“Aku Bukan Takdirmu”

“Aku Bukan Takdirmu”
Bab 59 - Love It True


__ADS_3

Keesokan harinya … 


Saat membuka kedua matanya, hal pertama yang Valery lihat adalah sebuah mawar merah yang diletakkan disisi ranjangnya dan disampingnya ada sebuah pucuk surat berwarna biru muda.


Hal pertama yang Valery lakukan adalah melihat keseluruh area kamarnya tentu saja dia mencari sosok yang mungkin menaruh bunga mawar ini, namun ruangan tampak sepi dan begitu sunyi, sebelum membaca surat itu Valery melepaskan selimut tebal dan bersandar pada menyanga ranjang.


‘langkah pertama : pastikan jika kamu sudah mencium aroma mawar tersebut, jika sudah lakukan bukalah laci yang berada didekat meja riasmu’  - Woojin


Valery mengerutkan keningnya, apa hal yang sedang pria itu tunjukan pada dirinya, sesuai dengan petunjuk Valery mencium mawar itu dan aroma itu mengingatkan dirinya pada sesuatu, “aroma ini?? Bagimana dia masih memakainya” 


Valery tersenyum, sebelum melangkah mendekati meja riasnya Valery lebih dahulu merapikan ranjang dan memakai sandal rumahnya, diA meletakkan bunga mawar tersebut dan secara perlahan membuka laci yang terukirkan lukisan bunga. 


Saat membuka, dia malah menemukan surat lagi. Tanpa menunggu lama dia segera membacanya.


‘langkah kedua : ini hanya pengalihan, sebenarnya surat itu berada didepam pintu kamar, jadi pastikan jika kamu sudah merias diri’ - Woojin.


Valery hanya bisa menggelengkan kepalanya, dia menatap ceremin dihadapan, wajahnya begitu pucat karena tidak lagi memakai riasan. 


“haruskah aku membersihkan diri dulu?”


Valery benarnya sangat begitu penasaran tapi entah kenapa dia ingin tampil cantik walau tak memakai riasaan diwajahnya, Valery memutuskan untuk membersihkan wajahnya dan menganti pakaiannya. 


Beberapa menit kemudian, dia keluar dengan pakaian gaun dengan kombinasi warna putih dan purple, ditambah dengan corak berbagai jenis bunga di gaun yang dia kenakan. Dan benar saat membuka pintu dia melihat sebuah surat yang berbentuk cinta dan ada beberapa pelayan di sana. 


‘langkah ketiga : aku yakin kamu pasti sangat cantik, bolehkan biarkan para pelayan menutup matamu? Ini misi terakhir jadi tolong ikuti dengan baik’ - Woojin.


Valery langsung menatap kearah para pelayan, dan benar di anatara mereka memang ada yang memegang sebuah kain berwarna hitam. 


“Nona, Tuan Muda menyuruh kami untuk menutup mata anda dan membawa anda sesuatu tempat” ucap sang pelayan.


“sebenarnya apa yang sedang terjadi? Kenapa harus ditutup mataku? Dan dimana sebenarnya Woojin berada?” tanya Valery, dia bukankah seseorang yang pintar dalam sebuah permainan, apalagi daya penasaran Valery begitu tinggi dalam segala hal.

__ADS_1


“maaf Noma, kami tidak bisa memberitahu apapun, kami hanya menjalankan perintah, jadi bisakah kami melakukan tugas kali sekarang”


Valery sekali lagi terpaksa menyerah, dia membiarkan para pelayan itu membawanya dengan keadaan mata yang sudah tertutup dan hanya bisa bertumpuan pada mereka sebagai tempat penentu arah.


Valery dibawah untuk segera masuk kedalam ke-lift.


Tak lama kemudian mereka sampai pada sebuah tempat paling indah yang dimilik kerajaan Hwang, dimana ada sebuah taman yang dipenuhi dengan bunga tulip dan ada sebuah sungai tenang. Siapapun yang melihatnya benar-benar merasakan suasana dongeng yang selalu digambarkan didalam buku dongeng atau-pun film. 


Disana sudah ada Woojin dan sebuah perahu sederhana yang bisa dinaiki dua orang.


Para pelayan menuntun Valery untuk berjalan ketepi sungai, dan meninggalkan pasangan itu untuk urusan mereka. Valery awalnya tak saat kakinya menginjak permukaan yang tidak datar belum lagi saat dia naik semua menjadi bergerak tak beraturan sampai dia mengengam tangan Woojin dengan sangat erat.


“tenanglah aku disini Valery” ucap Woojin, dia membantu Vakery untuk tetap tenang dalam perahu sederhana tersebut, membantu gadis itu duduk dihadapannya. 


“sampai kapan aku akan terus ditutup seperti ini?” tanya Valery, dia sebenarnya sangat takut, apalagi Valery yakin jika dirinya berada disungai atau danau.


Woojin tak langsung membuka tutup mata tersebut, dia mengunakan dayung untuk perahu itu sedikit menjauh dari tepi sungai.  “aku akan mengatakan jika sudah waktunya membuka”


“sekarang kamu sudah bisa membukanya Valery” 


Dalam hitungan sekian detik, Valery membuka penutup mata tersebut. Dia diberikan pandangan indah saat matanya menatap kearah Woojin dengan jas putih ditambah dengan jatuhnya kelopak bunga mawar ditubuh Valery maupun Woojin. 


Antara senang bercampur bahagia Valery tak bisa berkata apapun saat Woojin mengengam kertas dihadapannya, Yang bertuliskan.


“mencintaimu adalah hal terindah dan suatu hal selalu ingin aku pertahankan”


Kemudian Woojin membalik halaman berikutnya. 


“jika ada kata yang lebih mewakili aku mencintaimu, aku akan mengatakan beribu-ribu kali untuk menyakini jika aku benar-benar mencintaimu Valery”


Kemudian Woojin menggengam tangan Valery setelah melepaskan kertas ditangannya, dia mengeluarkan sebuah kotak kecil yang biasa digunakan menyimpan sebuah cincin. 

__ADS_1


“aku bukanlah pria yang mudah merangkai kata-kata manis untuk hal ini, tapi aku hanya ingin mengucapkannya dengan benar dan kuharap kamu mengerti”


Woojin membuka kotak itu dan berlutut dihadapan Valery. 


“maukah kamu menikah denganku? Mengakhiri kisah panjang yang telah kita lewati selama ini dan memulai hidup baru dengan bayi dikandunganmu”


Valery menangis, ini sangast indah dan benar-benar tak pernah dia harapkan dari Woojin, dia mengangguk penuh semangat dan menyaksikan Woojin melingkarkan cincin dijari manisnya. 


“kamu tahu jika aku hamil?”


“aku tahu” ucap Woojin, setelah memasangkan cincin pria itu mencium punggung tangan Valery cukup lama sampai sepuluh detik berlalu. 


“kamu tidak marah? Aku bahkan tak memberitahumu dari awal” 


“Tidak! Valery aku ingin kedepannya bisakah kita menghadapi segala sesuatu bersama? Aku janji akan menjadi pria yang baik untukmu dan juga ayah untuk anak kita”


Valery mengangguk, dia yang mengambil inisiatif lebih dahulu untuk memeluk tubuh Woojin, seluruh pelayan yang berada diatas jembatan lebih banyak lagi melemparkan kelopak bunga mawar kearah mereka, dan suasana  yang serba indah dan bahagia memberikan satu memori yang akan menjadi kenangan indah lainnya. 


Dalam satu kekuatan akan kepercayaan cinta dan kesempurnaan saling melengkapi menjadikan satu kisah lainnya yang tentu berbeda tapi akhir yang sama.


“terimakasih Woojin, betapa bahagianya aku bisa begitu istimewa dalam hatimu, aku harap ini bukanlah akhir kebahagiaku tapi sebuah awal menuju kehidupan kebahagiaan kita”


Woojin tersenyum, dia mengusap kepala Valery kemudian mencium kening gadis itu untuk beberapa detik sebelum kembali mengenggam kedua tangan Valery. “aku juga berharap seperti itu, aku ingin kita selalu bersama dan tak pernah terpisahkan walau banyak sekali masalah yang akan.kita hadapi” 


“Woojin, aku mencintaimu”


Woojin mengangguk, dia kembali mengayukan dayung membawa mereka ketepi sungai, dia sangat hati-hati membantu Valery turun dari perahu dan merangkul gadia itu saat merekas berjalan untuk ketempat lainnya. 


“janji tidak akan pernah meninggalkanku?” tanya Woojin.


“aku janji, aku akan tetap disisimu walau mungkin aku yang harus mrninggalmu dahulu, aku akan tetal menunggumu sampai kita bisa bersama lagi” ucap Valery, dia menyandarkan kepalanya pada bahu Woojin dan menikmati setiap detik yang berlalu yang sebenarnya ingin sekali Valery menghentikan waktu untuk bisa mengingat keindahan dan kebahagiaan hari ini.

__ADS_1


__ADS_2