1001 Cara Menjadi Yang Terhebat

1001 Cara Menjadi Yang Terhebat
4.000.000.001 Rupiah


__ADS_3

Drian sudah marah, dan saat ini, dia benar-benar marah ketika melihat Rexy yang dengan tenang memberikan kartu rekeningnya, dan menawar mobilnya dengan harga satu juta.


Drian tidak mengambil kartu rekening Rexy, dan hanya dengan tajam menatapnya, "Apa kau pikir aku sedang kekurangan uang?"


Rexy tidak menjawab, tetapi melihat Drian dari atas kebawah sebelum berkata, "Pergi ke restoran mewah hanya dengan sendal biasa, sepertinya kamu perlu uang. Ambil saja dua juta sebagai bonus untuk membeli sepatu yang layak."


Kata-kata Rexy selesai, wajah Drian segera menjadi biru dan merah.


Sebenarnya, apa yang dikatakan oleh Rexy memang benar, jika di bandingkan dengan pakaiannya yang masih tampak mahal, sendal biasa dengan merek pasaran adalah atribut paling mencolok yang sedang Drian kenakan.


Ini bukan karena Drian tidak memiliki sepatu yang layak, dia memiliki segala jenis sepatu bermerk dengan harga selangit di rumahnya. Namun, karena barusan Drian menerima panggilan jika ada orang asing yang membuat masalah di restoran, dia buru-buru pergi, dan tidak sempat mengenakan sepatu.


Baru sampai di depan restoran, secara tak terduga Drian melihat Rexy keluar dari restoran, dan menebak jika Rexy adalah orang yang membuat masalah di restorannya.


Tebakan itu semakin jelas ketika kata pertama Rexy yang keluarkan adalah menawar mobilnya seharga satu juta. Porsche yang memiliki harga satu miliar lebih di tawar satu juta, apakah Rexy ini gila?


Belum sampai disitu, dia bahkan memberikan satu juta lebih untuk membeli sepatu yang layak.


Apakah Rexy berpikir bahwa dirinya benar-benar miskin?


"Rexy...!" Drian sangat marah dan ingin menggeram.


Tapi, karena Erlina yang mendengar ucapan Rexy tertawa keras, Drian menghentikan kata-katanya.


"Hahaha, Rexy! Apakah kamu pikir ada sepatu yang harganya dua juta?" Erlina masih tertawa dengan lelucon yang Rexy buat, dan bertanya dengan bercanda.


Mendengarnya, Rexy juga memikirkannya, dan menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak tahu. Mungkin saja ada, atau mungkin juga tidak. Lagian, aku masih baik hati memberinya dua juta, yang membuatnya bisa memilih sepatu paling bagus, dan mahal, kan?"


"Rexy... ooh... Rexy. Apakah kamu masih berpikir bahwa mobil ini berharga satu juta?"

__ADS_1


"Memang berapa? Dia sendiri mengatakan itu satu---"


"Siapa yang bilang itu satu juta! Satu miliar lebih, harga Porsche ini hampir dua miliar! Satu juta? Sial, apa kau meremehkan kekayaanku?!" Bukan Erlina yang berbicara, tapi Drian yang berteriak, dan segera berkata.


Dia tidak tahan lagi, dan menggeram, "Kau miskin! Aku tidak pernah kekurangan uang! Apa kau pikir aku membutuhkan uang! Kau pikir aku perlu berpakaian rapi untuk pergi ke restoran ku sendiri!"


"Jangankan dua miliar, jika kamu memberikanku tiga miliar, apa kau pikir aku akan menjual mobilku!"


"Kau! Sialan! Berapa kekayaan mu? Bajingan, kau hanya memiliki saldo seratus juta, dan ingin membeli mobil seharga dua miliar!" Drian benar-benar tidak tahan dengan Rexy, dan menggeram dengan keras.


Saking kerasnya, bahkan orang-orang di sekitar dan di dalam restoran sampai keluar dan melihatnya.


"Kau pikir aku siapa? Aku adalah Drian Pradana, pria sukses dengan banyak bisnis di kota ini. Kekayaanku, bahkan jika kau menghabiskannya tujuh generasi, itu tidak akan habis! Apa kau! Apa kau ingin aku mengemis hanya untuk uang dua juta!" Drian tidak peduli dengan semua pandangan yang tertuju pada dirinya, dan masih terus berteriak kepada Rexy.


Semua orang yang melihat dan mendengar teriakkan Drian diam-diam mengangguk, dan menyetujuinya.


Nama Drian Pradana, itu adalah nama orang yang sukses di kota ini, dan sangat terkenal di kalangan masyarakat kelas atas. Semua orang tahu nama itu, dan kekayaan yang dia miliki.


Itu pria di depannya, yang hanya terlihat memakai pakaian biasa, dan sedikit tampan yang terlihat aneh. Dilihat dari sini saja, kekayaannya mungkin hanya kurang dari seratus juta. Uang segitu, dia berniat membeli mobil Porsche? Apakah dia tidak sadar?


Ada pandangan bertanya-tanya di antara kerumunan. Tapi pandangan menghina adalah yang lebih dominan.


Sementara Anandita dan Gerry, yang juga melihat dan mendengar semuanya juga merasakan hal yang sama.


Apalagi dengan kebencian dari kejadian barusan, mereka berdua benar-benar mengejek Rexy, dan menyalahkan kebodohannya.


Meski Rexy memiliki kekayaan 14 miliar, tapi apa? Drian ini masih lebih kaya dan berkuasa daripada dirinya.


Rexy sendiri, setelah mendengar geraman Drian, dia masih tetap tenang, dan dengan santai menggaruk telinganya.


"Aku baru tahu, ternyata bukan hanya restoran mu yang memiliki lalat, tapi di luar juga banyak lalat berkeliaran, dan sangat menggangu pendengaran."

__ADS_1


Kata-kata Rexy selesai, tempat itu segera menjadi sunyi senyap dengan segala tatapan mata yang tercengang.


Apa yang dia katakan barusan? Bukan hanya sekedar mengatakan restorannya, dia bahkan mengatakan bahwa Drian adalah lalat yang berdengung dan mengganggu pendengaran? Dia, apakah dia tidak takut kemarahan Drian?


Nyatanya, Rexy benar-benar tidak peduli dengan pandangan setiap orang, atau wajah Drian yang terlihat seperti akan memakan orang.


Rexy masih santai, dan dalam pandangan mata setiap orang yang masih terkejut, dia sekali lagi mengarahkan kartu rekeningnya ke arah Drian, dan berkata, "Perkenalkan. Aku adalah Rexy Sanjaya, seorang pengangguran profesional yang banyak uang. 4 miliar, itu adalah penawaran terakhir."


Sekali lagi, ada keheningan mutlak di tempat itu. Semua orang benar-benar tidak tahu harus sedih atau berkata apa pada Rexy.


Siapapun itu yang mengetahui reputasi Drian, mereka tidak akan berani berbicara seperti itu. Tidak ada, mereka masih sayang dengan kehidupan nyamannya.


Perlu di tambahkan lagi, nama Drian Pradana terkenal bukan hanya karena kekayaannya, tapi karena kepintarannya dalam berbisnis. Dalam dunia bisnis, Drian ini dapat dikatakan sebagai raja bisnis.


Hampir semua bisnis di kota ini, semuanya berada di kendalinya.


Dia adalah taipan yang bisa melakukan apa saja, dan dapat membuat siapapun menghilang dalam sekejap. Jadi, dia tidak berani untuk memprovokasi Drian.


Namun, Rexy bukan hanya sekedar memprovokasi, dia bahkan terus menghina lagi dan lagi.


Apakah dia tidak takut, bom waktu yang telah Drian tahan akan meledak?


Pada kenyataannya, Rexy mengetahui jika Drian sangat marah, tapi dia tidak peduli sama sekali.


Karena Rexy menyukai mobil Drian, dan melihat Drian masih diam, Rexy berpikir mungkin harganya tidak benar, dan berkata lagi, "4.000.000.001 rupiah. Ini benar-benar yang terakhir. Jangan lewatkan kesempatan ini."


"Boom!" Suara ledakan bom pasti akan segera terdengar jika Drian menyimpan bom di tubuhnya.


Tapi, karena dia adalah manusia biasa, dia hanya bisa marah dengan wajah merah sambil menggertakkan giginya, dan asap putih yang keluar dari kepalanya.


"Bagus! Bagus! Kamu sangat bagus dan berhasil membuatku sangat marah! Pengawal!"

__ADS_1


Dengan teriakan Drian, beberapa pria bertubuh besar dengan tongkat di tangannya keluar dari kerumunan, dan segera mengelilingi Rexy.


__ADS_2