
Rexy mencium bibirnya.
Erlina tidak percaya apa yang dia rasakan dan dia lihat. Matanya terbelalak, dan tubuhnya menegang. Belum sampai disitu, dia juga merasakan tangan Rexy meremas dadanya.
"Umm...umm.."
Erlina ingin berteriak, namun karena bibirnya tertutup, suaranya terdengar seperti suara kenikmatan.
Rexy yang sedang menutup matanya karena takut, dan tiba-tiba mendengar suara Erlina, dia berpikir bahwa Erlina tidak menyalahkannya. Jadi, dia dengan berani menjulurkan lidahnya masuk, dan menggerakkan tangannya dengan lebih kuat.
"Umm...ummhh..." Suara Erlina masih terdengar sama. Hanya saja, kali ini tubuhnya mulai berontak.
Dia menggerakkan tubuhnya beberapa kali, mencoba untuk menjauh dari dekapan Rexy. Tapi, ketika dia mencoba untuk bergerak, dia merasakan hal lain lagi di perutnya.
Benda keras, dan panas di perutnya itu semakin berkembang.
"Ahh....."
Erlina benar-benar takut, entah dari mana asalnya, tiba-tiba dia kekuatan sangat besar muncul di tubuhnya, dan dengan kuat mendorong Rexy menjauh.
Saat mendorong tubuh Rexy, kekuatan itu terlalu besar, dan tubuh Erlina terjatuh ke sofa di belakangnya. Sementara Rexy terjatuh keras di lantai.
"Aw.." Tubuh gemuk Rexy terlempar kebelakang, dan jatuh keras ke lantai.
Rexy jatuh terlentang di lantai, dan kepalanya menghadap ke langit-langit ruangan.
"Misi menyentuh satu dada Erlina dapatkan 50 Poin: Sukses!"
"Meremas dapatkan 100 poin: Sukses!"
"Mencium bibir Erlina dapatkan 500 Poin: Sukses!"
"Mencium Erlina dengan lidah dapatkan 1000 Poin: Sukses!"
....
Suara Eggy terus bergema di kepala Rexy.
Melihat langit-langit, dan mendengar suara Eggy, tanpa sadar Rexy menarik sudut mulutnya, dan tersenyum senang.
1650 Poin. Itulah yang sekarang Rexy dapatkan dari usahanya menjadi penjahat mesum.
__ADS_1
Dengan poin sebanyak itu, mungkin bisa memperpanjang umurnya lebih banyak, dan memiliki kesempatan untuk merubah penampilan serta nasibnya.
"Erlina, kamu adalah Dewi penyelamat ku. Terimakasih Lina!"
Rexy masih menatap langit-langit, dan berkata dengan senang kepada Erlina. Semuanya ini karena Erlina, jika dia menolak, mungkin aku tidak bisa memiliki banyak waktu.
Rexy masih berpikir bahwa Erlina membantu dirinya, dan tidak pernah menolak tindakannya. Dia tidak tahu bagaimana keadaan Erlina sekarang.
Sampai beberapa waktu tidak ada balasan dari Erlina, Rexy segera bangun dari lantai, dan melihat ke arah Erlina.
Tepat ketika melihat Erlina di sofa, Rexy segera berhenti tersenyum, dan merasa sangat bersalah.
Karena saat ini, Erlina sedang menyembunyikan kepalanya di antara lututnya, seluruh tubuhnya terlihat gemetar, dan suara isak tangis terdengar dari bibirnya.
"Erlina, maaf! Aku tidak bermaksud seperti itu. Aku hanya--" Rexy ingin meminta maaf dan menjelaskan, tapi dia tidak harus menjelaskannya darimana.
Tidak mungkin dia akan bilang jika melakukan semuanya itu hanya karena perintah telur, kan?
"Hiks....hiks...kamu mesum..pergi.." suara tangisan Erlina juga terdengar semakin keras.
Dari suaranya, Rexy tahu jika dia telah membuat wanita baik ini menjadi sedih dan marah. Ini pertama kalinya Rexy mendengar dan melihat seorang wanita menangis karenanya.
Biasanya, dia yang akan di buat menangis dan marah karena wanita.
"Hiks....pergi. Kamu pria mesum... 23 tahun, ini adalah pertama kalinya..ini pertama kalinya ada orang yang melakukan ini padaku.... Kamu..kamu jahat Rexy...hiks hiks... bagaimana.. bagai--man jika..jika nanti aku hamil.." suara terbata-bata beserta tangisan Erlina terdengar sangat sedih, dan ketakutan.
"Hamil?" Rexy terkejut, dan dengan cepat segera bergerak ke sebelah Erlina, dan memegang pundaknya.
"Bagai--bagaimana kamu bisa hamil?"
"Lepaskan aku!" Erlina melepas tangan Rexy di pundaknya, dan mengangkat kepalanya.
Saat mengangkat kepalanya, mata merah dan penuh air mata Erlina melihat ke arah Rexy dengan penuh amarah.
"Kamu menciumiku, dan memasukkan lidahmu.. kata orang tuaku, cairan itu bisa membuat wanita hamil. Kamu! Kamu bajingan! Aku benci padamu!"
"Apa benar begitu?" Rexy bertanya lagi dengan bingung.
Erlina mengangguk berat, dan mulai menangis lagi.
Melihat Erlina yang menangis lagi, Rexy segera menepuk punggungnya pelan untuk menenangkannya.
__ADS_1
Rexy sebenarnya juga tidak tahu dan tidak yakin, apakah berciuman bisa membuat wanita hamil. Menyatukan cairan di mulut, apa bisa membuat bayi?
Jika memang begitu, bagaimana orang-orang di luar sana? Apakah mereka juga sering hamil? Bagaimana beberapa aktor di TV. Mereka juga sering melakukan adegan ciuman, apakah wanita itu akan hamil setiap saat?
Apakah itu akibatnya dunia luar, dan aktor-aktor hiburan sering terjadi scandal?
Mengerikan!
Jika begitu, Aresha Ravan Arabella aktor favoritnya, aktor yang selama ini dia idam-idamkan, ternyata telah hamil berkali-kali dengan aktor pria lainnya!
"Ya Tuhan. Untung aku tidak pernah berpacaran, dan tidak pernah berciuman. Jika aku sering berciuman, aku tidak bisa membayangkan betapa banyak anakku yang terbuang." Rexy merinding memikirkan semuanya.
Kemudian melihat ke arah Erlina yang sedang menangis, Rexy menjadi sedikit bingung beberapa waktu.
'Erlina, apakah dia akan menjadi hamil? Jika dia hamil, aku harus bagaimana? Aku pria miskin, dan tidak berpendidikan atau banyak uang. Apa aku bisa membahagiakan dia?'
"Erlina, apa kamu mempunyai pacar?"
Erlina menggelengkan kepalanya sebagai jawaban kepada Rexy.
"Lalu, apakah kamu mau menikah denganku?"
Saat mendengar pertanyaan ini, Erlina mengangkat kepalanya lagi. Melihat wajah gemuk Rexy di sampingnya, mulut Erlina sedikit berkedut.
"Bagaimana? Aku yakin pasti akan membahagiakanmu. Aku akan bekerja keras untuk kamu dan anak kita." Rexy berkata lagi.
Erlina segera mengerutkan kening, lalu berdiri dan meraung.
"Apa katamu? Menikahiku? Apakah kamu mampu? Lihat dirimu! Kamu berusia 27 tahun, dan masih seorang pengangguran! Ingin membahagiakanku, bagaimana caranya! Apakah dengan otak mesum mu! Kamu pria frustasi, pria yang ingin bunuh diri, bagaimana kamu bisa membahagiakan aku, dan anakku? Rexy..ohh astaga.. aku..... Bagaimana aku bisa menjadi seperti ini. Bagaimana aku bisa berbicara dengan orang tuaku..."
Rexy juga merasa bersalah dan hanya melihat Erlina yang kembali menangis.
Tapi, setelah beberapa waktu, Rexy mengingat kembali tentang kehebatan Eggy, dan berdiri. Memeluk Erlina yang masih berdiri dengan sedih dan menghiburnya.
"Jangan khawatir! Aku bersumpah, aku pasti akan berubah menjadi lebih baik. Aku yakin aku bisa. Aku akan bertanggung jawab untuk kalian. Aku berjanji, aku pasti akan menjadi pria yang paling sukses di masa depan."
Erlina tidak menjawab, dia juga tidak menolak pelukan Rexy. Bagaimana pun, semuanya sudah seperti ini, cepat atau lambat, semuanya pasti akan terjadi.
Setidaknya, suatu saat nanti, ketika anaknya lahir, dia masih memiliki seorang ayah. Untuk hal lainnya, itu bisa di pikirkan lain kali.
Jadi, dia mengangguk pelan, dan berkata, "Kamu harus janji. Jangan lagi menjadi Rexy dimasa lalu. Jika kamu berubah, aku mungkin akan memikirkannya."
__ADS_1
Sepertinya dua orang ini benar-benar tidak tahu bagaimana cara bereproduksi. Atau mungkin karena terlalu lama sendiri, mereka tidak bisa memikirkan hal lain lagi, dan begitu saja percaya jika saling bertukar cairan, itu bisa menjadi bayi.