1001 Cara Menjadi Yang Terhebat

1001 Cara Menjadi Yang Terhebat
Situasinya berubah


__ADS_3

"Apa kamu akan menuntut restoran kami? Hanya dengan uang satu juta?"


"Hahaha.." Gerry tertawa puas dan ikut menambahkan minyak kedalam api, "Kamu pria miskin sok kaya! Bukan hanya mempermalukan dirimu sendiri, kamu juga menyebabkan pelayan itu di keluarkan dari pekerjaan."


"Hehehe, kawan! Aku tidak tahu, ternyata kamu benar-benar bodoh."


Gerry sangat puas dengan kondisi saat ini, kemudian melihat kearah Erlina dengan tatapan mata cerah dan berkata, "Cantik, siapa namamu? Apakah kamu tidak merasa malu dengan pria di sebelahmu?"


Erlina, yang ada di kubu Rexy tentu saja tidak menjawab pertanyaan Gerry. Dia tahu maksudnya, dan hanya memberikan pandangan jijik pada Gerry.


Semua hal yang dia lakukan dari awal, bukankah itu hanya bertujuan untuk mempermalukan Rexy?


Dalam pikiran Erlina, orang seperti Gerry tidak lebih dari seorang pria rendahan, dan tidak lebih baik daripada Rexy.


Meskipun Rexy mempermalukan dirinya, setidaknya dia berhasil membuka kedok konspirasi mereka.


Restoran yang dikatakan mewah dan terkenal dengan moto 'Pelanggan adalah raja' tenyata tidak lebih baik daripada preman, dan gangster.


Jika tahu semua dari awal, mungkin Erlina tidak akan mau untuk makan di tempat ini.


Tapi karena semuanya sudah terjadi, Erlina hanya bisa melihat kearah Rexy dengan harapan bahwa Rexy kali ini bisa membayar makanan yang telah di pesan, dan buru-buru pergi dari sini.


Bahkan, Erlina mengeluarkan handphone yang dibelinya tadi pagi untuk membantu Rexy membayar makanan mereka.


Tapi, sejak awal sampai akhir, ekpresi Rexy tidak pernah berubah. Dia masih tetap tenang dan tersenyum pada Dita, yang akhirnya berani jujur.


Tepat ketika Erlina mengeluarkan handphonenya, dan berniat untuk berbicara, Rexy menghentikannya lagi.


Kemudian kembali melihat Dita, dan berkata, "Bagus! Sekarang kamu bisa mengirim seratus juta di rekeningku ke rekeningmu."


"Hahaha..." Apa yang dikatakan oleh Rexy tentu membuat Gerry tertawa semakin keras.


Bukan hanya dia, bahkan Anandita dan Yunita juga tertawa dengan kebodohan Rexy.


Tapi, karena Dita sudah menyetujui untuk bergabung di kubu Rexy, dia tidak memperdulikan ejekan di sekitarnya, dan segera melakukan apa yang Rexy katakan.


Setelah selesai mengambil seratus juta dari rekening Rexy, Dita kembali lagi kearah Rexy, dan mengembalikan rekeningnya.

__ADS_1


"Oh aku lupa, aku belum membayar makanan ini. Sebaiknya kamu bayarkan dulu." Sebelum mengambil rekeningnya, Rexy kembali berkata kepada Dita.


Dita tidak menjawab dan kembali melakukan apapun yang Rexy minta.


Melihat Dita yang bolak balik ke kasir selama tiga kali, Gerry dan manager restoran tampaknya merasakan sesuatu yang salah dan berhenti tertawa.


Mereka bertiga melihat kearah Dita yang sedang membayar makanan di kasir dengan keraguan, dan kebingungan.


Bukankah tadi hanya ada satu juta di rekening? Bagaimana dia mengirim seratus juta ke rekeningnya?


Mereka bertiga bertanya-tanya, dan ketika Dita kembali setelah membayar makanan, Gerry tidak tahan untuk buru-buru bertanya, "Kamu, bukankah tadi kamu bilang bahwa saldonya hanya satu juta."


Dengan uang yang telah dia peroleh, Dita tampaknya tidak memiliki beban apapun di wajahnya, dan ketika mendengar pertanyaan Gerry, dia segera mengangguk, "Ya, memang."


"Lalu, berapa jumlah total semua makanan yang dia pesan?"


"Itu sekitar 4 juta lebih."


"4 juta itu lebih banyak daripada 1 juta. Dengan uang segitu,  bagiamana dia bisa membayarnya?"


"Apa?" Ada suara kejutan dari siapapun yang mendengarnya, tidak terkecuali Erlina.


1 juta dolar! Itu, bukankah itu lebih dari miliar rupiah?


Dita mengangguk sambil tersenyum, dan menjelaskan, "Ya, uang tuan Rexy memang 1 juta dolar. Di rupiahkan, itu sekitar 14 miliar!"


"Hiish!"


Ada suara nafas dingin yang terdengar di ruangan.


14 miliar! Konsep seperti apa itu?


Jangankan hanya memberikan Dita 100 juta, bahkan jika Rexy ingin memberikannya 500 juta, keuntungan restoran yang dikatakan mewah ini selama sebulan, Rexy tidak akan pernah mengerutkan keningnya, bukan?


Orang yang tidak terkejut selain Rexy mungkin adalah Dita itu sendiri, karena sejak awal dia sudah tahu semuanya. 


Pada awalnya, Dita juga terkejut, dan sulit untuk mengatakannya. Buruknya lagi, sebelum dia sempat menyelesaikan kata-katanya, ada orang-orang yang memotong dan menertawakannya.

__ADS_1


Jika tidak, dan membiarkan Dita menyelesaikan kata-katanya, mungkin mereka bertiga tidak akan tertawa.


Tapi, siapa yang menyuruh mereka merasa sangat sombong?


Dari seorang pelayan kecil, dan tiba-tiba menjadi seorang jutawan, Dita merasa sangat senang dengan ekspresi orang-orang yang sebelumnya menyepelekan Rexy.


Dalam pikiran pelayan kecil itu, ada perasaan berbunga-bunga dalam hatinya. Dan saat melihat Rexy kembali, ada tanda love di matanya.


Tapi, saat melihat Erlina di sebelahnya, Dita segera menghilangkan pikiran itu, dan buru-buru berdiri di belakang Rexy setelah memberikan rekeningnya kembali.


Terlalu jauh untuk memiliki pria sesempurna Rexy, dan Dita juga tidak terlalu cantik seperti Erlina. Namun, dengan mengikuti Rexy, mungkin cepat atau lambat dirinya akan menjadi wanita yang kaya, dan terpandang.


Itu sudah cukup, daripada harus mengejar pria baik, kaya, dan tampan bagaikan langit ini.


Rexy sendiri, dari awal sampai akhir tetap tenang dengan senyum tipis yang tidak memudar dari wajahnya.


Melihat ekspresi terkejut orang-orang di sekitarnya, Rexy merasa bahwa dirinya adalah orang yang sama sekali berbeda.


Dulu, sebelum bertemu dengan Eggy, dia hanya bisa menjadi pria polos, bodoh, dan tertindas. Sekarang, dia benar-benar berubah, dan merasa sangat luar biasa.


Lihatlah dua pasangan Gerry dan Anandita, yang terkejut dengan situasi saat ini. Dua orang yang menghina dirinya di masa lalu dengan wajah sombong, dimana sekarang?


Rasa malu, dan ketidakberdayaan mereka, itu adalah balas dendam yang elegan, bukan?


Perasaan ini, benar-benar seperti terlahir kembali.


Tapi Rexy belum puas. Tujuannya sekarang bukan hanya menjadi pria yang kaya dan tampan, tapi yang lebih tinggi lagi.


Oleh karena itu, setelah semuanya beres, Rexy tidak memperdulikan keterkejutan mereka, dan berkata, kepada Erlina, "Semuanya sudah beres, ayo pulang!"


Erlina masih belum pulih dari kejutan besar ini, dan hanya mengangguk secara tak sadar.


Dengan wajah tegak dan senyum kemenangan di wajah, Rexy berjalan keluar dari restoran dengan perasaan bangga, dan ringan.


Seperti seekor burung yang keluar dari belenggu di masa lalu.


Tepat ketika akan melangkahkan kakinya keluar, Rexy berhenti sejenak, dan berkata, "Oh, ya! Aku lupa memperkenalkan diri jika aku adalah Rexy Sanjaya. Seorang pria yang dulu kalian berdua tinggalkan."

__ADS_1


__ADS_2