“Aku Bukan Takdirmu”

“Aku Bukan Takdirmu”
Bab 19 - be destructed


__ADS_3

Valery membuka kedua matanya dengan malas saat cahaya matahari mengenai wajahnya, baru saja dia ingin menggeser posisinya menjadi membelakangi cahaya matahari, tapi melihat Woojin yang ada di samping mengurungkan niat Valery.


Dia menarik kembali selimut, menutupi tubuhnya yang belum memakai pakaian, ini sudah yang kedua kalinya Valery sulit untuk menggerakkan tubuhnya, bahkan untuk menggeser tangan Woojin yang ada di tubuhnya saja sangat sulit, sekujur tubuhnya terasa begitu nyeri, Valery membenci dirinya, dia merasa seperti sudah menjadi budak nafsu Woojin.


Valery harus mencari tahu apa yang sebenarnya pria itu inginkan darinya, mencoba membuat pria itu tidak menyukai Valery, semakin Valery memberontak maka pria itu akan semakin kasar padanya, tapi jika Valery menjadi anak yang penurut maka pria itu akan baik padanya dan lembut.


Valery mencoba menjadi kalimat yang tadi malam pria itu ucapkan sebelum keduanya terlelap tidur, 'sifat dominan' Ya kata itu muncul setelah Valery berpikir keras, Valery seperti pernah membaca seseorang yang memiliki sifat dominan.


Sifat dominan itu lebih seperti seorang psikopat namun mereka tidak membunuh, mereka lebih suka menyakiti seseorang namun penyesalan akan datang setelahnya, namun seseorang yang memiliki sifat dominan akan lebih sulit untuk dimengerti dan juga akan lebih sering berbohong.


Valery menatap pria yang masih tertidur lelap di sampingnya, jika Valery perhatikan sifat Woojin dari pertama mereka bertemu hingga akhirnya mereka berakhir diranjang yang sama, memang sifatnya menunjukan seperti seorang yang dominan, dan akan sangat berbahaya bagi Valery untuk menjauh dari pria ini.


Jam sudah menunjukan pukul sembilan! dan kenapa Valery baru menyadari itu! Dia segera turun dari ranjang itu, namun tangan Woojin yang ada di pinggangnya menahan Valery untuk turun dari ranjang.


“kau ingin kemana?” ucap Woojin, dia berbicara dengan suara serak khas seperti orang baru bangun tidur, dia menarik Valery untuk mendekatkan tubuh mereka yang polos.


“kau masih tidak mau melepaskanku, setelah mendapatkan kebutuhanmu? Kurasa waktuku sudah selesai untuk melayanimu Tuan, jadi bisakah anda melepaskanku? Aku butuh makan dan juga kehidupan”


“Valery, aku tahu aku salah, aku tidak akan meminta maaf, karena maaf saja tidak cukup untukmu, kau lebih suka jika aku bersikap kasar agar kamu bisa menurut padaku”


“sudah! Aku benci denganmu berbicara, sekarang apa yang kau inginkan? Kau sudah merenggut segalanya! Apalagi yang ingin kamu ambil dariku tuan”


Valery menarik tubuhnya menjauh dari Woojin, dia tidak bisa merasakan sentuhan pria itu, semua sentuhannya membuat Valery semakin membenci hidupnya, dia juga menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya.

__ADS_1


“Valery kenapa kamu menganggap dirimu seperti itu?”


“kau yang membuatku menjadi seperti ini, kau mengubahku menjadi budak! Kau bukan manusia kau iblis dengan wajah yang seperti malaikat”


“Valery, tolong jangan membenciku--”


“atas dasar apa aku tidak boleh membencimu! Kau pria brengsek! Dan apa pantas untuk tidak dibenci?”


“Valery--”


“berhenti memanggil namaku! Aku benci saat dirimu memanggil namaku”


Woojin sedikit bangun dari posisinya, dengan susah payah dia menarik Valery untuk kembali kedalam pelukannya, Woojin mencoba menenangkan Valery dengan terus mengusap punggung wanita itu dan mengecup beberapa kali kening Valery.


“bisakah kamu menjadi penurut dikit saja, akan aku ceritakan semuanya”


“Valery aku tidak bisa melepas dirimu atau membiarkanmu kabur dari genggamanku”


“kau tidak mempunyai hak untuk terus menahanku disini!”


“aku punya hak, dan itu akan menjadi sebuah kewajiban”


“aku tidak peduli dengan semua hakmu dan kewajibanmu! Aku tidak mau hidup bersama pria yang merenggut--”

__ADS_1


Woojin terpaksa menutup mulut Valery dengan bibirnya, Woojin benar-benar mencoba menahan sisi lain dirinya yang mulai menguasai dirinya, dia tidak mau menyerang Valery lagi, sisi lain dari tubuhnya sangat kuat daripada sisi baik Woojin.


Dia lebih memilih untuk meninggalkan ranjangnya dan berjalan menuju kamar mandi, dengan cara ini dia bisa menenangkan dirinya, dia membiarkan Valery itu menangis lagi akibat perbuatan brengsek sisi lainnya, Woojin benci dengan semua yang terjadi pada dirinya, sudah sangat lama dia tidak menunjukan sisi lainnya, kini malah sisi lainnya semakin besar dan sudah bisa mengambil ahli tubuhnya.


Dibawah shower, Woojin membasahi tubuhnya, dia berkali-kali mengusap wajahnya, mencoba mengingat apa yang terjadi tadi malam, dia hanya mengingat jika dirinya menyeret tubuh Valery dan selebihnya dia tidak ingat.


Dan Valery, wanita itu dengan susah payah mengumpulkan pakaiannya yang berserakan di lantai, Valery hanya memakai kemeja miliknya lalu melangkah keluar dari kamar yang menjadi penderitaannya, berjalan kembali ke kamar dengan mengandalkan bantuan dinding, tubuhnya  benar-benar sangat sakit, rasanya menangis pun tidak akan bisa menyembuhkan sakit ditubuhnya.


Setelah sampai Valery menjatuhkan tubuhnya di ranjang miliknya, mematikan satu-satunya cahaya yang menerangi kamarnya, kegelapan? Rasanya itu akan menjadi sahabat Valery untuk kedepannya, dalam kegelapan dia tidak bisa melihat apapun dan itu saat baik untuknya.


Menekuk lututnya, dia memeluk tubuhnya dengan sangat erat, dia tidak memperdulikan dirinya yang masih berantakan dan tidak memakai apapun kecuali kemeja miliknya, rasanya tidak perlu ada yang ditutupi lagi dari tubuhnya, Toh pria lain akan memandangnya sama dengan Woojin, wanita kotor? Itu bisa dibilang sebutan baru untuk Valery.


Hingga bayangan Woojin masuk kedalam kamarnya, pria itu sudah memakai pakaian hari biasanya, dia melangkah mendekati Valery diranjang sambil membawa nampan, dia menyalakan kembali lampu kamar Valery.


“apa lagi yang kau inginkan?”


“kau harus meminum pil ini dan memakan sarapanmu, aku tidak mau kau hamil dan menyakiti dirimu sendiri, setidaknya tubuhmu harus tetap sehat, agar sewaktu-waktu aku membutuhkanmu kau tidak sakit”


“kau sekarang menganggapku budak?”


“setelah pada dirimu mau menganggap apa, aku akan pergi dan dirimu tidak bisa keluar karena semua akan aku kunci dengan sidik jariku”


“kau Gila! Kau psikopat! Kau brengsek Woojin!”

__ADS_1


Woojin seakan-akan tidak mendengarkan apapun yang dikatakan Valery, dia terus melangkah meninggalkan ruangan Valery dan menutupnya tapi tidak menguncinya, dia berjalan keluar rumah.


Diluar sudah ada Han yang menunggunya di dalam mobil, dia harus segera bertemu dengan dokter yang biasa menangani semua keanehan Woojin sejak usia 19 tahun.


__ADS_2