
Woojin memangku tubuh Valery untuk duduk di pangkuannya.
Sesuai yang dinamakan ‘the blood thread’ itu berarti Woojin akan melakukan upacara perjanjian ikatan darah seperti yang dituliskan dalam buku tua, ikatan benang merah itu berarti juga sama dengan melakukan ikatan pernikahan yang memang sudah menjadi tradisi atau bisa dibilang ciri khas Kingdom Hwang sebelum menikah.
Tuan Hwang menuangkan air dari kolam ke dalam kelopak bunga tulip, tanaman apapun yang tumbuh di kerajaan ini bukanlah tanaman biasa, setiap bunga atau tumbuhan lain memiliki kekuatan tersendiri yang bisa menjadi racun mematikan atau sebuah obat, itu tergantung setiap tujuan digunakan tumbuhan tersebut.
Sebelum menggunakannya-pun Tuan Hwang harus meniatkan hati untuk tujuan yang baik agar kelak bunga tulip ini bisa menjadi penghambat buat Valery ketika dirinya akan terluka walau efeknya hanya bertahan tidak kurang dari setengah jam.
“pastikan jika gadis itu menghabiskan semuanya”
Woojin mengangguk, dia menerima bunga tulip itu. Kemudian meminumnya dan memberikan kepada Valery melalui ciuman yang sedikit memaksa gadis itu meminumnya. ‘Valery bertahanlah’
“kakek--”
“berikan pergelangan tangannya” ucap sang kakek, dia mengeluarkan pisau tajam yang memang sudah disiapkan sebelumnya.
“seberapa banyak darah yang akan kakek ambil? Apakah ini akan berhasil?”
Walau banyak sekalian keraguan dalam dirinya, tapi tetap saja Woojin masih lebih percaya pada dokter. Dia tidak bisa membiarkan Valery kehilangan darah banyak dalam kondisi alat yang sudah lepas dari tubuhnya.
“kamu tidak percaya padaku?”
“Bukan maksudku--”
“berikan pergelangan tangannya jika kamu ingin melihatnya lagi”
Woojin membuang nafas berat, dia memberikan pergelangan tangan pucat Valery dengan pasrah, tidak ada jalan lain dan tak ada pilihan lain, sekali lagi semua ini tidak bisa kembali seperti awal jika dirinya terlalu takut.
Sang kakek mengiris jari telunjuk Valery. Dalam hitungan detik darah mengalir jatuh kedalam wadah berisikan air kolam, pada awalnya tidak memberikan efek apapun tapi pada tetesan darah kedua air berubah menjadi lebih kemerahan.
“sekarang dirimu”
Woojin mengangguk, dia mengambil pisau dan mengiris jarinya sendiri, darahnya langsung merubah warna air menjadi sangat merah seperti darah. Air itu berubah seperti air yang mendidih dan mengeluarkan banyak sekali asap putih sampai detik berikutnya air menghilang begitu saja.
__ADS_1
“apa yang terjadi?” tanyanya, tentu saja Woojin bingung dia tidak tahu kemana hilangnya air tersebut, akan banyak waktu yang terbuang jika dia tidak mengerti langkah selanjutnya apa.
Sebuah cahaya mengelilingi tubuh Woojin dan Valery.
“lihatlah jari kelingkingmu Woojin”
Woojin segera melihat jarinya, ada sebuah benang merah melilit di jarinya, jika dilihat kemana arah benang itu membentang akan mengarah pada jari Valery.
Itu sebuah ikatan benang merah yang hanya bisa dilihat pada mereka yang melakukan ikatan darah.
Konon, dalam sejarah kepercayaan orang korea zaman dahulu, siapapun mereka yang melakukan ikatan benang merah tidak ada siapapun yang bisa memisahkan mereka sampai tujuh kehidupan selanjutnya, walau kematian memisahkan keduanya tidak akan bisa mencintai orang lain apalagi menikah dengan yang lain.
Itu sama seperti perjanjian yang pernah dilakukan Tuan Hwang dengan mendiang istri.
**********
Kaum pengikut Levin bersorak gembira dalam menyambut segala persiapan upacara pernikahan pemimpin mereka.
Di Sebuah kamar yang tentu saja bukan milik Valery, dirinya melihat ke arah cermin besar yang memantulkan dirinya dengan gaun hitam dan wajah yang penuh dengan polesan makeup.
‘Woojin, inikah perpisahkan kita? Aku pikir setidaknya aku bisa melihatmu yang sekarang walau itu mungkin mustahil’
Sudah tak terhitung Valery mengusap air matanya, dia sudah melihat wajah asli Levin dan itu tidak memberikan kesan apapun dalam pandangannya, yang dia butuhkan Woojin bukan pria lain.
“Lihatlah kamu terlihat cantik”
Valery menoleh kesamping dan saat itu juga dia melihat sosok Levin berada dibelakang tubuhnya, seketika tubuh Valery merasa begitu tegang dan jantung kembali berdetak lebih kencang, dia benci jika harus melihat wajah itu lagi apalagi pria itu sangat suka bertindak semaunya.
Tangannya mengepal gaunnya saat Levin meletakkan bibirnya pada punggung Valery yang terbuka tanpa tertutup apapun karena gaun yang dikenakan tidak memiliki lengan, tubuhnya sepenuhnya berada pada kendali Levin jadi dia tidak bisa menolak apa yang pria itu lakukan.
“aku membencimu!! Kau pria brengsek!!”
Pria itu menunjukan seringai ke arah cermin saat melihat Valery begitu menatapnya tidak suka, jika bukan Levin sangat menyukai wanita ini mungkin tak sampai menunggu dirinya selesai melakukan upacara sumpah pernikahan mungkin Levin sudah menyeret ke kamar miliknya. “turunlah, semua sudah menunggumu dan aku juga menunggu malam pertama kita”
__ADS_1
Valery mengambil segelas air di harapannya, dia melemparkan ke arah pria itu yang akan meninggalkan ruangan dan berteriak sekencang mungkin “itu tidak akan pernah terjadi!!”
“Akh!!! Aku benci semua ini!!”
Valery membuang apapun yang berada di dekatnya, dia benci terlahir menjadi Aster dan sekarang dia akan menjadi pendamping dari orang yang telah membawanya kesini.
Dalam sekejap pada Valery sudah pindah lokasi di dalam dirinya berada di depan banyak orang yang berkumpul dalam sebuah gua, dirinya juga ini sudah berdiri di hadapan Levin dan ada beberapa orang didekatnya.
Semua orang terdiam saat Valery menatap ke arah mereka semua.
‘benarkah aku akan mengabdikan hidupku pada kehidupan seperti ini?’
‘Woojin-- jika masih ada sisa waktu untuk bertemu denganmu, aku ingin mengatakan jika tidak ada hal lagi yang aku inginkan selain bisa melihatmu bahagia, dimanapun dirimu sekarang bolehkan aku berharap--’
Valery memejamkan matanya ‘bisa memelukmu’
Levin menarik kedua tangan Valery, mendekatkan gadis itu padanya.
“di hari yang istimewa ini aku ingin mengatakan jika setelah beratus tahun lamanya baru kali ini aku ingin hanya mencintai satu orang untuk seumur hidupku, apakah kamu bersedia menjadi pendamping abadiku? ”
Valery melebarkan matanya, dia tidak ingin terjadi apapun dan tidak ingin menjanjikan sesuatu. ‘Tidak!’
“Ya” Valery mengutuk dirinya! Ini benar-benar sudah keterlaluan, Levin bahkan mengatur dirinya untuk tidak menolak dirinya.
“Valery, calon istriku, izinkan aku menjadi seorang pria yang terbaik dalam hidupmu, walau memang perkenalan kita tidak sebaik yang pernah aku tunjukan, tapi bisakah kamu memberikan kesempatan untukku?”
‘aku mohon jangan lakukan apapun!’ Valery malah mengangguk.
Saat tangan Levin ingin meletakkan cincin di jari manis Valery tiba-tiba. Sebuah cahaya mengitari tubuh Valery seperti kilatan petir, detik berikutnya, hilang bersama dengannya.
Levin terkejut dengan apa yang terjadi, pasalnya tidak ada yang bisa menembus portal dunia ‘Shadow Soul’ dan belum ada yang bisa menemukan dimana kelemahan kekuatannya.
“Sial!!”
__ADS_1
Para undangan merasa ketakutan melihat Levin berubah menjadi lebih mengerikan dari biasanya, pria itu itu menghilang begitu saja.
note : aku sebenarnya pengen rajin update, cuman sedih ajah gitu ngeliat yang like sam komen makin sedikit, bikin aku jadi malas untuk upadate maaf ya😭