“Aku Bukan Takdirmu”

“Aku Bukan Takdirmu”
Bab 39 - My Book ( Teori Swivel )


__ADS_3

Malam harinya ….


Setelah menghabiskan setengah hari, merenungkan segala yang terjadi pada diri Valery, wanita berusia 21 tahun itu masih belum bisa memahami apa yang harus dilakukan jika bulan purnama terjadi pada hari rabu yang tinggal menghitung hari, dalam diri Valery ingin sekali membaca semua isi buku itu untuk mengetahui segalanya untuk Aster yang semakin memudar dan menghilang di dahunya.


Siapa yang tidak sedih jika kehidupan terus direnggut saat dirimu masih belum mampu memperbaiki segalanya?


Apakah salah jika Valery memiliki Aster itu sejak lahir?


Dia bahkan dibuang saat dilahirkan didunia ini, lalu Valery harus bagaimana? Semua ini terjadi atas kesalahan orang tuanya! 


Jadi Valery harus menyalahkan siapa? Ibu atau ayahnya? Atau takdir?


Seharian dia hanya tetap kearah langit yang begitu cerah namun berbeda dengan suasana hatinya, hingga siang berganti dengan malam dalam putaran waktu yang terus berjalan tanpa bisa dihentikan atau dimundurkan walau hanya satu detik.


Setelah membersihkan dirinya, kini Valery kembali duduk dihadapan buku tua yang belum bisa dia mengerti kenapa buku itu ada namun tidak bisa memberikan solusi untuk segala tentang Aster, hanya ada Teori dan Teori yang membuat kepala Valery pusing dengan segalanya. Setidaknya buku itu memberi petunjuk untuk Valery lakukan jika bulan purnama terjadi, Valery hanya ingin bersembunyi sampai cahaya itu menghilang ketika bulan purnama berlalu.


Hingga segala keegoisan Valery untuk melarangnya kembali membuka buku tua itu, dia membuka halaman kedua untuk melihat lagi daftar isi yang berharap jika dia bisa melihat petunjuk lain atau mungkin Teori lain. Dihalaman kedua begitu banyak daftar isi karena halaman ini lebih dari 200 halaman.


Valery berhenti pada ‘Teori Swivel’ dihalaman 60-63 


Halaman 60-61 ‘Teori Swivel’


Teori Swivel adalah Teori yang terbaru dengan versi yang sama dengan ‘Teori Choresi’ namun makna yang sangat berbeda dengan sebelumnya karena dalam Teori ini benar-benar menjelaskan tentang Aster yang ada didalam tubuh manusia, walau mungkin sebagian dari Afro tidak percaya pada Teori ini tapi Teori ini benar diambil dari kehidupan manusia yang diuji coba dengan Aster.


Teori Swivel, dalam hampir 1500 tahun yang lalu ketika seorang Afro Child terjebak cinta dengan manusia yang melahirkan keturunan Afro dengan Aster didalam tubuhnya. Saat itu leluhur Afro mengatakan jika bayi itu adalah bencana bagi kaum manusia dan memiliki keuntungan untuk Afro Dark, jika bayi Aster diambil jantungnya maka Aster itu bisa berpindah pada siapapun yang memakannya hingga usianya Aster manusia menginjak 18 tahun.


Dalam Teori ini dijelaskan jika Aster manusia tidak punya kesempatan untuk menghilangkan tanda ini karena pada dasarnya kelopak Aster tumbuh dengan jantung, jadi jika Aster mati maka pemilik tubuhnya akan ikut mati, itu juga merupakan satu kesalahan bagi semua kaum AfroChild karena akan membuat kelangkaan bagi mereka yang hidup tanpa Aster ditubuhnya.

__ADS_1


Halaman 62-63 ‘Teori Swivel’


Dalam ‘Teori Swivel’ menjelaskan jika Aster manusia akan kembali diberikan satu kesempatan hidup dimana dia lahir sebagai manusia atau AfroChild yang tergantung pada sikapnya dunia manusia, jika Aster manusia lebih banyak memakai kekuatannya maka kemungkinan besar dia akan lahir menjadi Afro tapi jika dia memakai kekuatan Aster untuk kejahatan maka dia akan lahir sebagai manusia dengan ingatan yang sudah dihapus.


Namun saat ini belum ada Aster manusia yang lahir menjadi manusia murni karena hampir semua terlahir kembali setelah melewati lintas waktu 1000 tahun dan hidup abadi menjadi AfroChild dengan kekuatan Aster yang lebih unggul. Dia akan menjadi kekuatan bagi kaum Aster dan menerus untuk kaum selanjutnya karena hidupnya akan dijamin selama 500 tahun lamanya.


Dalam Teori ini juga menjelaskan untuk bersembunyi bagi kaum Aster manusia saat terjadinya bulan purnama, ada salah satu gua dimana para Aster manusia bersembunyi ketika Aster akan bercahaya untuk menentukan dia akan berkembang atau malah sebaliknya akan cepat mati, namun satu hal yanh saat ini belum bisa di katakan benar karena saat ini Gua itu tidak ada yang tahu dimana keberadaannya dan juga kurangnya ilmu pengetahuan tentang peta dunia.


Tapi para Afro leluhur tidak pernah menyerah untuk menemukan solusi lain bagi Aster manusia karena bagimana-pun juga mereka akan terlahir kembali sebagai kaum Afro, ada cara yang cukup membantu untuk sedikit menghindari cahaya Aster yang dapat mengundang orang jahat dan juga Afro Dark. Yaitu dengan melakukan hubungan intim dengan manusia murni tanpa melipatkan kekuatan apapun entah itu sisi gelap, sisi putih atau kekuatan Aster itu sendiri, namun dalam melakukan hubungan intim Aster manusia harus sepenuhnya mengambil alih dan sang pria tidak boleh melihat dirinya.


Karena pada dasarnya bukan hanya Aster itu yang akan bercahaya tapi tumbuh Aster manusia juga akan sedikit berubah, tubuhnya akan lebih dingin dan perubahan warna rambut yang menjadi biru, lalu wajah Aster manusia akan ada mahkota di keningnya dan bola mata yang berwarna abu-abu.


Hingga saat ini itu merupakan solusi untuk segala yang akan terjadi saat bulan purnama terjadi, karena pada dasarnya Aster manusia itu terlahir dengan jiwa Afro yang tentu saja sikap dan perubahan tidak akan berbeda jauh dengan AfroChild yang mirip dengan Angel namun mereka tidak bersayap dan juga tidak hidup untuk mengawasi manusia. Mungkin solusi ini terlalu menjijikan tapi ketahuilah jika semua Teori punya makna dan tujuan yang sama, walau butuh cara yang berbeda.


“aku tidak mungkin menggunakan cara ini untuk menghilangkan cahaya Aster, berhubungan intim? Apakah hanya itu saja yang mereka lakukan selama hidup? Aku muak dengan segala kegilaan ini!”


Buku tua itu bertabrakan dengan Vas bunga yang menimbulkan suara yang begitu kencang hingga satu rumah ini bisa mendengar apa yang terjadi, tepat saat itu juga Woojin langsung masuk kedalam kamar Valery yang belum dikunci dengan wajah paniknya.


“Valery apa yang terjadi?” tanya Woojin, dia berlari mendekati Valery yang seperti orang ketakutan dengan memeluk lutut dan mengigit tangannya diatas sofa. Dia menarik tubuh Valery yang gemetar ketika ada didalam pelukannya.


“apa ada yang menganggu dirimu?”


“kenapa Valery? Setidaknya ceritakan apa yang terjadi?”


Dalam pelukan hangat Woojin, Valery mencurahkan semua kesedihannya hingga rasanya air matanya telah membasahi Piayama yang Woojin kenakan, walau pada akhirnya Valery hanya akan memilih untuk diam tanpa mau mengatakan apa kebenarannya, karena percuma saja Valery jelas semua fakta dan teori ini tidak akan mampu membuat Woojin percaya, belum lagi banyak sekali teori yang belum ada kebenarannya.


“maaf”

__ADS_1


“untuk apa?”


“aku tidak bisa menjelaskan apa yang saat ini terjadi pada diriku”


“tapi kenapa Valery? Jika kamu seperti ini, aku juga yang terluka” ucap Woojin


Keduanya hanya diam tanpa lagi bisa melanjutkan apa yang terjadi hari ini, bukan karena keegoisan dan ketakutan yang Valery rasakan tapi rasa cintanya pada Woojin membuat dirinya takut akan kehilangan pria itu jika semua rahasia yang dia simpan akan terungkap, bagaimana-pun juga Woojin adalah rumah terakhir bagi Valery untuk berlindung dari segala ancaman dan juga orang jahat.


“aku lelah” ucap Valery, dia mencoba melepaskan dirinya dari pelukan Woojin yang mampu membuat dirinya merasa tenang dan juga aman, semakin Valery mengeluarkan semua perasaannya itu semakin membuat Valery merasa ketergantungan pada pria itu dan semakin membuat Valery takut dengan segala ketakutan yang dia rasakan saat ini dan mungkin kedepannya.


“kamu tidak ingin menceritakannya?”


“aku tidak bisa Woojin”


“tapi kenapa Valery?”


“kamu tidak akan mengerti, bisakah kamu meninggalkan aku sendiri disini? Aku ingin tidur”


Valery mencoba mendorong tubuh Woojin untuk keluar dari kamarnya.


“jika kamu tidak menjelaskannya, bagaimana aku bisa mengerti Valery”


“selamat malam Woojin”


Saat itu juga pintu tertutup dan hanya ada kesunyian ketika Woojin masih tetap berdiri disana dengan segala kebingungannya dan juga perasaan kecewa, namun Woojin tidak bisa melakukan apapun saat ini karena jika Woojin terlalu larut dalam perasaan saat ini itu malah akan mengundang sisi gelapnya kembai dan terus menghantui mimpi Woojin yang sama sekali tidak mau dia lihat walau hanya sebentar saja.


“aku harap kita masih dikasih kesempatan untuk bisa mengerti apa yang terjadi pada diriku ”

__ADS_1


__ADS_2