“Aku Bukan Takdirmu”

“Aku Bukan Takdirmu”
Bab 55 - l Love you


__ADS_3

Benang merah yang mampu melewati portal dunia ‘Shadow Soul’ membawa Valery keluar dari sana dan disinilah dirinya berada.


Saat membuka kedua matanya, hal pertama yang Valery lihat adalah kamar yang begitu mewah dan sangat lebar melebihi apartemen kecilnya, dia kembali memejamkan kedua matanya, berharap ini bukan lagi dunia lain yang sengaja Levin pindahkan.


Ingatan Valery terakhir adalah dirinya yang akan menerima cincin pemberian dari Levin dan setelah itu Valery tidak mengingat apapun, dengan lemas dia mencoba melihat lebih jauh lagi didalam kamar yang terasa asing untuknya.


“apa ini?”


Tatapan tertuju pada alat yang hampir membungkus tubuhnya. Valery baru menyadari jika dirinya juga memakai pakaian pasien, dia melepaskan saluran pernafasan di wajahnya dan melepaskan selang infus di tangannya.


‘apakah aku mengalami kecelakaan?’ 


‘seharusnya jika memang terjadi, bukankah seharusnya aku berada dirumah sakit? Lalu dimana sekarang aku? Apakah--,’ 


Valery langsung turun dari ranjang walau tubuhnya masih begitu lemas dan sulit untuk dipaksa bergerak. Dengan kaki tanpa alas dia berjalan keluar kamar itu. ‘Woojin, dimana kamu?’


Valery yakin jika dirinya sudah kembali, dia bisa memastikan itu karena terakhir sebelum Valery dibawa pergi kedunia ‘Shadow Soul’ dirinya mengalami banyak sekali kejadian yang mungkin saja membuat para dokter kebingungan dan benar! Valery seharusnya selama ini koma.


Itu berarti hanya jiwanya yang dibawa pergi. 


"Woojin”  Valery berjalan sambil bertumpu pada dinding ruangan, dia ingin memastikan jika perasaannya kali ini tidak salah, jika dirinya benar-benar sudah kembali dan segala tentang Aster atau-pun Afro sudah hilang walau Valery tidak akan bisa hidup lebih lama karena usia yang terus dipotong.


Valery terus berjalan sampai dia memasuki sebuah ruang utama, dimana hanya ada beberapa pelayan yang terkejut melihat dirinya. 


“ada yang bisa memberitahuku dimana Woojin?” ucap Valery, entah kenapa dia sangat sulit untuk bergerak lagi, tiba-tiba saja dia kehilangan keseimbangan. 


“Valery!” 


Tetap saat itu Woojin menangkap tubuh itu sebelum menyentuh lantai. 


Valery tersenyum, secara perlahan tangannya naik untuk menyentuh wajah Woojin, pria yang selama ini dia rindukan dan selalu membuatnya bertanya apakah kita bisa bersama?


Setidaknya Valery masih bisa merasakan kehangatan wajah itu dan melihat bola mata yang selalu ingin Valery lihat dan senyum yang jarang sekali pria itu tunjukan.

__ADS_1


“Woojin, benarkah itu kamu?” ucap Valery, walau tubuh belum mampu bergerak banyak, Valery terus memaksa menyentuh wajah Woojin seperti ini memang bukan khayalan semata tapi nyata.


“Valery, aku--”  bohong jika Woojin tidak bisa menahan diri untuk tidak menangis saat ini juga, tubuh bergetar hebat dan mulutnya seakan-akan seperti di lem tidak bisa mengatakan apapun. Dia menarik Valery masuk ke dalam kedepannya, mencurahkan segalanya kerinduan dirinya. “Valery, tolong jangan pergi lagi. Aku benar-benar tidak bisa hidup tanpamu, aku mencintaimu”


Valery menangis, itulah kalimat yang dia tunggu selama lima bulan ini, kalimat yang bisa memberikan harapan padanya bahwa bukan hanya dirinya yang memendam perasaan ini. “Woojin--aku--juga”


Kedua berpelukan di atas lantai ruangan utama, semua orang ikut terbawa suasana mereka berdua, seperti memang inilah perasaan yang ingin sekali keduanya sampaikan dan rasa kerinduan yang secara perlahan terobati.


“Tapi--,”


Baru saja akan berkata Woojin sudah menutup kalimat itu, dia mencium Valery dengan lembut sangat berbeda dengan yang biasa pria itu lakukan, seperti Valery bertemu dengan sosok hangat dalam diri Woojin yang jarang sekali pria itu perlihatkan.


Ciuman hanya berlangsung selama sepuluh detik, Woojin mencium seluruh area wajah Valery berkali-kali sampai yang melihat apa yang pria itu lakukan tersipu malu, “terimakasih Tuhan” ucapnya, dia kembali menarik Valery kedalam pelukannya. Sampai akhirnya pria itu memutuskan untuk membawa Valery kembali ke kamarnya.


“jadi selama ini, kamu yang menjaga tubuhku? Aku pikir tubuhku tidak ada didunia ini”


“Valery, maafkan aku yang terlambat menyelamatkanmu”


Dengan lembut Woojin meletakkan Valery keranjangnya, pria itu tak henti-hentinya bersikap baik dan benar-benar berbeda dengan Woojin yang suka marah dan sangat kasar. Dia bahkan masih terus menggenggam tangan Valery walau sekarang ikatan benang merah tidak bisa dilihat lagi.


“aku juga Valery, aku mohon jangan pergi lagi, dan bisakah kamu membagi masalahmu padaku?” 


Valery tersenyum, betapa semua ini sangat indah untuk dikatakan sebuah mimpi tapi ini nyata dan benar-benar membuat Valery bahagia tapi disisi lain dia juga bersedih, mungkin efek kendali Levin masih melekat didalam tubuhnya sehingga Valery sampai membayangkan jika dihadapannya Levin. 


“semua sudah berakhir, tidak ada lagi hal yang perlu kamu takutkan, sisi gelapmu sudah lenyap dan kamu tidak akan melukai orang lain”


“apa kamu akan pergi? Valery jika aku tahu akan kehilangan dirimu setelah sisi gelap itu menghilang, aku akan lebih memilih pergi meninggalkanmu”


“Woojin, setiap pertemuan akan ada perpisahan, tak ada yang abadi, aku memang akan pergi tapi bukan saat ini tapi suatu hari nanti itu akan terjadi--,” 


Woojin menutup mulut Valery dengan tangannya, bukannya dia tidak ingin mendengarkan apa yang Valery bicarakan tapi lebih tepatnya Woojin tidak mampu mendengarkan jika kata-katanya mengatakan jika dirinya akan pergi meninggalkannya. 


“jika kamu bersikeras untuk pergi, aku akan menutupi seluruh negara ini untuk mencegahmu pergi!”

__ADS_1


“Woojin, kamu mau mendengar kisahku sebelum sampai kesini? Aku pergi ketempat lain, tempat dimana aku benar-benar melihat ibu dan ayahku”


Ya, itu benar. 


Itulah kendala Valery kembali pada tubuhnya saat lama padahal dirinya sudah pergi meninggalkan dunia ‘Shadow Soul’.


Itu semua bukan semata usaha Woojin yang dia lakukan, tapi nyatanya kaum Afro terlibat didalamnya. Dengan ikatan benang merah di jiwa Valery kaum Afro Child membantunya keluar dari portal milik Levin. 


Awalnya Valery pikir dirinya akan benar-benar dibuat untuk langsung memilih karena Aster dalam tubuhnya sudah mati tapi nyata dirinya malah dipertemukan padahal tak terduga. Dia kembali dipertemukan pada sang ibu setelah beberapa tahun lamanya dan juga Valery diajak untuk berkunjung pada sang ayah yang berbeda dengan kehidupan sang ibu. 


Sekilas memang sangatlah menyenangkan, tapi tibalah saat dimana pimpinan para Afro membawa ke sebuah tempat atau lebih tepatnya seperti alam lain dimana Valery melihat banyak sekali manusia disana.


‘Valery, hidupmu tak akan lama seperti yang sudah kamu ketahui bukan? Kamu terlalu muda membunuh Aster itu sehingga kaum Afro kehilangan lagi pasangannya, aku membawamu kesini bukan menghukummu tapi sebaliknya kamu kesini diberikan pilihan untuk menjadi seperti kita atau melahirkan bayi sebagai pengganti dirimu’  ucap pimpinan Afro itu.


“apa yang kamu pilih?” tanya Woojin, dia terlanjur penasaran dengan pilihan Valery daripada mendengarkan kelanjutan kisah tersebut. “kamu pasti memilih pilihan kedua-kan?”


“aku belum memilih, aku diberitahu oleh mereka untuk berpikir” 


Woojin langsung meletakkan tangan Valery ke dadanya, “Valery, apakah kamu lebih memilih menjadi seperti mereka? Seorang Afro tidak boleh jatuh cinta, tugasnya juga begitu berat untukmu, ayo kita menikah dan lahir kan anak untuk diberikan pada mereka”


Valery mendengar itu merasa sedih, dia menjauhkan jangan dan hanya diam saja, kedengarannya saat egois jika Valery lebih memilih untuk mengorban kehidupan anaknya yang belum ada didalam perutnya tapi Woojin akan terluka jika dia lebih memilih menjadi seorang Afro.


“bagaimana  jika nyatanya aku tidak bisa miliki anak lagi? Kamu seorang pangeran bukan? Dan akan menjadi raja. Kerajaan ini butuh penerus Woojin, bukan seorang permaisuri” 


“ untuk apa kamu mengatakan kamu mencintaiku jika pada akhir kita akan berpisah lain, jika hanya berpisah sampai bertahun-tahun aku akan menunggu itu tapi nyata kamu akan berada disana beratus tahun dan tidak ada kehidupan setelahnya” Woojin menghela nafas sejak “kita sudah melakukan ikatan darah, sampai kapanpun aku tidak bisa mencintai wanita lain apalagi menikah” 


“Woojin, jika aku tahu pada akhirnya seperti ini, aku akan lebih memilih pergi tapi segalanya menahan diriku disini, aku takut dan aku bingung, mereka terus berkata aku akan pergi karena kesalahanku tapi disisi lain aku takut meninggalkanmu, apakah cinta kita salah?”


“ataukah kisah ini yang terlalu rumit? Aku harus bagaimana Woojin? Aku sangat mencintaimu, aku bohong jika aku tidak ingin tinggal bersamamu apalagi bisa menikah denganmu, tapi aku benar-benar benci pada kehidupanku!”


Valery kembali menangis, serumit inikah kisahnya? 


Padahal ibu dan ayahnya yang membuat dirinya seperti ini tapi kenapa harus Valery sendirian menanggungnya, dia bahkan tidak bisa membuat pilihan untuk kepastian hidup selanjutnya. 

__ADS_1


“tak ada cinta yang salah didunia ini Valery, hanya saja bukan cinta yang menyebabkan ini terjadi tapi takdir, aku yakin kita bisa melewati semua ini” dengan sigap Woojin membawa Valery kedalam kedepannya. 


Note : ada pusing? Ini baru awal dari berakhir Aster dan sisi gelap, aku ada banyak permasalahan yang lebih logis mungkin, aku sih enggak janji 😌😂 jadi jangan bosan dengan kisah ini oke 🌚 ada yang bisa tebak kisah selanjutnya apa?


__ADS_2