
Pria paruh baya itu terbangun oleh pertanyaan Rexy, dan segera melihatnya.
Melihat dua orang di depannya, satu pria dan satu wanita, pria paruh baya itu terkejut, dan tiba-tiba langsung berdiri.
"Tuan! Tuan, Anda adalah.."
Rexy sedikit terkejut dengan pria yang gugup saat melihatnya ini.
Seingatnya, Rexy belum pernah bertemu atau bersinggungan dengan pria ini, tapi kenapa dia sangat gugup? Apakah wajahnya semenakutkan itu?
Melihat ekspresi Rexy yang sedikit terkejut dan tampak tidak senang, pria paruh baya itu menstabilkan nafasnya, dan tersenyum.
"Maaf tuan, saya terlalu terkejut melihat Anda disini."
Rexy semakin bingung ketika mendengar kata-kata ini, "Apakah kamu mengenalku?"
Pria paruh baya itu mengangguk dengan cepat, dan menjawab, "Siapa yang tidak mengenal Anda. Pria yang sangat berani dan bisa mengalahkan taipan seperti Drian, siapa yang tidak mengenalnya."
Rexy sedikit mengerti kenapa pria ini sedikit gugup. Pasti itu karena kejadian di depan restoran Drian sebelumnya, dan karena tempatnya tepat kejadiannya di depan restoran mereka, pria ini pasti melihatnya.
Melihat dirinya mempermalukan Drian, dan merampasnya.
Memikirkan semuanya, Rexy memberi "oh" dan kembali bertanya, "Apakah tempat ini masih di jual?"
"Ya, tuan!" Pria itu mengangguk cepat, dan berkata lagi, "Ini kebetulan, pemilik tempat ini barusan juga menyuruh saya untuk mencari Anda."
"Ada apa dia mencariku? Apa aku mengenalnya?"
"Tidak, bukan seperti itu. Anda tidak mengenalnya, tapi bos saya tahu Anda, dan mengagumi Tuan Muda."
"Ooh.. begitu."
"Ya, Tuan Muda. Tunggu sebentar, saya akan memanggil bos."
Berkata seperti itu, dia segera pergi ke belakang untuk mencari orang yang di maksud.
Setelah hanya beberapa waktu, langkah kaki terburu-buru terdengar di telinga Rexy, dan seorang pria yang sedikit lebih tua dari pria di awal berjalan cepat ke arahnya.
Rexy tidak mengenal orang yang datang, tapi menebak bahwa dia seharusnya adalah pemilik tempat ini.
Benar saja, setelah duduk di depan Rexy sambil tersenyum ramah, dia memperkenalkan dirinya.
__ADS_1
"Halo Tuan Muda. Saya adalah Harry Trisno, pemilik tempat ini."
Rexy menjabat tangannya, mengangguk dan memperkenalkan diri, "Rexy Sanjaya."
Setelah itu Rexy segera berkata, "Aku ingin membeli tempat ini."
Secara terduga, Bos Harry di depannya segera mengangguk, dan menjawab, "Tentu Tuan Muda Rexy bisa membelinya. Aku juga berpikir untuk mencari Tuan Muda Rexy, dan membicarakan hal ini."
"Hem, bagus. Berapa harganya?"
Bos Harry tidak segera menjawab, tapi terlebih tersenyum, ragu-ragu sesaat, dan berkata, "Ini, sebenarnya aku ingin membicarakan sesuatu yang penting."
Sambil berkata, dia melihat ke arah Dita yang berdiri di belakang Rexy, dan berhenti.
Rexy mengerti apa yang dimaksud olehnya, dan menoleh kearah Dita, "Aku ada hal penting yang harus dibicarakan. Kamu pergi dulu."
Dita mengangguk, tidak bertanya, dan berkata, "Baik Tuan, saya akan menunggu di luar."
"Ya, tunggu sebentar," sebelum Dita berjalan, Rexy menghentikannya, dan memberikan kunci kepadanya.
"Aku lupa mengambil motorku, kamu ambil itu dan pergi mencari tempat tinggal. Untuk uangnya, kamu gunakan dulu uang yang aku berikan padamu."
Dari apa yang diperintahkan oleh Rexy, Dita berpikir ini bukan hanya perintah biasa.
Mengambil motor untuk pergi membeli rumah, seharusnya tidak sesederhana itu. Tuan Rexy ini pasti sedang mengujinya dengan tugas ini.
Bukan hanya Dita, bahkan Bos Harry yang tidak tahu apa yang sedang terjadi juga berpikir seperti itu.
Memberikan wanita muda ini sebuah motor, dan menyuruhnya membeli rumah dengan kartu rekeningnya, pasti Rexy sedang mencoba kesetiaan Dita.
"Baik tuan." Setelah cukup lama berpikir, Dita akhirnya mengambil kunci yang Rexy berikan, dan pergi.
Melihat Dita yang berjalan keluar, bos Harry melirik ke pria paruh baya di awal, dan berkata, "Manager Khan, kamu sebaiknya membantu wanita itu."
Arkhan, nama manager itu mengangguk, dan segera menyusul Dita, meninggalkan hanya Rexy dan Herry di dalam sendirian.
Setelah tidak ada lagi orang di sekitarnya, Rexy melihat pria di depannya dan berkata, "Karena sudah tidak ada lagi orang lain, bisakah kita berbicara."
Bos Herry mengangguk, tapi dia tidak segera berbicara, dan berpikir cukup lama.
Sampai ketika wajahnya tampak yakin, dia berbicara dengan sedikit menurunkan nada suaranya, "Tuan Muda Rexy, seharusnya anda telah mendengar rumor tentang kami, kan?"
__ADS_1
"Ya aku mendengarnya dan menurutku itu sedikit menarik."
Bos Harry tersenyum tak berdaya, dan menjelaskan, "Bukan hanya menarik, itu sebenarnya sedikit aneh. Berkali-kali orang datang untuk membeli tempat ini, dan sesaat kemudian mereka akan segera membatalkannya."
"Yang tua ini tidak mengerti apa yang terjadi, tapi dari orang-orang itu, saya mendapatkan informasi yang sangat aneh."
Rexy sudah menebak semuanya, dan hanya melihat bos Harry untuk melanjutkan.
Merasa bahwa Rexy sedikit tertarik, bos Harry melanjutkan, "Mereka berkata bahwa ada penampakan menyeramkan di restoran ini, dan mengancam siapapun yang datang untuk segera pergi."
Mengatakan ini, Bos Harry tampak sedikit malu, dan melirik wajah Rexy.
Tapi, ketika melihat bahwa Rexy tidak terkejut dengan apa yang dibicarakan, dan malah sedikit tertarik, Bos Harry sedikit terkejut dan tidak menduga.
Setelah itu, Bos Harry seperti sedikit percaya diri, dan mulai berbicara lagi, "Sebenarnya bukan hanya itu. Dulu, ketika kita masih dalam masa-masa sukses dan restoran di depan di buka, kejadian-kejadian aneh, dan janggal sering kita alami."
"Teriakkan orang menangis, penampakan menyeramkan, dan bahkan makanan pelanggan berisi belatung sering kita jumpai."
"Sejak saat itu, pamor restoran kita turun, dan para pelanggan kami mulai pindah haluan."
Jika orang lain mendengar ini, dia pasti akan menyalakan kualitas makanan, dan tempat restoran ini. Tapi untuk Rexy, yang telah melihat hal-hal itu sebelumnya percaya, dan mengangguk.
"Karena kamu sudah menebaknya, kenapa kamu tidak mencoba untuk melawannya."
Bos Harry tersenyum kecut, menggelengkan kepalanya, dan dengan perasaan tak berdaya menjawab, "Bukan tidak melawan, yang Tua ini sudah mencoba segala hal tapi semuanya percuma."
"Orang pintar dari golongan apapun yang datang dan mencoba menetralisir tempat ini, mereka pasti akan mengalami kerugian yang serius."
"Yang terakhir kali bahkan lebih serius. Tidak hanya menderita luka serius, dia bahkan harus koma, dan tidak sadar hingga sekarang."
"Oohh..." Rexy merasa terkejut.
Rexy percaya apa yang dikatakan, dan sudah menebak semuanya. Rexy juga berpikir, hal-hal yang menggangu tempat ini pasti lebih kuat daripada yang ada di tempat Akira.
Dari cerita ini, dan apa yang terjadi dengan Akira, Rexy mengambil kesimpulan bahwa dalang dibalik semua ini adalah Drian. Karena hal ini dan apa yang dialami oleh Akira hampir sama.
Tapi belum bisa di pastikan.
Hanya saja, sebagai orang yang dijuluki Raja bisnis, Drian pasti memiliki orang pintar, atau orang kuat untuk membantunya dengan hal-hal gaib dari belakang layar.
Menebak ini, Rexy akhirnya mengerti, kenapa Eggy memberikan misi untuk melawan, dan menjatuhkan Drian. Ternyata semua ini adalah karena kejahatannya.
__ADS_1