1001 Cara Menjadi Yang Terhebat

1001 Cara Menjadi Yang Terhebat
Menjadi idola


__ADS_3

Wanita bernama Adel, yang adalah teman kerja Erlina itu berjalan ke arah mereka berdua, dan berhenti di depan Rexy sambil tersenyum.


"Kakak tampan, perkenalkan, namaku Adel, teman Erlina." Adel langsung mengulurkan tangannya ke arah Rexy, dan berkata secara langsung.


Rexy tidak berpikir apapun, dan juga menyalami tangan Adel itu, "Rexy."


"Nama yang bagus, kakak." Adel tersenyum manis kepada Rexy.


"Kak Rexy, apa kakak ingin membeli handphone?"


"Ya, aku ingin membeli handphone, dan melihat ---" sebelum Rexy menyelesaikan kata-katanya, dia segera di tarik oleh Adel kedalam.


"Oh bagus! Ayo masuk, aku akan menunjukkan beberapa model handphone baru pada kakak."


Melihat Rexy yang di tarik oleh Rexy, dan Rexy yang tidak merasa risih, wanita-wanita yang sedang melihat dari kejauhan segera datang, dan mengerumuni Rexy.


Setelah itu, entah siapa yang terlebih dahulu, dan kelompok wanita itu mulai berbicara kepada Rexy.


"Kak, perkenalan aku adalah Sania."


"Aku Nana."


"Aku Yana."


...


"Kakak, apa kamu ingin membeli handphone?"


"Katakan kak, apa yang ingin kamu beli. Aku memiliki banyak uang, apa kakak ingin aku belikan."


....


Adel, yang terlebih dahulu mengenalkan dirinya melihat para wanita tidak tahu malu ini, dan berkata, "Hei, siapa kamu? Jangan sok cantik! Aku yang terlebih dahulu mengenal kak Rexy."


Wanita yang di marahi oleh Adel itu melihat dirinya, dan menjawab, "Oh, kamu juga jangan sok cantik. Lihat dirimu, kamu hanya seorang pegawai toko kecil. Aku adalah seorang wanita kantoran, aku lebih banyak uang darimu."


"Halah," salah seorang wanita yang lebih cantik dari lainya maju, dan berbicara pada dua lainnya, "Hanya seorang karyawan biasa, kamu sangat sombong. Lihat aku! Aku lebih cantik daripada kalian. Bukankah aku lebih pantas untuk kak Rexy?"


"Halah, kamu hanya cantik tapi miskin. Aku lebih cantik daripada kamu. Pekerjaanku juga seorang model, aku lebih berkualitas daripada kalian. Pergi kalian semua, kak Rexy hanya untukku."


"Tidak, kamu yang pergi. Aku yang lebih dulu mengenalinya."


"Tidak ada konsep seperti itu. Siapa yang dapat menyenangkan kak Rexy-lah yang pantas."

__ADS_1


"Aku setuju, dan aku lebih cantik dan lebih kaya dari kalian. Jadi kalian semua pergi."


"Jangan terlalu percaya diri. Kak Rexy hanya pantas untukku!"


"Tidak, kak Rexy hanya untukku!"


...


Dengan begitu, banyak keributan di toko Erlina. Lebih dari 5 wanita cantik, dan berbagai profesi saling menunjukkan kelebihannya di depan Rexy, dan mencoba untuk menyenangkan Rexy.


Untuk Rexy, yang melihat lebih dari 5 wanita cantik saling berebut untuk memegang tangannya, dan saling bersikap manja pada dirinya tidak tahu apa yang harus dilakukan.


Ini adalah hal yang baru.


Sebagai mantan pria yang bertahun-tahun sendiri, Rexy merasa bingung dan ingin memeluk semua wanita cantik ini.


Lihat lima wanita ini, mereka semua tidak lebih buruk daripada Anandita, bisa dibilang kecantikan mereka semua sama dengannya. Anandita, wanita cantik idamannya yang dulu menolak dirinya, sekarang ada lebih dari 5 wanita yang merebutkan dirinya.


Sebenarnya Rexy sangat senang menjadi idola wanita cantik, dan tidak tahan untuk mengambil semuanya.


Tapi, sebelum itu semua, tiba-tiba Rexy merasakan punggungnya sangay dingin seperti ada sebuah es balok di tempatkan di sana.


Itu mengganggu kesenangan Rexy, dan mau tak mau berbalik.


"Umh...Lina, apa kamu marah?"


Hanya ada suara "huh" dingin dari bibir Erlina yang keluar dari bibirnya. Tidak menjawab, dan hanya berbalik mengabaikan Rexy.


Rexy tersenyum canggung, dan berjalan ke arahnya. Tentu dengan beberapa wanita di sekelilingnya yang masih memegangi kedua lengannya.


"Kak Rexy, siapa dia? Apa dia pacarmu?"


"Aku ingat, kakak tadi menciumnya. Apakah dia memang pacar kakak?"


"Sebaiknya kakak putuskan saja dia. Lihat kak, dia menghiraukan kakak. Tidak seperti kami yang peduli pada kakak."


"Itu benar, kak. Putuskan saja dia. Kakak bisa memilih di antara kami."


"Atau, kakak juga bisa memilih kami semua."


"Aku setuju."


"Aku juga setujui."

__ADS_1


"Pria tampan seperti kak Rexy, dia layak untuk mendapatkan kita semuanya. Aku juga rela kalau kita pergi ke hotel bersama-sama."


"Ya, ya. Kami semua setuju."


Para wanita itu tampaknya mencapai keputusan diam-diam dan menarik lengan Rexy untuk segera pergi dari sini. Yang tentu pergi ke sebuah tempat untuk bersenang-senang.


Tapi Rexy tidak bergerak, dan melihat bahwa tubuh Erlina disana berulang kali bergetar saat para wanita di kelilingnya berbicara. Melalui intuisinya, Rexy tahu jika Erlina benar-benar marah.


Hal ini membuat Rexy tidak nyaman, dan tidak menuruti wanita-wanita cantik di sekitarnya.


"Maaf gadis gadis, aku sudah memiliki pacar. Aku tidak bisa memiliki kalian lagi."


Sayangnya, Rexy masih meremehkan pesona wajahnya. Bagaimanapun dia menolak, para wanita ini sudah terpesona olehnya, dan tidak lagi marasa malu.


"Kakak Rexy, apa yang kamu bicarakan? Bukankah kita sudah bilang, kita bisa dimiliki bersama-sama."


"Kalau kakak memilihnya, kami juga tidak masalah."


"Benar, kami bisa berbagai tempat yang sama, dan bersenang-senang secara bergantian."


"Kakak tampan, bukankah itu lebih bagus?"


Mendengar para wanita ini saling berbicara, Rexy mengerutkan kening, dan tiba-tiba merasa kepalanya sakit.


"Gadis gadis cantik, maaf kakak Rexy ya... Kakak sudah memiliki Erlina, dan tidak bisa lagi memiliki kalian semua. Aku tidak ingin membuat pacarku marah."


"Ooh, kakak! Apa yang kamu bicarakan? Kami tidak menggangu hubungan kakak dengannya."


"Kami hanya ingin kakak mengajak kami bermain-main."


"Kami juga tidak melarang kakak berpacaran bersama dia, kok."


Astaga! Apakah ini efek menjadi pria tampan? Apakah ini rasanya menjadi pria yang terlalu tampan? Dikerumuni banyak wanita, dan tidak bisa berbicara, apa ini sebuah kesenangan?


Tidak, ini lebih tepat di panggil sebagai tahanan. Tidak memiliki waktu untuk berbicara atau menolak, mereka semua berbicara semaunya, tanpa memperdulikan orang lain.


Rexy benar-benar sakit kepala, dan tidak tahu harus berbicara apa.


Sementara Erlina, dia mendengus lagi, dan pergi meninggalkan Rexy yang bodoh.


Melihat bahwa Erlina yang pergi, Rexy buru-buru mengejar dan mengabaikan semua wanita di sekelilingnya.


Memegang tangan Erlina, dan berkata, "Maaf, aku tidak akan membohongi mereka lagi. Jika kamu tidak ingin dibilang sebagai pacarku, aku bisa bilang kamu sebagai adikku, oke?"

__ADS_1


"Huh, terserah! Pergi sana, pergi ke hotel dan puaskan semua wanitamu. Jangan ganggu aku!"


__ADS_2