak boleh menyentuh milikku!”


Suara yang Woojin katakan penuh dengan kalimat yang tegas dan sangat tajam, membuat Valery semakin takut untuk melawan pria yang ini telah mengunci pergerakannya hanya dengan menaruh kedua tangannya di sisi tubuhnya. Dia menarik tubuh Valery kedalam pelukannya.


Valery : “kau ini kenapa? Aku bukan milikmu ataupun milik orang lain! Lepaskan!”


Woojin : “harus dengan cara apalagi, agar kamu menjadi milikku Valery”


Valery tertawa sinis sangat mendengar apa yang diucapkan pria itu, dalam hati Valery, dia mulai tidak mengerti apa yang diinginkan pria itu.


Woojin semakin erat memeluk tubuh mungil itu, semakin banyak dia memberontak maka semakin kuat pertahanannya.


Woojin : “bisakah kamu menerima kenyataan ini?”


Valery : “lepaskan!”


Woojin : “Valery sudah cukup! Aku lelah dengan semua perdebatan gila ini! Aku membutuhkan tubuhmu”


Valery : “aku tidak mau! Lepaskan!”


Dengan mudahnya Woojin mengangkat tubuh Valery menuju kamar dimana Valery kehilangan segalanya, kamar yang tidak mau dilihat karena akan mengingatkan kejadian dimana dirinya hancur, tapi sekarang dia bahkan harus kembali ke ruangan itu dan merasakan sakit yang tidak ingin dia rasakan lagi.

__ADS_1


Tubuh itu terhempas begitu saja diranjang dengan penerangan yang cukup gelap, Valery menatap sosok Woojin yang berbeda dari biasanya, ini adalah sosok Woojin yang mengambil harga dirinya, tatapan iblis dan juga hawa dingin yang terasa jelas di sekitarnya.


Valery : “Tidak!!!”


rasa sakit yang luar bisa mengacak-acak tubuh Valery, pria itu melakukannya penuh dengan kasar, lagi-lagi Valery dibuat tidak bisa berkutik dengan apa yang pria itu lakukan padanya, rasanya ingin sekali Valery mengambil pisau yang tidak jauh dari tempatnya lalu mengiris tangannya.


tangan mencengkram seprai dengan sangat kencang hingga kuku tangannya menjadi berwarna putih pucat, dia yang ada di atas tubuhnya sama sekali tidak memikirkan sakitnya bagian kewanitaan Valery yang belum terbiasa dengan hal seperti itu.


Valery ingin sekali memejamkan kedua matanya, dia tidak ingin melihat pria yang sedang mengambil ahli tubuhnya, ruangan terasa begitu panas padahal AC ruangan menyala, Valery terus dipaksa untuk membuka kedua matanya.


Woojin, pria itu seperti binatang, ah bukan dia iblis, entah apa yang membuatnya diliputi dengan kabut hitam, matanya Woojin sangat berbeda dengan tubuhnya matanya mengatakan hal lain, ada kesedihan di sana namun ditutupi dengan sikap kasarnya.


hingga akhirnya pelepasan itu terjadi dan itu merupakan surga untuk Valery, karena biasanya pria itu akan menjauh dari tubuhnya dan setidaknya Valery bisa menghela nafas panjang, tubuhnya sangat kacau dibalik selimut yang sedari tadi menutupi tubuh mereka.


menarik selimut sampai menyisakan kepalanya, dengan air mata yang mulai mengalir Valery dengan sudah payah untuk memunggungi pria yang ada di samping, Valery merasa jika dirinya seperti budak nafsu pria itu, tangisan pun menjadi lebih kencang.


Woojin yang melihat punggung Valery bergetar terulur untuk menyentuhnya, dengan tubuh yang polos dia memeluk tubuh Valery dari belakang, melingkarkan tangannya di pinggangnya dan menyadarkan kepalanya di punggung Valery.


“Valery, berhentilah terus menolakku, aku tidak suka jika harus terus bersikap kasar agar dirimu menurut padaku, aku ini dominan Valery”


Valery menutup telinganya dengan dua tangannya, dia tidak mau mendengar apapun yang keluar dari mulut pria yang sedang memeluknya, Valery sudah cukup Gila dan depresi dengan semua sifat dia yang dominan!


hingga pada akhirnya, keduanya terlelap dalam kelemahannya, baik Valery maupun Woojin keduanya masih tidak mengerti bagaimana situasi untuk kedepannya, sifat Valery yang sangat pemberontak dan sifat dominan yang terus mengambil alih tubuh Woojin, membuat kedua terjebak dalam dimensi sulit untuk dimengerti.


jangan lupa like dan komen untuk bab ini..


salam hangat Tuan Woojin...

__ADS_1


see you...


__ADS_2