
Keesokan harinya …..
Valery membuka kedua matanya dengan malas, menatap ke arah luar jendela yang menandakan jika hari sudah pagi, Valery bangkit dari ranjangnya, dia berjalan kearah jendela untuk membukanya membiarkan angin pagi dan cahaya matahari menerpa wajah yang sudah tidak pucat lagi, hari ini semua akan berjalan seperti biasanya tapi untuk besok mungkin akan berbeda.
Pesan yang Woojin tinggalkan memberikan dampak positif untuk tubuh Valery, luka lebam-lebam di sekujur tubuhnya mulai menghilang dan sekarang valery sudah berjalan normal seperti biasanya, dia menghirup banyak-banyak oksigen yang ada disekitarnya, senyum kecil mulai terukir di wajah cantik Valery.
Setelah berjemur beberapa menit Valery memilih untuk melakukan sedikit pemanasan untuk tubuhnya sebelum kedua kakinya menyentuh kolam renang, dia menceburkan tubuhnya ke dalam kolam yang cukup panjang untuk dia lintasi dan kolamnya juga tidak terlalu dalam, Valery sangat menyukai hal yang berhubungan dengan air, jika sudah seperti berjam-jam dalam air tidak akan terasa baik Valery.
“Valery?”
Valery yang sedang berenang ke ujung kolam hingga ke ujung lagi tidak mendengarkan jelas jika ada seseorang yang memanggilnya dari arah ruangan tamu yang memang dekat dengan kolam renang, hingga seseorang yang memanggil Valery berjalan ke arah kolam renang dan menunggu sampai wanita itu menyadari kehadirannya.
“menikmatinya?” tanya Woojin, pria itu duduk ditepi kolam dengan pakaian kasual rumahan, wajahnya terlihat jelas jika pria itu sudah merasa lebih baik dari biasanya.
“bisakah dirimu lebih sopan Tuan Woojin? Aku juga seorang wanita yang butuh privasi” ucap Valery, dia menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya, dia pikir Woojin akan kembali nanti malam atau sore hari jadi Valery sengaja memakai bikini saat berenang.
“untuk apa menutupi aku sudah pernah melihatnya”
“kau! pergilah” Valery melempari air kolam ke arah Woojin, membuat kaos abu-abu pria itu basah akibat percikan air dari Valery.
“Valery berhenti kamu bisa membuatku basah” ucap Woojin, dia mencoba untuk menghindari percikan air yang dilemparkan oleh Valery.
Saat sedang menikmati indahnya saling menyiram, tiba-tiba bayangan hitam mendekati ke arah Valery yang langsung menarik kaki wanita itu hingga Valery tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya membuat dirinya tenggelam.
“Woojin! Tolong aku!” ucap Valery, dia melambaikan tangannya pada Woojin, memberikan tanda jika dia butuh pertolongan pria itu.
Woojin yang menyadari bayangan hitam itu terus menarik kaki Valery langsung membuka kaosnya dan melompat ke kolam, berenang ke arah Valery yang semakin menjauh, hingga akhirnya tangannya dapat menarik tubuh Valery yang sudah tidak sadarkan diri.
Pria itu membawa Valery kepinggir kolam, mencoba melakukan pertolongan pertama yang biasa dilakukan orang lain, dia menyatukan bibirnya dengan bibir Valery, memberikan pernapasan melalui rongga mulutnya.
“Valery ayolah bangun! Kamu tidak bisa--”
Detik berikutnya Valery sudah sadar, ada sedikit air yang keluar dari mulutnya yang membuat gadis itu terbatuk-batuk, Woojin dengan sigap memberikan handuk kimono kepada Valery, dari kejauhan Woojin menatap bayangan hitam yang mulai menghilang,
'sejak kapan dia bisa keluar dari tubuhku?' ucap Woojin dalam hatinya, baru beberapa jam yang lalu Woojin sudah mulai berhasil mengendalikannya kini dia sudah memiliki kemampuan untuk keluar dari tubuhnya?
“kakiku sakit”
__ADS_1
Woojin yang sedang melamun segera melihat apa yang Valery katakan, dia melihat kaki wanita itu memerah karena mungkin bayangan hitam itu terlalu kuat menggenggam kakinya hingga akhirnya kaki Valery terluka, seperti biasa pria itu akan melakukan hal tanpa meminta izin dari Valery, dengan mudahnya dia menggendong tubuh Valery menuju ke dalam tanpa memikirkan lantai yang basah akibat tetesan dari dari tubuh keduanya.
“aku tidak mengerti, Kenapa kakiku bisa terluka?” tanya Valery disela-sela saat Woojin membawanya di ruang tamu, dia menatap wajah Woojin yang seperti orang kebingungan.
“aku juga tidak tahu Valery”
Woojin meletakkan Valery di sofa yang mungkin akan basah karena dirinya, pria itu langsung mencari kotak P3K yang biasa Valery pakai untuknya. Tak lama kemudian pria kembali mendekati Valery yang masih melihat kakinya yang mulai membiru sampai sulit untuknya menggerakkan pergelangan kakinya.
Pria itu mengoleskan salep pada kaki Valery, masib dengan wajah yang bingung pria itu jadi lebih banyak diam dan bahkan tidak berani untuk menatap wajah Valery, padahal jarak mereka cukup dekat.
“Valery maafkan aku” ucap Woojin setelah sekian lama tidak mengeluarkan kata.
“untuk?”
“aku tidak bisa memberitahumu sekarang, tolong jaga dirimu dengan baik”
“kau sangat aneh akhir-akhir ini Woojin, kamu bisa menjadi seorang iblis dan malaikat di hari yang sama”
“Valery aku sedang tidak ingin membahas apapun, aku akan pergi lagi”
Langkah Woojin terhenti saat dia ingin kembali ke kamarnya, dia harus segera bertemu dengan dokter Bella, masalah ini tidak bisa dianggap bisa karena sudah diluar batas akal manusia.
“Han akan membantu, dua hari lagi kamu akan segera kembali ke korea aku sudah mengurus semua” ucap Woojin, dia kembali melangkah meninggalkan ruang tamu.
'aku tidak bisa kenapa ke korea tanpa dirimu Woojin, aku butuh bantuan dan perlindungan dari dirimu, aku tidak mau dipaksa kembali bertemu dengan paman ku' ucap Valery dalam hatinya, dia tidak mampu untuk mengatakan itu pada Woojin, sudah cukup selama 5 tahun pria tua itu membuat Valery bekerja sama dengannya, Valery tidak mau lagi terseret dalam dunia gelap pamannya.
'haruskan aku beritahu siapa diriku sebenarnya?'
*******
Selama dalam perjalanan menuju hotel …
Di perjalanan Woojin tidak henti-hentinya memikirkan bayangan hitam itu, rasanya di dunia yang sudah maju akan kemodern-nya masih saja ada hal diluar akan akal manusia dan batasan.
“Han, tolong jaga Valery dengan baik, jauhkan dia dari berbagai potensi membuatnya terluka” ucap Woojin, dia menutup pintu mobilnya, berjalan menuju lift yang langsung membawanya ke lantai kamar dokter Bella.
“Tuan Woojin?” tanya dokter Bella yang terkejut melihat kedatangan pasiennya tanpa memberitahu atau janji sebelumnya.
__ADS_1
“ada hal penting yang ingin aku sampaikan” ucap Woojin.
Keduanya berjalan menuju ruang tamu, Woojin langsung saja menceritakan semua kejadian yang terjadi di kolam renang dan betapa terkejutnya Bella mendengarnya.
“Woojin matamu berubah menjadi abu-abu”
“benarkah?”
Woojin menatap wajahnya pada cermin yang diberikan oleh dokter Bella, benar memang matanya sudah warna yang menandakan sesuatu akan terjadi pada dirinya, yang akan melukai banyak orang atau mungkin sebuah pertanda jika sisi gelapnya sudah mulai mengambil ahli tubuhnya.
“Tuan Woojin kamu harus kembali kekerajaan, aku yakin kakek punya solusi untuk masalah ini”
“aku tidak ingin kembali, aku tidak mau mengingat apa yang telah aku lakukan, aku takut” ucap Woojin, ada banyak begitu trauma yang dia rasakan selama ini, kini dia harus dihadapkan dengan masalah baru.
“seandainya ada penawar untuk racun sialan ini!”
“aku sudah membaca tentang tea beracun itu, tapi banyak resiko yang akan kamu terima Tuan” ucap Bella, dia mengeluarkan buku yang sudah cukup tua, karena setiap lembaran buku itu sudah mulai berwarna kekuningan.
“resiko apa yang akan terjadi?” tanya Woojin, dia juga melihat buku tua itu.
“buku menjelaskan jika racun itu berasal dari mawar hitam yang tumbuh di taman istana di kerajaan milik kakakmu, dahulu kala bunga itu digunakan para prajurit saat akan menghadapi perang namun karena pengaruh sisi gelap atau efek bunga mawar hitam begitu kejam hingga akhirnya mereka memutuskan untuk membunuh semua prajurit yang meminum ramuan yang dibuat oleh peracik minuman, disini dikatakan racun itu akan hilang jika seseorang yang memiliki hati murni tulus mencintaimu maka cintainya bisa menjadi penawar namun tidak bisa menghilangkan sisi gelapmu” ucap dokter Bella, dia kembali membuka lembaran berikut.
“sisi gelap, di halaman ini menjelaskan jika sisi gelap akan hilang jika sang inang bisa mengendalikan semua emosi, perasaan dan sikapnya, sisi gelap hadir jika sang inang selalu mengandalkan emosinya, sisi gelap akan mengambil ahli jika sang inang sudah tidak bisa mengendalikan dirinya, sisi gelap akan melakukan hal apapun untuk meningkatkan kekuatan nya, salah satu contohnya adalah membuat orang lain tersakiti karena sisi gelap terbuat dari trauma dan aura negatif dalam tubuhnya, salah satu cara untuk meninggalkannya adalah cinta yang tulus dari sang inang dan wanita yang dia cintai, karena cinta bisa dikatakan sisi putih, apalagi cinta keduanya menghasilkan sebuah anak, sisi gelap itu akan semakin menghilang dan menjauh dari sang inang, tapi sebaliknya jika dia berhasil mengambil alih tubuh sang inang maka keturunannya akan menjadi lebih parah dari sang inang” ucap Bella.
“.....” Woojin terdiam, dia kembali merenungkan semua hal yang telah dia lakukan pada Valery selama ini, hanya menyakiti wanita itu dan menyiksanya secara fisik.
“bagaimana bisa aku membuat dia mencintaiku?”
“itulah alasan kenapa aku setuju dirimu ikut permainan yang justin buat”
“aku takut, banyak resiko yang akan terjadi”
“Tuan Woojin inilah satu-satunya cara, aku akan ada di samping Tuan untuk ikut dalam permainan, aku akan mencoba mendekati Justin”
“baiklah besok aku akan membuat pertemuan dengan Justin dan kamu bisa kesana untuk menjalankan misimu, aku harus kembali, Valery tidak bisa jauh dari diriku untuk saat ini” Woojin segera kembali ke rumahnya tanpa menghubungi Han untuk menjemputnya.
note : jangan lupa untuk like dan komen untuk bab ini, maaf ya jika aku baru update cerita ini, sekalian aku mau promosi novel baru aku judulnya 'Angel of Death or Siren Prince, jika kalian sulit mencarinya klik profil aku dan klik karya nanti akan ada disana.
__ADS_1