
Saat semua orang saling membicarakan dirinya, Rexy telah tiba di depan kos-kosan Erlina, dan turun.
"Lina, aku akan membeli rumah, dan membiarkan kamu tinggal disana. Tidak perlu lagi bekerja, kamu hanya perlu tinggal dengan tenang, dan merawat calon anak kita," Rexy berhenti di sini, dan menatap perut Erlina sesaat.
Kemudian kembali melihat wajah Erlina yang telah memerah, Rexy tersenyum, dan bertanya, "Bagaimana?"
Erlina tersipu, dan hanya menundukkan kepalanya tidak menjawab.
Meskipun mereka sudah semakin dekat, dan keduanya sudah mengandung buah hati, Erlina masih malu saat Rexy mengatakan tentang bayi.
Melihat Erlina yang tidak menjawab, dan hanya terdiam menunduk, Rexy tidak tahan, dan maju selangkah. Memeluk Erlina dalam pelukannya, dan seperti biasanya, Rexy mencari bibir manis Erlina, dan menciumnya.
Di dalam mobil, Dita yang melihat keduanya seperti ini merasa terharu, dan senang untuk keduanya.
Apalagi ketika mendengar bahwa Erlina sudah hamil.
Menurut Dita, tampaknya kehidupan orang kaya sangat bebas. Sebelum mereka menikah, mereka terlebih dahulu menyiapkan bayi, dan selanjutnya memikirkan masa depan.
Yang sangat terbalik dengan pikiran Dita.
Tapi, ketika melihat keduanya tampak bahagia, dan sukses, Dita mulai berubah pikiran, dan memutuskan untuk mengikuti trik itu terlebih dahulu.
Seandainya dia hamil dulu dengan pasangannya, dan kemudian memikirkan masa depan, bisakah dirinya bisa menjadi sukses seperti Tuan Rexy?
Dita tidak yakin, tapi karena kepercayaannya yang terlalu fanatik terhadap Rexy, Dita memutuskan untuk mencobanya.
Lima menit, setelah lima menit akhirnya Rexy merasa puas dan melepaskan Erlina.
Kemudian kembali melihat wajah Erlina sambil memberikan senyuman, Rexy berkata, "Sepertinya kita akan memiliki banyak anak."
Mendengar tentang bayi lagi, Erlina sangat malu, dan tanpa menjawab, dia segera berlari menuju kos-kosannya.
Melihat Erlina yang berlari seperti seekor kelinci yang ketakutan, Rexy tertawa, dan berbalik setelah Erlina hilang dari pandanganya.
Memasuki mobil lagi, Rexy berpikir tiba-tiba memikirkan Akira, dan memiliki sebuah ide di kepalanya.
__ADS_1
Di kursi belakang, Dita yang sebelum selalu ingin bertanya, tapi tidak memiliki kesempatan segera membuka melihat Rexy, dan bertanya, "Tuan, barusan, apakah itu trik Tuan untuk menjadi kaya."
Rexy tidak tahu pikiran Dita dan berbalik bertanya, "Trik apa?"
"Itu Tuan. Barusan saya mendengar bahwa Nyonya telah hamil, dan saya berpikir, apakah tuan terlebih dahulu menghamilinya dan kemudian memikirkan masa depan, lalu menjadi seperti sekarang?"
Rexy memberi "oh" panjang dan berpikir.
Pada awal sebelum perubahan ini terjadi pada dirinya, Rexy mengingat itu di mulai dari mencium bibir Erlina, dan kemudian terus berlanjut pada Akira. Mengingat kembali, Rexy tampaknya juga mencium bibir Akira dan bertukar cairan yang sama dengannya, kemungkinan Akira juga sedang mengandung anaknya, kan?
Sampai saat ini, Rexy juga terus melakukan itu dan telah menghamili dua wanita. Jika dipikir-pikir lagi, tampaknya memang seperti yang Dita katakan.
Jadi Rexy mengangguk, dan berkata, "Sepertinya memang seperti itu. Kenapa?"
"Tidak ada apa-apa, Tuan. Saya hanya bertanya." Jawab Dita menjelaskan.
Akan tetapi, dia semakin bertekad untuk mengikuti trik Rexy, dan memutuskan untuk segera mencari pasangan, dan menyuruhnya untuk segera menghamilinya secepat mungkin.
Rexy tidak tahu pikiran Dita, dan setelah mendengar apa yang dia katakan, Rexy mengubah topik pembicaraan, "Hari ini, aku melihat ada sebuah restoran dekat dengan restoran Drian yang sedang di jual. Apakah itu benar?"
"Ooh.." Rexy mengangguk pelan mengerti, dan melanjutkan, "Aku ingat, sepertinya restoran milik Drian itu juga telah lama buka, bukankah berarti bahwa restoran itu sudah lama bangkrut."
"Ya, tuan. Itu sekitar dua tahun yang lalu."
"Karena sudah selama itu, berarti restoran di sampingnya sudah lama bangkrut juga, kan? Tapi kenapa masih ada papan penjualan disana?"
Mendengar pertanyaan Rexy, Dita terdiam sejenak, berpikir beberapa waktu untuk mengingatnya, dan menjawab, "Seingat saya, setelah dua bulan Drian membuka restoran, pihak lain sudah tidak memiliki pelanggan, dan tak lama setelahnya menjadi benar-benar sepi dan bangkrut."
"Selain itu, saya juga mendengar rumor, bahwa restoran itu sudah lama akan di jual, tapi tidak pernah laku."
"Kenapa?" Rexy merasa tertarik dan bertanya.
"Menurut rumor dari orang-orang yang akan membelinya, mereka hanya menawar selama sehari, dan setelah memeriksa kedalam restoran, mereka semua segera membatalkannya."
"Apa ada sesuatu hal, misalnya geng atau preman yang menggangu penjualan itu?" Rexy merasa semakin menarik dengan cerita itu, dan mau tak mau bertanya lebih jauh.
__ADS_1
Jika apa yang dikatakan Dita benar, sepertinya ada hal-hal aneh yang mencegah transaksi penjualan itu gagal, dan itu pasti bukan karena kebetulan.
Karena dari lokasi, dan tempat, restoran itu sangat strategis. Bahkan lebih baik daripada milik Drian.
Dita ragu-ragu sesaat untuk menjawab, dan setelah beberapa lama, dia menjelaskan, "Sebenarnya, Drian berniat membelinya, tapi pihak lain menolak untuk menjual kepada Drian, jadi.."
Dita berhenti disana, tapi Rexy mengerti maksudnya.
Sebagai mantan restoran yang lebih sukses daripada milik Drian, dan tiba-tiba kalah saingan dengan Drian, mereka pasti tidak akan rela menjual tempat itu kepada Drian.
Dan karena mereka tidak mau menjualnya, otomatis Drian melakukan beberapa trik untuk menghalangi siapapun membelinya.
Rexy tidak mengerti dunia bisnis, tapi dia tahu gambaran besarnya, dan berpikir untuk mencoba terjun kedalamnya. Bukan terjun sebagai orang yang bekerja di bidang bisnis, tapi bisnis restoran tampaknya cukup bagus saat ini.
Selain dapat membantu Akira memiliki tempat yang lebih baik, Rexy juga ingin bermain-main dengan Drian. Karena setelah kejadian barusan, ada misi dari Eggy.
Misi itu adalah mengalahkan Drian dalam bisnis.
Jika dipikir-pikir lagi, misi ini juga berhubungan dengan membantu Akira, jadi ayo lakukan!
Dan restoran yang berada tepat di depan milik Drian itu adalah rencana awalnya.
Jadi, Rexy kembali lagi ke tempat kejadian sebelumnya, dan berhenti di depan restoran yang dimaksudkan.
Dari luar, dekorasi restoran ini cukup bagus. Dengan nama Harry Resto di pajang di atas pintu masuk, restoran ini terbilang restoran yang cukup mewah.
Tapi seperti yang telah Dita katakan, meski ada petunjuk sedang buka, dan pintu terbuka, tidak ada satupun orang yang datang mengunjungi restoran ini.
Dari depan restoran, selain meja yang di tata rapi, dan tampak elegan, Rexy tidak melihat satupun seorang pengunjung di dalam. Itu hanya ada satu pria paruh baya, yang terlihat sedang duduk di pojok ruangan sambil mengerutkan kening sedang berpikir, dan terlihat sangat tertekan.
Melihat orang ini, Rexy tersenyum, dan masuk bersama Dita.
Berjalan ke arah pria yang masih sibuk berpikir, dan tidak menyadari kehadirannya, Rexy langsung duduk di depannya.
"Apa tempat ini masih di jual?" Tanya Rexy langsung tanpa banyak bertanya.
__ADS_1