
Masih di dalam kamar yang setara dengan satu buah apartemen.
Jika seorang orang berpikir, mereka pasti akan mengatakan betapa hancurnya hidup seorang Woojin. Setiap pagi saat akan membersihkan kamar, para pelayan pasti akan menemukan sosok Woojin yang duduk ditepi ranjang sambil menatap wanita kurus yang terbaring diranjang.
Entah itu Woojin sedang menggenggam tangan Valery atau sedang memberikan kecupan di kening-nya, seperti sebuah menjadi kebiasaan sebelum pria itu pergi keruangan kerjanya untuk memahami semua pekerjaan sang Kakek.
Kembali pria itu sangat-sangat dinanti oleh banyak orang di istana namun bukan keadaan seperti ini yang bukan mereka harapkan, melihat Tuan Muda mereka begitu tidak memiliki gairah hidup ketika sampai di kerajaan, bahkan seisi orang di dalam kerajaan tidak menyangka jika Woojin akan membawa seorang gadis yang mereka pikir akan menjadi ratu untuk mereka, namun semua itu hanya semakin membingungkan mereka kala wanita yang dia bawa sedang dalam masa kritis.
“Tuan Muda …..”
“bisakah beri aku satu jam? Setelah ini aku akan pergi selama satu minggu” ucap Woojin, dia tahu jika para pelayan akan membersihkan kamar Valery tapi dia baru saja tiba disini dan belum lagi dia akan ikut bisnis di luar negeri bersama sang Kakek selama 1 minggu, itu alasan kenapa dia ingin menghabiskan waktu beberapa jam bersama Valery.
Jika dilihat dari penampilan Valery yang sekarang, wanita itu tanpa begitu kurus dan juga tubuhnya yang begitu pucat, membuat rasa sakit dan luka dihati Woojin semakin dalam, tidak akan cara yang bisa dilakukan dan tidak ada solusi untuk masalah ini, hanya menunggu sebuah keajaiban berharap Valery segera kembali.
Layaknya seperti.seorang kekasih Woojin, sesekali akan membacakan semua buku untuk Valery sebagai hiburan untuk dirinya, kadang Woojin juga sering tertidur di sana saat dirinya benar-benar tidak bisa menahan rindunya ingin melihat wanita itu membuka kedua matanya.
Woojin mengambil tangan Valery, dan menaruhnya di pangkuannya.
“aku tidak pernah bosan mengatakan, kapan kamu akan bangun?” tanya Woojin, begitu miris mengatakan jika sebuah usahanya terasa begitu sia-sia untuk dikatakan sebuah keberhasilan, semua yang disarankan dokter sudah Woojin lakukan namun tidak ada satu pergerakan jika dia akan segera sadar.
“aku akan pergi, tidak kamu ingin mengatakan sampai jumpa? Atau setidak mengatakan hati-hati dijalan untukku?“
Woojin tersenyum sinis, dia mengelus tangan Valery yang terdapat beberapa benda di tangannya, bisa dirasakan tangannya begitu dingin dan jauh dari kata baik.
Terdapat banyak kerutan disana.
Wajah dan rambutnya masih terawat dengan rapi, karena setiap hari para perawat memberikan krim pelembab dan kadang mengeramas rambut Valery.
“Valery, kita sudah jauh dari tempat dimana kamu terluka, tapi bisakah kamu membuka matamu? ”
“aku tidak akan bertanya apapun”
“jadi saat aku kembali, aku ingin melihatmu sadar dan memberikan aku senyuman manismu”
Woojin mencium telapak tangan Valery sebelum melangkah meninggalkan ruangan itu, sekeras apapun Woojin mencoba tegar tetap saja hati dan pikiran selalu bertentangan, terkadang Woojin ingin menyerah pada keadaan ini tapi hatinya selalu berkata lain jika dia harus bertahan, karena semua usaha yang dia lakukan pasti ada sebuah keberhasilan walau kemungkinannya 1% .
Dengan jas berwarna hitam dan kemeja biru, Woojin melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan Valery setelah berbicara banyak pada wanita itu, sampai di depan pintu dirinya langsung memerintahkan para pelayan untuk menjaga Valery dengan baik dan melaporkan pada dirinya jika terjadi sesuatu pada Valery.
__ADS_1
Dia berjalan menuju ruangan sang kakek yang sudah menunggu dirinya.
“kita bisa berangkat sekarang” ucap Woojin pada sang kakek yang sedang berdiri menghadap ke arah jendela.
“baiklah”
Woojin membiarkan sang kakek untuk berjalan lebih dahulu baru dirinya mengikuti dari belakang.
Didalam sebuah Jet pribadi milik sang kakek, Woojin masih sibuk melihat kearah kerajaan, entah apa yang dipikirkan pria itu, dirinya belum begitu siap untuk meninggalkan Valery setelah tiga bulan disisinya.
“kau tahu? Dulu kakek tidak pernah memikirkan cinta dalam sebuah hubungan pernikahan, hanya ada tahta dan keturunan” ucap Tuan Huang ketika dia memperhatikan cucunya yang masih melihat ke arah luar jendela.
“aku dan Sora, menikah karena perjodohan, dan aku baru menyadari jika aku mencintainya saat Sora melahirkan ayahmu dan saat itu juga aku kehilangannya”
Woojin yang mendengar kisah sang kakek yang tidak pernah dia dengar, mengalihkan perhatiannya pada sang kakek yang sedang menikmati tea buatan para pelayan, entah karena penasaran akan cerita selanjutnya atau memang Woojin hanya terkejut pasalnya orangtuanya tidak menceritakan apapun padanya.
“Sora, dia adalah putri perdana menteri di kerajaan, saat itu kakek baru saja bertemu dengannya di jamuan akhir tahun, kakek tidak mengerti pertemuan itu akan menjadi sebuah ikatan hingga kepergiannya tidak pernah kakek inginkan”
Woojin hanya ingin menjadi pendengar yang baik, dia tidak punya minat apapun untuk bertanya, Biarkan sang kakek menjelaskan satu persatu secara terperinci, jadi Woojin memutuskan hanya menatap sang kakek yang sudah sang tua untuk mengurus kerajaan itu lagi.
“aku hanya pria tidak beruntung untuk menyadari jika Sora sudah lebih dahulu mencintaiku, hingga kesendirian ini hanya menjadi satu kesetiaanku padanya, walau dia sudah pergi cintanya akan selalu hadir dihatiku”
“kadang kita hidup hanya untuk memberikan cinta kita pada satu orang dan setelah kepergiannya semua cinta itu akan mati hingga tidak ada tempat lagi untuk mencintai orang lain, satu cinta untuk satu kehidupan”
“Kakek tidak pernah menyesal?”
“menyesal hanya untuk seseorang yang gagal, tapi dalam cinta tidak akan kata penyesalan, bagiku cinta yang kumiliki untuk Sora hingga saat ini sudah cukup bagiku hingga waktunya aku bisa bersamanya nanti”
Woojin terdiam, setiap kata dan pengertian memiliki pengertian yang begitu dalam, kisah sang kakek memberikan suatu wawasan dalam hidup Woojin tentang cinta.
jika perasaan yang saat ini dia punya untuk Valery apakah bisa dikatakan sebuah cinta?
Apakah itu hanya sebuah perasaan semu?
Atau sebuah penyesalan saja?
Ada rasa sakit yang langsung menusuk jantung Woojin kala dirinya terlalu bodoh untuk mengerti perasaan saat ini, Woojin akui dia sangat cemburu jika Valery bersama pria lain, dia juga begitu takut jika Valery lebih memilih meninggalkannya dengan pria lain, dan dia juga tidak bisa membiarkan orang lain menyakiti Valery.
__ADS_1
Jadi bisakah itu dikatakan sebuah cinta?
Jika dilihat dari kisah sang kakek, cinta yang dia berikan begitu besar dan sangat dalam. Tapi untuk kisah Woojin itu tidak ada artinya sama jika dibandingkan dengan perjuangan sang kakek untuk trtap setia pada satu wanita yang sudah berpuluh-puluh tahun meninggalkannya.
******
Kita kembali pada sebuah mimpi panjang yang selama ini menahan Valery untuk kembali pada dunia nyata.
Di Sebuah negeri dongeng yang terbentuk dari sebuah memori ingatakan Valery akan impian yang tidak pernah tersampaikan. Di dunia yang buahnya hanya ilusi dan tentu saja hanya buatan!
Siapa yang membuat ini?
Sebenarnya Valery bisa saja segera sadar setelah satu minggu proses penyembuhannya, tapi wanita itu malah dibuat tertidur hingga waktu yang tidak bisa ditentukan, bukan karena salah Valery atau Aster yang sudah lepas dari tubuhnya tapi semua ini ulah dari sebuah makhluk yang menjadi musuh terbesar dari kaum AfroChild.
Dia merupakan Afro dark yang sebenarnya seorang dewa namun dia begitu buta akan kekuasaan hingga diusir oleh dunia “afro” kekuatan yang dia punya sangatlah langkah dan cukup unggul jika dikatakan sebagai seorang Afro biasa, seperti yang kini sedang dia permainan memanipulasi sebuah kehidupan Aster manusia yang baginya saat bodoh, yang lebih memilih melepaskan Asternya daripada menggunakannya.
Satu cara ini mampu menunda kematian dari seorang Aster manusia sehingga para Afro akan lebih kesulitan untuk meneruskan kekuatannya atau mewariskannya pada calon Aster manusia, jika seorang Aster sudah berada di kendalikan oleh AfroDark hanya akan ada kematian yang begitu tragis hingga tidak ada kesempatan baginya untuk kembali hidup menjadi manusia murni atau seorang AfroChild, dia akan terlahir menjadi pengikut AfroDark.
Jadi sudah jelas bukan jika Valery menjadi incaran para Afro karena dirinya akan segera mati?
Valery buat tidak sadar jika dirinya ada di dalam alam buatan yang hampir seperti nyata, di dunia itu benar-benar dibuat untuk Valery melupakan semua kesedihan apalagi luka akan perkataan orang sekitar hingga akhirnya AfroDark dapat membuat dirinya menjadi pengikutnya jika Valery terus hidup dialam itu.
Valery hidup dipenuhi dengan kebahagian bersama Woojin didunia sana, dia dibuat melupakan penderitaan hidupnya, hidup seperti biasa menjadi sekretaris Woojin dan hidup bahagia dengan manipulasi yang begitu sempurna.
Jadi kenapa Valery belum juga sadar jika semua itu hanya ilusi?
Belum ada yang mampu mematahkan ilustrasi yang dibuat AfroDark, namun sekuat apapun kekuatan jahat tapi ada cela untuk menghancurkannya bukan? Jadi hanya bisa memberikan Valery sebuah pukulan keras untuk segera sadar.
Pukulan keras itu seperti membuat wanita itu sadar jika semua itu ilusi saja, entah itu sebuah kejadian trauma atau mungkin cinta yang kuat, entah hingga saat ini para Afro masih mencoba memecahkan teori ini.
Note : sebelumnya, maaf jika judulnya aku ganti, setelah berpikir panjang, menurutku judul itu tidak terlalu cocok untuk alur cerita ini jadi aku ganti dengan judul yang lebih masuk akal. aku harap kalian bisa menerimanya🙏
teori masih berlangsung😂 semua yang ada didalam sini hanya imajinasiku saja ya semuanya gak ada kaitan sama dunia ini apalagi bunga Aster dan bulan purnama. Maaf jika makin kesini Woojin semakin sulit bersama Valery karena semua sudah menjadi jalan alur yang sudah aku tentukan, jangan paksa aku buat bikin ending bahagia ya karena di season satu ini akan banyak kejadian diluar pemikiran kalian atau mungkin juga aku 😭, jadi selamat berteori jika ingin atau mungkin kalian tim menikmati alur cerita.
Jangan lupa mampir di ceritaku, follow akun ini, like dan komen untuk bab ini.
Ibu muda presiden Lian
__ADS_1
Angel of death or Siren prince