
Keesokan harinya …
Sambil menatap kalender dihadapannya Valery dibuat bingung apa yang harus dia lakukan, pasalnya jika dihitung dari hari ini bukankah sudah mendekati waktu bulan purnama yang akan jatuh pada minggu depan jika dihitung tinggal 9 hari tersisa untuk sampai pada malam bulan purnama, Valery menarik nafas panjang. Dia harus memikirkan seribu cara untuk bisa kembali ke-apartemennya dalam dekat ini, dia tidak mau mengambil resiko jika Woojin tahu siapa dirinya, sudah banyak korban yang telah pergi akibat dirinya.
“apa yang harus aku lakukan?”
“Valery?”
“Valery??”
Woojin dibuat bingung saat melihat Valery yang melamun padahal dirinya ada di depannya, sejak kemarin malam wanita itu lebih banyak melamun daripada memikirkan dirinya sendiri, rencana awal Woojin ingin mengajak wanita itu makan siang bersama tapi melihat kondisi Valery yang seperti dia harus bagaimana?
Woojin kembali berjalan mendekati Valery, jika dipanggil tidak memiliki respon apapun itu berarti dia harus menepuk bahu wanita itu bukan?
“Valery!”
“a-Ya, Tuan Woojin ada apa?”
“jika kamu kurang sehat, ambilan cuti Valery, jika kamu seperti ini memperlambat aktivitas pekerjaanku juga”
Valery kembali mencoba untuk fokus, “aku baik-baik saja, tadi aku hanya memikirkan sesuatu”
“apa itu?” tanya Woojin, diluaran karyawan sudah pada meninggalkan gedung Huang, di lantai 7 hanya tinggal mereka berdua saja, jadi Woojin tidak malu untuk duduk disamping Valery.
“bukan hal yang penting”
“lalu kenapa kau begitu memikirkannya hingga aku memanggil kamu tidak menjawab?”
“i-itu mungkin pendengaranku kurang baik, anda ingin makan siang?”
“bagaimana denganmu?”
“a-apa? Aku? Aku akan makan nanti” ucap Valery, dia sedikit menundukan pandangannya dari Woojin yang menatapnya begitu tajam hingga rasanya suasana berubah menjadi begitu dingin dan mencengkram dari biasanya.
“Dan kapan itu nantinya?”
“anda ingin aku buatkan kopi dan memesan makan?”
“Valery berhenti menghindar! Apa yang sebenarnya mengganggu pikiranmu”
‘banyak! Banyak sekali! Andai kau tahu jika aku ini berbahaya untukmu, andai kau tahu jika aku butuh kepastian untuk hubungan yang tidak jelas ini! Andai kau tahu semua orang membicarakanku seperti wanita kotor!’ ingin rasa Valery meluapkan semua yang ada dalam pikiran tapi tetap saja rasanya sulit untuk disampaikan bukan?
“tidak ada” ucap Valery, dia harus bagaimana membuat pria dihadapannya berhenti mengatakan hal itu terus, jika bukan sedang di kantor mungkin Valery sudah menyuruh pria itu agar tidak mengganggunya tapi disini dia memiliki hak segalanya, jika Valery seperti itu akan menambah banyak rumor dan juga citranya yang semakin buruk saja.
Woojin menghela nafas panjang lagi, dia sebenarnya sangat lelah untuk menghadapi sifat Valery yang berubah-ubah setiap waktu, dia kerumah dia menjadi gadis pendiam dan di kantor dia menjadi orang lain, lalu Woojin harus bagaimana?
“Valery, jika aku berbicara sebagai kekasihmu apakah kamu akan menceritakan segalanya?” ucap Woojin, dia sampai menarik tangan gadis itu dan mencoba berkata selembut mungkin tanpa ada emosi disana.
__ADS_1
“kekasih? Aku rasa bukan itu yang aku butuhkan”
Valery mencoba untuk menolak tangan Woojin, bagaimana bisa mereka melakukan itu disini?
“lalu apa?”
“aku butuh waktu Woojin, dan butuh kepercayaanmu”
“berapa lama?”
“3 hari dan saat itu akan ingin sendirian, maksudku biarkan aku tinggal di apartemenku beberapa hari saja”
“kamu yakin? Bukankah akhir-akhir kamu sering bermimpi buruk dan juga keanehan yang kamu rasa, aku hanya takut Valery, disaat itu terjadi siapa yang akan membantumu”
Ingin sekali rasanya Valery menangis saat ini juga, bagaimana bisa pria itu begitu memperdulikan dirinya sedangkan dia tidak tahu apapun tentang situasi yang terjadi saat ini, situasi dimana Valery harus terus berbohong atau jujur jika dirinya bukanlah manusia seutuhnya. “jika seperti tidak bisa, maka untuk tiga hari kedepan bertingkahlah layaknya seperti orang asing, aku juga ingin kamu tidak menggangguku dan juga aku ingin berangkat sendiri pergi kantor”
“baiklah Valery jika itu maumu, aku ikuti tapi jangan mencoba untuk pergi dariku” ucap Woojin, dia mulai meninggalkan ruangan dengan sedikit emosi yang ditahan, bagaimanapun juga dia tidak bisa menentang atau membantah semua keinginan mereka, jika Woojin mau bersabar sedikit mungkin dia akan tahu kenapa Valery seperti ini.
“pesankan aku makanan seperti biasanya dan pastikan juga kamu makan” lanjut Woojin.
Valery mengangguk, dia segera mengambil ponsel tipisnya dan memesan beberapa makanan yang sudah menjadi makanan favoritnya jika berada di kantor, lalu sambil menunggu makanan sampai Valery memutuskan untuk menunggu di lobby agar sang kurir tidak perlu sampai diatas untuk menghantarkan pesannya.
Sebelum pergi Valery memastikan jika dirinya harus rapi dan juga baik untuk dipandang, akhir-akhir Valery juga lebih suka memakai celana dibanding memakai rok, hari pakaiannya di kombinasi oleh warna hitam dan ungu, Valery turun menggunakan lift pribadi milik Woojin.
Hingga dalam 3 menit, Valery sudah sampai di lantai satu, dimana masih banyak karyawan yang berkeliaran di sekitar lobby entah itu mereka menunggu pesanan makanan mereka atau menunggu teman mereka. Valery mencoba untuk ramah pada mereka dengan menyapa mereka sebagai gantinya namun tidak semua orang menghargai sapanya mungkin sebagian malah mengabaikannya dan tidak memperdulikan sapaan yang Valery berikan.
“jadi itu benar? Wanita yang menggoda Tuan Muda Huang?”
“Ya, itu benar, dia pikir kita akan menyukai sikapnya yang seperti itu?”
“wanita kotor tetaplah wanita kotor tidak akan terlihat baik walau dia berusaha menutupinya!”
Layaknya seperti makanan, ucapan dan perkataan mereka sudah seperti makan siang bagi Valery, seberusaha apapun Valery untuk baik mereka tetap saja dimata mereka Valery bukankah sosok yang mudah untuk diterima, reputasi di perusahaan Huang sudah dicap jelek maka tidak ada yang akan menghargainya sekarang walau jabatannya lebih tinggi dari mereka semua.
Dengan sabar Valery menunggu di sofa Lobby dengan terus tersenyum pada mereka yang melihat dirinya, tak lama kemudian pesanan miliknya sampai dan Valery segera mengambil pesanannya, dengan sabar dia melewati mereka yang masih bergosip tentang dirinya di hadapannya?
Valery berharap salah satu mereka ada yang mengerti dirinya walau rasanya sangat mustahil untuk dikatakan ada, saat sedang menunggu lift terbuka seorang pria mendekati Valery begitu saja dan mencoba mengajaknya berbicara satu atau dua kata.
“Hai, aku Lee sung kyung, aku dari departemen pemasaran iklan” ucapannya dengan mengulurkan tangannya di hadapan Valery yang tentu saja memicu pergosipan yang semakin panas dan menjadikan Valery menjadi wanita menggoda sesuai rumornya.
“maaf, aku tidak mengenal anda, aku Song Valery, secretary Tuan Muda Huang”
“senang bertemu denganmu Nona Song” ucap pria yang bernama Lee itu, dia bahkan menunjukan senyuman manis pada Valery.
“seperti aku harus pergi, senang bertemu dengan anda Tuan Lee”
Semakin Valery berbicara lebih lama dengan pria itu semakin membuat dirinya akan dipandang tidak suka oleh para kaum hawa, bagaimana tidak jika dilihat dari jarak mereka yang begitu dekat bisa dilihat jika Tuan Lee itu masih sangat muda dan juga tampan mungkin pria itu memiliki umur yang tidak jauh berbeda dengan Woojin, dengan makanan yang ada ditangannya Valery melangkah masuk ke dalam lift bersama orang lain yang juga ingin menggunakan lift tersebut.
__ADS_1
Tetap saat sampai di lantai 7 secara bersamaan Lee dan Valery keluar dari lift, bahkan keduanya berjalan bersama menuju ruangan Woojin, Valery hanya bisa diam dia senang mereka lantai ini hanya sedikit karyawan jadi setidaknya dia tidak menerima tatapan kebencian yang mereka berikan.
“anda punya urusan dengan Tuan Huang?” tanya Valery di sela-sela perjalanan mereka.
“mungkin, aku hanya ingin menyapanya saja”
Di Depan ruangan Woojin pria disampingnya mengambil inisiatif untuk membukakan pintu untuk Valery hingga membuat yang ada di dalam terlihat bingung dengan apa yang terjadi dengan mereka berdua.
“terima kasih” ucap Valery, dia segera mendekati meja yang terdapat Woojin yang sedang menunggunya, dia meletakkan semua makanan itu di meja makan sambil membacakannya.
“selamat makan Tuan Woojin, aku akan meninggalkan kalian”
“kamu sudah membeli makanan Valery?”
“sudah Tuan”
Setelah terdengar suara tertutupnya pintu, Tuan Lee baru mendekati Woojin yang seperti tidak lagi bernafsu makan dengan kehadirannya disana, Woojin hanya menatap tanpa minat menyentuhnya.
“jadi benar jika dia sangat istimewa untukmu??” tanya Lee, dia melipat kakinya di depan Woojin.
“tidak ada yang istimewa, mereka semua sama bagaiku!”
“benarkah? Lalu rumor yang mengatakan jika kalian kali tidur bersama apa itu benar?”
Woojin yang baru saja ingin meminum kopinya dibuat tersedak dengan ucapan Lee yang begitu mudah untuk dikatakan. “siapa yang berani menyebarkan rumor seperti itu?”
“aku tidak tahu, aku rasa hampir satu perusahaan membicarakan kalian”
“aku mempekerjakan mereka bukan untuk saling menggosip seperti itu!”
“baiklah, sepertinya aku sudah mengganggu makan siangmu, aku kesini hanya menghantar dokumen laporan keuangan dari departemen pemasaran iklan saja”
Dengan santai Lee keluar dari ruangan Woojin, sebelum meninggalkan lantai 7 di menyempatkan diri untuk mampir pada ruangan Valery, dia mengeluarkan coklat yang ada dibalik jasnya dan menyerahkan pada Valery.
“jika kamu tidak memakan siang, setidaknya makanlah coklat ini, jangan mencoba membohongi dirimu sendiri Nona Song”
“terimakasih Tuan Lee”
Lee tersenyum pada Valery, lalu detik berikutnya dia mulai meninggalkan ruangan itu, entah apa tujuan pria itu muncul dihadapan Valery saat seperti ini yang mungkin mengundang banyak pertanyaan dan juga kecurigaan bagi Valery.
“Valery?”
“Y-ya Tuan, ada membutuhkan sesuatu?” tanya Valery, dia begitu panik hingga terpaksa menyembunyikan coklat itu di balik tubuhnya.
“tidak, ayo makan siang bersamaku”
“tidak perlu Tuan, aku baru saja selesai makan siang”
__ADS_1
“baiklah”
Valery kembali meletakkan coklat itu di mejanya dan segera mengalihkan semua pikirannya dengan melanjutkan pekerjaannya yang belum terselesaikan juga, lagi-lagi wanita itu melewatkan makan siangnya dengan sengaja padahal seharusnya dia mengisi perutnya walau hanya dengan sebatang coklat itu.