“Aku Bukan Takdirmu”

“Aku Bukan Takdirmu”
Bab 13 - I care about you


__ADS_3

Hari sudah mau menjelang malam hari, tapi Valery belum memberikan tanda jika dirinya akan bangun, kedua matanya masih tertutup rapat.


Woojin yang masih setia menunggu tanpa hentinya hanya bisa menyerah pada akhirnya tertidur disamping Valery karena kelelahan dengan posisi kepalanya di ranjang Valery dan tubuhnya di kursi.


Tak lama Woojin tertidur, akhirnya kedua mata itu terbuka, Valery bangun dengan tatapan bingung yang terlihat jelas di wajahnya. Valery mencoba mengingat apa yang terjadi, seingatnya dia sedang menenggelamkan dirinya bak mandi, dan saat bangun kenapa dirinya berada dirumah sakit. Valery juga terkejut saat melihat Woojin yang tertidur di sampingnya.


'apa pria ini yang membawanya kesini? Aku pikir diriku akan mandi di dalam bak mandi' Valery bertanya pada hatinya.


Saat ingin menyentuh Woojin, tiba-tiba memori tentang kejadian yang dilakukan pada Valery membuatnya mengurungkan niatnya, Valery benar-benar tak pernah berharap jika pria yang ada di sampingnya peduli padanya.


Api kebencian dalam dirinya Valery kembali meningkat, dengan tatapan kebencian dia menatap pria yang sedang tertidur pulas seperti bayi namun memiliki jiwa iblis dalam dirinya.


'aku harus pergi dari ruangan ini! Sekarang adalah kesempatanku'


Valery berusaha bangkit dari ranjang itu, namun tiba-tiba kepalanya terasa begitu sakit yang membuatnya jatuh lagi keranjang.


“akh ... Kepalaku, kenapa sangat sakit!”


Teriakan itu membangunkan Woojin yang baru saja memejamkan kedua matanya. “apa perlu aku panggilan dokter?”


“tidak perlu, ini hanya sakit kepala biasa, ini wajar terjadi karna aku baru saja membuka kedua mataku dan mencoba untuk bangun” ucap Valery.

__ADS_1


“apa kamu memerlukan sesuatu?” Woojin bertanya.


“Tidak!” ucap Valery, dia membalikan tubuh menjadi memunggungi Woojin, Valery terlalu malas untuk berbicara dengan Woojin, bagaimanapun pria ini tak pantas untuk diberikan maaf dan diberikan kesempatan untuk menebus semua kesalahannya.


Woojin : “Valery kenapa kamu melakukan itu?”


Valery : “melakukan apa?”


Woojin : “kenapa kamu menenggelamkan dirimu didalam bak mandi?”


Valery : “karena hidupku sudah tak berarti lagi”


Woojin : “hidupmu sangat berarti Valery”


Woojin : “kamu sangat membenci diriku?”


Valery : “Ya, sangat, aku juga membenci diriku yang sangat kotor!”


Woojin : “tidak bisakah kamu sedikit menerima kenyataan yang sudah terjadi!”


Dengan cepat Valery membalik tubuhnya menghadap Woojin dan berkata “menerima kenyataan jika diriku telah dilecehkan oleh atasanku sendiri?”

__ADS_1


“Kau bahkan seperti orang gila sangat kau merusak diriku! Dimana aku bisa berpikir untuk menerima kenyataan ini Tuan Muda Huang Woojin! apa dengan menerima kenyataan luka dalam fisikku dan di dalam tubuhku bisa menghilang? Apa kau tak punya mata? Lihat tubuh ini penuh dengan kegilaan yang kau tinggalkan!”


Valery bernafas tergesa-gesa sangat mengucapkan kata-kata yang sudah lama dipendam selama ini, dia menatap Woojin yang hanya menundukan pandangannya dari Valery.


“kenapa menunduk? Kau merasa menyesal? Rasa penyesalanmu tak akan pernah bisa diperbaiki, apa sekarang kau puas Tuan Woojin? Membuatku hancur”


“Valery cukup! Jangan membuatku kesal! Ini sudah malam lebih baik kau kembali tidur lagi! Sebanyak apapun kau lampiaskan amarahmu tak akan merubah segalanya!”


Dengan kesal Woojin keluar dari ruangan itu, Woojin tak mau mengambil resiko yang akan terjadi nanti jika amarahnya sudah ada di puncaknya, jika itu terjadi Woojin tidak tahu apa yang akan terjadi jika penyakitnya kambuh lagi.


“brengsek! Kau pikir kau itu siapa! Menyuruhku sesuka hatimu? Aku membencimu Woojin!”


Teriak Valery pada Woojin yang meninggalkan ruangan itu, tak memperdulikan apa yang ada dikatakan Valery.


“Han jagalah Valery, aku ingin mencari udara segar” ucap Woojin pada Han yang masih setia menunggunya di luar ruangan.


“Tuan anda ingin kemana?” Han bertanya.


“bukan urusanmu”


Woojin berjalan menuju lift, dirinya sudah tidak bisa menahan semua ini, Woojin butuh pelampiasan untuk semua kesalahan dan amarahnya, biasanya Woojin akan menjadi tempat yang sepi dan berteriak sekencang-kencang untuk mengeluarkan semua emosinya.

__ADS_1


'setelah urusan ini selesai aku harus segera menemui dokter Bella, seperti aku harus berkonsultasi lagi dengannya'


Ucap Woojin yang kini sudah berada diluar rumah sakit, dia berjalan ke parkiran, setelah dia memutuskan untuk pergi ke pantai hawaii


__ADS_2