1001 Cara Menjadi Yang Terhebat

1001 Cara Menjadi Yang Terhebat
Ketakutan dan kebingungan Arinda


__ADS_3

Di tatap oleh Arinda sedemikian rupa, Rexy masih tetap diam, dan tersenyum polos kepadanya.


Rexy tidak terkejut jika Arinda mengetahui semua perubahan tubuhnya, dan masa lalunya.


Di zaman sekarang, tidak susah untuk mencari informasinya. Apalagi jika itu seorang polisi, yang memiliki intelijen khusus, dan akurat.


Akan tetapi, Rexy tidak bisa mengatakan yang sebenarnya. Jika mengatakan bahwa semua perubahan itu di bawa oleh sebuah Telur, apakah wanita ini akan percaya?


Jadi, Rexy memilih diam dan dengan senyum polos menatap wajah cantik Arinda, yang kini terlihat sangat dingin, dan marah, tapi terlihat sedikit imut.


Melihat Rexy yang masih diam, Arinda terlihat semakin marah, dan dengan dingin berkata lagi, "Jangan main-main dengan seorang polisi. Percaya apa tidak, dengan semua tuduhan dan ditambah atas apa yang telah kamu lakukan pada polisi, kamu bisa di jatuhi hukuman penjara selama bertahun-tahun!"


Ketika mendengar ini, Rexy menggaruk kepalanya, dan dengan senyum bodoh bertanya, "Nona, memang apa yang telah aku lakukan?"


"Kamu.."


Melihat Rexy seperti ini, Arinda segera berdiri, lalu mundur ke belakang, dan menunjuk Rexy dengan sedikit terkejut.


"Kamu.. bagaimana kamu bisa melepaskan borgol itu?"


"Ooh...ini," Rexy dengan polos menunjukkan borgol yang kini hanya memborong tangan kirinya kepada Arinda.


Lalu, dengan kejutan dimatanya, Arinda melihat tangan kanan Rexy menarik borgol itu dengan santai. Layaknya seperti sepotong tahu, borgol dingin yang terbuat dari baja itu tampak lembek dan patah dengan mudah.


Kemudian Rexy meletakkan borgol dingin itu di atas meja, dan tersenyum padanya, "Borgol ini sangat menggangu, jadi aku mematahkannya."


Ucapan Rexy terdengar santai, dan seperti hal yang biasa. Tapi Arinda tahu apa yang membawa kata borgol itu.


Borgol itu terbuat dari baja murni, dan kekerasan melebihi baja, atau besi biasa. Jika kamu memotongnya dengan gergaji besi, kamu masih perlu beberapa waktu dan usaha untuk memotongnya.


Dan sekarang, Rexy ini hanya menariknya begitu saja, dan dapat melepaskanya dengan mudah.

__ADS_1


Bukan hanya mudah tanpa kesulitan apapun, bahkan tangannya tidak terluka, atau sedikit bekas pun tidak.


Saat ini, mau tak mau Arinda memikirkan kembali kejadian saat awal menangkapnya. Dimana pria menjijikkan ini dapat menjatuhkan empat anak buahnya dengan mudah.


Kejadian itu sangat cepat, dan Arinda tidak dapat melihat apa yang sedang terjadi.


Kemudian, dia tiba-tiba sudah ada depan matanya, dan mencium dirinya sendiri.


Menghitung waktu selama kejadian, itu tidak lebih dari beberapa detik.


Pada waktu itu, Arinda sedang marah atas apa yang Rexy lakukan, dan tidak bisa berpikir dengan jernih.


Baru kali ini, saat melihatnya menghancurkan borgol dengan mudah, Arinda akhirnya mengerti, bahwa pria ini bukan pria biasa.


Bertahun-tahun bekerja di kepolisian, baru kali ini Arinda melihat kejadian seperti ini. Apa yang dia lakukan, itu sungguh di luar imajisaninya.


Jika bisa mematahkan borgol semudah mematahkan mainan, bukankah dia juga bisa mengalahkannya, dan sekali lagi melakukan hal-hal mesum!


Memikirkan semuanya, tiba-tiba Arinda merinding, dan ketakutan di hatinya.


"Jangan kemana-mana...kamu tetap disini.." Satu kata selesai, Arinda segera membuka pintu, dan keluar.


Ketika dia keluar, dia segera menghela nafas panjang lega, tidak lupa juga membersihkan keringat dingin yang telah muncul di keningnya.


Saat bersamaan, ada seorang polisi sedang lewat di depannya, dan berhenti saat melihatnya keluar sambil menghela nafas panjang.


Polisi kecil, yang tampak bawahan Arinda itu merasa penasaran dan bertanya, "Kapten, menghela nafas seperti habis melihat hantu, apa yang sebenarnya sedang terjadi?"


"Hantu, pikiran mu yang hantu! Kita polisi, kita melihat melalui bukti dan fakta di lapangan! Apa kau pikir aku percaya hantu?"


"Lalu kapten, apakah di dalam ada seekor monster yang mengerikan? Setahu saya, Kapten tidak pernah takut akan hantu atau apapun itu. Bersikap seperti itu, apakah ada orang yang sangat mengerikan di dalam ruang interogasi? Orang seperti apa yang bisa membuat Kapten takut setengah mati?"

__ADS_1


"Jupri! Apakah kau kurang kerjaan? Jika kurang kerjaan, cepat bereskan berkas-berkas di meja. Sekarang juga, dan jangan sampai salah. Jika sampai salah, kau tahu resikonya?"


"Kapten! Saya hanya bertanya dengan bercanda. Tidak perlu marah-marah seperti itu bukan?" Jupri, polisi kecil yang hanya penasaran segera sedih, dan buru-buru membelah diri saat mendengar ini.


Tapi, pembelaannya membuat Arinda semakin marah, dan berteriak, "Apakah kamu tidak ingin melaksanakan tugas yang aku berikan? Apa kamu ingin ditambahkan tugas lain, dan lembur seharian?"


"Kapten...um..saya akan segera melaksanakan tugasnya."


Tidak lagi berani membantah, polisi kecil itu segera menjawab dengan cepat, dan buru-buru kembali ke mejanya. Melaksanakan tugas yang diberikan oleh Arinda dengan sedih.


Ketika Arinda berteriak, tentu itu di dengar oleh semua bawahannya, yang akhirnya menimbulkan banyak gosip di antara mereka.


Karena hari Arinda sudah sangat buruk, dan ditambah dengan suasana hatinya yang sedang tidak baik-baik saja, dia mendengus dingin saat melihat bawahnya bergosip.


"Karena kalian tampaknya kurang kerjaan. Aku akan tambah kerjaan kalian lagi. Semuanya, tidak terkecuali harus lembur sampai besok pagi!"


Ada keributan dan keluhan saat Arinda selesai menyelesaikan kata-katanya. Akan tetapi, Arinda tidak peduli, dan kembali ke meja kerjanya dengan wajah dingin, dan tanpa rasa ampun.


Sebenarnya, ketika Arinda mengatakan ini, dia hanya tidak ingin berada di kantor polisi sendirian.


Setelah kejadian yang dia lihat pada Rexy di ruang interogasi, ketakutan di hati Arinda masih belum menghilang. Jadi, untuk berjaga-jaga dia membuat semua orang bekerja lembur, dan menemaninya sampai pagi.


Ketika kembali ke mejanya, sekali lagi Arinda memeriksa semua rekaman, dan berkas-berkas dari Rexy. Tapi, setelah memeriksanya beberapa waktu, dia semakin ketakutan, dan sakit kepala.


Karena, Rexy ini tidak memiliki kerabat sama sekali. Tiga hari sebelum ini, Rexy masihlah seorang pria tidak berguna, yang gagal untuk mengungkapkan perasaannya.


Setelah itu, keesokan harinya dia berubah 180 derajat, dan melakukan pertarungan dengan para preman di jalanan.


Sama seperti anak buahnya, preman itu juga mengalami trauma dan pingsan di tempat.


Lalu hari ini, dia juga menghajar para pengawal Drian dengan mudah dan membuat mereka semua pingsan. Dari tiga pertarungan ini, kejadian hari ini adalah apa yang membuat Arinda ketakutan, karena pengawal Drian ini bukan orang sembarangan.

__ADS_1


Di tambah dengan apa yang dia lihat dengan kepala matanya sendiri, Arinda mulai berpikir bahwa Rexy ini pasti bukan pria sembarangan. Setidaknya, dia pasti pernah ada di ketentaraan, dan telah melakukan banyak tugas-tugas berat di lapangan.


Tapi, dari apa yang tertulis, dia adalah pria biasa, yang benar-benar biasa tanpa keistimewaan apapun.


__ADS_2