
Bab 48 - Afro Dark “Levin”
Di Dalam alam mimpi nyaris mirip sekali dengan dunia nyata membuat Valery tak bisa menemukan perbedaan yang terjadi, dirinya terjebak dalam ilustrasi yang melampaui sempurna dari kekuataan Aster miliknya, Valery bukannya tidak sadar tapi dirinya masih menentukan titik dimana semua ini akan berakhir.
Kata siapa Valery tidak mengetahui jika dirinya dalam alam bawah sadar yang dibuat oleh seseorang, dia tahu semua tapi tak ada cara untuk mengatasi semua ini. Dia hanya seorang Aster manusia biasa yang hanya mengandalkan buku tua yang saat ini keberadaannya menghilang begitu saja, dia menjalani kehidupan di bawah alam sadar itu dengan perasaan bimbang karena pasalnya semua terasa indah untuk dikatakan sebuah dunia, dia hidup bahagia disana bersama kedua orang tuanya dan juga orang yang dia cintai.
Menjalani semua ini seperti terasa mati secara perlahan, semua ini benar-benar berbeda dengan realita kenyataan hidup didunia aslinya, bahkan di dunia ini Valery akan menikah dengan Woojin ilustrasi yang sangat mirip dengannya, dia tinggal jauh dari kata sedih dan menderita, membuat Valery yakin jika ini bukan keinginan yang sebenarnya.
“apa yang kamu pikirkan?” tanyanya, pria yang Valery katakan mirip dengan Woojin, semua yang ada didalam dirinya tidak ada yang terbuang seperti satu tubuh dua orang, sangat mirip namun memiliki perbedaan dimana Woojin disini sangat jujur dan sangat mencintai Valery.
“hanya hal yang tidak penting” ucapku, Valery sebenarnya sangat menghindari pertemuan dirinya dengan tiruan Woojin, dia lebih suka menyendiri jauh dari orang-orang yang berpura-pura dekat dengannya, dia hidup seperti boneka hidup didunia ilustrasi, melewati hari tanpa tahu semua ini akan berakhir cepat atau sebaliknya dirinya akan terjebak disana selamanya.
Dengan enggan dia menerima kopi yang diberikan oleh Woojin tiruan.
“kamu tidak ingin menceritakannya?”
“bukan hal yang penting untuk dibicarakan, kemana kamu mengajakku bertemu?”
Sebenarnya Valery mencoba untuk menjadi jahat disini, tapi sikap lembut Woojin tiruan kadang membuatnya lupa apapun yang terjadi disana, dia hampir saja melakukan hal intim dengan Woojin tiruan karena terlalu bahagia dengan segala kebaikan yang pria itu lakukan pada Valery.
Valery lemah, dengan kasih sayang dan sebuah perhatian lebih.
Itu alasan kenapa dia mencoba untuk lebih dingin dan tegas dengan Woojin tiruan dengan banyak larangan dan batasan yang dia buat sendiri untuk dirinya dan juga untuk Woojin yang akan disampaikan jika pria itu bersikap berlebihan.
__ADS_1
“aku hanya merindukanmu, aku ingin segera tinggal bersamamu Valery, agar bisa melihat betapa cantiknya dirimu ketika membuka kedua matamu” ucapnya, Woojin berusaha untuk menggenggam tangan Valery namun baru saja ingin mendekat wanita itu segera menjauhkan tangannya. Dan hanya ada helaan nafas ketika Woojin menyadari Valery sedang dalam suasana tidak baik.
“aku terlalu sibuk, bisakah aku pergi?” tanya Valery, dia sangat malas menatap Woojin tiruan, pria itu selalu saja memberikan tatapan sedih pada dirinya sehingga membuat Valery merasa bersalah untuk bersikap tegas.
“Valery, jangan terus menghindariku, kita akan menikah bukan?”
Woojin mencoba untuk kembali menggenggam tangan Valery, walau hanya sesaat setelah wanita itu kembali menjauhkan tangannya.
“ Woojin, aku sedang dalam keadaan buruk bisakah berhenti mengatakan pernikahan? Aku benci mendengarnya”
“kenapa? Kamu tidak mencintaiku lagi? Pernikahan kita akan terjadi dalam dekat ini Valery, hanya tersisa tiga hari, aku tidak akan membiar dirimu meninggalkanku di altar pernikahan”
Valery langsung menatap pria itu, biasana Woojin asli ketika marah matanya akan berubah menjadi abu-abu walau hanya sedikit tapi setiap kali Valery memancing emosinya tidak akan perubahan apapun, seperti dia benar-benar Woojin yang berbeda ketika sedang marah.
Valery mengambil tasnya, lalu meninggalkan cafe segera mungkin dia tidak tahu harus melakukan apa untuk menunda semua pernikahan yang menurut Valery sangat palsu dan tidak nyata, dia tidak ingin mengambil resiko jika dirinya akan terjebak pada sesuatu yang lebih buruk dari kejadian FullMoon tiga bulan yang lalu.
Seperti biasa Woojin akan pencegahannya pergi dengan mengejar dirinya walau terkadang Valery lebih memilih untuk bersembunyi daripada harus berhadapan dengannya, sama seperti ini dia lebih memilih untuk bersembunyi di sebuah gang kecil di samping cafe.
Namun diluar dugaan dia malah harus ditarik oleh Woojin menemukan dirinya, pria itu tampak sedikit menahan amarahnya tapi Valery bisa mengetahuinya dari genggaman tangannya begitu kuat hingga mungkin bisa mematahkan pergelangan tangannya, namun jika seperti Valery akan bersikap layaknya seorang kekasih, dia akan menangis dihadapan Woojin dan membuat pria itu lupa akan kejadian yang baru saja.
“maafkan aku, aku mohon berhentilah menangis” Woojin menarik tubuh Valery kedalam pelukannya.
Itu hanyalah air mata palsu yang menjadi andalan Valery, setelah beberapa saat dia akan berhenti menangis “aku lelah, lebih baik kamu pergi mengurus urusan pernikahan kita saja, aku harus melakukan perawatan”
__ADS_1
“aku akan mengantarmu?”
Valery mengelengkan kepalanya, dengan sedikit dorongan dia menjauhkan tubuh Woojin tiruan untuk berhenti memeluknya, “aku bisa naik taksi, sampai jumpa” kemudian Valery pergi begitu saja, tanpa menoleh atau memberikan salam perpisahan untuk mereka.
Tak berlangsung lama setelah Valery pergi, datanglah seorang pria yang berpakaian sama dengan Woojin tiruan mendekati dirinya sambil membawa beberapa dokumen di tangannya.
“Tuan Levin, ada berita untuk anda” ucap pria itu, dia memberikan dokumen pada pria bersama Luke itu. Dan langsung membiarkan tuannya melihatnya.
Levin, dia adalah afro dark pimpinan dari para Afroblack yang dia beri nama untuk kaum pengikutnya, seorang raja bagi kaumnya harus berpura-pura menjadi seorang pria biasa? Bukankah sangat membuang waktunya tapi Levin ini adalah salah satu cara untuk dirinya mengubah Valery menjadi AfroDrak sepenuhnya dan meminangnya menjadi seorang permaisuri untuk dirinya.
Awalnya Levin tidak pernah berpikir akan melakukan hal ini, namun dia tidak tahu apa yang membuat dirinya begitu tertarik dengan pesona Valery yang berbeda dengan Aster manusia lainnya, dia begitu istimewa untuk dikatakan seorang manusia biasa tapi bisa menjad ancaman bagi dirinya.
Pernikahan yang akan terjadi tiga hari lagi, bukan semata-mata ilustrasi yang direncanakan tapi itu benar-benar sebuah pernikahan ikatan darah yang dia buat untuk dirinya dan Valery, mungkin ini bisa dibilang jika Levin mulai menaruh hatinya pada wanita itu setelah tiga bulan waktu terlewatkan bersama Valery di dunia buatannya, dia ingin memiliki Valery dengan cara apapun walau terkesan memaksa dan membuat wanita itu muak dengan dirinya, yang terpenting Valery menjadi miliknya.
“ayo kita kembali, bagaimana dengan persiapan pernikahannya?” tanya Levin, saat dirinya berjalan bersama dengan pria yang mengikutinya di belakang, dalam sedetik wajah dan tubuh itu berubah menjadi sosok yang tak kalah tampan dan juga mempunyai pesona tersendiri, dia memiliki wajah yang sangat berbeda dengan kekasih Valery namun tidak bisa dibandingkan dengan orang lain karena kekuatan Afronya yang begitu kuat.
“sudah berjalan 85% hanya tinggal menentukan gaun dan juga jas yang Tuan Levin butuhkan dan Nona Valery”
“aku ingin dia memakai gaun hitam, aku ingin menunjukan wujud aslinya pada dirinya nanti”
“baiklah Tuan, aku akan mencari butik terbaik disini, dan kalian bisa memilih pakaiannya besok harinya”
Levin mengerti, dia memerintahkan pria itu kembali pada tugasnya, dia ingin menemui seseorang untuk memantau kegiatan kekasih Valery di dunia nyata, sebenarnya bisa saja dia langsung membuat hidup Valery mati di dunia nyata namun di lebih suka melihat orang lain menderita lebih dahulu sebelum kehilangan seseorang yang dia cintai.
__ADS_1