
Mendengar suara ini, seluruh tubuh Rexy menegang, jantungnya berdetak seratus kali lebih cepat, dan seluruh pikiranya kosong.
Rexy membatu di tempat, dia tidak berani menjawab, atau hanya sekedar bersuara.
"Ada apa, tampan? Kenapa kamu diam? Bukannya kamu tadi sangat berani? Angkat wajahmu, tampan!" Suara halus, dan penuh godaan itu terdengar lagi.
Mengetahui siapa yang berbicara, Rexy sungguh ketakutan. Dia sungguh tidak berani untuk menggerakkan tubuhnya.
"Angkat kepalamu, hadapi kelakuanmu dengan jantan pria tampan."
Baru ketika Rexy mendengar perintah untuk yang ketiga kalinya, dia memberanikan dirinya untuk mengangkat kepalanya.
Bukan untuk apa. Sebagai seorang pria, Rexy merasa harus mempertanggung jawabkan semuanya secara jantan.
Masih dengan perasaan ketakutan, jantung yang terus berdetak bagaikan genderang perang, dan kepala yang gemetar, Rexy perlahan-lahan menggerakkan kepalanya.
Di mulai dari tangan yang memegang pergelangannya, pandangan Rexy terus naik ke atas.
Pandangan mulus dan putih dari tangan ini tampak indah dan menggoda. Hanya saja, saat ini Rexy tidak mengerti dimana keindahan itu.
Bahkan, ketika wajah cantik Akira dengan senyum manis di bibirnya terlihat di mata, Rexy tidak merasakan apa-apa selain ketakutan di hatinya. Yang dimana itu membuat butiran keringat muncul di keningnya.
Wajah putih bersih, dengan mata hitam cerah, serta hidung kecil dan bibir tipis yang sedang tersenyum, apa yang dilihat oleh Rexy sebenarnya adalah kecantikan menakjubkan.
Dibandingkan dengan Erlina, Akira ini memiliki beberapa poin lebih baik daripadanya. Kedewasaan, ketenangan dan sifat elegan di wajahnya yang tidak dimiliki oleh Erlina adalah poin unggulan Akira.
Walaupun wajah cantik ini masih sedikit lebih rendah daripada Eggy, bisa dibilang wajah Akira ini adalah kecantikan yang dapat menghancurkan sebuah kota.
Hanya saja, saat ini Rexy hanya merasakan ketakutan di hatinya, dan tidak memiliki keinginan untuk menghargai kecantikan besar di depannya.
Di depannya, Akira yang melihat wajah ketakutan Rexy, dia tersenyum seperti sebelumnya, dan berkata, "Tampan! Kamu adalah pria muda yang tampan."
Ketika Akira mengatakan pujian ini, tidak ada rasa apapun di hati Rexy.
Tepat ketika melihat senyum indah Akira, seluruh wajah Rexy berubah menjadi sangat ketakutan.
"Ha-ha.. hantu!" Rexy berseru dan secara spontan melompat kebelakang.
"Buk" Rexy terjatuh ke lantai, dan masih menunjuk ke arah Akira dengan ketakutan di seluruh wajahnya.
__ADS_1
Anehnya, ketika Rexy bertingkah seperti ini dan mengatakan dirinya adalah hantu, Akira tidak menunjukkan ekspresi keterkejutan ataupun amarah di wajahnya.
Itu hanya senyum manis di bibirnya yang perlahan menghilang, dan di gantikan senyum sedih, dan tidak berdaya. Seolah-olah ini bukanlah yang pertama kalinya.
Di lantai, Rexy masih ketakutan dan tidak melihat kesedihan di wajah Akira. Dalam pandangan Rexy, wajah Akira yang sebelumnya sangat cantik tiba-tiba berubah menjadi tua keriput, pucat, dan menakutkan.
Kecantikan bencana yang dilihat oleh Rexy sebelumnya, tiba-tiba berubah menjadi nenek-nenek tua menyeramkan. Bagaimana mungkin Rexy tidak ketakutan? Apalagi Rexy sendiri memiliki riwayat ketakutan akan hal-hal seperti itu.
"Misi selanjutnya: Cium pipi Akira dapatkan 500 poin!"
"Bantu Akira menghilangkan kutukan dengan mencium bibirnya, dapatkan 1000 poin!"
"Peringatan! Misi ini hanya memiliki waktu satu jam!"
Apa! Apakah Eggy ini gila?
Untung-untungan dirinya bisa melarikan diri dan tidak dimakan oleh hantu nenek-nenek ini.
Tapi, Eggy memberikan misi untuk mencium nenek tua ini! Mencium pipi pucat dan keriput ini! Masih dengan bibir nenek-nenek tua yang menyeramkan!
Paling menyebalkan nya lagi, waktunya hanya satu jam!
"Hiks...hiks...hiks..."
Ketika perasaan Rexy masih campur aduk, suara tangisan Akira terdengar di telinganya.
Akira yang sebelumnya masih tersenyum kini menundukkan kepalanya, menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, dan menangis sedih.
Tubuhnya yang gemetar, dan suara tangisan sedihnya, mau tak mau Rexy merasa kasihan dan bangkit.
Dia duduk di kursi sebelah Akira, memegang pundaknya dan berkata, "Maaf, aku tadi hanya asal bicara."
Akira masih menangis, dan tidak menjawab kata-katanya.
Rexy yang bodoh tidak tahu apa yang harus dilaksanakan. Dia tidak tahu bagaimana harus menghibur wanita.
Tapi, ketika Rexy memikirkan Erlina yang sebelumnya menjadi tenang ketika memeluknya, dia melakukan hal yang sama pada Akira.
Dia memegang pundak dan pinggang Akira, lalu menarik ke dadanya. Menempatkan kepala Akira tepat di dada lebarnya, yang dimana kini tidak lagi berlemak seperti sebelumnya.
__ADS_1
Ketika Akira di bawa ke pelukan Rexy, dia juga tidak berontak. Dia memanfaatkan dada Rexy untuk bersandar dan terus menangis.
Rexy tidak berbicara lagi, dan hanya mengelus punggung Akira untuk menenangkannya. Sampai setengah jam kemudian, suara tangisan Akira berhenti terdengar, dan Rexy mulai merasakan bajunya basah dengan air mata Akira.
"Tante, apa kamu sudah baikan? Maaf, aku mengatakan hal yang salah." Rexy berkata ketika merasa Akira sudah tenang.
Di pelukannya, Akira yang mendengar suara itu mengangkat kepalanya. Melihat wajah Rexy yang kini telah menjadi pria tampan, dia bertanya, "Kamu, siapa kamu?"
Rexy tersenyum dengan lesung di pipinya dan menjawab, "Aku adalah Rex--"
Rexy ingin berkata lebih, tapi tiba-tiba dia berhenti. Mulut dan alisnya berkedut beberapa kali, karena wajah Akira berubah lagi menjadi nenek-nenek yang menyeramkan.
"Rex, siapa?" Akira bertanya lagi dengan bingung saat melihat keanehan di wajah Rexy.
Kali ini, Rexy tidak berani menjawab, karena ada perang di kepalanya.
Dikarenakan Eggy baru saja memberitahukan bahwa, waktu misinya tinggal 30 menit untuk mencium bibir Erlina.
Tidak! Dalam pandangan Rexy itu bukan Akira. Tapi itu adalah nenek-nenek tua yang menyeramkan.
Mencium bibir nenek seperti ini?
"Ada apa?" Akira bertanya lagi dengan bingung.
Dalam kebingungan Akira, wajahnya terlihat imut, layaknya wanita muda pada biasanya.
Namun, dalam pandangan Rexy, wajah bingung Akira yang terlihat adalah penampakan nenek-nenek tua yang tersenyum dengan memperlihatkan gigi-gigi hitamnya.
Melihatnya kurang dari dua puluh centimeter di wajah, bagi Rexy ini sungguh-sungguh menyeramkan.
Akira sendiri, yang melihat wajah Rexy berubah-ubah dan ketakutan, akhirnya Akira mengetahui apa yang terjadi, dan memilih untuk melepaskan diri dari pelukannya.
'Aaagk.." Di dalam hatinya, Rexy mengerang ketika merasakan tubuh Akira akan menjauh.
"Maafkan aku, Tan!"
Mengambil kesempatan Akira yang tidak siap. Tangan Rexy dengan cepat memegang punggung Akira, lalu di bagian belakang kepalanya, yang dimana itu menyebabkan Akira mendongak, dan memudahkan Rexy untuk mencium bibirnya.
"Kecup."
__ADS_1
Tak menunggu hal lain lagi, suara bibir Rexy yang menyentuh bibir Akira terdengar di telinga keduanya.