
Sementara itu, melihat Akira yang berjalan cepat di depannya, Rexy memikirkan sesuatu dan berkata, "Sepertinya, aku akan memanggil Kira saja. Karena menurutku, itu terasa jauh lebih dekat."
Akira yang telah berjalan berhenti ketika mendengar ini, dan setelah memberikan satu kata "Terserah" Akira kembali berjalan semakin cepat kedepan.
Meninggalkan rexy yang masih tersenyum senang dengan persetujuannya di belakang.
"Argh!"
Baru ketika mendengar teriakkan Akira dari depan, Rexy terbangun, dan berlari menghampirinya.
Saat tiba di sumber suara, Rexy menemukan ada lima pria besar dengan beberapa tato di tubuhnya sedang mengelilingi, dan menggoda Akira.
Melihat ini, Rexy segera berteriak, "Hei, kalian! Lepaskan dia!"
Teriakkan Rexy menarik mereka semua termasuk Akira
Dan saat Akira melihat Rexy, dia segera berteriak, "Rexy! Cepat telepon polisi!"
"Ooh, cantik. Bukankah kita akan bersenang-senang, kenapa kamu berteriak lebih awal?"
"Bro, dia sepertinya sudah tidak sabar untuk melakukannya sekarang."
"Haha... Kamu benar!"
"Lihat tubuhnya, dan wajahnya! Gadis ini pasti sudah tidak sabar untuk segera bersenang-senang dengan kita."
"Haha.. malam ini kita mendapatkan barang yang sangat bagus!"
Lima orang itu saling berbicara untuk melihat Akira dan tertawa terbahak-bahak.
Melihat ini, Akira yang ketakutan segera menoleh ke arah Rexy untuk berteriak lagi.
Tapi, dia segera di hentikan oleh sebuah pisau tajam yang di tempatkan tepat didepan wajahnya.
"Cantik! Sebaiknya kamu diam dan menyimpan tenagamu untuk nanti. Kami berjanji, kamu nanti bisa berteriak sepuasnya, dan merasa sangat puas."
Lima orang itu tertawa lagi, dan melihat ke arah Akira dengan penuh nafsu di matanya.
Meskipun ada Rexy yang melihat mereka, tampaknya mereka tidak pernah menganggap Rexy ada, dan mengabaikan keberadaannya sepanjang waktu.
Ketidakpedulian ini ternyata tidak membuat Rexy marah, dan malah membuat tersenyum sambil bertepuk tangan.
"Hei bocah! Apa kau juga ingin bersenang-senang dengannya? Itu bisa saja, tapi kamu harus menunggu antrian."
"Tidak tidak! Aku memang ingin bersenang-senang, tapi itu dengan kalian!" Mengatakan ini, Rexy tersenyum penuh arti di mulutnya.
__ADS_1
Melihat senyum ini, lima preman ini merasa terhina, dan tidak bisa mengabadikannya begitu saja.
Kemudian, mereka berlima saling memandang dan mengangguk diam-diam.
Dari musyawarah diam-diam mereka, empat orang berjalan ke depan Rexy, dan satu preman yang terlihat paling lemah menjaga Akira di belakangnya.
Lalu, dari keempat preman itu, satu yang terlihat paling kuat melihat Rexy dari bawah ke atas, dan memberinya pandangan main-main.
"Bocah! Bisakah kau katakan sekali lagi. Apa yang kau katakan?"
"Aku ingin bersenang-senang."
"Bagaimana caranya? Apakah itu menjadi penonton ketika kami membuat wanitamu berteriak?"
Ada tawa keras saat kata-kata ini selesai.
Di depannya, Rexy juga tertawa mengikuti tawa mereka beberapa waktu, dan berkata, "Tidak!"
"Huh, apa katamu?"
Rexy tersenyum dan melihat mereka berlima seperti seekor domba, dan menjawab, "Kalian tahu. Aku sebelumnya sangat menyesal karena latihanku selama satu malam menjadi sia-sia. Tapi, karena ada kalian, aku jadi bersemangat. Kalian tahu kenapa?"
"Kenapa?" Tanya salah seorang dari mereka penasaran.
"Karena, aku bisa menjadikan kalian karung tinju!"
Tapi, ini bukan tawa karena lucu atau bercanda, ini hanya tawa mengejek kepada Rexy.
Dan setelah tawa mereka berhenti, satu orang segera berlari ke arah Rexy, dan memberikan pukulan tepat ke arah wajah Rexy.
Rexy yang sudah memiliki keahlian meninju kelas kakap tidak gugup saat melihatnya. Dia masih tersenyum, dan ketika tinju itu sudah dekat, Rexy bergerak.
"Aaaaaah!" Bersamaan dengan teriakan ini, orang yang menyerang Rexy sebelumnya terbang ke belakang, dan jatuh ke aspal.
Ketika dia jatuh ke aspal, dia kejang-kejang beberapa waktu, dan akhirnya tak sadarkan diri.
Empat preman yang masih tersenyum, dan tiba-tiba melihat temannya terbang masih tidak tahu apa yang terjadi. Baru ketika orang di aspal mengeluarkan busa dari mulutnya, mereka semua terkejut, dan buru-buru memeriksanya.
"Pingsan! Sekarat! Dia sekarat!"
Ada teriakan tidak percaya dari kelompok mereka.
Karena dalam pandangannya, mereka hanya melihat kawanya mencoba menghajar Rexy, dan tiba-tiba kawan mereka sudah seperti ini.
Karena tidak tahu pasti apa yang sebenarnya terjadi, bagaimana mereka tidak terkejut?
__ADS_1
Di antara orang-orang yang paling terkejut mungkin adalah Akira. Karena setahunya, Rexy dulu adalah pria pemalu dan lemah. Jika ada orang yang mengejek fisiknya, Rexy hanya akan diam dan menerima nasibnya tanpa mengeluh.
Jangankan bertarung, hanya sekedar membalas hinaan teman-temannya saja Rexy tidak sanggup. Oleh karena itulah Akira meminta Rexy untuk memanggil polisi daripada membantu dirinya.
Tapi sekarang, dia memiliki kekuatan untuk membuat preman yang terlihat mengerikan ini terkapar hanya dalam sekali pukulan.
Apakah ini masih Rexy yang lemah dan penakut?
Sebenarnya, Rexy sendiri juga terkejut. Karena bagaimanapun juga, dia belum mengetahui efektivitas teknik tinju yang dibeli dari Eggy.
Bedanya, kejutan Rexy hanya sebentar, dan kepercayaan dirinya segera melambung.
"Ehem, maaf! Ini baru pertama kalinya aku memukul seseorang, aku tidak tahu jika aku memiliki kekuatan seperti ini. Lain kali, aku akan mencoba lebih ringan."
Saat berkata, sebenarnya Rexy tidak berbohong sama sekali. Tapi, karena ada kepercayaan diri yang lebih, dia sedikit menarik sudut mulutnya yang tampak seperti sedang mengejek.
Ketika preman yang tersisa melihat ejekan tak sengaja Rexy, mereka segera berdiri dan mengelilingi Rexy. Tidak ada lagi ejekan di wajahnya mereka, yang ada sekarang adalah tampang serius dan kehati-hatian.
Karena dilihat dari manapun, dampak dari pukulan Rexy bukanlah apa yang seharusnya dilakukan oleh amatiran.
Sebagai seorang yang telah bergelut di jalanan sepanjang waktu, mereka semua menyadari jika Rexy ini bukan orang biasanya.
Jadi, mereka semua mengeluarkan senjata tajam, dan melihat kearah Rexy dengan dingin.
Di kelilingi seperti ini, tiba-tiba Rexy merentangkan otot-otot lehernya, dan tersenyum, "Aku takut senjata, bisakah kalian tidak menggunakan senjata?"
Wajah keempat preman itu berkedut.
Mereka semua tahu jika Rexy bukan orang biasa. Tapi, dia masih bertingkah seperti seorang amatiran!
Ini menghina secara terang-terangan.
"Bunuh dia!" Pria yang terlihat paling kuat sangat marah dan segera berteriak.
Mengikuti perintah ini, mereka semua bergegas kearah Rexy, dan mengarahkan senjatanya ke bagian-bagian tubuh Rexy yang mereka anggap titik lemahnya.
Melihat mereka bergerak, tatapan Rexy menjadi dingin, dan tidak ada lagi kepolosan di wajahnya.
Di bekali kekuatan fisik, teknik tinju, serta intuisi, gerakan mereka semua tampak lambat dimatanya, dan dengan terampil, setiap pukulannya mengenai kepala para preman itu tanpa halangan apapun.
"Bam."
"Arkh."
Suara membosankan terdengar empat kali berturut-turut, dan kurang dari lima belas detik, keempat preman yang sebelumnya terlihat garang terletak tak berdaya di aspal.
__ADS_1
Sama seperti orang pertama, setelah kejang-kejang sesaat, busa putih keluar menyusul dari mulut mereka.