
"Eh! Ku kira tadi tokoh ini masih buka, ternyata sudah tutup."
Suara ini tampaknya bukan suara Rexy, ini suara orang lain.
Akira mengangkat kepalanya, dan ternyata itu memang bukan Rexy, itu adalah seorang wanita muda yang ingin makan.
"Umh, tunggu sebentar. Aku masih jualan, kamu masuk dulu, oke." Akira buru-buru bangkit dan menahannya untuk pergi.
Wanita muda, yang tampak seorang mahasiswa itu merasa aneh, dan bertanya, "Bukankah tadi kamu bilang tidak berjualan, dan menyuruhku untuk pergi?"
Akira tersenyum canggung, dan menjawab, "Aku kira kamu tadi orang lain. Maaf... Ayo masuk dulu."
"Lain kali kalau jualan yang bener, dong!" Wanita itu sedikit marah, tapi dia tidak jadi pergi, dan masuk kedalam.
Akira memberikan pandangan meminta maaf, dan buru-buru membereskan meja yang digunakan oleh Rexy. Saat membersihkan meja itu, otomatis Akira melihat Pil yang diberikan oleh Rexy sebelumnya.
Akira hanya ingin membuangnya, tapi ketika melihat pelanggan wanita sudah menunggu, Akira hanya memasukkan itu kedalam bajunya.
Sudah lama Akira tidak menerima pelanggan, dan baru ini dia menerima pelanggan. Barusan Akira hampir membuat pelanggan itu kabur karena dia marah, jadi daripada memikirkan pil yang dapat membuatnya marah kembali, Akira memilih menyimpannya.
"Oohh, sudah lama aku ingin ketempat ini, tapi selalu tutup. Akhirnya buka juga."
"Ya, bro! Aku sudah lebih dari tiga kali sehari datang untuk melihatnya, dan itu masih tutup. Hari ini ternyata buka, aku tidak sabar untuk makan disini."
"Kalian sehari tiga kali. Aku hampir setiap jam datang ke sini dan tidak pernah melihatnya buka!"
"Sudah, jangan banyak bicara! Daripada nanti di tutup kembali, ayo cepat masuk."
"Ya, kamu benar! Aku sudah lama ingin makan disini lagi. Ayo cepat masuk!"
Dari luar, Akira mendengar banyak orang berbicara, dan berbondong-bondong masuk kedalam rumah makannya.
Dua puluh orang masuk dalam sekali waktu dan terus menerus berdatangan.
Sampai bangku di dalam ruangan penuh, Akira masih melihat banyak orang yang duduk di luar pintu, dan menunggu antrian untuk makan.
__ADS_1
Melihat semua ini, Akira terkejut dan sekaligus senang.
Ini pertama kalinya sejak dia membuka rumah makan, dan memiliki pelanggan sebanyak ini. Jadi, kemarahan dan rasa malu karena Rexy sebelumnya dengan cepat menghilang, dan di gantikan oleh senyum kegembiraan.
Rexy tidak tahu apa yang terjadi dengan Akira. Untuk sekarang, dia tidak berani lagi melihat Akira, karena ini baru pertama kalinya melihat Akira sangat marah. Selain itu, misi untuk menyelamatkan Akira masih 3 bulan lebih, jadi masih ada waktu.
Juga, tujuan awal memanen poin dari Akira juga cukup banyak. 50.000 poin sudah di dapatkan dari Akira. Rexy tidak tahu darimana poin itu berasal, karena misi di bar misi belum selesai.
Mungkin itu karena berhasil menghilangkan iblis di kamarnya barusan.
Dengan poin sekitar 65.000 dan uang 75.000$, Rexy cukup senang, dan bisa melakukan banyak hal.
Jadi, dia melupakan semuanya, dan pergi untuk membeli kebutuhan awalnya.
Pertama-tama Rexy membeli kendaraan terlebih dahulu, dan kemudian pakaian, dan beberapa alat komunikasi.
Untuk alat komunikasi, Rexy sudah memiliki tempat untuk membelinya. Itu berada di area alun-alun kota Malang, lebih tepatnya dimana Erlina sedang bekerja.
Sebenarnya Rexy tidak tahu dimana tepatnya Erlina bekerja, dan setelah mencari-cari, dia akhirnya menemukan Erlina ada di suatu toko yang khusus menjual berbagai merek handphone.
Saat Rexy mendatanginya, dia tidak bersuara, dan tidak di sadari oleh Erlina. Berdiri di depannya dan menunduk, Rexy melihat Erlina sedang sibuk mengetik kata-kata di akun Facebooknya.
Pada tahun 2010, aplikasi Facebook sangat rame dan di gemari oleh kalangan anak muda, tidak terkecuali oleh Erlina.
"Perasaan ini aneh. Aku ingin membencinya, tapi aku tidak bisa melakukannya. Aku ingin melupakannya, tapi dia selalu ada di kepala. Apakah ini cinta?"
Sebelum Erlina mengeklik tulisan unggah di layar, dia mendengar seseorang membaca tulisannya dari arah depan.
Erlina terkejut, dan segera mengangkat kepalanya.
Melihat Rexy sudah ada di depannya, Erlina buru-buru menyembunyikan handphonenya, dan berkata, "Kamu, kapan kamu ada di sini?"
Rexy tersenyum, dan menjawab, "Sudah dari tadi. Aku juga melihat kata-katamu. Itu puitis, apakah itu untuk pacarmu?"
Erlina menundukkan kepalanya dengan sedikit rona merah, dan membantah, "Tidak, aku tidak punya pacar. Aku hanya iseng."
__ADS_1
"Ya, ya! Kamu tidak punya pacar, tapi punya suami, benar?" Berkata seperti ini, Rexy menyeringai, dan menunjukkan kepada Erlina bahwa orang yang dimaksud adalah dirinya.
Erlina ingin membantah, tapi dia tidak pandai berbohong, dan hanya bisa memalingkan mukanya.
Wajah Erlina yang merah, dan tampak malu-malu, bagi Rexy ini sangat imut. Baru kali ini Rexy melihat Erlina sangat malu, dan tidak tahan untuk tidak menciumnya.
Tapi, tujuan Rexy sekarang bukan untuk itu, jadi dia melupakan keinginan di hatinya.
Hanya saja, tiba-tiba Eggy memberikan misi untuk mencium Erlina, dan hadiah poinya sangat menggiurkan.
25.000 poin mencium bibir Erlina saat ini, di tempat ini, dan dengan suasana orang ramai lalu lalang, ini gila. Lebih gilanya lagi, jika Rexy tidak segera melakukannya dalam waktu sepuluh menit, poinya akan di potong langsung.
Tapi begitulah!
Rexy tidak bisa marah atau protes pada Eggy. Karena bagaimanapun dia berbicara, semuanya sia-sia.
Jadi, daripada mengeluh percuma, Rexy memanfaatkan kesempatan Erlina yang masih malu-malu, dan segera menggapai kedua pipinya.
Dengan ketidaksiapan Erlina, dan suasana mall yang ramai orang lalu lalang, Rexy mencium bibir Erlina, dan tentu saja dia menggerakkan lidahnya.
Setengah menit, itu sudah cukup untuk melaksanakan misi dari Eggy dan mendapatkan 50.000 poin. Seharusnya, waktu segitu tidak terlalu banyak orang yang peduli.
Tapi, yang tidak Rexy sadari adalah, baru saja menyentuh bibir Erlina, banyak orang yang berjalan berhenti sejenak, dan melihat pemandangan itu.
Siapapun yang melihatnya, mereka pasti tidak akan meluangkan pemandangan ini. Apalagi itu wanita cantik, dan pemuda yang tampan. Pemandangan dua orang tampan saling berciuman dalam keramaian, itu adalah hal langka.
Jika tidak orang bodoh atau tidak tahu malu, dia pasti orang gila.
Namun, melihat dua pemuda itu, siapa yang akan berpikir bahwa Rexy dan Erlina adalah orang bodoh.
Semua orang hampir berpikir ini adalah adegan film romantis. Jadi, mereka semua berhenti dan mengabadikan momen ini.
Bagi para wanita muda, mereka akan lebih memilih untuk melihat atau memfoto Rexy. Karena siapapun yang melihatnya, Rexy adalah pria muda yang tampan, dan idaman setiap kaum hawa.
Mencium wanita seperti Erlina, siapapun pasti akan cemburu.
__ADS_1
Tidak terkecuali dengan teman kerja Erlina.