“Aku Bukan Takdirmu”

“Aku Bukan Takdirmu”
Bab 24 - get used to


__ADS_3

 membuka kedua matanya Valery tidak menemukan sosok Woojin yang ada di sampingnya, dia hanya melihat jika jendela kamarnya yang sudah terbuka yang membiarkan cahaya matahari memasuki kamar Woojin.


Valery sudah terbiasa dengan sinar matahari pagi seperti ini, jika dihitung tidak terasa Valery sudah satu bulan berada di amerika, rasanya hidup disini membuatnya lupa dengan kebiasaannya di Korea, kulit Valery juga mulai menghitam karena sering terpapar sinar matahari atau mungkin karena wanita itu malas untuk merawat dirinya.


Valery menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya, lalu memakai sandal yang ada di bawah ranjang, dengan kaos putih dan celana pendek dia berjalan santai keluar kamar Woojin, di tidur dikamar pria itu cukup nyaman dan anehnya Valery tidak lagi bermimpi tentang pamannya yang setiap hari selalu menghantui mimpi tidurnya.


Saat sampai di ruang makan Valery tidak menemukan sosok Woojin yang biasa di jam segini pria itu pasti sedang menikmati sarapan paginya atau paling tidak berbicara dengan Han di ruang tamu.


Tangan Valery membuka kulkas dengan tinggi yang hampir sama dengannya, mencari sekotak susu coklat yang biasanya tersedia disana, tapi seperti di dalam kulkas itu tidak ada satu kotak susu ataupun makanan lainnya.


“sepertinya kita perlu berbelanja” ucap Woojin, pria itu tiba-tiba muncul dari ruang kantornya dengan pakaian olahraganya ditambah dengan handuk kecil yang melingkar di bahunya.


“tidak bisakah kamu jangan muncul tiba-tiba seperti ini? Kau bisa membuat orang kena serangan jantung!” ucap Valery, wanita dia menghindar sedikit agar posisinya tidak terlalu dekat dengan Woojin.


Jika dilihat sepertinya pria itu baru saja menyelesaikan olahraga paginya, akhirnya Valery hanya mengambil botol air mineral dan meneguknya hingga habis.


“kau berpakaian seperti itu didepan orang pria? Sudah terbiasa hidup di amerika yang begitu bebas” 


Valery yang mendengar itu langsung menyadari jika tadi malam wanita itu melepaskan bra dan sekarang dia hanya memakai kaos putih yang mungkin akan memperlihatkan dirinya, dia segara menyilang kedua tangannya di dadanya sebagai tanda jika pria itu tidak boleh melihatnya lagi.


“anggap saja kau tidak melihatnya! Aku akan mandi”


Setelah mengatakan itu Valery segera berlari ke kamarnya untuk membersihkan dirinya, saat itu juga suara bel yang berasal dari luar mengejutkan Woojin, dengan santai pria itu berjalan membuka pintu rumahnya.


“sesuai dengan keinginanmu Tuan Woojin” ucap dokter Bella.

__ADS_1


Tadi pagi-pagi sekali Woojin menghubungi Bella, menyuruh gadis itu untuk pindah ke rumahnya karena Woojin sangat malas untuk bolak-balik ke hotel Bella hanya untuk melaporkan kejadian yang terjadi padahal pria itu biasa saja memberitahu Dokter Bella melalui pesan atau telpon tapi pria itu malah memilih untuk menyampaikannya langsung.


“kamarmu, ada di seberang kamar Valery” ucap Woojin


Han yang ada di depan pintu langsung diperintahkan untuk menghantarkan koper milik dokter bella ke kamarnya, dan keduanya memutuskan untuk duduk di sofa ruang tamu, menceritakan banyak hal yang terjadi selama Woojin alami.


“ayo, bukankah--” 


Valery berhenti berbicara saat melihat ada seorang wanita yang duduk dengan Woojin di ruang tamu, dia terlihat sangat malu karena berbicara tidak sopan dengan atasannya.


“Valery, kenalkan ini--”


“aku dokter Bella, aku sepupu Tuan Woojin, kebetulan aku baru saja dipindahkan di amerika kemarin dan belum sempat untuk mencari tempat tinggal” ucap Bella, dia memotong ucapan Woojin yang mungkin pria itu akan menjelaskan jika dirinya adalah dokternya Woojin.


“baiklah kamu bisa istirahat dulu, aku dan Valery, kamu punya rencana untuk keluar sebentar” ucap Woojin, dia mengambil jaketnya dan menarik Valery untuk keluar dari rumah mereka, menggandeng wanita itu sampai masuk kedalam mobil.


Selama diperjalanan menuju supermarket, Valery hanya dia saja disamping Woojin yang sedang mengendarai mobil kesayangannya yang berwarna hitam pekat, sesekali pria itu akan menoleh kearah Valery untuk memastikan jika wanita itu baik-baik saja.


“sedang memikirkan apa?” tanya Woojin


“aku tidak pernah tahu jika kamu memiliki saudara atau kerabat jauh, kelihatannya dia sangat cantik” 


“kamu cemburu? Tenanglah aku tidak akan jatuh cinta padanya, lagipula dia sudah memiliki kekasih” ucap Woojin, pria itu tersenyum saat melihat Valery yang merasa malu karena secara tidak sadar wanita itu menyatakan ketidaksukaannya terhadap dokter Bella.


Beberapa menit kemudian mobil mereka sudah terparkir di halaman supermarket di pusat kota, Valery dan Woojin. Keduanya melangkah bersama memasuki supermarket yang cukup besar.

__ADS_1


Satu persatu bahan makanan masuk kedalam troli yang didorong oleh Woojin dan Valery yang memilih bahan makanan, secara sekilas mungkin orang lain akan berpikir jika mereka adalah pasangan suami istri yang baru berlibur untuk melakukan 'Honeymoon' di sini, sepanjang mengitari supermarket tidak ada percakapan penting yang mereka obrolkan.


Hingga kebosanan mulai menghampiri Woojin yang harus terus memperhatikan Valery yang sedari tadi diam dengan seru satu bahasa, “Valery, kamu marah padaku?”


“untuk alasan apa aku marah? Aku hanya malas untuk mengeluarkan suara saja” ucap Valery, tangannya sedang memasukan kotak susu coklat yang berukuran 1 liter kedalam trolly.


“ingin memasak sesuatu?” tanya Woojin lagi, karena selanjutnya mereka akan mendekati sebuah tempat yang berisi makanan, seperti : sayuran,buah-buahan, dan berbagai jenis daging.


“aku ingin membuat ramen, apakah disini mereka menjual toppoki?” 


“seperti tadi kita melewatinya, aku melihat ada ramen, toppoki, dan kimchi disana” ucap Woojin, dia menunjuk ke arah papan yang bertuliskan 'korean food'


Hingga sekitar dua jam sudah mereka berbelanja kebutuhan seperti orang yang akan tinggal satu bulan di sana, satu persatu barang mereka mulai dikeluarkan dari troli, para penjaga kasir hanya bisa menarik nafas panjang melihat barang yang begitu banyak.


“Sir, your total purchases is 250 $” ucap staff yang menghitung total mereka.


Tanpa berkata Woojin mengeluarkan black card-nya yang ada di dompet, pria itu hanya bisa tersenyum saat Valery gugup melihat total belanjaannya yang melebih uang jajannya selama satu bulan.


“thanks Sir” ucap sang kasir sambil mengembalikan kartu milik Woojin


“sudah cukup belanjanya Nona Valery? Siang nanti aku memiliki pertemuan, bisakah kita langsung kembali?”


“baiklah”


Seperti layaknya suami yang baik tanpa diperintah Woojin langsung membawa belanjaan mereka keluar, menaruhnya di belakang bagasi mobilnya dan mengendarai mobil kembali pulang.

__ADS_1


__ADS_2