“Aku Bukan Takdirmu”

“Aku Bukan Takdirmu”
Bab 37 - My time and you


__ADS_3

Sesuai dengan keinginan Valery, mulai hari ini keduanya bertindak seperti orang asing mulai dari saat mereka bangun tidur yang biasanya Valery lebih dahulu menyiapkan segala kebutuhan Woojin kini tanpa Valery siapkan saat melihat Woojin yang sudah rapi dengan seragam kerjanya membuat Valery sedikit merasa aneh, lalu saat  ingin berangkat kerja Valery memilih untuk menunggu Woojin berangkat dengan Han barulah dirinya berangkat menggunakan bus.


Sampai di kantor-pun sama keduanya sama bersikap seperti layaknya seorang atasan dan asisten, terkadang Woojin juga lebih memilih untuk menyuruh Han daripada Valery. Melihat ini bukan suatu yang bisa diterima Valery tapi juga membuat dirinya bingung, dia yang meminta pada pria itu untuk bersikap seperti orang asing tapi kini Valery-lah yang merasa bersalah, tidaknya terlalu terburu-buru dan mementingkan keegoisannya karena tekanan dari sekitar yang membuat dirinya mengambil keputusan gegabah seperti ini.


Dari balik jendela ruangan Woojin, wanita itu bisa melihat jika pria itu mencoba untuk mengalihkan semuanya pada kesibukkan yang tergeletak di meja kantornya, jam sudah menunjukan waktunya makan siang tapi pria itu belum memberitahu Valery apa yang dia butuhkan untuk makan siang kali ini, tanpa berpikir panjang Valery segera meninggalkan meja kantornya dan berjalan mendekati ruangan Woojin.


“Nona Song!” panggil Lee yang kala itu langsung menghentikan langkah Valery yang baru saja ingin membuka pintu kantor Woojin, dengan berkas yang ada ditangannya, Lee segera mendekati Valery. 


“Ya, Tuan Lee? Ada butuh sesuatu?” tanya Valery, dia jadi mengurung niatnya untuk mengajak Woojin makan siang bersama atau bertanya apa yang pria itu inginkan untuk makan siangnya.


“apa kamu sedang sibuk? Maksudku jika tidak keberatan bisakah kamu membantuku untuk masalah hukum pajak untuk pemasangan iklan?” 


“....” Valery terdiam, dia ingin sekali berkata jika dirinya ingin makan siang bersama Woojin tapi ini juga merupakan pekerjaan dan dia tidak bisa menolak permintaan tolong dari seseorang “baiklah” 


“bagus, kita bisa sambil makan siang bersama” ucap Lee


Dengan lancangnya dia menarik tangan Valery yang membawa wanita itu keluar dari kantornya segera menuju lift pribadi milik Woojin, hal yang dilakukan Lee memicu percikan gosip baru untuk Valery yang akan terus berlangsung lebih lama lagi.


“Tuan Lee, aku tidak membawa dompetku” ucap Valery, dia mencoba mengimbangi jalan pria didepannya dan mencoba melepaskan tangannya sebelum semakin banyak lagi orang yang melihat mereka seperti ini.


“aku yang akan membayarnya” 


Tak lama mereka sudah masuk dalam lift yang hanya diisi oleh mereka berdua, karena lift pribadi tidak sembarangan orang bisa memakainya dan hanya orang tertentu yang boleh memakainya. Kedua terdiam begitu lift terus berjalan membawa mereka sampai di lantai dasar.


“tapi Tuan Lee--”


“aku tidak akan memintamu membalasnya Valery, kita impas kamu membantuku dan aku memberi imbalannya dengan makan siang” 

__ADS_1


Valery hanya diam, baru kali ini ada seorang pria yang bisa membuat dirinya tidak berkutik padahal Woojin selalu mengalah jika sudah berdebat dengan dirinya tapi kali ini hanya pria itu yang membuat dirinya diam tanpa bisa menjawab, kini keduanya sedang berada di Cafe yang memang disediakan disana.


Tiba-tiba Valery memikirkan Woojin yang mungkin saat ini akan lupa dengan makan siangnya, wanita itu juga bahkan lupa membawa ponselnya bagaimana bisa dia menanyakan apakah pria itu butuh sesuatu, jangankan ponsel, dompet saja dia tidak sempat mengambilnya. Valery bersyukur karena Kafe ini tidak terlalu banyak pengunjung sehingga dia bisa menghindari tatapan sinis dan juga tajam dari karyawan yang melihatnya. 


“ini kopimu” ucap Lee 


Dia meletakkan semua yang dia bawa dimeja, dia bahkan memesan kue dan hamburger untuk Valery.“terimakasih, bisakah kita langsung mengerjakannya?”


“kenapa?”


“aku masih memiliki pekerjaan lain” ucap Valery, dia sebenarnya berbohong jika dia memiliki banyak pekerjaan dia hanya memikirkan Woojin saat ini dan membuat dirinya tidak nyaman sama sekali berdekatan dengan Lee yang baru dia kenal kemarin.


“baiklah”


Lee mengeluarkan kertas dari dalam map yang dia bawa, dia mulai mengajukan beberapa pertanyaan pada Valery, dia bahkan sampai mendekatkan tubuhnya pada Valery untuk lebih leluasa bertanya dan melihat Valery, sebenarnya hanya mempelajari ini Lee bisa bertanya pada Woojin melalui email atau bertanya pada departemen hukum tapi seperti bertanya pada Valery belum mengasikan bagi dirinya, entah apa maksud dari segala yang dia lakukan pada Valery yang tiba-tiba mendekati wanita itu, yang jelas dia mempunyai maksudnya tersembunyi dalam dirinya.


Setelah diantar kembali ke ruangannya Valery segera menuju ruangan Woojin dengan kopi dan juga kue yang sempat dia pesan, walau sudah bukan waktunya makan siang tapi setidaknya pria itu harus mengisi perutnya bukan? 


“maaf, tadi aku--”


“baiklah” ucap Woojin, tangannya masih sibuk mencoret-coret kertas di hadapannya, dia begitu serius pada terobosan hingga mendengar suara sedikit pun saja sudah bisa mengganggu konsentrasi dirinya.


“aku harap anda mau mencobanya walau sedikit, aku permi--”


Tiba-tiba tubuh Valery ditarik oleh Woojin untuk ikut duduk di kursinya, membuat mereka berdua duduk di satu tempat yang sama, dia itu memeluk tubuh Valery begitu erat hingga rasanya sulit bagi Valery untuk melakukan perlawanan.


“aku tidak bisa Valery, aku tidak bisa bersikap seperti orang asing, aku bahkan tidak mau kamu mengabaikan aku” ucap Woojin, dia memeluk tubuh dihadapannya seakan-akan dia takut akan kehilangan dirinya, bahkan dari suaranya yang gemetar sudah menjelaskan jika dirinya tidak suka dengan apa yang terjadi. 

__ADS_1


“kamu bahkan lebih memilih makan siang bersama dengan pria lain dan tidak memberitahuku sama sekali”


“Woojin, kamu salah paham aku--”


“apa Valery?”


“tidak ada, lepaskan aku!” 


Saat itu juga Woojin melepaskan pelukan itu telah mendengar kan apa yang dikatakan Valery yang membuat hatinya begitu sakit, bagaimana bisa dia begitu membela pria lain daripada dirinya.


Kini keduanya kembali membangun dinding yang akan sulit untuk dilewati atau bahkan tidak bisa hancur, jika masalah ini muncul karena banyak kesalahpahaman dan juga masalah lainnya bukankah jalan satu-satunya untuk sekali mengatakan apa yang terjadi dengan saling terbuka? Tapi yang mereka lakukan malah menjauh satu sama lain dan mementingkan segala ego yang melambung tinggi melebihi dinding yang mereka buat.


Karena hari ini adalah hari jumat yang itu berarti esok hari adalah akhir pekan maka mau tidak mau mereka harus menyelesaikan pekerjaannya lebih lama lagi di kantor sebelum libur dua hari, sekali lagi Valery mengintip melalui jendela ruangan Woojin untuk melihat apakah pria itu akan memberikan tanda jika dirinya akan kembali atau pekerjaannya sudah selesai.


Yang Valery lihat malah Woojin yang masih sibuk mengetik di keyboard dengan mata yang fokus pada layar monitor, hari ini pekerjaan Valery tidak terlalu banyak jadi dia bisa kembali lebih awal tapi melihat Woojin seperti itu dia ragu untuk pulang lebih awal. 


Akhirnya Valery memilih untuk menunggu Woojin sambil membaca novel yang selalu dia bawa dengan judul “why meet you” novel yang sedang menjadi trending di kalangan remaja Korea yang kisahnya begitu menjelaskan segala sesuatu dalam hubungan yang begitu rumit dan penyelesaian yang cukup bagus karena semua pokok permasalahan dijelaskan dengan baik, itu menurut pendapat dari para pembaca yang sudah lebih dahulu membelinya.


Berjalannya waktu, hingga sore sudah bertukar dengan malam hari. Woojin keluar dengan jas yang ada di tangannya, dia buat terkejut dengan Valery yang tertidur di meja kerjanya dengan buku yang tertutup oleh wajahnya, Woojin pikir Valery sudah kembali saat sore hari jadi dia memutuskan untuk pulang larut malam namun diluar dugaan wanita itu malah menunggunya hingga dirinya merasa sedikit bersalah.


Dia berjalan mendekati Valery sambil mengambil barang-barang milik wanita itu, masukkan semuanya ke dalam tas dan memakainya di tubuhnya. Hal pertama yang dia lakukan dalam seumur hidupnya membawa tas seorang wanita, kemudian dia memakaikan jas di tubuh Valery untuk menutupi wajahnya dan tak menunggu lama lagi dia menggendong tubuh Valery untuk segera membawanya kembali pulang.


Selama diperjalanan menuju lift, ingin rasanya Woojin menghentikan waktu untuk menghargai setiap detik yang berlalu saat dirinya menatap wajah lelah Valery yang begitu dekat, hubungan apa yang membuat keduanya menjadi seperti ini tapi aneh jika dikatakan mereka memiliki perasaan satu sama lain namun tak mampu untuk saling mengatakan atau setidaknya membiarkan perasaan itu berjalan begitu saja.


“tidaknya dengan adanya dirimu yang terus ada disisiku, aku masih punya kesempatan untuk melihatmu seperti ini, aku harap takdir tidak akan memisahkan kita” ucap Woojin, dia melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sedikit rendah karena dia tidak mau mengganggu apalagi membuat Valery terbangun, biarkan malam ini dia menjadi pria yang diam-diam memperhatikan wanita itu.


Note : ada yang masih menunggu Aster dan juga sisi gelap? 

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen untuk bab ini …


Salam ValeryLuv


__ADS_2