“Aku Bukan Takdirmu”

“Aku Bukan Takdirmu”
Bab 42 - H-1 bulan purnama


__ADS_3

Sesampainya dikantor Valery harus kembali dengan aktivitasnya seperti biasa, menyerahkan semua laporan mingguan untuk jadwal Woojin untuk satu minggu kedepan yang baru saja Valery update setelah melalui banyak sekali pembatalan atau penundaan yang sering Woojin lakukan tanpa mau bernegosiasi dengan Valery.


“Tuan Woojin, anda sudah ditunggu diruang rapat dan para pelukis sudah berkumpul disana” ucap Valery dengan sopan.


“jam berapa sekarang?” tanya Woojin, padahal pria itu sedang melihat layar monitor didepannya dan ditangannya dia juga memakai jam tangan, lalu untuk apa dia bertanya?


“sekarang jam 8 pagi dan rapat akan berakhir sebelum makan siang”


“bagus, kita akan makan siang bersama” ucap Woojin, dia keluar dengan hanya memakai kemeja hitam tanpa mengunakan jasnya yang membuat Valery mau tidak mau mengejar pria itu untuk memberikan jasnya.


“Tuan Woojin, jas anda” 


“terimakasih, kamu tidak lupa dengan apa yang aku katakan tadi?”


“Ya Tuan”


Setelah itu Valery segera kembali keruangannya, kali ini Valery tidak ingin mengikuti rapat yang akan membahas terobosan baru yang akan segera dijalankan oleh Woojin, ada banyak tugas yang tidak bisa dia abaikan dan juga Valery tidak terlau menyukai bidang perlukisan namun dia akan tetap menghargai setiap karya yang akan Woojin luncurkan diakhir tahun nanti.


Dengan layar monitor dan keyboard ditangannya, Valery mulai membuka email yang dikirimkan oleh departemen lain pada dirinya sebagai laporan untuk setiap hasil yang mereka kerjakan, Vakery harus merevisi ulang sebelum diserahkan pada Woojin dan meminta tanda tangannya.


Setiap harinya Valery bisa menerima 30-50 email dari berbagai bidang, dihari libur-pun dia masih harus membaca email itu tanpa kenal libur, padahal hanya membaca dan membalas kesalahn yang ada didalam setiap dokumen tapi tetap saja membutuhkan setidaknya 15-25 menit untuk memeriksa itu, jika Valery ragu maka dia akan mengulang kembali dan akan memakan waktu lebih lama lagi. 


“kenapa email dari Tuan Lee begitu banyak?” ucap Valery, dia terus menekan mouse untuk membuka email.


Tak lama kemudian telpon kantor Valery berdering, yang membuat Vakery harus mementingkan mengangkat panggilan itu daripada membaca email dari Tuan Lee.


“Ya, dengan sekretaris Valery, ada yang bisa saya bantu?”


“Oh, Tuan Lee .. Anda membutuhkan sesuatu?”


“Ya, aku baru saja membuka email yang ada kirimkan, sudah ada beberapa yang aku baca dan banyak sekali kesalahan dalam setiap penulisan, bisakah anda memperbaikinya?”


“baiklah, kita akan bertemu saat makan siang”

__ADS_1


Setelah itu Valery kembali meletakkan telpon itu dan kembali menatap layar monitor dengan kacamata khusus untuk membaca, entah kenapa akhir-akhir ini penglihatan Valery menjadi lebih sulit dalam melihat benda yang jauh atau seperti sulit menatap layar monitor jika terlalu lama, dan Valery sekarang lebih mudah lupa akan sesuatu.


Waktu terus berjalan, sesuai dengan aktivitas yang manusia lakukan diselama waktu bekerja terus berganti. Valery terus menyelesaikan tugasnya dengan baik, hingga rasanya waktu sudah menunjukan makan siang dan membuat Valery mau tidak mau segera meninggalkan pekerjaan dan segera menemui Lee di Cafe yang tidak jauh dari kantor Woojin.


*****


Ketika Woojin meninggalkan ruang meeting dengan perasaan senang karena bisa melewati waktu siangnya bersama Valery, hanya akan menjadi angan-angan Woojim saja. Saat pria itu sampai di ruangan Valery yang terlihat begitu kosong, dalam hidupngan detik wajah senang itu berubah dengan wajah kesal dan juga dingin. Dengan cepat Woojin segera menghubungi Valery yang kebetulan saja ponselnya dibawa oleh wanita itu.


“ Valery kamu dimana?”  Tanya Woojin tanpa menaiki nada bicaranya, sekesal apapun Woojin pria itu tidak mau melukai perasaan Valery apalagi dia meminta jatah yang seharusnya tidak dia lakukan dipagi hari. Itu bisa membuat Valery kesulitan untuk bekerja dan tentu saja membuat Woojin tidak tegang membiarkan wanita-nya kelelahan.


“kenapa kamu pergi bersama Lee? Bukankah kamu sudah berjanji akan makan siang bersamaku Valery!”  ucap Woojin, kali ini nadanya terdengar tinggi saat Woojin mendengar nama Lee yang membuat sifat posestifnya dalam mode on.


“dimana Cafe Happy?”


“baiklah aku akan segera kesana!”


Tanpa kembali keruangan Woojin segera menggunakan lift pribadinya untuk mempercepat waktu dan tentu saja membuat Woojin cepat bertemu dengan Valery lalu memisahkan wanita itu dengan Lee, yang sudah masuk dalam daftar pria yang harus Woojin singkirkan dalam hidup Valery! 


Itulah sikap Woojin, dia terlalu posesif pada satu hal yang sangat dia sayangi dan akan bersikap dominan jika dirinya sudah menganggap itu adalah miliknya, sikap itu tentu saja terlahir dari sisi gelap yang sangat tidak baik untuk Woojin maupun orang lain, tapi bukan berarti Woojin akan membiarkan Valery pergi dari kehidupannya sebelum Woojin bisa kembali hidup normal tanpa bayang-bayang sisi gelapnya.


Hanya butuh berjalan sekitar 5 menit untuk sampai pada Cafe Happy yang memang jaraknya tidak jauh dari perusahaan Woojin, dengan langkah yang begitu percaya diri dan juga tegas, Woojin melewati para pengunjung dan terus berjalan mendekati meja Valery yang dekat disudut ruangan.


“lain kali aku akan membuat peraturan baru, untuk tidak sembarangan mengajak sekretarisku pergi tanpa seizinku!”  ucap Woojin, dia meraih pergelangan tangan Valery dengan cepat, tanpa mau mendengarkan apa yang akan disampaikan Lee, Woojin langsung membawa Valery keluar dari Cafe itu dengan cepat.


“Tuan!  Anda ini kenapa?” ucap Valery dengan sedikit merontah untuk dilepaskan pergelangan tangannya, dia hari ini memakai sepatu heels yang cukup tinggi, jika kakinya dipaksa untuk menyamai jalan Woojin bukankah itu malah akan membuat kaki Valery terluka?


“Valery, kenapa kamu sangat suka makan siang bersama pria itu? Kenapa kamu jadi cepat lupa akan sesuatu? Aku sudah memintamu makan siang bersama sebelum Lee mengajakmu bukan?”


Valery terdiam sejenak, bagaimana bisa dia lupa dengan apa yang baru beberapa jam dia janjikan pada Woojin, memikirkan ini membuat Valery merasa lemas dan kepalanya yang terasa begitu pusing hingga ketika dia menatap Woojin hanya ada bayangan hitam dan selanjutnya Valery tidak tahu apa yang terjadi.


“Valery!”


“Valery! Bangunlah! Apa yang terjadi?”

__ADS_1


Tentu saja dengan sigap Woojin menangkat tubuh Valery yang tiba-tiba saja jatuh kearahnya, saat Woojin menepuk-nepuk pipi Valery tiba-tiba saja suhu tubuh Valery terubah menjadi lebih dingin dan bahkan dinginnya melebihi seorang yang terkena hipotermia. Dengan panik dan juga cemas Woojin mengangkat tubuh itu dan segera meminta pertolongan pada Han untuk segera membawa mereka pergi kerumah sakit terdekat.


Beberapa menit kemudian …


Kini Woojin dan Han sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit, bukan kali ini saja Valery mengalami penurunan suhu tubuh yanh begitu cepat. Hal ini tidak bida dikatakan hal yang wajar karena Valery selama ini tidak pernah berada ditempat yang dinginnya melebihi dari -10° . Bahkan udara hari ini tidak terlalu dingin, lalu bagaimana jika Valery mengalami ini semua?


“sebenarnya apa yang terjadi pada dirimu Valery?”


“ada begitu banyak ketakutan dan juga kebingungan yang sekarang yang memenuhi pikiranku, aku harus bagaimana jika dirimu selalu membuatku tidak tenang? Apa yang sebenarnya terjadi?” 


Sesampainya dirumah sakit dokter mengatakan jika Valery masa krisis yang akan sangat panjang dalam artian lagi Valery bisa jadi bisa melewati masa hipotermia dan setelah sembuh kemungkinan akan langsung koma, awalnya dokter juga bingung dengan apa yang terjadi pada Valery.


Padahal Valery tidak sedang mendaki gunung atau berada disuatu daerah membuat dirinya bisa mengalami penurunan suhu, hingga saat ini kecemahan Woojin terlangsung hingga pria itu melupakan semua pekerjaan yang harus dia lakukan dikantor, Woojin tidak perduli jika dia dikatakan lalai oleh karyawan yang terpenting Valery harus sadar terlebih dahulu.


“Tuan Huang, sebenarnya ada begitu banyak keanehan yang tidak bisa dijelaskan oleh analisis kedokteran pada apa yang terjadi pada tubuh pasien Valery” 


Sekarang Woojin sedang ada didalam ruangan dokter yang tadi menangani Valery, “aku tidak mengerti? Apa yang aneh dengan Valery? Apakah itu tidak bisa disembuhkan?” 


“sebelumnya aku ingin minta maaf pada anda Tuan Huang, tapi nyawa pasien Valery saya tidak bisa menjamin akan melewati masa krisisnya dengan cepat”


“baiklah, terimakasih saya akan menemui anda lagi” ucap Woojin, dia keluar dari ruangan serba putih itu dengan wajah sedih dan juga kecewa, Woojin terus berpikir apakah itu hal yang dikatakan oleh Bella jika mereka tidak bisa bersama lebih lama karena salah satu dari mereka akan menanggung semua akibat jika terlalu banyak berhubungan. Tapi kenapa harus Valery? Kenapa bukan dirinya saja?


Jika seperti ini hanya akan ada kesedihan dan juga perpisahan, padahal Woojin belum bisa memberikan apapun pada Valery, dia bahkan belum bisa membuat satu kenangan dengan Valery walau hanya sekali saja.


“Bella? Kau sibuk?” tanya Woojin, hanya pada Bella saja Woojin mungkin bisa menemukan solusi untuk masalah yang tidak bisa di jelaskan oleh medis dan analisis lainnya.


“baiklah sore nanti, dirumah sakit Seoul”


note : bagaimana? ada yang punya bayangan Teori apa yang akan Valery pilih?


buat yang baru bergabung selama datang di 'universal ValeryLuv', jangan lupa untuk mampir ke cerita aku yang lain ya 😘😘


jangan lupa follow akun ini, jangan lupa like dan komen untuk bab ini

__ADS_1


see you next bab ...


*spoiler next bab, mungkin akan menyiksa hati dan mungkin menguras air mata 😂😂


__ADS_2