“Aku Bukan Takdirmu”

“Aku Bukan Takdirmu”
Bab 52 - I'm so Afraid


__ADS_3

Selama perjalanan pulang Valery hanya terdiam dengan seribu bahasa, semua fakta dan juga bukti semakin buat dirinya takut untuk melanjutkan semuanya, dia tidak pernah berpikir orang yang selama tiga bulan dia lihat dan Valery anggap sebagai Woojin tiruan adalah Afro yang sebenarnya. 


Valery tidak mengerti kenapa Afro yang satu ini mengincarnya, bukankah dalam buku tua jika AfroChild tidak pernah menculik para Aster manusia apalagi sampai membuat dunia ilustrasi seperti ini, jika dia bukan seorang AfroChild apakah benar cerita tentang AfroDark itu benar ada? 


Apakah benar ini dunia ‘Shadow Soul’ ? 


Benarkah dia raja dari kaum AfroDark? 


Semakin dipikirkan semakin membuat Valery dibuat bingung dengan semua ini, seharusnya dia tidak hanya memahami tentang AfroChild dan Aster saja tapi seharusnya dia juga mempelajari bab tentang AfroDark dan Dunia ‘Shadow Soul’ yang dilewatkan begitu saja.


Sesekali dia menatap kearah pria yang sedang mengemudi disampingnya dengan wajah seriusnya, semakin Valery lihat ada banyak sekali perbedaan dari pria disampingnya, tangan Woojin tidak pernah memiliki tato dan di punggungnya tidak ada satu luka-pun disana.


“Valery, besok kita akan menikah bisakah lebih fokus?” ucap Levin dengan lembut, dia tidak mengerti pada Valery dengan kejadian di butik tadi yang tiba-tiba keluar dari ruang ganti, lalu wanita meminta ingin segera kembali pulang padahal mereka baru saja bertemu berapa jam yang lalu dan masih banyak hal yang harus mereka lakukan, rencana Levin setelah memilih pakaian pengantin dia ingin mengajak Valery memilih cincin pernikahan mereka dan mengunjungi tempat dimana mereka melakukan pertumpuhan darah.


“aku tidak ingin menikah!” teriak Valery, dia muak dengan semua ini, dia ingin pergi dari dunia ilustrasi ini, Valery takut, dia sangat takut jika tidak bisa melihat Woojin sesungguhnya. Valery takut dia tidak bisa lagi menjadi manusia.


Dengan kesal Levin membanting stir hingga mereka berdua menabrak tepi jalanan, dia langsung memberikan tatapan tajam pada Valery yang kala itu hanya bisa berharap bisa keluar dari mobil yang sengaja Levin kunci, dia menarik bahu Valery dengan kesal hingga wanita itu sangat takut dan tidak bisa melakukan perlawanan apapun.


“Valery!! Kau membuatku kehilangan kesabaran! Jika aku mengatakan kita akan menikah itu berarti tidak ada penolakan! Kau mengerti”  teriak Levin yang sangat kencang hingga bisa melukai gendang telinga Valery.


Levin begitu kasar Valery hingga berkali-kali dia menguncangkan tubuh Valery saat pria itu sedang berbicara, cengkraman pada bahu Valery begitu kuat hingga bisa mematangkan tulangnya jika tetap diteruskan.


“hentikan!! Aku takut!! Kumohon lepaskan!!” ucap Valery, dia mencoba untuk tidak menangis ketika tangan Levin begitu menusuk bahunya, belum lagi tatapan tajam yang membuat Valery takut untuk melihat walau hanya sekilas, dia juga menutup telinganya ketika suara Levin begitu terdengar saat menguncangkan tubuhnya.

__ADS_1


“aku butuh jawaban!! Bukan sebuah tangisan!! Jawab Valery !! Apa kau mengerti!!”  teriak Levin kembali, kali ini lebih kencang hingga bisa memecahkan kaca mobil.


“Tidak!! Kau bukan Woojin!!  Aku tidak akan mau menikah denganmu!! Tidak akan pernah!!” 


Walau pun tidal ada cela bagi Valery untuk menjauh dari Woojin tiruan itu bukan berarti dia lemah dan hal menolak, sudah cukup dia dibodohi selama tiga bulan untuk pernikahan ini dia tidak akan sembarangan menyentujui walau ini dunia ilustrasi walau ini semua palsu tapi tetap saja sekali kata suci itu terucap maka itu menandakan jika dirinya menikah dengan orang lain bukan Woojin sungguhan.


Diluar dugaan Valery, pria itu malah semakin kasar hingga kini pria itu mulai mencekik Valery hingga wanita itu tidak bisa bernafas dengan benar, tangan Valery terus menarik tangan Levin untuk melepaskan cekikan yang semakin erat hingga mungkin bisa menghilangkan nyawanya dalam sekejap.


“Ku--Mohon--lepaskan” ucap Valery, dia terus menarik tangan Levin yang begitu erat mengcekik lehernya.


“kau ingin melihat wujud asliku? Setelah melihat wajah kau akan menyesal telah menolakku menikah!” 


“Kau--kira--aku--akan takut? Lepaskan aku brengsek!!”


Tubuh Levin terlempar hingga menabrak pintu mobil, disaat pria itu sedang lengah Valery jugakan untuk membuka kunci mobil dan segeja berlari sejauh mungkin dari rumah yang kini sudah tidak memakai wajah Woojin lagi. 


Valery terus berlari hingga langkahnya masuk sampai kesebuah hutan, dia berlari walau kaki terluka akibat terus menginjak ranting pohon tanpa mengunakan alas kaki, dibelakang dirinya Levin terus mengejar.


“Akh!!” rintih Valery, dia terjatuh dirumput setelah berjuang untuk terus berlari namun tetap saja tubuhnya masih sangat lemah untuk di paksakan berlari, hingga tidak sadar jika kakinya sudah tidak mampu lagi berlari.


Dengan nafas yang terengah-engah Levin berhenti berlari saat dia sudah ada dihadapan Valery, “kau tidak akan bisa pergi jauh dariku Valery! Sekarang ikutlah pulang denganku!” dia menarik Valery dan hendak ingin mengendong wanita itu.


Namun reaksi Valery berbeda, wanita itu menolak dengan terus mendorong tubuhnya menjauh Levin,  “Tidak!! Aku tidak mau!! ”

__ADS_1


Kesabaran proa itu benar-benar habis hingga dia terpaksa menarik salah satu kaki Valery dan mengangkatnya seperti karung beras.


“seperti selama tiga bulan aku bersikap lembut padamu malah membuatmu menjadi seorang yang keras kepala, haruskah sekarang aku bermain kasar!!”


“brengsek!! Lepaskan aku!! Kenapa kau melakukan ini padaku?” ucap Valery, dia memukul bahu Levin dengan keras tapi tidak mempengaruhi apapun pada pria itu.


Sidikit kasar Levin menurunkan Valery, dia harua membuat wanita itu diam walau caranya sedikit kurang sopan tapi ini salah satu cara untuk membuat wanita itu diam, diam-diam Levin mengunakan kegiatan AfroDarknya.


“berhenti menarikku seperti bonek--”


Siapa yang tahu jika pria itu dengan lancang mencium Valery, dia mengalihkan kekuatannya melalui ciuman untuk membuay Valery pingsan dalam beberapa saat setelah Levin menciumnya lebih dari li;a detik. “merepotkan saja”


Levin kembali mengendong Valery, dia kembali mengunakan kekuatannya untuk berpindah tempat dalam satu kedipan mata mereka berdua sudah berada didalam kamar Valery. Dia meletakkan Valery diranjangnya mungkin dalam beberapa jam wanita itu akan sadar setelah kekuatan didalam tubuhnya menghilang.


saat Levin membuka pintu kamar Valery, tiba-tiba dia sudah ada disebuah tempat dimana dia berada dipusat kendali ‘Shadow Soul’ 


Besok malam ada upacara menumpahan yang akan Levin lakukan untuk yang ke tujuh kalinya dan dengan menumpahan dengan Valery akan menyempurnakan kekuatan AfroDark-nya, apalagi jika Valery mengandung anaknya Levin akan menjadi Afro yang tidak tertandingi oleh siapapun maupun dewa ikut campur sekalipun.


“apa semua persiapan sudah selesai?”


“sudah Tuan Levin, besok merupakan hari yang baik untuk pernikahan kalian”


“aku ingin lokasi tempatnya”

__ADS_1


“baiklah aku akan menghantar anda Tuan Levin”


Levin dan anak buah kepercayaannya segeja meningalkan tempat yang lebih mirip seperti tempat yang dipenuhi elektronik atau mungkin itu bisa jadi tempat laboratorium, namun didalam sana berdapat banyak selalu  Aster manusia yanh diawetkan untuk menunggu proses perubahan mereka menjadi kaum AfroDark.


__ADS_2