
Tepat ketika waktu sudah melewati jam 1.10 dini hari semua penderitaan Valery berakhir dengan hilangnya bulan yang tertutupi oleh awan, secara fisik semua akan kembali seperti semula secara perlahan, Valery masih tergeletak di tanah dengan wajah lelahnya. Di Sela-sela pelepasan semua rasa penderitaannya Valery samar-samar mendengar suara banyak sekali orang yang sedang berbincang atau lebih tempat seseorang sedang memerintah pasukan untuk berpencar mencari seseorang.
Walau Full Moon sudah berakhir tapi rasanya Valery masih ingat dengan jelas rasa yang bercampur di setiap proses pergantian jam yang setimpal dengan satu tahun, nafasnya masih terengah-engah dan darah masih saja keluar ketika Valery hanya terbatuk walau hanya pelan, sudah berapa banyak darah yang Valery keluarkan dari mulutnya mungkin setara dengan dua kantong darah atau mungkin, mengingat gaunnya sudah tidak bisa dikatakan putih dan bersih lagi karena hampir bagian bawah sudah dipenuhi noda darah yang kini mulai berubah menjadi kecoklatan dan tentu saja meninggalkan bau yang tidak sedap.
Dengan lemas Valery mencoba bangkit, tapi tubuhnya benar-benar lemah walau hanya mengerakan satu jarinya, kedua mata Valery juga mulai buram untuk melihat apapun disekitarnya mungkin ilustrasi yang dia sudah pudar dan tak lama orang akan melihat kondisinya yang sekarang, Valery hanya berhadap Woojin ada disini untuk menolongnya walau dia tidak bisa melakukan apapun saat ini tapi apa salahnya jika kita berhadap itu terjadi.
Semelir angin menerpa dedaunan dan juga pepohonan yang ada disekitar Valery, dedaunan itu berjatuhan hingga mengenai tubuh Valery yang masih terbaring di tanah dengan posisi dirinya yang menghadap kearah tanah, jika seperti bukankah itu pertanda akan turun hujan? Bahkan sekarang Valery bisa merasakan jika suhu disekitarnya begitu dingin dan juga sangat lembab.
Tak lama, dari punggung Valery mengeluarkan asap hitam yang kini berterbangan dengan angin, entahlah Valery tidak bisa melihat apa yang terjadi untuk sekarang dan mencoba untuk memulihkan semua luka didalam tubuhnya yanh butub proses yang begitu panjang.
“aku lelah” ucap Valery. Dia menutup kedua matanya setelah menyerah untuk berjuang bangkit, Valery juga masih memiliki sisi manusia jika dirinya terlalu banyak mengeluarkan darah bukankah tubuhnya juga akan lemah dan akan berakibatkan pingsan jika tidak langsung ditangani, itu yang sekarang terjadi.
Valery tak sadarkan diri dibawah rintihan air hujan yang mulai turun, hujan turun secara cepat hingga membasahi taman kota secara cepat.
“Valery! Kamu dimana?” teriak Woojin, setelah meminta bantuan pada polisi di sekitar saja dan juga bantuan rumah sakit dari CCTV yang Woojin lihat, jika Valery terakhir kali memasuki taman kota ini sebelum matahari terbenam, dibawah hujan yang sudah membasahi pakaiannya, tak ada kata menyerah sebelum proa itu belum menemukan keberadaan sang pujaan hati.
‘“aku disini Woojin” ucap Valery, walau tubuhnya yang masih setengah sadar samar-samar wanita itu masih mendengar suara pria yang selalu dia harapkan kehadirannya, walau suara yang dikeluarkan Valery terlalu kecil dia berhadap jika Woojin bisa mendengarnya dengan bantuan kekuatan Asternya. Dan detik berikutnya Valery benar-benar tak sadarkan diri disana.
‘aku disini Woojin’
‘didekatmu’
Woojin terdiam saat telinga mendengar samar-samar suara Valery yang begitu lemah, dia terus melihat kesegala arah dan berlari mencari sumber suara itu berasal, hingga langkahnya berhenti pada tempat sebelumnya dia pijaki, kali ini berbeda dari yang Woojin lihat sebelumnya pria itu kini dapat melihat pohon tua besar yang menghadap kearah bangunan tua yang ada dihadapannya dan ketika kakinya melangkah mendekat dia melihat ada sepasang kaki disana.
Tanpa berpikir panjang, pria itu segera berlari mendekati pohon tua itu dan benar! Dia melihat sosok wanita dengan gaun yang sudah kotor dan tergeletak ditanah dengan tubuh yang sudah kotor dengan tanah.
__ADS_1
Hujan semakin lebat hingga membuat Woojin sulit untuk melihat wajahnya jika pria itu hanya berdiri sana tanpa mau mendekatinya, rasa penasaran terus memerintahkan Woojin untuk mendekat.
Valery!”
Dengan wajah yang sedih Woojin mengangkat wajah Valery yang sudah sangat pucat dan kini mulai membiru, dia juga melihat bekas darah yang sudah mulai mengering diarea bibirnya dan juga bagian rahang, Woojin dibuat bingung dengan apa yang terjadi dengan tubuh wanita yang dia cintai. Valery begitu dingin hingga rasanya Woojin tak mampu lagi untuk menyentuh tubuh itu.
“Tidak! Valery!”
Woojin menangis saat dirinya mencoba memastikan jika detak jantungnya masih normal namun yang pria itu rasakan malah detak jantung yang semakin melemah jika dia rasakan, tak mau membuat semua terlambat Woojin langsung mengangkat tubuh Valery dibawah derasnya hujan yang membuat air berubah menjadi merah ketika membasahi tubuh Valery yang tidak sadarkan diri.
“aku mohon bertahanlah walau kamu tidak mampu Valery, aku mohon demi diriku”
Woojim terus membawa tubuh itu dibawah derasnya hujan, dia tidak perduli jika dirinya akan sakit bagi Woojin lebih baik dia yang berbaring disana daripada dirinya yang harus melihat Valery yang berkali-kali berbaring di ranjang rumah sakit entah itu karena ulahnya dan karena dirinya sendiri.
Hingga disinilah Woojin, didepan ruangan UGD tanpa bisa melakukan apapun, dari balik jendela yang sedikit terbuka hanya memperlihatkan para suster dan juga dokter yang sibuk menutupi tubuh Valery, didalam juga ada dokter Bella yang ikut melibatkan dirinya disana, dengan wajah yang belum beristirahat Woojin tetap akan menunggu disini sampai ada kabar baik dari Valery walau sebenarnya bisa saja pria itu beristrihat sejenak hanya sekedar untuk duduk diruangan tunggu.
“mungkinkah semua ini berkaitan dengan sisi gelap? Jika benar kenapa dia harus terus menganggu Valery? Laku kenapa aku tidak bisa merasakan apapun?”
Segelintir pertanyaan terus berbutar antara otak kanan dan otak kirinya, tadi Woojin sempat melihat tubuh Valery yang tidak ada luka bekas tusukan dari benda tajam atau lain-lainnya, tubuhnya tanpa baik-baik saja namun kenapa begitu banyak darah yang mengotori gaun …
Tunggu !!? Gaun??
Woojin teringat sesuatu saat dia melihat CCTV yang tiba-tiba saja langsung memperlihatkan Valery yang sudah melompat dari jendela, Woojin ingat jika Valery melompat tidak mengunakan pakaian pasien melainkan gaun yang sama dengan terakhir dia lihat, belum lagi mahkota dan juga kalung itu.
‘mungkinkah Valery bukan manusia?’
__ADS_1
Pertanyaam itu sepintas terpikirkan oleh Woojin saat dirinya mencoba mengingat-ingat dengan semua keanehan yang terjadi selama berapa minggu yang lalu, tapi bukankah sangat aneh jika Valery itu seorang Angel? Seharusnya wanita itu memiliki sayap atau setidaknya ada sebuah tanda di punggungnya, Tapi tidak ada apapun disana.
‘lalu makhluk apa Valery? Apakah dia seorang AfroChild yang pernah diceritakan oleh kakek?’
Tiba-tiba saja Dokter Bella datang membuyarkan segala kebingungan Woojin tentang Valery, dengan jas putihnya dia berjalan tergesah-gesah mendekati Woojin yang langsung menarik pria itu pergi ketempat lain yang tidak bisa didengar oleh orang lain.
“katakan apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Dokter Bella, ketika mereka berhenti disebuah taman belakang rumah sakit yang memang saat sepi karena ini masih sangat pagi.
“aku tidak tahu! Aku juga sedang memikirkan apal yang sedang terjadi”
“Woojin! Ini sangat serius! Ada banyak sekali keanehan dalam diri Valery”
“aku benar-benar tidak tahu!”
“apakah kamu tidak menyadari jika Valery tidak terluka didalampun entah itu didalam tubuhnya atau bagian luarnya?”
“aku tahu, aku juga menyadari itu”
“bukankah ini malam bulan purnama? Seharusnya hanya seorang AfroChild saja yang akan menderita seperti ini bukan?”
“itu tidak mungkin, jika Valery seorang Afro seharusnya dia tidak membiarkan dirinya tidur bersama seorang manusia apalagi sampai tinggal bersama, kehidupan mereka begitu misterius dan tersembunyi, bukankah kamu sendiri tahu tentang AfroChild?”
“aku tidak terlalu tahu banyak tapi yang jelas jika Afro ingin mati dia akan menderita ketika bulan purnama terjadi”
“bisakah kita membahas ini nanti? Keselamatan Valery lebih penting daripada hal yang belum ada kejelasannya seperti ini” ucap Woojin, dia meninggalkan taman rumah sakit dan kembali keruangan UGD, dia tidak mau melewati apapun tentang Valery, dan Woojin tidak perduli siapa diri Valery yang sebenarnya jika itu memang kebenarannya. Dia hanya berharap jika ini bukan perbuatan dari sisi gelapnya yang entah kini sudah bisa mengendalikan orang lain atau sebaliknya dia sudah perpindah ketubuh Valery.
__ADS_1